Cari Kredit Tanpa Agunan (KTA)? Ini Panduan Lengkapnya

Pahami pengertian, syarat, sampai cara pengajuan pinjaman tanpa agunan atau KTA di sini.

Pengenalan

Kredit tanpa agunan (KTA) atau pinjaman tanpa jaminan merupakan salah satu produk pinjaman yang paling banyak diincar calon nasabah. Sejalan dengan hal tersebut, bank maupun lembaga keuangan non bank giat menawarkan KTA dengan penawaran menarik, termasuk suku bunga yang kompetitif. 

Sebetulnya, di Indonesia tersedia banyak produk pendanaan atau kredit yang bisa diakses masyarakat. Mulai dari kredit untuk membeli rumah, kredit untuk membeli kendaraan, hingga kredit usaha. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa KTA adalah jenis pinjaman yang paling populer.

Apa itu kredit tanpa agunan dan mengapa pinjaman ini diburu banyak orang? Untuk tahu jawabannya, mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu kredit tanpa agunan alias KTA?

Kredit tanpa agunan adalah produk pinjaman uang yang tidak mensyaratkan penyerahan aset sebagai jaminan pinjaman. Hal ini membuat prosedur pengajuan KTA tergolong lebih mudah dan praktis dibandingkan jenis pendanaan lainnya. 

Pencairan dana pinjaman pun tak butuh waktu lama, yaitu sekitar kurang dari lima hari. Maka, tak mengherankan jika banyak orang yang menganggap KTA sebagai solusi praktis saat membutuhkan dana cepat. Bahkan banyak juga yang menganggap KTA sebagai pinjaman cepat cair atau pinjaman langsung cair.

Kemajuan teknologi juga berperan dalam tingginya popularitas KTA. Jika dulu debitur harus mendatangi bank atau lembaga finansial untuk mengajukan pinjaman KTA. Kini, bermodalkan gadget dan koneksi Internet, dana pinjaman yang diperlukan bisa diterima dalam hitungan jam. 

 

Baca: Sebelum Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Ketahui Dulu Fakta-Faktanya Ini

Perbedaan kredit tanpa agunan (KTA) dan kredit dengan agunan

Secara garis besar, bank mengeluarkan dua jenis produk pinjaman, yaitu pinjaman dengan agunan dan pinjaman tanpa agunan. Tak seperti KTA, kredit dengan agunan membutuhkan jaminan agar pinjaman bisa disetujui. Biasanya, jaminan berupa sertifikat tanah atau properti, BPKB kendaraan, dan aset lainnya. 

Pada kredit dengan agunan, bank juga perlu melakukan sejumlah analisa untuk menakar nilai aset yang dijaminkan. Sekilas, prosedur kredit ini tampak lebih merepotkan, serta membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan KTA. 

Namun, kredit beragunan pun memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki KTA. Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan keduanya yang perlu kamu tahu. 

1. Proses pengajuan pinjaman

Proses pengajuan pinjaman tanpa jaminan lebih mudah dan cepat dibandingkan pengajuan dengan jaminan. Apalagi, saat ini banyak KTA yang bisa diajukan secara online, serta jaminan pencairan dana dalam hitungan jam. 

Sebaliknya, pengajuan pinjaman dengan jaminan membutuhkan waktu yang lama. Sebab, diperlukan analisa dan verifikasi dari pihak bank untuk menilai kelayakan calon debitur mendapatkan dana pinjaman.

2. Persyaratan yang diperlukan

Tanpa mengharuskan adanya jaminan, persyaratan KTA tentu lebih mudah dipenuhi. Bahkan, ada lembaga keuangan yang hanya mensyaratkan KTP dan slip gaji untuk dapat mengajukan pinjaman cepat. Dengan begitu, siapa pun bisa mengajukan pinjaman KTA dengan mudah. 

Sementara, syarat kredit beragunan mungkin tak bisa dipenuhi oleh setiap orang. Sebab, debitur harus memiliki aset yang bisa dijadikan sebagai jaminan pinjaman. 

3. Limit pinjaman

Adanya agunan atau jaminan dalam pengajuan kredit dengan agunan  adalah hal yang wajar, sebab limit yang diberikan cukup besar, yaitu bisa mencapai ratusan bahkan miliaran rupiah. Umumnya, pinjaman yang diberikan harus sebanding dengan nilai aset yang dijadikan agunan.

Sementara untuk KTA, rata-rata bank menawarkan plafon mulai dari Rp 10-300 juta. Bahkan ada pula yang menawarkan hingga Rp 500 juta. Dan penyedia KTA non bank rata-rata memberikan limit pada kisaran Rp 500 ribu-50 juta. 

4. Tenor pinjaman

Sejalan dengan besarnya limit yang diberikan, jangka waktu pinjaman dengan jaminan tentu lebih panjang dibanding jangka waktu pinjaman tanpa jaminan. Pada pinjaman beragunan, tenor pinjaman bisa mencapai puluhan tahun. Sementara, tenor pinjaman KTA maksimal adalah lima tahun dan biasanya untuk nasabah payroll.

