asuransi perjalanan

Sering Pergi Dinas? Wajib Punya Asuransi Perjalanan!

Tahukah kamu kalau asuransi perjalanan tak sekadar memberi rasa aman, tapi juga dapat jadi penyelamat bagi mereka yang rutin melakukan perjalanan bisnis?

Pekerjaan yang berikan kesempatan traveling secara rutin sekilas bikin mata berbinar-binar. Tak harus jauh-jauh ke luar negeri, sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota pun tampak menyenangkan. Hitung-hitung bisa bekerja sekaligus menjelajahi Indonesia. Apalagi jika difasilitasi penerbangan unggulan dan penginapan bintang lima. 

Namun, kenyataan tak selalu seindah yang terlihat. Di balik kesenangan bisa sering “jalan-jalan”, ada beragam risiko yang harus turut dipikul. 

Mulai dari kelelahan menghadapi antrean panjang di bandara, bergegas cari penerbangan alternatif saat terjadi pembatalan penerbangan, hingga telat makan karena sibuk melaksanakan serangkaian agenda pekerjaan.

Risiko kesehatan pada orang yang sering berpergian

asuransi perjalanan

Perjalanan dinas tidak sekadar “terbang”, melaksanaan agenda di kota atau negara lain, lalu pulang. Biasanya, bahkan seminggu sebelum keberangkatan, kita sudah sibuk menyiapkan materi meeting atau hal-hal yang diperlukan lainnya terkait pekerjaan di luar kantor.

Begitu hari H keberangkatan, kita pun sudah harus bersiap beberapa jam sebelum jadwal penerbangan. Mengingat kondisi lalu lintas ibu kota yang sulit diprediksi, mau tak mau cari aman dengan memilih menunggu lama di bandara ketimbang ketinggalan pesawat.

Sudah cukup lama menunggu, tahu-tahu penerbangan ditunda karena masalah cuaca. Alhasil, sampai di negara tujuan jadi harus bergegas karena agenda kerja sudah mepet. Jadwal makan siang pun terpaksa harus dilewatkan.

Dampaknya, rasa cemas sampai stres, hingga kelelahan kadang tak bisa terhindarkan. 

Jangan lupa, masih ada kemungkinan apes mengalami mabuk perjalanan, pusing karena jetlag, hingga alergi terhadap suhu lingkungan. 

Beragam kondisi tersebut membuat tubuh jadi rentan terserang berbagai penyakit. Tak hanya itu, menurut penelitian ilmiah berjudul “A darker side of hypermobilityperjalanan bisnis secara rutin, terutama dengan jarak penerbangan jauh, dapat melemahkan imun tubuh hingga meningkatkan risiko terserang penyakit stroke dan serangan jantung.

Risiko lainnya saat berpergian

Saat berpergian, bukan hanya risiko kesehatan yang mungkin dihadapi oleh karyawan. Risiko kehilangan dokumen perjalanan, hingga terjebak di negara tujuan akibat bencana alam atau terjadi kerusuhan juga jadi ancaman yang selalu membayangi.

Bagaimana meminimalisir kerugian risiko perjalanan bisnis?

Beragam risiko di atas tentu bisa mengganggu karyawan, yang juga berdampak terhadap kelancaran pekerjaan. Bagi perusahaan maupun karyawan, hal ini dapat membuat ongkos perjalanan semakin mahal.

Bayangkan saja jika harus menanggung sendiri biaya perawatan saat terserang alergi di negara tetangga atau mengganti laptop yang hilang di dalam bagasi pakai duit pribadi. Waduh, bisa tekor. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif dari seringnya melakukan perjalanan bisnis adalah memastikan bahwa perjalanan telah terlindungi asuransi perjalanan. 

Asuransi perjalanan merupakan perlindungan terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi, sehingga perjalanan jadi lebih aman dan nyaman. 

Sederet manfaat asuransi perjalanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan nasabah. Nasabah juga dapat membeli premi tambahan untuk memperluas perlindungan yang diinginkan.

Perlindungan utama asuransi perjalanan 

Asuransi perjalanan

Masih banyak yang belum tahu kalau manfaat asuransi perjalanan tak sekadar memberi ganti rugi saat mengalami kecelakaan. Faktanya, ada banyak sekali perlindungan yang bisa didapatkan dari asuransi perjalanan. Berikut ini diantaranya:

1. Perlindungan bagasi dan barang pribadi

Idealnya, jika terjadi kerugian terkait bagasi dan barang pribadi saat penerbangan yang merupakan murni kesalahan pihak maskapai, secara hukum maskapai terkait bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi. 

Sebagai contoh, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, penumpang yang mengalami kehilangan bagasi berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 200 ribu per kg atau paling banyak Rp 4 juta per penumpang. 

