Panduan Memahami Kartu Kredit Bagi Pemula

Mulai dari kegunaan kartu kredit, cara daftar, hingga syarat pengajuannya, ini panduan lengkap mendapatkan kartu kredit terbaik di Indonesia.
 

Pengenalan

Kartu kredit sering disebut sebagai kartu sakti karena kegunaan dan kepraktisan yang diberikan. Jika belasan tahun silam kartu kredit identik sebagai bagian dari gaya hidup kelas atas, kini kartu kredit telah menjadi alat transaksi non-tunai untuk berbagai kalangan. 

Hal ini menjadi wajar mengingat beragam fitur kartu kredit yang bisa memberikan kemudahan bagi pemiliknya. Dengan kartu kredit, kamu tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar setiap kali bertransaksi. Sebagai pemegang kartu kredit, kamu juga berhak mendapatkan sejumlah privilege berupa diskon, promo, cashback, voucher, dan sebagainya.

Meski begitu, bagai pisau bermata dua, penggunaan kartu kredit yang salah juga bisa bikin celaka. Faktanya, tak sedikit yang menjadikan kartu kredit sebagai kartu utang, sehingga bukannya untung, tumpukan utang malah jadi menggunung. 

Jika ingin mengajukan kartu kredit, pemahaman menyeluruh mengenai kartu kredit wajib dimiliki. Dengan begitu, kartu sakti ini bisa menjadi penyelamat isi dompet dan tidak merugikan diri sendiri. 
 

Apa yang dimaksud dengan kartu kredit?

Kartu kredit adalah alat pembayaran pengganti uang tunai berupa kartu yang diterbitkan bank. Gunanya untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi. 

Dalam menerbitkan kartu kredit, bank bekerja sama dengan perusahaan provider sebagai penyedia sistem pembayaran pada kartu dan penghubung antara kartu dengan merchant. 

Beberapa contoh provider yang bekerja sama dengan perbankan di Indonesia, antara lain Mastercard, Visa, JCB, dan American Express. 


Pada kartu debit, dana yang digunakan berasal dari rekening nasabah. Nah, inilah yang yang jadi perbedaan kartu debit dengan kartu kredit. Pada kartu kredit, dana yang dipakai untuk bertransaksi merupakan dana dari bank penerbit kartu.

Oleh sebab itu, nasabah alias pemegang kartu kredit berkewajiban melakukan pembayaran pada waktu yang telah disepakati, baik secara angsuran ataupun pelunasan sekaligus.

Lalu, bagaimana jika nasabah tidak melakukan pembayaran atau menunggak bayar? 

Bank menerapkan kebijakan pada setiap layanan yang diberikan, termasuk jika nasabah terlambat membayar tagihan. Kebijakan tersebut dapat berupa beban bunga dan denda yang disertakan ke dalam tagihan nasabah.
 

Perbedaan kartu debit dan kartu kredit

Kartu kredit dan kartu debit sama-sama mendukung transaksi non-tunai yang memungkinkan nasabah bepergian tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar. Keduanya dapat digunakan sebagai alat pembayaran elektronik yang praktis dan cepat.

Namun, kartu kredit dan kartu debit memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi fitur maupun mekanismenya. Sehingga, tujuan penggunaannya pun tak bisa disamakan. 

Meski begitu, tak sedikit nasabah yang masih menggunakan kartu kredit layaknya kartu debit, sehingga kondisi keuangan berakhir kacau balau. 

Oleh sebab itu, penting untuk memahami perbedaan kartu debit dan kartu kredit agar bisa memaksimalkan manfaat yang dimiliki keduanya dengan tepat. Berikut sejumlah perbedaannya:

1. Mekanisme 

Kartu kredit dan kartu debit merupakan produk bank yang ketentuan penggunaannya mengikuti ketentuan bank penerbit. Saat digunakan untuk bertransaksi, keduanya sama-sama membutuhkan PIN yang dimasukkan oleh nasabah. Namun, keduanya memiliki kebijakan yang cukup berbeda, berikut di antaranya.
Kartu debit hanya bisa digunakan oleh nasabah yang memiliki rekening tabungan di bank terkait, sementara kartu kredit bisa dimiliki tanpa perlu mempunyai rekening tabungan di bank penerbit kartu kredit.

Pemilik kartu debit harus memiliki saldo tabungan untuk bertransaksi, sementara nasabah kartu kredit tidak perlu memiliki saldo di rekening tabungan, karena dana yang digunakan merupakan dana pinjaman dengan limit nominal tertentu.

