kartu kredit

Wajib Tahu! Ini Seluk Beluk Kartu Kredit yang Harus Dipahami

Kartu kredit telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Sama seperti perkembangan teknologi, kartu kredit sangat membantu aktivitas sehari-hari. Terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan urusan finansial.

Manfaat utama kartu kredit adalah sebagai alat pembayaran. Tapi tak jarang fasilitas ini salah dipahami lantaran rentan disalahgunakan sebagai alat utang. 

Karena itu, diperlukan pengetahuan yang memadai seputar kartu kredit agar bisa mengeruk manfaat sebanyak-banyaknya tanpa khawatir akan risiko terjerat utang. Berikut ini akan disampaikan informasi tentang kartu kredit dari A sampai Z agar lebih mengenal faedahnya.

Apa Itu Kartu Kredit?

Menurut Bank Indonesia, kartu kredit adalah alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran dalam kegiatan ekonomi, seperti belanja online maupun offline dan penarikan tunai.

Dalam transaksi, biaya pembayaran akan dipenuhi lebih dulu oleh penerbit kartu. Pemegang kartu wajib melunasi pembayaran tersebut pada waktu yang telah disepakati lewat pelunasan sekaligus atau secara angsuran.

Secara umum, kartu kredit mirip dengan kartu debit. Satu-satunya perbedaan mendasar adalah soal sumber dana.

Dana yang ada dalam kartu kredit adalah saldo terutang dengan limit tertentu sesuai dengan fitur kartu. Sedangkan dana dalam kartu debit sesuai dengan jumlah rekening yang terhubung dengan kartu tersebut.

Manfaat kartu kredit pun berbeda. Ada promo kartu kredit yang diberlakukan merchant atau pihak yang bekerja sama dengan penerbit kartu. Misalnya berupa diskon, cashback, atau cicilan dengan bunga 0 persen.

Selain itu, ada poin yang bisa dihasilkan dari setiap transaksi menggunakan kartu kredit. Poin ini kelak bisa ditukarkan dengan hadiah tertentu sesuai dengan kebijakan bank penerbit kartu.

Siapa Saja yang Butuh Kartu Kredit?

Manfaat kartu kredit sepadan dengan risiko yang menyertai. Itu sebabnya penting untuk sepenuhnya memahami apakah kita benar-benar membutuhkan kartu ini.

Semua orang yang kerap melakukan transaksi pembayaran sejatinya butuh kartu kredit. Misalnya ibu yang rutin berbelanja di supermarket tertentu, pemuda-pemudi yang kerap berbelanja online, atau mereka yang gemar berpetualang keliling negeri.

Namun ada kecenderungan orang menyalahgunakan sesuatu yang memiliki manfaat berlebih. Obat-obatan yang bermanfaat dalam dunia medis, contohnya, kerap dijual untuk kesenangan pribadi hingga menimbulkan kecanduan.

Dalam soal kartu kredit, adanya biaya dalam transaksi yang wajib dibayar di kemudian hari menjadi risiko yang sering disepelekan. Tak pelak, banyak pemegang kartu kredit yang akhirnya bermasalah dengan utang kepada bank akibat kecenderungan tersebut.

Untuk itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri lebih dulu. Apakah bisa bertanggung jawab dalam menggunakan kartu kredit? Bila jawabannya iya, berarti kita benar membutuhkan alat pembayaran tersebut.

Apa Saja Biaya Kartu Kredit?

Di Indonesia, kewajiban penerbit kartu kredit diatur oleh Bank Indonesia selaku bank sentral. Peraturan tersebut bisa diperbarui oleh Bank Indonesia sesuai dengan situasi dan kondisi terbaru.

Kita selaku konsumen kartu kredit pun mesti memahami hak dan kewajiban sendiri. Kewajiban utama konsumen tentunya melunasi tagihan kartu kredit.

Tapi ada beberapa hal yang kerap dilupakan, terutama menyangkut biaya kartu kredit. Di antaranya:

1. Biaya tahunan

Biaya ini dibebankan tiap tahun kepada pemilik kartu kredit. Tapi biasanya digratiskan untuk setahun pertama. Besarannya bervariasi, tergantung fasilitas kartu kredit. Biaya ini bisa dibayar menggunakan poin yang dihasilkan dari setiap transaksi kartu kredit.