5. Bunga pinjaman

Seluruh kemudahan yang ditawarkan KTA tentu tidak cuma-cuma. Ada “biaya" yang harus dibayar debitur untuk bisa menikmati dana pinjaman seketika. Biaya tersebut berupa bunga pinjaman yang cukup tinggi dibandingkan jenis pinjaman lain. 

Sebagai perbandingan, rata-rata bunga KTA bank berada pada kisaran 0,7-2 persen per bulan dan bunga KTA pada pinjaman online bisa jauh lebih tinggi, yaitu mulai dari 0,5 persen hingga 3 persen per hari. Sementara, kredit beragunan mematok bunga yang lebih kecil, bahkan di bawah 1 persen per bulan. 

6. Tujuan pinjaman

Mengingat bunga pinjaman KTA terhitung cukup tinggi, pinjaman biasanya ditujukan untuk kebutuhan yang sangat mendesak dengan tenor pinjaman yang pendek. Misalnya, biaya renovasi rumah atau biaya pendidikan. 

Sementara dana pinjaman beragunan cenderung diperuntukkan bagi kebutuhan jangka panjang, misalnya sebagai modal usaha. Sebab, bunga pinjaman ini terhitung ringan dan tenor pinjamannya pun lebih panjang.

Dengan begitu, jika kamu menghadapi situasi darurat sehingga membutuhkan dana segar dalam waktu singkat, KTA dapat menjadi pilihannya. 

Sementara, jika kamu membutuhkan dana dalam jumlah besar dengan tenor pinjaman yang panjang, kamu dapat mengajukan kredit beragunan, dengan syarat kamu harus menyiapkan aset sebagai jaminan pinjaman.  

Jenis-jenis pinjaman tanpa agunan

pinjaman online kta
Photo credit: CreditRepairExpert

Seiring dengan menjamurnya produk KTA, bank dan lembaga keuangan non-bank terus berinovasi dan mengeluarkan beragam jenis produk pinjaman KTA yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan debitur. 

Saat ini terdapat lima jenis KTA yang bisa diakses di lembaga keuangan di Indonesia. Berikut di antaranya.

1. Kredit tanpa agunan (KTA) dana cepat

KTA dana cepat adalah produk pinjaman yang memiliki keunggulan berupa waktu pencairan yang cepat. Dana pinjaman bisa diterima debitur dalam waktu kurang dari satu minggu. KTA dana cepat ditujukan untuk kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan di rumah sakit. 

KTA dana cepat memberikan plafon pinjaman cukup besar, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, tenor atau waktu pengembalian pinjaman relatif singkat

Contoh produk KTA dana cepat, di antaranya ANZ MoneyLine dari Bank ANZ, Dana Bantuan Sahabat dari Bank DBS Indonesia, dan PermataKTA Regular dari Bank Permata.

2. Kredit tanpa agunan (KTA) tenor panjang

Sesuai namanya, KTA tenor panjang adalah pinjaman yang memberikan tenor pelunasan relatif panjang. Biasanya, tenor pengembalian pinjaman KTA tenor panjang lebih dari tiga tahun. Jenis pinjaman ini cocok buat kamu yang membutuhkan dana dalam jumlah besar dan waktu pengembalian yang lama. Misalnya, sebagai modal usaha atau bisnis.

Contoh produk KTA tenor panjang adalah QNB Personal Loan dari Bank QNB Indonesia dan Standard Chartered KTA Online dari Bank Standard Chartered.

3. Kredit tanpa agunan (KTA) tanpa kartu kredit

Beberapa bank mewajibkan kepemilikan kartu kredit sebagai salah satu syarat pengajuan KTA. Tujuannya, untuk menganalisa histori kredit calon nasabah. Namun, ada pula KTA tanpa kartu kredit yang bisa dipilih mereka yang belum memiliki kartu kredit atau histori kredit lain sebelumnya. 

Nah, sebagai antisipasi kredit macet, bank mematok suku bunga yang lebih tinggi pada KTA tanpa kartu kredit dibanding KTA biasa. 

Contoh produk KTA tanpa kartu kredit, di antaranya Tunaiku dari Bank Amar dan KTA Tyme Digital dari Commonwealth Bank.

4. Kredit tanpa agunan (KTA) bisa bayar awal

KTA bisa bayar awal merupakan jenis produk KTA yang membebaskan biaya penalti jika nasabah melunasi cicilan pinjaman lebih cepat dari waktu jatuh tempo. Umumnya, pada produk KTA maupun pinjaman lain, nasabah akan dikenakan biaya pelunasan awal yang cukup besar jika melunasi cicilan lebih cepat dari waktu yang ditentukan.  

Namun, dengan KTA bisa bayar awal ini, debitur bisa jadi lebih fleksibel dalam melunasi utang yang dimiliki. 