Biaya transaksi pada kartu debit dipotong langsung dari saldo tabungan pemilik kartu debit. Sementara pada kartu kredit, pemegang kartu akan mendapatkan tagihan transaksi beserta bunga dan biaya lainnya setiap bulan.

Kamu bisa melakukan tarik tunai dengan menggunakan kartu debit dan kartu kredit. Bedanya, tidak ada biaya tarik tunai pada kartu debit, sementara tarik tunai menggunakan kartu kredit akan dikenakan biaya penarikan yang cukup tinggi.

2. Keunggulan 

Kartu debit dapat menjadi “tabungan bergerak” yang bisa digunakan untuk transaksi, penarikan uang, atau mengirim uang ke rekening lain. Penggunaan kartu debit untuk transaksi tidak dikenakan bunga karena dana yang digunakan berasal dari saldo tabungan pemilik kartu debit. Dengan begitu, nasabah pun tidak perlu membayar cicilan, karena transaksi dibayar lunas dari tabungan.

Tidak ada batasan transaksi menggunakan kartu debit selama saldo tabungan yang dimiliki mencukupi. Saat memerlukan uang tunai, pemegang kartu debit bisa mengambil kapan pun, tanpa dikenakan biaya tambahan. 

Adapun kartu kredit menawarkan keunggulan berupa banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan saat bertransaksi, seperti poin reward, cashback, diskon, dan sebagainya. Kartu kredit juga dapat menjadi alat transaksi di luar negeri, sehingga pemegang kartu kredit tidak perlu menukar uang tunai ke dalam kurs negara setempat dalam jumlah besar. 

Di samping itu, transaksi menggunakan kartu kredit dapat dibayar pada bulan berikutnya, sehingga kartu kredit dapat diandalkan jika nasabah memiliki keperluan mendesak. Jika semua tagihan dibayar penuh dan tepat waktu, nasabah pun tidak akan dikenakan bunga. 

3. Kekurangan

Kartu debit tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat jika dana yang diperlukan melebihi saldo tabungan. Sebaliknya, kartu kredit bisa menjadi alternatif dana darurat, tapi ada bunga dan biaya yang harus ditanggung pemegang kartu kredit. 

Sekalipun penggunaan kartu debit lebih terbatas, namun tidak ada tuntutan atau beban untuk membayar tagihan, karena transaksi lunas dibayar saat itu juga. Berbeda dengan kartu kredit yang dapat digunakan untuk banyak hal, namun memerlukan tanggung jawab pemiliknya agar dompet tidak kebobolan. 
 

Kegunaan kartu kredit

Anggapan bahwa kegunaan kartu kredit adalah sebagai pinjaman kebutuhan konsumtif, jelas keliru. Persepsi seperti inilah yang membuat kartu kredit dipandang negatif, lantaran kerap dianggap sebagai biang keladi bertumpuknya utang bagi sang pemilik. Padahal jika diselisik, kartu kredit justru bisa membuat kondisi keuangan menjadi lebih sehat. 

Lalu, apa sebenarnya kegunaan kartu kredit yang bisa menguntungkan pemiliknya? Berikut ini di antaranya:

1. Mempermudah transaksi

Bayangkan kamu perlu membeli smartphone baru seharga belasan juta dan harus membayar menggunakan uang tunai. Pastinya akan merepotkan membawa uang dalam jumlah besar di dalam dompet atau tas. Belum lagi, kamu harus mencari ATM untuk melakukan tarik tunai.

Di sisi lain, dengan menggunakan kartu kredit, pembayaran bisa diselesaikan secara praktis. Cukup satu kali gesek di mesin EDC yang tersedia, barang yang ingin dibeli sudah bisa jadi milikmu dalam waktu singkat.

Transaksi online juga bisa dilakukan tanpa repot, sebab banyak situs belanja justru hanya menerima pembayaran menggunakan kartu kredit.

2. Mempermudah pembayaran tagihan

Suka lupa membayar tagihan sehingga harus membayar denda? Hal tersebut tidak akan kamu alami jika menggunakan fitur pembayaran tagihan pada kartu kredit.

Fitur pembayaran tagihan merupakan layanan pembayaran secara otomatis sesuai tanggal yang dikehendaki pemegang kartu kredit. Dengan begitu, pembayaran dapat dilakukan tanpa menyita waktu, sekaligus menghindarkan terlambat bayar yang menyebabkan munculnya denda tagihan.

