asuransi perjalanan umroh dan haji

Panduan Asuransi Perjalanan Umroh dan Haji, Cek di Sini!

Memangnya perlu asuransi perjalanan umroh dan haji saat menjalankan ibadah ke Tanah Suci? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk memahami dulu pengertian asuransi perjalanan dan manfaatnya. 

Pada dasarnya, asuransi perjalanan adalah produk asuransi yang memberikan perlindungan atas segala risiko finansial yang dapat muncul selama melakukan perjalanan. Misalnya, kecelakaan, perawatan medis, kehilangan barang, hingga meninggal dunia. 

Beragam peristiwa tersebut tentu tak diharapkan terjadi, tapi sayangnya tak selalu bisa diprediksi. Oleh sebab itu, penting untuk memiliki perlindungan agar saat mengalami hal-hal yang merugikan, risiko finansial yang dialami tidak harus ditanggung sendiri.

Sebagai contoh, jika kita jatuh sakit dan butuh perawatan medis saat berlibur di kota lain, asuransi perjalanan dapat menanggung biaya rumah sakit serta biaya perawatan yang diperlukan. Dengan begitu, kita tak perlu merasa khawatir keluar bujet besar untuk kejadian tak terduga tersebut.

Tak bisa dipungkiri bahwa perjalanan ke Tanah Suci memiliki banyak sekali risiko. Jarak yang jauh dari tanah air, lama dan padatnya aktivitas ibadah yang akan dijalani, serta faktor cuaca yang terkadang ekstrem, membuat jemaah haji harus mempersiapkan diri secara matang. 

Sebagai informasi, menurut salah satu penelitian yang dipublikasikan di Researchgate,  beragam risiko penyakit terkait pernafasan rentan menyerang jemaah haji di Tanah Suci. Mulai dari influenza, pneumonia hingga tuberkolosis. Salah satu penyebabnya adalah kondisi ramai selama haji memudahkan tersebarnya berbagai virus dari satu orang ke orang lainnya. 

Memiliki asuransi perjalanan umroh dan haji dapat menjadi salah satu langkah untuk membuat perjalanan ibadah ini menjadi lebih tenang dan tentram. Asuransi perjalanan umroh dan haji juga dijalankan mengikuti syariat Islam.

Bahkan, melalui fatwa MUI No.39/DSN-MUI/X/2002 tentang Asuransi Haji, Dewan Syariah Nasional MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga menegaskan pentingnya asuransi perjalanan sebagai perlindungan selama perjalanan ibadah haji dan umroh.

Manfaat-manfaat asuransi perjalanan umroh dan haji

Jika telah memahami pengertian asuransi perjalanan, setidaknya ada enam manfaat asuransi perjalanan umroh dan haji yang perlu kamu tahu. Berikut daftarnya:

1. Santunan meninggal dunia

Jemaah haji atau umroh yang meninggal dunia  sebelum melakukan perjalanan ataupun saat menunaikan ibadah haji atau umroh, berhak memperoleh uang santunan yang akan diberikan kepada ahli warisnya. 

2. Pertanggungan kecelakaan

Asuransi perjalanan haji dan umroh juga akan memberikan uang pertanggungan jika peserta asuransi mengalami musibah yang mengganggu kelangsungan ibadah haji dan umroh, seperti kecelakaan yang mengakibatkan cacat fisik hingga meninggal dunia.

3. Pertanggungan biaya evakuasi darurat medis

Asuransi perjalanan menanggung biaya layanan evakuasi medis darurat, seperti layanan ambulan pesawat. Tersedia pula layanan repatriasi atau pemulangan peserta atau jenazah ke negara asal.

4. Biaya perawatan medis

Peserta asuransi juga mendapatkan pertanggungan perawatan medis, meliputi biaya pengobatan, biaya rawat inap, serta biaya lainnya yang mungkin timbul terkait perawatan medis yang diperlukan.  

5. Ganti rugi kerusakan atau kehilangan bagasi dan harta benda pribadi

Peserta asuransi juga bisa mendapatkan ganti rugi jika mengalami kerusakan atau kehilangan bagasi dan atau harta benda pribadi selama melakukan ibadah umroh dan haji. 

6. Ganti rugi atas keterlambatan atau pembatalan perjalanan

Jika terjadi keterlambatan, perubahan perjalanan, hingga pembatalan perjalanan, peserta asuransi juga berhak mendapatkan jaminan perlindungan berupa biaya ganti rugi sesuai ketetapan pada polis asuransi terkait.