Beberapa produk pinjaman tanpa agunan yang membebaskan penalti pelunasan dipercepat adalah BNI Cerdas dari Bank BNI dan BNP KTA General dari bank BNP.

5. Kredit tanpa agunan (KTA) payroll

KTA payroll adalah jenis KTA yang diperuntukkan bagi nasabah yang menyalurkan gajinya melalui bank terkait. Dengan adanya pembayaran gaji yang masuk ke rekening bank tersebut, pihak bank akan lebih yakin terhadap kemampuan bayar nasabah dalam melunasi kredit. 

Mengajukan KTA di bank yang sama dengan bank payroll juga lebih menguntungkan karena suku bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah dibanding KTA di bank lain. Selain itu, karena bank telah memiliki data nasabah, proses pengajuan KTA payroll pun terhitung lebih cepat. 

Contoh KTA payroll, di antaranya BNP KTA Payroll dari Bank BNP, Bank Mandiri KTA Payroll dari Bank Mandiri, dan BNI Fleksi Payroll dari Bank BNI.

Keunggulan kredit tanpa agunan (KTA)

Indonesian Rupiah

 

Ada beragam alasan KTA kian diminati, berikut ini di antaranya:

1. Syarat mudah karena tidak membutuhkan jaminan

Proses pengajuan kredit tanpa agunan cukup mudah karena tidak membutuhkan jaminan pinjaman. Kamu hanya perlu datang ke bank atau mengajukan KTA secara online, mengisi formulir, dan melengkapi persyaratan dokumen, seperti KTP dan NPWP. 

Hal ini terbilang mudah dibandingkan produk pinjaman bank lain yang mewajibkan penyertaan agunan berupa aset, seperti sertifikat rumah, perhiasan, BPKB, dan sebagainya untuk mendapatkan dana pinjaman.

2. Tujuan penggunaan kredit lebih fleksibel

Penggunaan dana pinjaman bisa digunakan untuk kebutuhan apa pun. Dengan begitu, nasabah bebas menggunakan dana sesuai keperluan. Namun, jika ingin kondisi finansial tetap sehat, sebaiknya tidak menggunakan dana pinjaman KTA untuk kebutuhan konsumtif.

3. Proses pencairan dana tak butuh waktu lama

Pinjaman tanpa agunan dianggap cocok untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak, sebab dana pinjaman bisa cair kurang dari satu minggu. Bahkan, saat ini beberapa bank bisa mencairkan dana pinjaman KTA  dalam waktu satu hari.

4. Memungkinkan untuk pelunasan dipercepat

Tersedianya beragam jenis kredit tanpa agunan, beragam juga fitur yang ditawarkan. Salah satunya, memungkinkan nasabah untuk mempercepat pelunasan tanpa dikenakan biaya tambahan. Dengan begitu, jika nasabah memiliki dana extra, utang KTA pun bisa segera dilunasi.

5. Plafon pinjaman besar

Seiring berjalannya waktu, bank pun terus melakukan inovasi pada produk KTA yang ditawarkan. Salah satunya adalah dengan menawarkan plafon yang tinggi, yakni hingga Rp 300 juta. 
 

Tujuan penggunaan KTA

Melihat dari keunggulan dan karakteristik produk pinjaman KTA, KTA sesuai digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti renovasi rumah, pengobatan, biaya pendidikan, dan sebagainya. 

Dengan bunga yang cukup tinggi dan tenor pinjaman yang pendek, KTA juga sering digunakan untuk menggenapi kekurangan biaya. Misalnya, untuk mahasiswa yang kekurangan dana kuliah. 

Sementara, untuk tujuan keuangan lain, seperti membeli rumah, biaya pernikahan, biaya liburan, idealnya menyiapkan dana melalui perencanaan keuangan yang tepat. Dengan begitu, kebutuhan bisa terpenuhi tanpa perlu berutang.  
 

Perbedaan KTA karyawan dan wiraswasta

businessmen

 

Memang, ada bedanya pengajuan KTA untuk karyawan dan wiraswasta? Banyak yang belum tahu bahwa ada sejumlah perbedaan antara KTA bagi karyawan dan wiraswasta, baik dari sisi persyaratan yang diperlukan maupun manfaat yang didapatkan.

Karena memiliki penghasilan rutin, pengajuan pinjaman karyawan umumnya lebih mudah diterima dibanding wiraswasta. Apalagi, KTA tidak menyertakan jaminan sehingga bank harus bisa memastikan debitur mampu melunasi utang kredit. Bagi bank, gaji yang diterima karyawan tiap bulannya dapat menjadi jaminan bahwa debitur memiliki kemampuan membayar kredit. 

Selain gaji, beberapa bank juga mempertimbangkan masa kerja karyawan untuk menentukan nasib pengajuan KTA. Misalnya, dengan mensyaratkan minimal masa kerja satu atau dua tahun.

Lantas, bagaimana dengan wiraswasta atau profesional yang tak memiliki gaji bulanan secara rutin? Berikut ini perbedaan kebijakan bank atau penyedia KTA untuk karyawan dan wiraswasta.