3. Fasilitas cicilan 0 persen

Kartu kredit memungkinkan kamu membayar secara menyicil tanpa dikenakan bunga, sehingga pembayaran menjadi lebih ringan dibanding fasilitas pinjaman lain, seperti KTA. Fasilitas ini berupa cicilan 0 persen yang bisa dimanfaatkan di merchant-merchant yang bekerja sama dengan bank penerbit kartu kredit yang digunakan.

4. Meringankan pengeluaran

Tahukah kamu bahwa dengan menggunakan kartu kredit kamu jadi bisa berhemat? Sebab, kartu kredit memiliki berbagai penawaran menarik berupa potongan harga, cashback, ataupun voucher belanja, yang membuat pengeluaran jadi lebih irit.

Contohnya, kamu bisa menghemat hingga 10 persen setiap berbelanja keperluan domestik di Hypermart dengan menggunakan kartu kredit Bank Mandiri Hypermart Classic Card. Pilih kartu kredit yang paling banyak promo atau paling menguntungkan buatmu.

5. Memudahkan transaksi dalam valuta asing

Kartu kredit dapat menjadi alat pembayaran yang berlaku di berbagai negara. Dengan menggunakan kartu kredit, nominal transaksi akan langsung dikonversikan ke rupiah sesuai kurs yang berlaku saat itu.
Tanpa perlu menukar uang ke mata uang negara tujuan dalam jumlah besar, bepergian pun jadi lebih praktis dan aman.

6. Memudahkan kelola keuangan

Dengan menggunakan kartu kredit, semua transaksi yang dilakukan akan tercatat dalam lembar tagihan. Catatan ini dapat dijadikan patokan untuk mengatur rencana keuangan di bulan berikutnya. Kamu pun bisa semakin mudah melacak pengeluaran yang dilakukan. 
Sederet kegunaan inilah yang membuat kartu kredit kian populer. Jika ternyata punya kartu kredit malah membuat keuanganmu bermasalah, maka penggunaan kartu kreditmu perlu segera ditinjau ulang.
 

Pilihan bank penerbit kartu kredit di Indonesia

Sejalan dengan tingginya minat masyarakat untuk memiliki kartu kredit, bank sebagai penerbit kartu kredit pun menawarkan beragam produk kartu kredit dengan keuntungan dan fasilitas yang menarik.

Berikut ini beberapa penerbit kartu kredit terbaik dan terpercaya di Indonesia yang bisa dijadikan pilihan.

1. Kartu kredit BCA

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, Bank BCA terus menawarkan berbagai produk keuangan yang dapat menjadi solusi bagi nasabahnya, salah satunya adalah dengan mengeluarkan kartu kredit BCA. 

Jaringan bank BCA pun sudah tak perlu ditanyakan lagi, sebab kartu kredit BCA dapat diterima lebih dari 65 ribu merchant dengan dukungan 1.200 cabang di seluruh Indonesia. Urusan promo tak perlu ditanya. Kartu kredit BCA bisa dibilang salah satu kartu kredit paling banyak promo di Indonesia. Tak heran kalau kartu kredit ini jadi buruan.

Kartu kredit BCA memiliki suku bunga yang cukup rendah, yaitu sebesar 2,25 persen per bulan. Bonus lainnya, jika penggunaan rata-rata kartu kredit mencapai 30 persen per bulan, kartu kredit yang digunakan akan bebas iuran tahunan selamanya.

2. Kartu kredit BNI

Sebagai salah satu kartu kredit terbaik di Indonesia, kartu kredit BNI tersedia dalam beragam variasi, sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah. 

Mulai dari kartu kredit silver dan gold yang bisa diajukan calon nasabah berpenghasilan Rp 3 juta, hingga BNI Visa Infinite yang memberikan akses gratis ke lebih dari 900 airport lounge di seluruh dunia.

Iuran tahunan kartu kredit BNI mulai dari Rp 240 ribu per tahun dengan bunga transaksi 2,25 persen per bulan.

3. Kartu kredit CIMB Niaga

Kartu kredit CIMB Niaga menawarkan berbagai kemudahan dan promo menarik. Salah satu fiturnya yang paling populer dan paling dicari adalah gratis iuran tahunan.

Kartu kredit gratis iuran tahunan selamanya di CIMB Niaga berlaku untuk kartu kredit MasterCard Platinum, Gold, dan Classic, atau selama dua tahun pertama untuk kartu kredit Visa Gold dan Classic.

Nasabah juga bisa menikmati fasilitas cicilan tetap dengan bunga ringan, serta mendapatkan poin Xtra setiap melakukan transaksi ritel kelipatan Rp 5.000. Nantinya, poin Xtra dapat ditukarkan dengan berbagai pilihan hadiah menarik.