2. Biaya keterlambatan

Biaya ini muncul hanya jika kita terlambat membayar tagihan sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

3. Biaya bunga

Kita mesti membayar bunga jika menggunakan kartu ini untuk transaksi pembayaran secara kredit atau cicilan. Bank Indonesia memiliki aturan yang menetapkan batas maksimum pengenaan bunga kartu kredit.

4. Biaya tarik tunai

Kartu kredit bisa digunakan layaknya kartu debit untuk tarik tunai di ATM. Tapi ada biaya yang menyertai meski menggunakan ATM dari bank penerbit kartu, berbeda dengan kartu debit.

5. Biaya overlimit

Beberapa bank menerapkan biaya overlimit atau kelebihan batas kartu kredit. Tapi ada pula yang langsung menggembok kartu kredit begitu limit tercapai sehingga kartu tak bisa digunakan hingga tagihan dilunasi.

6. Biaya informasi tagihan

Informasi tagihan akan dibebankan ketika kita mengecek berapa tagihan pada bulan itu, biasanya via SMS atau e-mail. Makin sering meminta informasi, makin besar biayanya.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kartu Kredit?

Semua orang bisa mendapatkan kartu kredit selama memenuhi persyaratan yang ditentukan. Bank sebagai penerbit kartu kredit menerapkan syarat yang kurang-lebih sama bagi nasabah yang ingin mendapatkan kartu kredit.

Syarat tersebut antara lain:

- Kartu tanda penduduk
- Berusia minimum 21 tahun dan maksimum 60 tahun
- Nomor pokok wajib pajak
- Bukti penghasilan
- Rekening koran/transaksi 3 bulan terakhir
- Surat keterangan kerja, usaha, atau profesi

Syarat tersebut belum termasuk batas minimal penghasilan yang dipatok untuk menentukan berapa limit kartu kredit yang bisa diberikan. Makin tinggi penghasilan, makin besar limit saldo kartu tersebut.

Hal ini penting karena limit berhubungan dengan kemampuan keuangan seseorang. Jika seseorang memiliki limit kartu kredit di atas jumlah penghasilannya, risiko gagal bayar tagihan bakal lebih besar. Sebab, godaan menggunakan kartu kredit untuk transaksi bisa muncul tak terkendali. Kondisi ini berbahaya ketika tak ada sokongan penghasilan yang memadai untuk melunasi pembayaran transaksi tersebut.

Saat ini setidaknya ada dua cara untuk mendapatkan kartu kredit, yaitu:

1. Datang langsung ke bank penerbit

Bank memiliki loket tersendiri untuk menerima aplikasi kartu kredit dari nasabah. Sebelum datang langsung ke bank, sebaiknya pastikan sudah mengetahui dan membawa semua syarat yang diminta.

Misalnya dengan menelepon bank tersebut untuk meminta informasi sebelum memasukkan aplikasi. Cara termudah adalah menengok persyaratan tersebut di situs bank. Tapi cara paling aman adalah via telepon, karena bisa jadi syarat di situs belum diperbarui.

Alternatif cara ini adalah menghampiri petugas bank yang sedang bertugas di pusat belanja atau mal. Mereka umumnya mendirikan gerai atau booth khusus di area tertentu mal, biasanya di dekat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) bank yang bersangkutan.

Kelebihan cara mendapatkan kartu kredit ini adalah aplikasi bisa langsung diproses karena dokumen langsung diterima pihak bank. Kita pun bisa berkonsultasi secara tatap muka, sehingga dapat memperoleh informasi seputar kartu kredit secara lebih komprehensif.

2. Apply kartu kredit online

Keunggulan teknologi finansial (financial technology/fintech) antara lain membuat urusan apply kartu kredit lebih mudah. Kini aplikasi kartu kredit bisa dilakukan secara online berkat perkembangan fintech ini.

Salah satunya lewat situs perbandingan produk keuangan seperti GoBear Indonesia

Selain informasi produk keuangan, dari kredit tanpa agunan hingga asuransi mobil, layanan apply kartu kredit juga ditawarkan kepada masyarakat melalui situs ini. Mereka menjadi perantara bagi pihak bank.

Setelah terdaftar di situs itu, kita bisa langsung memasukkan aplikasi sesuai dengan syarat yang berlaku. Dokumen disertakan dalam bentuk digital atau hasil scan. Nantinya pihak bank akan menghubungi kita untuk langkah selanjutnya.