1. Persyaratan dokumen

Sebagai pengganti gaji, bank akan meminta debitur wiraswasta menyertakan salinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), NPWP perusahaan, serta salinan laporan keuangan. 

Sementara, untuk calon debitur profesional, seperti dokter atau konsultan, bank akan meminta salinan izin praktik profesional.

2. Masa kerja vs masa berdiri usaha

Jika bank mensyaratkan masa kerja untuk debitur karyawan, bank juga mensyaratkan lamanya usaha berdiri yang dimiliki debitur wiraswasta. 

Misalnya, Maybank yang mensyaratkan minimal dua tahun usaha berjalan bagi wiraswasta atau dua tahun masa praktek bagi profesional. Sementara, untuk debitur karyawan, Maybank mensyaratkan masa kerja minimal satu tahun.

3. Minimum penghasilan

Meski sama-sama dikenakan syarat penghasilan minimum, syarat penghasilan minimum untuk debitur karyawan umumnya lebih rendah dibanding dari kalangan wiraswasta. Bagi wiraswasta atau profesional, syarat penghasilan minimal bisa dua atau tiga kali lebih tinggi. 

Misalnya, jika karyawan disyaratkan memiliki penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan, bagi wiraswasta atau profesional, syarat penghasilan minimal menjadi Rp 6 juta per bulan. 

4. Suku bunga

Tak sedikit bank yang memberikan suku bunga KTA berbeda kepada debitur karyawan dan debitur wiraswasta. Umumnya, suku bunga untuk karyawan lebih rendah dibanding untuk wiraswasta dan profesional. 

Misalnya, suku bunga KTA Standard Chartered mulai dari 0,69 persen untuk pinjaman di atas Rp 150 juta. Sementara, bagi debitur wiraswasta, berapa pun dana pinjaman yang diajukan, suku bunga tetap sebesar 1,49 persen. 

Secara umum, pengajuan KTA sebagai karyawan tampak lebih menguntungkan dibandingkan sebagai wiraswasta ataupun profesional. Beban bunga yang lebih tinggi dan persyaratan yang lebih ketat bagi wirawasta atau profesional merupakan upaya bank untuk menghindari terjadinya kredit macet, lantaran tak adanya jaminan yang diberikan dalam pengajuan KTA.
 

Berapa limit pinjaman kredit tanpa agunan?

Memang, jika dibandingkan dengan produk pinjaman lain, batas pinjaman KTA tidak terlalu besar. Sebab, bank tidak mau mengambil risiko lantaran pinjaman dilakukan tanpa adanya jaminan. 

Namun, saat ini tak sedikit bank yang berlomba-lomba memberikan penawaran KTA paling menarik, salah satunya melalui plafon pinjaman yang tinggi.

Dengan begitu, limit pinjaman tanpa jaminan yang bisa didapatkan melalui lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank menjadi sangat bervariatif, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 300 juta. 

Bahkan, ada pula KTA yang memberi penawaran plafon pinjaman hingga Rp 1 miliar. Salah satunya adalah Kredit BRIGuna dari Bank BRI yang memberikan limit tak terbatas sesuai kemampuan debitur (dilihat berdasarkan penghasilan bulanan).  
 

Syarat pengajuan kredit tanpa agunan (KTA)

Sekalipun persyaratan KTA terbilang mudah, bukan berarti pengajuan KTA pasti akan diterima. Untuk itu, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi dengan benar kalau tak ingin berakhir dengan penolakan. 
Tiap bank dan penyedia KTA punya persyaratan dan ketentuan masing-masing. Namun, umumnya, persyaratan KTA meliputi hal-hal berikut ini.

1. Usia debitur

Bank atau penyedia KTA biasanya mensyaratkan debitur minimal berusia 18 tahun dan maksimal berusia 60 tahun pada saat pelunasan kredit. Meski begitu, batas usia dalam persyaratan KTA bisa berbeda-beda tiap bank.

2. Minimal penghasilan

Agar bank bisa memastikan debitur mampu melunasi pinjaman, persyaratan umum yang dijadikan patokan kemampuan bayar debitur adalah slip gaji atau penghasilan peminjam. Rata-rata produk KTA mensyaratkan debitur harus memiliki penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan.

Sementara, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, minimal penghasilan untuk wiraswasta dan profesional akan lebih tinggi. Selain besar penghasilan, bank juga mempertimbangkan masa kerja atau masa berdirinya usaha yang dijalani calon debitur.

3. Kepemilikan kartu kredit

Beberapa bank mensyaratkan kepemilikan kartu kredit untuk pengajuan KTA. Tujuannya, untuk melakukan proses verifikasi mengenai riwayat kredit calon peminjam. Jika penggunaan kartu kredit masih di batas aman alias tidak over limit dan tidak pernah mengalami kendala saat membayar cicilan kartu kredit, pengajuan KTA berpotensi diterima.