Tak hanya itu, kartu kredit CIMB juga dikenal sebagai kartu kredit paling banyak promo untuk restoran. Jadi bagi pencinta kuliner, kartu kredit ini bisa jadi kartu kredit paling menguntungkan buatmu.

4. Kartu kredit HSBC

Bank HSBC merupakan salah satu bank internasional terdepan di Indonesia yang menawarkan layanan perbankan dengan fasilitas menarik. Selain fasilitas bebas iuran tahunan untuk kartu kredit premier, kartu kredit HBSC memungkinkan nasabah melakukan tarik tunai pada ATM hingga Rp 10 juta per hari.

Nasabah juga bisa mengumpulkan HSBC Million Points Club yang bisa ditukarkan dengan berbagai promo menarik, untuk setiap kelipatan transaksi senilai Rp 1.500.

5. Kartu kredit Bank Mega

Bank yang tergabung dalam CT Corp ini telah bekerja sama dengan banyak merchant, sehingga nasabah dapat menikmati beragam promo menarik dari merchant-merchant ternama. 

Misalnya, diskon 10 persen untuk pembelian barang di semua outlet Transmart dan Carrefour, diskon 10 persen untuk transaksi di Metro Department Store, diskon hingga 50 persen menginap di Trans Luxury Bandung dan Trans Resort Bandung, dan masih banyak lagi.

6. Kartu kredit Maybank

Kartu kredit Maybank dapat diterima di seluruh dunia, lebih dari 21 juta tempat, dengan dukungan lebih dari 450 cabang Maybank. Bank yang berada di bawah naungan Grup Maybank ini telah tersebar di seluruh Indonesia, serta memiliki cabang di luar negeri, seperti Vietnam, Laos, Hong Kong, Brunei, dan sebagainya.

Kartu kredit Maybank menawarkan iuran tahunan yang cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp 15 ribu per bulan atau Rp 180 ribu per tahun. 

Kabar baiknya lagi, kartu kredit Maybank juga bisa didapatkan oleh kamu yang belum pernah memiliki kartu kredit sebelumnya. Ini berlaku untuk semua jenis kartu.

9. Kartu kredit Bank Panin

Bank Panin mengeluarkan tiga jenis kartu kredit, yaitu kartu kredit Platinum, kartu kredit Gold, kartu kredit Infinite. Semua kartu kredit ini bebas iuran tahun pertama untuk kartu utama. Sementara, tahun berikutnya baru dikenakan biaya mulai dari Rp 150 ribu per tahun.

Pemegang kartu kredit Bank Panin juga dapat menikmati poin rewards yang bisa ditukarkan dengan voucher belanja di MAP, Metro Department Store, serta berbagai alat elektronik dan kebutuhan rumah tangga.

8. Kartu kredit Danamon

Dengan kartu kredit Danamon, kamu bisa mengurangi pembayaran tagihan karena ada penawaran spesial, yakni cashback senilai 5 persen untuk setiap bill payment yang terdaftar pada kartu kredit. 

Selain itu, kamu juga bisa menikmati berbagai penawaran menarik berupa promo, potongan harga dan paket spesial di berbagai pusat perbelanjaan, restoran, dan hotel pilihan.

Adapun, iuran tahunan kartu kredit Danamon mulai dari Rp 250 ribu per tahun dan bunga ritel sebesar 2,25 persen per bulan.

9. Kartu kredit Sinarmas

Kartu kredit Sinarmas menawarkan berbagai keuntungan yang membuat pengeluaran jadi lebih irit. Apalagi kartu kredit Sinarmas bebas iuran tahunan seumur hidup, serta ada cashback 0,5 persen tanpa batas maksimal untuk semua transaksi dengan pembayaran tagihan penuh.

Tentunya, kamu juga bisa mendapatkan potongan harga serta penawaran menarik lainnya di berbagai merchant pilihan bank Sinarmas.

10. Kartu kredit BRI

Kartu kredit terbaik selanjutnya adalah kartu kredit BRI. Bank pemerintah ini memberikan fasilitas cicilan dengan bunga 0-0,79 persen untuk setiap transaksi yang dilakukan menggunakan kartu kredit BRI. 

Pemegang kartu kredit BRI juga bisa menikmati fasilitas BRI Travel Service untuk kemudahan pemesanan tiket, hotel, serta paket wisata ke seluruh dunia.