Cara lainnya adalah via marketplace atau mal online. Tak hanya menyediakan sarana jual-beli, ada marketplace yang bisa membantu aplikasi kartu kredit.

Konsepnya sama dengan situs produk keuangan. Pengguna harus terdaftar dulu sebelum bisa memasukkan aplikasi di marketplace tersebut.

Sejumlah bank juga menyediakan sarana bagi nasabah yang hendak apply kartu kredit online. Coba kunjungi situs bank penerbit kartu untuk melihat apakah mereka menerima aplikasi via online.

Soal keamanan, apply kartu kredit online lebih berisiko ketimbang datang langsung ke bank. Untuk memastikan keamanan, lihat reputasi situs atau marketplace yang menyediakan layanan tersebut. Pastikan situs itu telah dilengkapi dengan Secure Sockets Layer (SSL), atau standar keamanan untuk menjamin kerahasiaan data privat yang dikirim ke Internet.

Lama proses pengajuan kartu kredit hingga diterima berbeda-beda tiap bank. Tapi umumnya tak lebih dari satu bulan. Jika melebihi itu, kemungkinan besar aplikasi kartu kredit kamu tak diterima.

Tips Aman Menggunakan Kartu Kredit

Kekhawatiran utama yang menghantui pemilik kartu kredit ataupun mereka yang berniat memilikinya adalah soal keamanan penggunaan kartu. Agar aman menggunakan kartu kredit, langkah-langkah berikut ini bisa dijalankan:

1. Batasi pengeluaran

Memang, sudah ada limit dalam kartu kredit. Tapi kita bisa menerapkan limit atau batas sendiri agar terhindar dari bahaya utang yang diakibatkan penggunaan kartu kredit secara tak bertanggung jawab.

Misalnya limit dari bank Rp 10 juta. Kita patok saja sendiri Rp 8 juta. Selain mencegah biaya overlimit dan gagal bayar tagihan, hal ini perlu jika sewaktu-waktu kita butuh menggunakan kartu kredit agar selalu ada ruang kosong pada limit.

Contohnya terjadi musibah kecelakaan. Jika limit sudah mentok, kartu kredit tak bisa lagi digunakan untuk membayar biaya penanganan. Kalau masih ada limit tersisa, masalah itu bisa diatasi.

2. Lunasi tagihan tepat waktu

Tak ada alasan, tagihan kartu kredit harus selalu dilunasi tepat waktu. Itulah kewajiban pemegang kartu kredit.

Pelunasan ini mesti dijadikan kebiasaan atau rutinitas agar tak mudah terlupa. Misalnya pasang pengingat pada smartphone untuk selalu membayar tagihan kartu pada tanggal 30 tiap bulan.

3. Hati-hati bayar minimum

Bank menawarkan fasilitas bayar minimum tagihan kartu kredit. Biasanya sebesar 10 persen dari total tagihan. Tak ada denda biaya keterlambatan, tapi ada bunga yang timbul akibatnya.

Jadi, hindari terbiasa bayar minimum tagihan karena bunga akan berlipat ganda tiap bulan. Kalau terpaksa hanya bisa bayar minimum pada saat tertentu, segera bayar penuh pada bulan berikutnya agar lebih aman.

4. Cegah tergiur promo

Promo kartu kredit memang berlimpah. Namun tetap utamakan kebutuhan ketimbang keinginan dalam penggunaan kartu kredit.

Carilah promo kartu kredit yang benar-benar dibutuhkan saat itu, bukan mencari-cari hanya untuk memuaskan nafsu belanja atau menghambur-hamburkan dana.

5. Selalu periksa data tagihan

Tiap bulan, tagihan datang beserta detail penggunaan kartu. Cek data itu dengan cermat. Sebab, bisa saja terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi.

Atau bisa jadi ada pembobolan kartu oleh penjahat. Sebelum melunasi, pastikan tagihan yang kita bayar itu betul-betul kita lakukan sebelumnya.

6. Amankan PIN

Personal identification number (PIN) kartu kredit tak boleh sembarangan diumbar. Ketika bertransaksi, tutup tombol pada mesin electronic data capture (EDC) agar tak diintip orang.

7. Tutup dengan benar

Bila sudah tak lagi menggunakan kartu kredit, tutuplah dengan menghubungi pihak bank secara langsung. Namun sebelumnya pastikan semua tagihan sudah terlunasi. Pastikan petugas bank sudah memberi konfirmasi bahwa kartu telah ditutup.