Kami mengumpulkan data dan informasi dari sekitar 1.000 orang Indonesia untuk mengetahui apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan lakukan terhadap keuangan mereka

Indeks Kesehatan Finansial GoBear (The GoBear Financial Health Index)

Dilakukan pada Juni 2020, GoBear Financial Health Index (FHI) bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat di Asia mengatur keuangan mereka.

Dengan memahami lebih baik kebiasaan finansial seseorang, kami berharap dapat memandu mereka dalam mengatur keuangan dan membantu mereka mencapai target keuangan di tiap fase kehidupan.

Di Indonesia, kami mensurvei lebih dari 1.000 responden di rentang usia 18-65 tahun yang memiliki akses harian terhadap Internet.

Bagaimana skor Indonesia?

  • Dukungan kuat dari keluarga membuat masyarakat Indonesia optimis soal kondisi keuangan mereka. Meski demikian, Covid-19 menjadi tamparan bagi mereka untuk mengevaluasi kondisi keuangan saat ini
  • Covid-19 memiliki dampak yang signifikan terhadap keuangan rumah tangga masyarakat Indonesia. 8 dari 10 responden mengatakan lebih hati-hati dalam mengelola keuangan dan setengahnya merasa kondisi keuangan mereka cukup terancam saat ini
  • Selain kondisi ekonomi negara yang tidak pasti, pembayaran pinjaman/utang menjadi salah satu faktor yang mengancam stabilitas finansial. Namun, orang Indonesia masih optimis akan masa depan mereka

Kami percaya bahwa Kesehatan Keuangan didukung oleh 3 pilar utama

Bagaimana level pengetahuan orang Indonesia akan topik finansial?

Terdapat gap yang cukup besar antara persepsi pengetahuan orang Indonesia dengan realita yang sesungguhnya.

    • 0%
    • 0%
  •   Apa yang mereka pikir mereka tahu
  •   Apa yang sebenarnya mereka tahu

Kami menemukan bahwa perempuan Indonesia cenderung memiliki pengetahuan keuangan yang lebih baik daripada laki-laki.

    • 0%
    • 0%
    LAKI-LAKI
    • 0%
    • 0%
    PEREMPUAN
  •   Apa yang mereka pikir mereka tahu
  •   Apa yang sebenarnya mereka tahu
  • Keamanan Keuangan

    7/10

    Dari skala 0 sampai 10, orang Indonesia memberikan skor rata-rata 7 untuk menilai keamanan keuangan mereka saat ini

  • Kondisi ekonomi

    66%

    masyarakat Indonesia mengungkapkan kondisi ekonomi yang tidak stabil menjadi penghalang mereka mencapai keamanan keuangan

  • Kehilangan penghasilan

    39%

    masyarakat Indonesia menyatakan mampu memenuhi kebutuhan mereka untuk lebih dari 6 bulan apabila mereka kehilangan sumber penghasilan utama

  • Dukungan sosial

    38%

    dapat bergantung kepada relasi dan orang sekitar untuk memenuhi kebutuhan menengah dan besar apabila mereka kehilangan penghasilan

Rata-rata jumlah produk keuangan yang dimiliki tiap orang Indonesia adalah 7.8 produk. Jumlah ini turun dari 8 produk keuangan per orang pada 2019.

5 Produk keuangan terbanyak yang dimiliki orang Indonesia:

  • tabungan Tabungan 99%
  • asuransi kesehatan Asuransi kesehatan 90%
  • asuransi jiwa Asuransi jiwa 73%
  • kartu kredit Kartu kredit 65%
  • jht JHT 64%

Kami mengidentifikasi 5 persona keuangan di Indonesia

  • disciplined

    17%

    Si Disiplin

    Mereka mampu mengontrol uang dan paham bagaimana cara mengaturnya! Mereka ingin merdeka secara finansial dan menjadi sosok yang dapat diandalkan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, mereka juga cerdas dalam melakukan riset serta disiplin menabung.

  • easygoing

    11%

    Si Santai

    Mereka memiliki keinginan akan gaya hidup tertentu dan bertekad untuk mengimplimentasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, mereka mungkin menghabiskan terlalu banyak uang dengan mengambil jalan pintas untuk mencapai gaya hidup tersebut. Mereka cenderung memilih untuk meminjam uang atau menunda pembayaran utang demi memuaskan keinginan mereka tanpa berpikir akan masa depan.

  • silver spooners

    20%

    Si Kaya yang Disiplin

    Mereka mengatur keuangan dengan disiplin, selalu memastikan semuanya terkendali. Namun, mereka dapat mengandalkan orang sekitar atau keluarga untuk mengurangi beban keuangan. Memiliki uang yang cukup bukanlah standar mereka akan sukses secara finansial, sebab mereka melihat merdeka finansial sebagai target utama.

  • aspiring

    29%

    Si Ambisius

    Mereka mengesampingkan keinginan mereka dan memiliki kendali yang baik akan kondisi finansial. Mereka juga memiliki pengetahuan keuangan yang baik sehingga sangat hati-hati dalam menghabiskan uang. Meski demikian, kurangnya dukungan keuangan dari orang sekitar membuat mereka kurang percaya diri saat menghadapi isu keuangan.

  • optimist

    22%

    Si Kelewat Optimis

    Mereka cenderung hidup di "saat ini" dan mengeluarkan uang sesuai keinginan mereka. Mereka juga terlalu positif soal kondisi finansial mereka dan bahkan merasa sudah cukup paham soal keuangan walau pada kenyataannya tidak begitu.

Mereka mampu mengontrol uang dan paham bagaimana cara mengaturnya! Mereka ingin merdeka secara finansial dan menjadi sosok yang dapat diandalkan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, mereka juga cerdas dalam melakukan riset serta disiplin menabung.

Mereka memiliki keinginan akan gaya hidup tertentu dan bertekad untuk mengimplimentasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, mereka mungkin menghabiskan terlalu banyak uang dengan mengambil jalan pintas untuk mencapai gaya hidup tersebut. Mereka cenderung memilih untuk meminjam uang atau menunda pembayaran utang demi memuaskan keinginan mereka tanpa berpikir akan masa depan.

Mereka mengatur keuangan dengan disiplin, selalu memastikan semuanya terkendali. Namun, mereka dapat mengandalkan orang sekitar atau keluarga untuk mengurangi beban keuangan. Memiliki uang yang cukup bukanlah standar mereka akan sukses secara finansial, sebab mereka melihat merdeka finansial sebagai target utama.

Mereka mengesampingkan keinginan mereka dan memiliki kendali yang baik akan kondisi finansial. Mereka juga memiliki pengetahuan keuangan yang baik sehingga sangat hati-hati dalam menghabiskan uang. Meski demikian, kurangnya dukungan keuangan dari orang sekitar membuat mereka kurang percaya diri saat menghadapi isu keuangan.

Mereka cenderung hidup di "saat ini" dan mengeluarkan uang sesuai keinginan mereka. Mereka juga terlalu positif soal kondisi finansial mereka dan bahkan merasa sudah cukup paham soal keuangan walau pada kenyataannya tidak begitu.

Apa persona keuanganmu?
Apa persona keuanganmu?
subscribe

Daftarkan saya untuk dapat tips-tips keuangan