11. Kartu kredit Mandiri

Kartu kredit Mandiri merupakan salah satu kartu kredit paling banyak promo di Indonesia. Tak heran jika kartu kredit ini menjadi salah satu buruan para nasabah.

Kartu kredit Mandiri menyediakan beragam jenis kartu kredit sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Mulai dari nasabah individu sampai korporat, pencinta travel hingga yang hobi shopping, kartu kredit Mandiri melayani semua kebutuhan tersebut.

Adapun penawaran menarik yang disediakan oleh kartu kredit Mandiri, di antaranya cashback, poin reward, airport lounge, promo dan potongan harga, hingga asuransi.

Syarat pengajuan kartu kredit

Bagi kamu yang sudah memiliki kartu kredit sebelumnya, pengajuan kartu kredit umumnya menjadi lebih mudah disetujui. Hal ini berbanding terbalik dengan pengajuan kartu kredit pertama yang tak jarang mengalami penolakan. 

Namun, bukan berarti pengajuan kartu kredit pertama sulit dilakukan. Selama persyaratan dan ketentuan dipenuhi dengan baik, bank tidak memiliki alasan untuk menolak permohonan kartu kredit. 

Meski setiap bank memiliki persyaratan pengajuan kartu kredit yang berbeda-beda, berikut ini persyaratan umum yang biasanya selalu diterapkan oleh penerbit kartu kredit di Indonesia.

Persyaratan dokumen pengajuan kartu kredit

  1. Kartu identitas, berupa KTP bagi warga negara Indonesia (WNI) atau Kitas/Paspor bagi warga negara asing (WNA).
  2. Bukti penghasilan, berupa slip gaji bagi karyawan atau rekening koran bagi wiraswasta dan profesional.
  3. NPWP, umumnya bagi pengajuan kartu kredit dengan limit di atas Rp 50 juta.
  4. Akta pendirian usaha/ SIUP bagi calon nasabah wiraswasta atau pengusaha.
  5. Surat izin profesi bagi calon nasabah profesional.
  6. Formulir pengajuan kartu kredit yang telah ditandatangani pemohon.

Persyaratan non-dokumen pengajuan kartu kredit

Kartu kredit premium yang menawarkan limit cukup besar umumnya hanya dapat dimiliki oleh nasabah yang telah memiliki kartu kredit sebelumnya. Sebab, bank dapat dengan mudah dan cepat menilai kelayakan nasabah mendapatkan kartu kredit baru melalui kartu kredit yang telah dimiliki sebelumnya.

Sementara untuk kartu kredit pertama, umumnya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi calon nasabah sebagai pertimbangan bank dalam menyetujui permohonan. Berikut ini persyaratan umum yang harus dipenuhi calon nasabah kartu kredit. 

1. Syarat usia

Mayoritas bank penerbit kartu kredit mensyaratkan usia nasabah kartu kredit mulai dari 21 tahun hingga 65 tahun untuk pemegang kartu utama. Sementara, untuk kartu tambahan, mulai dari 17 tahun hingga 65 tahun.

2. Penghasilan minimal

Untuk kartu kredit pertama dengan jenis reguler, umumnya penerbit kartu kredit mematok minimal penghasilan mulai dari Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun. Sementara, untuk kartu kredit premium, persyaratan penghasilan minimal bisa sampai di atas Rp 10 juta tergantung dari kebijakan bank penerbit kartu.

3. Memiliki riwayat keuangan yang baik

Meski belum memiliki kartu kredit sebelumnya, pihak bank dapat melihat rekam jejak kredit calon nasabah di Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK-OJK). 

Jika kamu pernah bermasalah dengan pinjaman bank, punya tunggakan cicilan, atau bahkan gagal bayar, pengajuan kartu kredit akan sulit diterima.

4. Mengisi aplikasi pengajuan dengan benar

Setelah seluruh syarat di atas terpenuhi, selanjutnya kamu perlu melengkapi formulir pengajuan kartu kredit dari bank terkait.  Formulir pengajuan bisa kamu dapatkan melalui situs resmi atau kantor cabang bank yang bersangkutan.

Cara membuat kartu kredit

Bila semua persyaratan terpenuhi, selanjutnya tinggal melakukan permohonan kartu kredit. Tidak cuma satu, melainkan ada tiga cara mudah untuk membuat kartu kredit. Berikut ini di antaranya.

1. Membuat kartu kredit melalui marketplace dan situs perbandingan produk finansial

Bukan cuma baju atau kosmetik yang bisa dibeli melalui marketplace ataupun e-commerce. Produk finansial seperti kartu kredit juga bisa. Salah satu contohnya adalah Tokopedia atau Bukalapak yang sekarang sudah menyediakan produk keuangan di situsnya.