4. Reputasi kredit melalui BI checking

Selain melalui kartu kredit, bank juga akan memeriksa reputasi kredit calon peminjam dengan melakukan proses pengecekan skor kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 
Melalui proses tersebut, bank dapat mengetahui rekam jejak kredit yang pernah kamu ajukan sebelumnya, serta reputasi calon nasabah dalam membayar cicilan.

Meski begitu, saat ini tak sedikit pula penyedia KTA yang tidak menyertakan persyaratan skor kredit bagi calon debiturnya.

5. Domisili dan status kewarganegaraan

Beberapa penyedia KTA tidak memperbolehkan warga negara asing (WNA) untuk mengajukan KTA. Namun, ada pula bank yang tidak menjadikan status kewarganegaraan sebagai persyaratan pengajuan. Sebagai gantinya, pemohon KTA harus melampirkan fotokopi paspor atau KITAS sebagai syarat identitas diri.

Selain itu, beberapa penyedia KTA juga membatasi domisili calon debitur. Kebijakan ini sebagai upaya bank untuk mitigasi risiko kredit macet, serta kemudahan memberikan layanan kepada calon debitur.  
Sementara, persyaratan dokumen yang harus disiapkan saat ingin mengajukan KTA adalah, sebagai berikut:

 

Dokumen Jenis Pekerjaan
Karyawan Wiraswasta Profesional
Fotokopi KTP/KITAS
Bukti Penghasilan (Slip Gaji/SKP/SPT) -
Fotokopi Kartu Kredit
Fotokopi Rekening Tabungan (3 bln terakhir) - -
Fotokopi Surat Izin Profesi - -
Fotokopi akta pendirian/SIUP/TDP - -
NPWP

Cara mengajukan pinjaman KTA Online dan Offline

Sudah mantap untuk mengajukan pinjaman tanpa agunan? Sebelum mengajukan, pastikan kamu telah melakukan riset secara mendalam terhadap produk KTA yang ingin diambil. Bandingkan beragam produk KTA yang ada dengan mudah melalui situs perbandingan produk keuangan, seperti GoBear Indonesia. 

Pengajuan pinjaman KTA saat ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Bagi kamu yang punya aktivitas yang padat, pengajuan secara online tentu jadi memudahkan. Namun, bagi kamu yang kurang nyaman dalam mengoperasikan gadget atau ingin mendapatkan informasi langsung dari petugas bank/ penyedia KTA terkait, bisa melakukan pengajuan secara offline. 

Tenang saja, kedua cara pengajuan sama mudahnya. Berikut penjelasannya.

Pengajuan KTA secara online

  1. Setelah mantap memilih produk pinjaman yang paling tepat, kamu bisa langsung mengunjungi situs bank atau penyedia KTA. Jika bank yang dipilih tidak menyediakan fasilitas secara online, tak perlu cemas, sebab kamu masih bisa apply secara online melalui situs komparasi produk keuangan, seperti GoBear Indonesia.
  2. Lengkapi identitas diri yang diminta, serta isi nominal pinjaman dan tenor pinjaman. Jika masih bingung, kamu bisa memanfaatkan fitur simulasi cicilan yang tersedia pada situs terkait. Kamu juga bisa melakukan konsultasi terlebih dulu dengan penyedia KTA tersebut.
  3. Selanjutnya, pihak bank terkait akan menghubungimu untuk memproses pengajuan pinjaman KTA. Pihak bank akan melakukan verifikasi data sekaligus meminta kelengkapan persyaratan yang diperlukan.
  4. Setelah proses verifikasi dan analisa kelayakan selesai dilakukan, bank akan kembali menghubungimu untuk memberitahu status pengajuan pinjaman. Jika pengajuan diterima, dana pinjaman biasanya akan cair paling lama 14 hari sejak kamu mengajukan pinjaman.

Contoh produk KTA bank yang bisa diajukan secara online adalah KEB Hana KTA dari Hana Bank dan PermataKTA dari Bank Permata.

 

Baca: 5 Hal yang Harus Diwaspadai Saat Apply KTA Online

Pengajuan KTA secara offline

  1. Sebelum mendatangi bank terkait, sebaiknya kunjungi situs resmi bank untuk mengetahui persyaratan pengajuan KTA yang diperlukan. Bila perlu, hubungi customer service melalui telepon atau fitur chat untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Dengan begitu, kamu jadi tidak perlu datang bolak-balik ke bank.
  2. Setelah memahami persyaratan dengan jelas, datangi kantor cabang bank atau penyedia KTA yang telah dipilih.
  3. Setelah tiba di bank, ambillah nomor antrean di bagian Customer Service (CS). Konsultasikan pengajuan KTA dengan CS. Jika dokumen yang diperlukan telah lengkap, pihak bank akan segera memproses pengajuan pinjamanmu.
  4. Selanjutnya, kamu hanya perlu menunggu dihubungi pihak bank setelah proses analisis kredit selesai dilakukan. 
     