Syarat pengajuan asuransi perjalanan umroh dan haji

Umumnya, fasilitas asuransi umroh dan haji baru bisa kamu miliki saat membuka tabungan haji di lembaga bank maupun non-bank.

Beberapa tabungan haji yang cukup populer adalah Tabungan Haji Bank Syariah Mandiri (BSM), Tabungan Haji Bank Tabungan Negara (BTN), Tabungan Haji Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Tabungan Haji Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, dan Tabungan Haji Syariah Bank Muamalat.

Sejumlah produk tabungan haji tersebut memberikan perlindungan asuransi haji secara gratis dengan ketetapan yang berlaku, tergantung pada kebijakan bank terkait. Beberapa bank memberikan paket tabungan yang lebih lengkap, namun dengan penempatan dana yang lebih tinggi dibanding paket tabungan di bank lain ataupun sebaliknya. 

Oleh sebab itu, cermatilah fasilitas yang diberikan produk tabungan haji yang akan dipilih agar bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.

Selain itu, pilihlah tabungan haji pada lembaga yang telah terintegrasi secara online dengan SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) untuk kemudahan pendaftaran haji.

Adapun, syarat umum membuka tabungan haji adalah sebagai berikut:

  1. Berusia minimal 17 tahun
  2. Menyerahkan setoran awal mulai dari Rp 50-100 ribu
  3. Melampirkan fotokopi identitas, seperti KTP, SIM, NPWP, atau Paspor
  4. Mengisi form aplikasi pembukaan rekening

Masa berlaku asuransi dan masa pengajuan klaim asuransi 

Secara umum, masa berlaku asuransi perjalanan umroh dan haji berlaku sejak jemaah keluar dari rumah untuk berangkat haji hingga kembali lagi ke rumah, usai menunaikan ibadah haji atau umroh. 

Sedangkan, masa pengajuan klaim asuransi berlaku selambat-lambatnya 60 hari sejak kejadian atau 30 hari setelah jemaah kloter terakhir kembali ke tanah air. 

Untuk itu, sebaiknya hindari menunda-nunda pengajuan klaim asuransi agar pertanggungan yang didapatkan tidak hangus atau klaim berujung pada penolakan.

Prosedur pengajuan klaim asuransi perjalanan umroh dan haji

Pengajuan klaim asuransi haji dan umroh dapat diurus oleh peserta asuransi maupun keluarga peserta atau jemaah haji. Oleh sebab itu, keluarga jemaah haji terkait pun perlu memahami mengenai cara mengajukan klaim asuransi, jika terjadi hal-hal yang tak diharapkan. 

Untuk mengajukan klaim asuransi, peserta harus mengumpulkan berkas-berkas persyaratan yang diperlukan. Persyaratan dokumen ini berbeda-beda tergantung pada perusahaan asuransi, serta jenis risiko yang terjadi. 

Meski begitu, secara umum berkas-berkas persyaratan klaim adalah sebagai berikut:

  1. Surat panggilan masuk asrama (SPMA)
  2. Fotokopi kartu identitas
  3. Formulir pengajuan klaim asuransi
  4. Fotokopi sampul buku rekening tabungan
  5. Surat pengantar pengajuan klaim dari kementerian agama terdaftar
  6. Surat keterangan kematian (jika peserta meninggal dunia)
  7. Surat keterangan dari dokter (jika peserta sakit atau rawat inap)
  8. Surat keterangan perjalanan (jika peserta mengalami gangguan penerbangan atau kehilangan barang bawaan di bagasi dalam perjalanan)

Bagi peserta asuransi yang meninggal dunia, pengajuan klaim asuransi dapat dilakukan oleh keluarga atau ahli waris yang tercatat saat pendaftaran dilakukan. 

(Baca: Asuransi Perjalanan Online, Baiknya Beli di Mana?)

Rekomendasi asuransi perjalanan umroh dan haji

1. Zurich umroh dan Haji 

Asuransi Zurich umroh dan Haji ditujukan khusus untuk kelompok jemaah haji dengan minimal jumlah peserta 10 orang. Selain itu, untuk mendapatkan perlindungan asuransi Zurich umroh dan Haji, peserta asuransi harus berusia antara 1-80 tahun.