Sementara itu, situs perbandingan produk finansial merupakan startup yang khusus bergerak di bidang finansial atau kerap disebut financial technology alias fintech. Misalnya, GoBear Indonesia. 

Melalui situs komparasi ini, kamu bisa melihat dan membandingkan sejumlah kartu kredit dari beragam bank yang ada di Indonesia. Dengan begitu, kamu bisa mencari produk kartu kredit yang paling ideal sesuai kebutuhan dan kemampuanmu.

Selain memanfaatkan fitur perbandingan, kamu pun bisa langsung mengajukan pembuatan kartu kredit secara cepat. Kamu hanya perlu mengisi data diri pada formulir yang tersedia. Selanjutnya, hanya tinggal menunggu dihubungi customer service dari situs ataupun bank terkait. 

2. Membuat kartu kredit di kantor cabang bank terkait

Cara membuat kartu kredit yang paling umum dilakukan adalah dengan mendatangi langsung kantor cabang terkait dengan membawa persyaratan yang diperlukan. Untuk itu, sebaiknya hubungi customer service terlebih dulu untuk memastikan persyaratan dan informasi penting lainnya. 

Begitu tiba di kantor cabang, ambil atau mintalah formulir pengajuan kartu kredit sesuai dengan petunjuk yang ada. Jika mengalami kesulitan, tak perlu ragu meminta bantuan security di kantor cabang terkait. Setelah melengkapi formulir, serahkan beserta dokumen yang disyaratkan kepada customer service yang bertugas. 

Setelah selesai, kamu hanya perlu menunggu dihubungi pihak bank untuk proses verifikasi data, sekitar satu hingga dua minggu ke depan. Selanjutnya, bank akan melakukan proses analisa selama sekitar 14 hari kerja, terhitung sejak dokumen pengajuan kartu kredit diterima. 

Jika lebih dari 14 hari kerja kamu tak juga mendapatkan kabar dari pihak bank, besar kemungkinan pengajuan belum disetujui. Namun untuk memastikan, kamu bisa menghubungi call center bank terkait untuk menanyakan status pengajuan kartu kredit.

3. Membuat kartu kredit melalui sales kartu kredit

Jika ingin peluang pengajuan kartu kredit diterima lebih besar, ajukanlah melalui sales kartu kredit. Sebab, para sales kartu kredit memiliki target untuk mendapatkan calon nasabah yang harus dicapai. Dengan begitu, mereka pun akan dengan giat mengusahakan agar pengajuan kita diterima pihak bank.

Kamu bisa menemui sales kartu kredit di sekitar mesin ATM yang ada di mall atau pusat perbelanjaan. Mengajukan kartu melalui sales kartu kredit juga tergolong mudah, karena biasanya mereka akan membantu mengisi formulir pengajuan yang diperlukan.

Biaya-biaya terkait kartu kredit

Pemegang kartu kredit biasanya hanya memperhatikan biaya kartu kredit berupa bunga, iuran tahunan, dan biaya keterlambatan pembayaran tagihan. Padahal, terdapat banyak komponen biaya lain yang juga dikenakan dalam penggunaan kartu kredit. Alhasil, tak sedikit pemegang kartu kredit yang terkejut saat tagihan yang diterima jauh melebihi perkiraan mereka.

Sebetulnya, pemegang kartu bisa menghindari penyertaan sejumlah biaya agar tagihan tidak membengkak.  Sayangnya, ketidaktahuan sering membuat nasabah lalai dalam menggunakan layanan kartu kredit, sehingga dibebani biaya tambahan.

Oleh sebab itu, sebagai nasabah kartu kredit, kamu harus tahu 15 biaya berikut ini.

1. Iuran tahunan

Iuran tahunan merupakan biaya yang dikeluarkan pemegang kartu sebagai kompensasi atas penggunaan fasilitas dan layanan yang diberikan penerbit kartu. Semakin lengkap fitur kartu dan semakin premium jenis kartu, semakin tinggi biaya tahunan yang dikenakan.

Untuk menarik minat nasabah, beberapa bank menawarkan promo gratis iuran tahunan, mulai dari pada satu tahun pertama hingga gratis selamanya. Namun, jangan lupa perhatikan syarat yang diberikan. Sebab, beberapa bank memberikan kebebasan iuran tahunan dengan mensyaratkan batas minimum penggunaan kartu kredit.