Penyebab umum pengajuan KTA ditolak bank

rejected

 

Sudah melakukan pengajuan KTA dan harap-harap cemas menunggu hasilnya, ternyata pengajuan malah ditolak? 

Tak sedikit memang yang harus menanggung kecewa karena pengajuan kredit tanpa agunan tak kunjung diterima. Padahal, semua persyaratan dirasa telah dipenuhi. Semua dokumen yang diperlukan pun telah dikirimkan sesuai permintaan penyedia KTA. 

Lalu, mengapa ditolak ya?

Sayangnya,  pihak bank tidak memberitahu alasan penolakan, sehingga kita pun hanya bisa menerka-nerka persyaratan yang perlu diperbaiki. Agar tidak terus penasaran, berikut ini beberapa penyebab umum pengajuan KTA ditolak oleh bank:

1. Terdapat data yang tidak valid

Setelah menerima pengajuan KTA, pihak bank akan melakukan verifikasi data-data yang diterima. Ada kemungkinan analis bank juga melakukan cross check data kepada pihak ketiga.
Jika terdapat data yang tidak sesuai, sudah pasti permohonan akan ditolak.

Ketidaksesuaian juga bisa berasal dari kurangnya ketelitian. Misalnya, kesalahan penulisan alamat atau nomor telepon pada formulir pengajuan. Oleh sebab itu, pastikan data yang disertakan sudah benar dengan mengecek kembali formulir setelah dilengkapi.

2. Punya tunggakan utang lain

Bank atau penyedia KTA akan memeriksa riwayat utang yang kamu punya. Untuk mencegah terjadinya gagal bayar, bank biasanya akan menolak pengajuan pinjaman calon debitur jika utang debitur melebihi 30-50 persen dari penghasilan.

Sebagai contoh, gaji kamu sebesar Rp 3 juta per bulan, serta memiliki tagihan kartu kredit sebesar Rp 1 juta per bulan. Jika kamu mengajukan KTA dengan perkiraan cicilan sebesar Rp 1 juta per bulan, maka sudah pasti pengajuan KTA akan ditolak karena beban utang akan melebihi 50 persen dari penghasilan. 

3. Memiliki skor kredit yang buruk

Coba ingat-ingat, apakah pernah punya pengalaman menunggak utang atau bahkan sampai gagal bayar? Jika pernah, pengajuan KTA pasti sulit dikabulkan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya daftar riwayat kredit nasabah yang pernah mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan bank ataupun non-bank. Jika nasabah pernah menunggak atau bahkan gagal bayar, skor kreditnya akan menjadi buruk.

Nah, analis bank akan melihat data tersebut untuk menganalisa kelayakan debitur dalam menerima kredit. Jika skor kredit debitur buruk, bank pun tak mau ambil risiko dengan memberikan pinjaman.

4. Domisili tidak tetap

Meski tampak sepele, ternyata peluang diterimanya pengajuan calon debitur yang tinggal di rumah pribadi/ rumah keluarga bisa lebih besar dibanding calon debitur yang tinggal di rumah sewa/kosan/kontrakan. 

Salah satu pertimbangannya, untuk menghindari risiko calon debitur sulit ditemui atau melarikan diri saat terjadi hal-hal tak diinginkan. 

5. Informasi kontak sulit dihubungi

Beberapa bank akan melakukan wawancara dengan calon debitur melalui telepon. Jadi, setelah melakukan pengajuan, pastikan kamu tak pernah melewatkan panggilan telepon yang masuk. Sebab, jika bank sulit menghubungimu, bagaimana bank bisa percaya kamu akan menjadi peminjam yang bertanggung jawab?
 

Menghitung bunga dan angsuran kredit tanpa agunan (KTA)

Saat ingin mengajukan pinjaman, idealnya kamu telah memahami perhitungan suku bunga yang dikenakan. Secara umum, perbankan Indonesia menggunakan dua jenis bunga pinjaman berdasarkan perhitungannya, yaitu sistem bunga flat dan bunga efektif.

Mayoritas produk KTA saat ini menggunakan sistem bunga flat. Pada skema bunga flat, suku bunga akan dihitung dari pokok pinjaman awal, sehingga besar angsuran akan sama tiap bulannya hingga masa pinjaman berakhir.

Sementara, suku bunga efektif sering digunakan pada produk pinjaman jangka panjang, seperti kredit pemilikan rumah (KPR). Dengan sistem bunga efektif, porsi bunga dihitung dari sisa pokok utang. Dengan begitu, besar angsuran akan berkurang dari waktu ke waktu. 

Untuk lebih jelasnya, berikut perhitungan suku bunga flat dan suku bunga efektif.

1. Bunga flat

Pada perhitungan suku bunga flat, besar pinjaman dan bunga akan dihitung secara proporsional sesuai tenor pinjaman. 

