asuransi perjalanan ke Jepang

Perlukah Asuransi Perjalanan ke Jepang Saat Liburan?

Jepang masih jadi destinasi liburan favorit wisatawan Indonesia bahkan Asia. Ini terbukti dari meningkatnya pemesanan tiket pesawat ke Jepang hingga 30 persen tiap tahunnya. Dilansir dari Kompas, Jepang bahkan menduduki peringkat ketiga sebagai negara tujuan favorit generasi Z untuk berlibur.

Wajar saja, negara Jepang punya banyak keunggulan yang bisa memuaskan para wisatawan. Mulai dari kualitas transportasinya yang jempolan hingga keindahan alamnya yang memukau. 

Apalagi, Jepang dinilai mampu menggabungkan teknologi, tradisi, dan alam. Soal makanan, Jepang juga layak disebut sebagai surga kuliner. Negara sakura ini bukan hanya memiliki beragam kuliner yang lezat, tapi juga unik dan menarik.

Tak heran kalau liburan ke Jepang jadi wishlist banyak orang. Sayangnya, masih banyak wisatawan yang “nekat” liburan tanpa mengantongi perlindungan asuransi perjalanan. 

Dilansir dari The Jakarta Post, pemerintah Jepang bahkan secara gencar melakukan kampanye pembelian asuransi perjalanan untuk setiap wisatawan yang berlibur ke Jepang. 

Pasalnya, menurut hasil penelitian yang dilakukan pemerintah Jepang, hampir 30 persen wisatawan yang berlibur di Jepang tidak memiliki asuransi perjalanan sama sekali. Salah satu dampaknya, sekitar 20 persen rumah sakit di Jepang harus rela menanggung kerugian karena banyaknya wisatawan yang tak mampu bayar tagihan. Kerugian ini bahkan sudah mencapai hingga Rp 1,3 miliar. 

Alasan kamu wajib punya asuransi perjalanan ke Jepang 

asuransi perjalanan ke Jepang

Bagi wisatawan, tidak punya asuransi perjalanan saat liburan ke Jepang sama saja cari masalah. Kemungkinan kamu akan kecopetan di Jepang memang sangat kecil, namun tetap saja masih banyak risiko perjalanan lain yang bisa dialami. Mulai dari pembatalan penerbangan hingga apes mengalami kecelakaan.

Berikut ini beberapa alasan kamu wajib punya asuransi perjalanan ke Jepang:

1. Biaya medis di Jepang sangat mahal

Bila dibandingkan dengan Amerika Serikat atau negara-negara Eropa, biaya medis di Jepang terhitung cukup terjangkau. Tapi, dibandingkan dengan biaya medis di Indonesia, tentu Jepang jauh lebih mahal.

Sebagai perbandingan, pada 2017 kisaran harga kunjungan dokter di Jepang mulai dari 5.000-10.000 yen atau setara dengan Rp 650 ribu-1,3 juta. Sementara di Indonesia, biayanya berada pada kisaran Rp 300-500 ribu. Bisa dibilang biaya medis di Jepang dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan di Indonesia

Belum lagi jika diperlukan perawatan medis, pembedahan, atau serangkaian tes kesehatan. Biaya yang diperlukan pasti bisa mencekik dompet. 

2. Memudahkan akses layanan kesehatan

Meski pemerintahan Jepang tak mewajibkan wisatawan memiliki asuransi perjalanan, namun bukti kepemilikan asuransi ini memudahkanmu mendapatkan layanan kesehatan. 

Sebagian besar warga Jepang atau pendatang yang telah tinggal di Jepang lebih dari setahun wajib terdaftar dalam sistem asuransi kesehatan nasional di Jepang. Maka, sebagian biaya medis ditanggung oleh perusahaan asuransi kesehatan nasional, sementara sekitar 30 persennya ditanggung oleh pasien.

Dengan menerapkan sistem ini, pihak rumah sakit pun tidak merasa khawatir kalau-kalau pasien tak mampu membayar tagihan. Oleh sebab itu, saat menerima pasien tanpa asuransi, terutama wisatawan, beberapa rumah sakit bisa langsung menolak atau merujuk pasien ke rumah sakit lain.

Sebaliknya, rumah sakit di Jepang merasa lebih aman menerima pasien warga negara asing yang memiliki asuransi. Jadi, pelayanan yang kamu butuhkan pun bisa lebih cepat didapatkan.

3. Ada risiko perjalanan lainnya

Bisa dibilang, Jepang merupakan salah satu destinasi liburan paling aman di dunia. Tingkat kriminalitas di Jepang dinilai cukup rendah, sehingga membuat warga dan juga para wisatawan merasa nyaman dan tenang. 

Meski begitu, siapa yang bisa menjamin bahwa tak bakal ada hal buruk menimpamu saat liburan ke Jepang? 

Faktanya, tetap saja tidak ada tempat yang 100 persen aman dan bebas risiko. Beragam risiko perjalanan, mulai dari alergi makanan saat asyik wisata kuliner di Jepang, hingga terserang demam tinggi karena didera dinginnya cuaca di Jepang, bisa dialami oleh siapa pun.