2. Denda keterlambatan

Jika pemegang kartu kredit terlambat membayar tagihan, terdapat biaya keterlambatan alias penalti yang menambah beban tagihan berikutnya. Besarannya sekitar 3 persen dari total tagihan atau sebesar nilai maksimum yang ditetapkan penerbit kartu kredit.

Lakukan pembayaran otomatis dengan fitur auto-debit untuk menghindari terlambat bayar, sehingga tak perlu menanggung denda keterlambatan.

3. Biaya bunga

Setiap transaksi yang dilakukan menggunakan kartu kredit dengan sistem cicilan akan dikenakan biaya bunga mulai dari 0 hingga 2,25 persen per bulan. 

Namun, tak sedikit kartu kredit yang menawarkan fasilitas cicilan nol persen pada merchant-merchant pilihan. Meski begitu, terdapat biaya administrasi yang juga perlu diperhitungkan.

4. Biaya kelebihan pemakaian (over limit)

Saat mendapatkan kartu kredit untuk pertama kalinya, kamu akan mendapatkan informasi limit nominal kartu kredit yang dapat digunakan. Jika pemakaian melebihi limit kartu tersebut, kamu harus membayar biaya over limit. Umumnya, biaya over limit berkisar antara Rp 40 ribu hingga maksimal Rp 150 ribu. 

5. Biaya tarik tunai

Seperti kartu debit, kartu kredit juga memiliki fitur tarik tunai melalui mesin ATM. Namun, berbeda dengan kartu debit yang bebas biaya tarik tunai, pada kartu kredit terdapat biaya yang cukup menguras kantong.

Umumnya, biaya tarik tunai sekitar 4-6 persen dari total dana yang ditarik. Misalnya, jika kamu melakukan tarik tunai senilai Rp 2 juta dengan biaya tarik tunai 6 persen, maka biaya yang harus dibayar pada tagihan berikutnya adalah sebesar Rp 120 ribu. Lumayan besar, bukan?

6. Biaya konversi mata uang

Kartu kredit juga bisa digunakan sebagai alat pembayaran untuk valuta asing. Namun, terdapat biaya konversi mata uang asing yang akan disertakan ke dalam tagihan.

Biaya konversi mata uang asing terdiri dari dua jenis biaya. Yang pertama adalah biaya yang dikenakan oleh provider kartu kredit, seperti Mastercard atau Visa, sebesar 1-2 persen. Dan yang kedua adalah biaya yang dikenakan oleh penerbit kartu kredit sebesar 1,5-2,5 persen dari nilai transaksi.

7. Biaya penggantian kartu rusak atau hilang

Jika kartu kredit rusak atau hilang, maka pemegang kartu dikenakan biaya mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 75 ribu untuk membuat kartu baru.

8. Biaya materai

Untuk setiap transaksi di atas Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta, diperlukan penggunaan materai senilai Rp 3 ribu. Sementara, untuk transaksi kartu kredit di atas Rp 1 juta, diperlukan materai senilai Rp 6 ribu.

9. Biaya cetak tagihan bulanan

Jika pemegang kartu kredit ingin mencetak tagihan bulanan, pemegang kartu kredit akan dikenakan biaya cetak yang besarnya tergantung kepada penerbit kartu kredit.

Jika kamu tak ingin mengeluarkan biaya tambahan, kamu bisa memanfaatkan fitur e-statement atau tagihan dalam bentuk surat elektronik yang dikirim melalui e-mail.

10. Biaya salinan tagihan

Seperti cetak tagihan, meminta salinan tagihan juga dikenakan biaya sesuai kebijakan penerbit kartu kredit. Umumnya, biaya salinan tagihan mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu.

11. Biaya salinan bukti transaksi

Selain tagihan, pemegang kartu kredit juga dapat meminta salinan bukti transaksi kepada pihak bank. Umumnya, layanan ini digunakan ketika pemegang kartu kredit ingin melakukan komplain terhadap tagihan yang dirasa tak sesuai, namun tak sengaja telah membuang bukti transaksi belanja.

Biaya salinan bukti transaksi mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per slip tagihan.

12. Biaya pengambilan saldo kredit

Jika nasabah melakukan penutupan kartu, namun masih memiliki saldo kredit, penerbit kartu kredit akan mengembalikan saldo tersebut dan biaya transfer ditanggung oleh nasabah. 

Namun, jika pengambilan saldo kredit dikirim ke rekening bank yang sama dengan bank penerbit kartu, biaya ini pun ditiadakan.