Contoh: 

Seorang nasabah memiliki pokok pinjaman sebesar Rp 15 juta dengan suku bunga flat 20 persen per tahun. Sementara tenor pinjaman adalah selama 2 tahun atau 24 bulan. Dengan begitu, perhitungan bunganya adalah sebagai berikut:

Perhitungan bunga: 

= (pokok pinjaman x suku bunga x tenor pinjaman (dalam tahun)) : tenor pinjaman (dalam bulan)

= (15.000.000 x 20% x 2) : 24

= Rp 250 ribu per bulan.

Maka, cicilan per bulan yang harus dibayar adalah (Rp 15.000.000 : 24 ) + Rp 250.000 =  Rp 875.000. Artinya, selama dua tahun masa pinjaman, beban bunga yang harus dibayar mencapai Rp 250.000 x 24 = Rp 6 juta.

2. Bunga efektif

Sekalipun ada, bunga efektif jarang sekali digunakan pada produk pinjaman tanpa jaminan. Sebab, perhitungan bunga efektif lebih sesuai untuk pinjaman jangka panjang, seperti KPR. 

Perhitungan bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman. Artinya, beban bunga akan semakin mengecil seiring berkurangnya sisa pinjaman. 

Agar lebih mudah memahami perbedaan antara bunga flat dan efektif, maka simulasi perhitungan bunga dilakukan menggunakan contoh yang sama dengan contoh sebelumnya.

Contoh:

Pokok pinjaman: Rp 15 juta

Suku bunga efektif: 20 persen per tahun

Tenor pinjaman: 24 bulan

Angsuran pokok pinjaman (tanpa bunga) : Rp 15.000.000 : 24 = Rp 625.000

Perhitungan bunga:

= sisa pokok utang x suku bunga per tahun x (jumlah hari dalam sebulan : jumlah hari dalam setahun)

  • Bunga di bulan 1 : Rp 15.000.000 x 20% x (30 : 360) = Rp 250.000.

       Angsuran di bulan 1 : Rp 625.000 + Rp 250.000 = Rp 875.000.

 

  • Bunga di bulan 2 : Rp 14.375.000 x 20% x (30 : 360) = Rp 239.583

       Angsuran di bulan 2 : Rp 625.000 + Rp 239.583 = Rp 864.583.

Begitu seterusnya hingga pinjaman lunas. Jika dijumlahkan, beban bunga menggunakan sistem bunga efektif jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistem bunga flat. 

Selain kedua jenis skema bunga di atas, perhitungan bunga juga dibagi menjadi dua kategori, yaitu sistem bunga tetap (fixed) dan sistem bunga mengambang (floating). Namun, dalam KTA, biasanya bank dan lembaga peminjam memberlakukan suku bunga tetap.

Secara sederhana, bunga tetap akan menerapkan besaran bunga yang sama selama jangka waktu kredit. Sementara, bunga mengambang akan berubah-ubah sesuai suku bunga pasar. 

Mana yang lebih untung? Jawabannya, tergantung suku bunga pasar. 

Suku bunga tetap tidak akan mengalami perubahan sekalipun suku bunga pasar sedang fluktuatif. Artinya, jika suku bunga pasar sedang tinggi, maka kamu bisa tetap tenang karena bunga pinjamanmu tidak terkena dampaknya. Dan, jika suku bunga pasar sedang rendah atau bahkan turun drastis, kamu pun tidak bisa menikmati keuntungannya.

Sebaliknya, suku bunga mengambang dipengaruhi suku bunga pasar. Jika bunga pasar mendadak tinggi, kamu bisa kena apesnya dan harus membayar bunga jadi lebih besar. Tapi, jika bunga pasar turun, kamu bisa jadi lebih untung karena beban bunga jadi lebih ringan.

Dengan mengetahui mekanisme perhitungan suku bunga KTA, kamu akan lebih mudah menentukan pinjaman KTA yang paling ideal buatmu. Tak sekadar melihat besaran suku bunga yang ditawarkan, tapi juga memahami beban bunga yang nantinya harus dibayarkan.
 

Biaya-biaya yang dikenakan dalam pengajuan KTA

fees
Photo Credit: PicPedia

 

Saat memilih produk pinjaman tanpa agunan, tak hanya suku bunga yang perlu diperhatikan. Sebab, terdapat sejumlah biaya lain yang juga harus diperhitungkan biar tidak kebobolan. Berikut ini di antaranya:

1. Biaya provisi

Umumnya, dana pinjaman tanpa jaminan yang diterima debitur nilainya tidak sama dengan plafon pinjaman yang diajukan. Sebab, pinjaman akan dipotong biaya provisi sebagai imbalan balas jasa debitur kepada bank atau lembaga pembiayaan lainnya.

Biaya provisi umumnya sebesar 2 hingga 3,5 persen dan hanya dikenakan satu kali pada tahun pertama pinjaman.
Perlu diperhatikan bahwa ada bank yang memasukkan biaya transfer ke dalam komponen biaya provisi ini, tapi ada juga yang memisahkan keduanya. Tanyakan saja kepada pihak bank, apakah masih ada biaya transfer yang harus kamu bayar saat dana cair.