Mengalami gangguan-gangguan tersebut tanpa perlindungan asuransi, bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah tak berdaya gara-gara terserang penyakit, harus ditambah stres memikirkan biaya pengobatan.

Jadi, apakah perlu  asuransi perjalanan saat liburan ke Jepang? Kamu pasti sudah tahu jawabannya.

asuransi perjalanan jepang

Ini perlindungan asuransi perjalanan ke Jepang yang kamu perlukan

Ketika membeli asuransi perjalanan ke Jepang, jangan lupa cek lima jenis perlindungan di bawah ini:

  1. Santunan biaya medis: jaminan biaya medis dan biaya rawat inap yang diakibatkan oleh sakit atau kecelakaan selama di perjalanan, serta santunan kematian jika nasabah meninggal dunia.
     
  2. Keterlambatan atau pembatalan perjalanan: pemberian ganti rugi apabila terjadi keterlambatan atau pembatalan perjalanan oleh maskapai penerbangan secara sepihak.
     
  3. Kehilangan bagasi: jaminan perlindungan terhadap hilangnya berbagai barang berharga di bagasi, seperti dokumen penting atau uang.
     
  4. Pencurian atau kerusakan barang berharga: jaminan terhadap pencurian dan kerusakan terhadap barang-barang berharga, seperti kamera, gadget, dan sebagainya.
     
  5. Cakupan untuk aktivitas berbahaya: Perluasan perlindungan mencakup jaminan terhadap aktivitas-aktivitas yang dianggap berbahaya (jika berencana melakukan aktivitas ekstrim di Jepang, seperti snowboarding.

(Baca: Cara Pilih Asuransi Perjalanan Murah yang Terbaik)

Berapa biaya asuransi perjalanan ke Jepang?

Ke mana pun destinasinya, biaya asuransi perjalanan harus sudah dihitung dalam bujet liburan. Sebab, asuransi perjalanan dapat “mengamankan” keuangan begitu terjadi hal-hal yang tak diharapkan saat liburan. 

Biaya asuransi perjalanan sangat bervariasi. Intinya, tak perlu membeli asuransi dengan paket perlindungan super lengkap, namun pilihlah perlindungan yang memang dibutuhkan. Dengan begitu, biaya asuransi perjalanan yang diperlukan bisa ditekan, tapi manfaatnya tetap optimal. 

Umumnya, tarif premi asuransi perjalanan ke Jepang mulai dari Rp 50 ribuan per hari. Sebagai gambaran, berikut ini contoh perbandingan empat asuransi perjalanan ke Jepang dengan perkiraan perjalanan selama 9 hari. 

asuransi perjalanan ke Jepangasuransi perjalanan ke Jepangasuransi perjalanan ke Jepangasuransi perjalanan ke Jepang

Jika ingin perlindungan yang lengkap, namun dengan biaya premi yang masih terjangkau, Mega Travel Care International Asia Extra dari Asuransi Mega bisa jadi pilihannya. Cukup dengan membayar premi sebesar Rp 277.800, kamu bisa mendapatkan perlindungan menyeluruh, mulai dari gangguan perjalanan hingga biaya perawatan medis. 

Asuransi Mega bahkan memberikan santunan kerusakan atau kehilangan peralatan golf hingga Rp 7,3 juta. Nasabah juga akan mendapatkan ganti rugi jika mengalami kehilangan atau kerusakan laptop hingga Rp 7,3 juta per periode polis. 

Sekali lagi, perlu diingat bahwa memilih asuransi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jika merasa banyak manfaat perlindungan yang tak akan diperlukan, lebih bijak memilih plan asuransi yang lebih tepat sasaran agar lebih hemat.

Sebagai contoh, kamu bisa memilih Travelin Syariah Gold dari Asuransi Syariah Adira. Asuransi perjalanan ini sudah mencakup perlindungan keterlambatan bagasi, kehilangan barang pribadi, perubahan jadwal penerbangan, hingga santunan kematian. 

Jika kamu berencana melakukan aktivitas ekstrim selama di Jepang, jangan lupa tambahkan perluasan manfaat dengan penyesuaian tarif premi. 

Tak perlu bingung menentukan asuransi perjalanan ke Jepang. Gunakan saja fitur perbandingan di situs komparasi keuangan, Gobear Indonesia. Seperti pada gambar di atas, kamu bisa membandingkan beragam jenis asuransi perjalanan dengan mudah untuk memperoleh asuransi yang paling sesuai kebutuhan. 

Terakhir, jangan lupa meskipun asuransi perjalanan punya setumpuk keunggulan, tak berarti semua kerugian yang dialami akan mendapatkan ganti rugi. 

(Baca: Perlukah Asuransi Perjalanan Saat Liburan ke Luar Kota?)

Sebagai nasabah, kamu wajib membaca dan memahami isi polis untuk mengetahui cakupan perlindungan, serta hal-hal yang membuat perlindungan gugur. Dengan begitu, uang yang telah dikeluarkan untuk biaya asuransi perjalanan tak terbuang percuma.