Perlindungan asuransi yang diberikan meliputi, sebagai berikut:

Pertanggungan Jumlah (dalam US$)
Kecelakaan diri  10 ribu
Biaya pengobatan 10 ribu
Evakuasi medis darurat Biaya sebenarnya
Repatriasi medis darurat Biaya sebenarnya
Pemulangan jenazah Biaya sebenarnya
Kunjungan anggota keluarga 1 tiket pulang pergi kelas ekonomi
Akomodasi untuk kunjungan anggota keluarga Biaya hotel 150/hari. Maks. 5 hari berturut-turut
Pemulangan anak di bawah umur 1 tiket pulang pergi kelas ekonomi dan biaya hotel
Perlindungan bagasi pribadi 500
Santunan tunai kematian 500
Kehilangan dokumen perjalanan 100
Kehilangan uang 100
Keterlambatan perjalanan 30 per 8 jam, maksimal 150
Keterlambatan bagasi 30 per 8 jam, maksimal 150
Pembatalan perjalanan 500

Premi asuransi Zurich umroh dan Haji mulai dari US$ 5 atau sekitar Rp 71 ribu untuk durasi perjalanan 1-4 hari, hingga US$ 15 atau sekitar Rp 214 ribu untuk durasi perjalanan selama 26-30 hari. 

2. Labbaik - Asuransi ACA Syariah

Asuransi Central Asia (ACA) Syariah turut mengeluarkan asuransi khusus haji dan umroh bernama Labbaik. Asuransi ini dapat diajukan baik untuk individu maupun kelompok. Adapun batasan usia peserta, mulai dari 1 hingga 85 tahun, pada saat keberangkatan. 

Biaya premi yang ditawarkan terhitung cukup terjangkau, yaitu mulai dari USD 10 atau sekitar Rp 142 ribu.

Manfaat yang diberikan (dalam US$):

Pertanggungan Almasy (Platinum) Zahaby (Gold) Fiddhi (Silver)
Kematian dan cacat tetap 50 ribu 25 ribu 10 ribu
Biaya-biaya medis 50 ribu 25 ribu 10 ribu
Evakuasi medis darurat 20 ribu 20 ribu  20 ribu
Kehilangan bagasi dan barang pribadi 750 650 500
Penundaan penerbangan 250 100 100
Keterlambatan bagasi 75 65 50
Kehilangan deposit dan pembatalan penerbangan 2.000 1.000 500
Biaya pemakaman jenazah  20 ribu 20 ribu 20 ribu


3. Allianz Tasbih

Allianz Tasbih merupakan tabungan sekaligus asuransi haji yang dikeluarkan oleh PT Asuransi Allianz Life Indonesia.

Manfaat asuransi:

- Santunan asuransi jiwa apabila meninggal karena sakit atau kecelakaan

- Evakuasi medis dan repatriasi darurat

- Manfaat santunan asuransi jiwa 200 persen apabila meninggal dunia saat perjalanan haji atau umroh.

Adapun setoran Allianz Tasbih mulai dari Rp 4,1 juta dengan masa pembayaran hingga 15 tahun. Sedangkan, batas usia peserta Allianz Tasbih mulai dari 1-55 tahun.

4. Adira Travellin Syariah

Travellin Syariah merupakan asuransi perjalanan berbasis syariah dari Adira Insurance yang ditujukan bagi jemaah umroh dan haji. Asuransi perjalanan ini tersedia dalam paket perjalanan individual maupun keluarga.

Peserta asuransi Travellin Syariah harus berusia mulai dari 1 hingga 90 tahun, dengan beberapa penyesuaian manfaat untuk peserta dengan usia di atas 70 tahun.

Manfaat asuransi:

Pertanggungan Jumlah (dalam rupiah)
Kematian atau cacat permanen 100 juta
Kecelakaan atau sakit Maksimal 100 juta
Ketidaknyamanan dalam perjalanan Maksimal 5 juta
Kehilangan atau kerusakaan bagasi dan barang pribadi Maksimal 1 juta
Manfaat tambahan (biaya pemakaman, biaya telepon darurat, dll) Maksimal 5 juta

(Baca: Daftar Asuransi Perjalanan Online Terbaik di Indonesia 2019)

Pilihan asuransi perjalanan

Memiliki asuransi perjalanan umroh dan haji memberikan ketenangan dalam menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Perlindungan yang diberikan bukan hanya bagi peserta asuransi, namun juga bagi ahli warisnya. Pahami pertanggungan serta ketetapan klaim yang diberikan agar manfaat asuransi perjalanan umroh dan haji bisa didapatkan secara maksimal.