2. Biaya administrasi

Tak semua penyedia pinjaman menyertakan biaya administrasi. Ada pula bank yang telah menggabungkan biaya administrasi ke dalam biaya provisi. Namun, ada pula penyedia pinjaman yang memisahkan kedua biaya ini. 

Misalnya, KTA BNI yang menyertakan biaya provisi sebesar 1,5 persen dari total pinjaman, serta biaya administrasi senilai Rp 100 ribu yang disetorkan saat pengajuan diterima.

3. Biaya asuransi

Bank atau penyedia pinjaman tentu tak mau mengambil risiko kredit gagal bayar, sekalipun dengan alasan kematian. Oleh sebab itu, bank akan menawarkan penyertaan asuransi pada pinjaman yang diambil. Dengan begitu, jika terjadi hal-hal tak diinginkan kepada debitur, sisa pinjaman akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

4. Biaya tahunan

Jika pada tahun pertama kamu dikenakan biaya provisi dan/ atau biaya administrasi, selanjutnya di tahun kedua dan seterusnya, kamu akan dikenakan biaya tahunan. Besarannya sekitar Rp 50 hingga Rp 70 ribu per tahun, tergantung kepada kebijakan penyedia KTA terkait. 

5. Biaya pelunasan dipercepat

Beberapa KTA membebaskan penalti untuk pelunasan angsuran yang dilakukan sebelum masa cicilan berakhir. Namun, ada juga penyedia KTA yang mewajibkan adanya biaya pelunasan dipercepat sebesar 5-8 persen dari sisa pinjaman dan total biaya lainnya. 

6. Denda keterlambatan

Jangan berani-berani terlambat membayar pinjaman. Sebab, ada denda keterlambatan yang besarnya lumayan bikin kantong terkuras. Misalnya, KTA DBS mengenakan denda keterlambatan minimal Rp 250 ribu atau 6 persen dari angsuran bulanan per keterlambatan. 
 

Metode pembayaran kredit tanpa agunan

Bank telah menyediakan beragam metode pembayaran cicilan KTA, sehingga memudahkan debitur dalam melunasi pinjaman. Pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui layanan transfer antar bank via ATM, setor ke teller bank, melalui mobile dan Internet banking, serta pembayaran secara auto-debit dari rekening debitur. 
 

Tips memilih pinjaman KTA terbaik

1. Perhatikan ketentuan bunga

Pertama, pilih KTA dengan bunga paling rendah. Selanjutnya, perhatikan skema perhitungan bunga yang digunakan. Apakah menggunakan skema bunga flat atau efektif? Apakah bunga yang dikenakan bersifat tetap atau mengambang? 

Gunakan fitur simulasi yang tersedia pada situs penyedia KTA untuk mengetahui porsi angsuran yang harus dibayar tiap bulannya. Idealnya, porsi utang yang kamu miliki maksimal 30 persen dari penghasilan. 

 

Baca: 6 KTA Bunga Rendah di 2019 yang Layak Dilirik, Kurang dari 1%!

 

2. Pilih KTA dengan biaya tambahan ringan

Ingat, selain bunga, masih ada beragam biaya tambahan yang bisa membuat angsuran membengkak. Tak sedikit bank atau penyedia KTA menawarkan biaya-biaya KTA yang bersaing. Bahkan, beberapa bank meniadakan sejumlah biaya tambahan sehingga angsuran menjadi lebih ringan. 

Misalnya, KTA TymeDigital dari Bank Commonwealth yang membebaskan biaya administrasi, biaya tahunan, serta biaya provisi.

3. Pahami produk yang dipilih

Sebelum mengajukan pinjaman tanpa agunan, pastikan kamu telah memahami semua ketetapan yang berlaku. Mulai dari total pencairan dana yang kamu terima, besar angsuran yang harus dibayar, hingga seluruh biaya terkait KTA yang dipilih. 

Jangan ragu berkonsultasi ataupun bertanya kepada penyedia pinjaman atau pihak bank terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

4. Pilih pinjaman cepat cair dan mudah persyaratannya

Pengajuan KTA umumnya dilakukan saat ada keperluan mendesak. Oleh sebab itu, pilihlah kredit dengan persyaratan dan prosedur yang mudah, sehingga kemungkinan pengajuan diterima jadi lebih besar. Pastikan pula dana pinjaman dapat cair sesuai waktu yang dibutuhkan. 

5. Cek kredibilitas penyedia pinjaman

Perhatikan kredibilitas penyedia pinjaman agar tidak terjerat layanan pinjaman bodong. Salah satu caranya, pastikan lembaga keuangan yang dipilih telah terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK. 

Ingin membandingkan beragam produk KTA dengan mudah dan cepat? 

Kunjungi situs komparasi, seperti GoBear Indonesia, untuk melakukan perbandingan beragam produk KTA secara praktis. Kamu juga bisa mengajukan KTA langsung melalui situs GoBear Indonesia. 
 

Diupdate pada Aug 26, 2019