13. Biaya pembatalan cicilan

Jika pemegang kartu ingin melunasi cicilan kartu kredit sebelum waktu jatuh tempo, maka pemegang kartu harus membayar biaya pembatalan cicilan. Umumnya, biaya ini berkisar antara Rp 200 hingga Rp 250 ribu.

14. Biaya penukaran reward points

Beberapa penerbit kartu mengenakan biaya tambahan saat pemegang kartu menukarkan reward points yang mereka miliki dengan voucher, cashback, hadiah, dan sebagainya.

15. Biaya penolakan cek/giro atau auto-debit

Bila pembayaran tagihan ditolak oleh pihak bank karena tidak memenuhi persyaratan atau saldo tidak mencukup, baik menggunakan cek, giro, ataupun auto-debit, pemegang kartu akan dikenakan biaya penolakan. Biaya ini umumnya sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Tips memilih kartu kredit

Jika kamu sudah merasa perlu memiliki kartu kredit, pertanyaan selanjutnya adalah kartu kredit apa yang ideal untukmu? Untuk tahu jawabannya, berikut ini tips memilih kartu kredit terbaik di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhanmu. 

1. Kenali kebutuhan

Sebelum mulai memilih kartu kredit yang akan diajukan, pahami tujuanmu memiliki kartu kredit. Apakah untuk memburu diskon atau promo traveling? Atau ingin selalu mendapatkan diskon saat belanja bulanan?

Dengan mengetahui kebutuhan diri, memilih kartu kredit bisa jadi lebih mudah. Misalnya, jika ingin menggunakan kartu sebagai alat transaksi kebutuhan belanja bulanan, kamu bisa memilih kartu kredit dari Bank Mega yang memberikan diskon 10 persen untuk setiap transaksi di Carrefour dan Metro Department Store.

2. Pertimbangkan biaya yang dikenakan

Seperti yang telah disebutkan di atas, selain bunga, terdapat sejumlah biaya yang disertakan pada penggunaan kartu kredit. Besaran masing-masing biaya tersebut berbeda-beda, tergantung kepada penerbit kartu kredit terkait. Oleh sebab itu, pilihlah bank dengan penawaran yang paling menguntungkan.

Misalnya, jika kamu ingin memiliki kartu kredit bebas iuran bulanan, kamu bisa memilih kartu kredit bank BCA atau kartu kredit CIMB Niaga. Gunakan fitur perbandingan kartu kredit di situs GoBear Indonesia untuk mengetahui kartu kredit dengan suku bunga dan biaya yang paling rendah.

3. Perhatikan penawaran yang diberikan

Setiap kartu kredit memiliki keunggulan dan penawarannya masing-masing, mulai dari promo harga spesial tiket penerbangan hingga voucher belanja ratusan ribu rupiah. Sekalipun tampak menguntungkan, tidak semua penawaran akan kamu perlukan.

Oleh sebab itu, pilihlah kartu kredit dengan penawaran dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhaanmu. Dengan begitu, manfaat kartu kredit pun bisa kamu nikmati secara optimal.

4. Ketahui jangkauan jaringan

Jika kamu sering berpergian ke luar kota atau luar negeri, pastikan kartu kredit yang dipilih memiliki jaringan yang diterima di seluruh dunia. Dengan begitu, penggunaan kartu kredit bisa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di mana pun kamu berada.

5. Cek kredibilitas penerbit kartu kredit

Dapat penawaran kartu kredit dengan suku bunga ringan dan limit yang besar? Jangan dulu tergiur. Pastikan hanya memilih kartu kredit yang diterbitkan oleh lembaga keuangan yang telah memiliki izin dari Bank Indonesia. Cek di sini untuk tahu daftarnya.

Gunakan kartu kredit dengan bijak agar tidak kebobolan

Kartu kredit tak hanya tawarkan kemudahan bertransaksi tapi juga beragam keuntungan yang membuat kondisi finansial tetap aman. Namun, penggunaan yang keliru bisa membuat pemegang kartu kredit terjerat tumpukan utang.

Penting untuk menyadari bahwa kartu kredit adalah alternatif alat pembayaran, bukan alat utang. Sebab, di balik semua kemudahan yang ditawarkan kartu kredit, ada biaya yang harus ditanggung nasabah. 

Terakhir, jangan pernah mengambil cicilan tanpa memiliki rencana pembayaran, serta pastikan membayar tagihan secara penuh agar tidak terkena bunga tambahan. Penggunaan kartu kredit secara bijak akan membuat keuangan semakin sehat.

Diupdate pada Aug 26, 2019