Atau jika terdapat kerusakan pada bagasi, maskapai akan memberikan ganti rugi sesuai bentuk, ukuran, dan merek bagasi terkait.

Namun, dengan catatan bahwa penumpang telah menyatakan dan menunjukan bahwa di dalam bagasi terdapat barang berharga dan maskapai setuju untuk mengangkutnya. 

Jika tidak, maskapai bebas dari tuntutan ganti rugi. Selain itu, ganti rugi maskapai juga tidak melingkupi barang yang hilang di dalam kabin pesawat. 

Ini berbeda dengan fungsi asuransi perjalanan yang memberikan perlindungan lebih lengkap. Sebagai contoh, asuransi perjalanan AXA Smart Traveller dari Asuransi AXA Indonesia, tak hanya memberi ganti rugi kehilangan dan kerusakan bagasi, tapi juga menggantikan biaya atau pengeluaran yang timbul akibat dari hilang atau rusaknya bagasi. 

Misalnya, gara-gara bagasi tertunda hingga lebih dari enam jam, kamu jadi harus beli pakaian atau peralatan mandi baru. Nah, biaya ini akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

2. Gangguan perjalanan

Terkadang, keterlambatan hingga perubahan jadwal penerbangan merupakan hal yang tak terhindarkan. Dengan mengantongi asuransi perjalanan, kamu akan mendapatkan kompensasi, sesuai dengan jenis asuransi yang dipilih.

Misalnya, Adira Travellin Single Trip Executive dari Adira Insurance memberikan ganti rugi keterlambatan perjalanan hingga Rp 2,6 juta per perjalanan dan Rp 19 juta untuk pembatalan perjalanan.  

3. Kecelakaan diri dan biaya peralatan medis

Dengan asuransi perjalanan, kamu tak perlu mencemaskan biaya ketika mendadak terserang penyakit dan membutuhkan perawatan medis. Dengan begitu, kamu pun bisa segera mendapatkan tindakan medis yang diperlukan. 

Biasanya, perlindungan kecelakaan diri dan biaya perawatan medis biasanya meliputi:

  • Biaya perawatan medis akibat kecelakaan
  • Santunan biaya perawatan untuk penyakit khusus
  • Biaya perawatan medis akibat sakit
  • Biaya perawatan medis lanjutan di negara asal

Yang menarik, seperti yang disebutkan pada poin terakhir, kamu bahkan tetap bisa mendapatkan ganti rugi biaya perawatan medis lanjutan sekalipun telah kembali ke negara atau kota asal. 

asuransi perjalanan

Salah satu contohnya adalah perlindungan yang ditawarkan Travellin Syariah Silver dari asuransi Adira syariah. Perlindungan tersebut mencakup biaya perawatan medis akibat kecelakaan hingga Rp 100 juta, santunan biaya perawatan medis penyakit khusus hingga Rp 3 juta, biaya perawatan medis akibat sakit hingga Rp 100 juta, serta biaya perawatan medis lanjutan di negara asal hingga Rp 2 juta.

4. Bantuan untuk keadaan darurat

Bayangkan jika kamu kehilangan dokumen perjalanan akibat dicuri, baik berupa paspor, tiket pesawat, atau yang lainnya. Sekalipun telah berhati-hati, situasi darurat tetap bisa terjadi tanpa disangka. Oleh sebab itu, memiliki asuransi ibarat langkah sedia payung sebelum hujan.

Sebab, begitu terjadi hal tak diharapkan, kamu tak perlu cemas dana pribadi akan terkuras. Contohnya, jika kamu mengantongi asuransi perjalanan dari  Mega Insurance, kamu bisa mendapatkan ganti rugi kehilangan dokumen perjalanan hingga Rp 8,7 juta per perjalanan. 

Tentunya, perlindungan asuransi perjalanan tak hanya empat jenis perlindungan. Masih ada sederet perlindungan lain yang bisa ditambahkan sesuai kebutuhan perjalanan. Misalnya, biaya komunikasi darurat, kunjungan darurat anggota keluarga dekat, serta perlindungan pada kondisi huru-hara atau bencana alam.

Sejumlah perlindungan asuransi tersebut tentu dapat memangkas seluruh rasa cemas dan menekan risiko finansial yang mungkin terjadi saat berpergian.

Perlindungan asuransi dari maskapai penerbangan saja tak cukup. Sebab asuransi dari maskapai penerbangan hanya melindungimu terhadap risiko yang terjadi selama penerbangan di pesawat. Sedangkan, perlindungan dari asuransi perjalanan bisa diperoleh sejak kamu berangkat hingga kembali pulang.

(Baca: Perlukah Asuransi Perjalanan Saat Liburan ke Luar Kota?)

Oleh sebab itu, saat akan melangsungkan perjalanan bisnis, pastikan perjalananmu telah dilengkapi dengan asuransi perjalanan yang memadai.