Asuransi perjalanan haji

Mau Ibadah Haji, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan

Kurang dari sebulan, musim haji akan kembali datang. Bagi umat Muslim, menunaikan ibadah haji merupakan perjalanan yang diimpikan. Sebab, ibadah yang dilakukan di Tanah Suci ini punya ganjaran pahala yang besar.

Sejalan dengan ganjaran yang ditawarkan, menunaikan ibadah haji perlu persiapan dan biaya yang mumpuni. Bahkan, tak sedikit yang harus rela mengurungkan niat, lantaran dana yang terbatas atau pun mengalami kendala lainnya. 

Ditambah lagi, tiap tahunnya ada jutaan umat Muslim yang mengantre untuk bisa ke Tanah Suci, sementara kuota pemberangkatan calon jemaah sangat terbatas. Dampaknya, ongkos naik haji (ONH) pun jadi semakin tinggi. 

Nah, biar keinginan ke Tanah Suci tak sekadar jadi impian, lakukanlah persiapan sejak dini dengan memperhatikan hal-hal berikut ini.  

1. Cara menyiapkan dana ibadah haji

Cara menyiapkan dana haji

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana ibadah haji.

1. Hitung estimasi biaya yang dibutuhkan

Dilansir dari CNBC Indonesia, pemerintah telah menetapkan besaran biaya haji untuk tahun 2019. Besarannya berbeda-beda tergantung wilayah atau embarkasi. Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan biaya akomodasi pada tiap wilayah . 

Adapun daftar besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1440 H/2019M untuk jemaah haji reguler per embarkasi adalah, sebagai berikut:

  1. Embarkasi Aceh Rp 30.881.010
  2. Embarkasi Medan Rp 31.730.375
  3. Embarkasi Batam Rp 32.306.450
  4. Embarkasi Padang Rp 32.918.065
  5. Embarkasi Palembang Rp 33.429.575
  6. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) Rp 34.987.280
  7. Embarkasi Jakarta (Bekasi) Rp 34.987.280
  8. Embarkasi Solo Rp 36.429.275
  9. Embarkasi Surabaya Rp 36.586.945
  10. Embarkasi Banjarmasin Rp 37.885.084
  11. Embarkasi Balikpapan Rp 38.259.345
  12. Embarkasi Lombok Rp 38.454.405
  13. Embarkasi Makassar Rp 39.207.741

Walaupun biaya haji itu sendiri sudah terhitung besar, nyatanya masih ada biaya-biaya lain yang juga perlu disiapkan untuk keperluan sebelum menunaikan ibadah haji dan saat tiba kembali di tanah air. 

Sebut saja biaya perlengkapan haji, seperti pakaian ihram atau gamis, biaya vaksin meningitis yang berada pada kisaran Rp 300-450 ribu, hingga biaya selamatan yang lazim dilakukan sebelum dan sesudah melakukan ibadah haji.

Jika kamu adalah pencari nafkah dalam keluarga, jangan lupa siapkan anggaran biaya hidup keluarga yang akan ditinggalkan selama berhaji. 

Terakhir, perhitungkan juga anggaran oleh-oleh jika dirasa perlu. Meski sering dianggap sepele, anggaran oleh-oleh ini dapat menguras biaya yang tak sedikit. 

2. Siapkan dana pendaftarannya

Untuk daftar haji reguler, calon jemaah wajib membuka tabungan haji yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Cara membuka rekening tabungan sebetulnya cukup mudah, namun perlu dana yang lumayan besar sebagai setoran awal, yakni senilai Rp 25 juta.

Setoran awal ini akan menjadi pembayaran setoran pendaftaran BPIH ke rekening Menteri Agama, sekaligus untuk mendapatkan kepastian berangkat alias nomor porsi haji reguler.

Mengingat besarnya dana yang perlu disiapkan, kamu bisa menabung secara berkala untuk menutupi biaya ini. 

Misalnya, jika punya penghasilan sebesar Rp 10 juta per bulan, maka kamu dapat menyisihkan Rp 1-2 juta per bulan. Dengan begitu, dalam 10-20 bulan ke depan, kamu bisa melakukan pendaftaran haji reguler, serta mendapatkan nomor porsi haji. 

3. Tempatkan dana haji dalam instrumen yang tepat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa di Indonesia,  jumlah pendaftar haji selalu melampaui kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi. Hal ini menyebabkan panjangnya antrean ibadah haji. Dilansir dari Kompas, antrean haji bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.

Sebagai contoh, untuk wilayah Jakarta, rata-rata lama antrean haji adalah selama 19 tahun. Sementara, untuk wilayah Sulawesi Selatan, pendaftar bahkan perlu menunggu hingga 39 tahun untuk dapat berangkat haji.

Lamanya durasi antrean ini dapat jadi kesempatan yang baik untuk mengalokasikan dana haji ke dalam instrumen yang tepat, seperti produk investasi. Kamu bisa menempatkan dana ke dalam produk reksadana atau saham. Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan bisa lebih tinggi dibandingkan produk simpanan atau tabungan berjangka.

Namun, berinvestasi pun tak bisa asal menyerahkan dana lalu berharap dapat cuan. Diperlukan pemahaman yang memadai agar tidak menuai kerugian. Oleh sebab itu, pastikan telah mempelajari dengan baik produk investasi yang akan dipilih sebelum menempatkan dana investasi. 

2. Haji khusus (plus) untuk antrean lebih singkat

Jika tak ingin mengantre lama hingga belasan atau puluhan tahun, kamu bisa memilih program haji khusus atau sering disebut sebagai haji plus. Berbeda dengan haji reguler yang diadakan oleh pemerintah, haji plus diselenggarakan pihak swasta seperti travel agen atau biro perjalanan. 

Program haji plus ini menawarkan keberangkatan haji mulai dari 5-7 tahun saja. Bahkan, tak sedikit travel haji yang menyediakan paket haji prioritas dengan keunggulan berangkat haji tanpa masa tunggu. 

Sejalan dengan fasilitas yang diberikan, rata-rata biaya haji plus memang lebih mahal dibanding haji reguler, yaitu mulai dari Rp 100-200 juta. Uang muka pendaftarannya saja mencapai USD 5.000 atau sekitar Rp 71 jutaan. 

Selain itu, waktu berada di tanah suci pun lebih singkat, yakni sekitar 25-27 hari. Sementara, haji reguler dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari.

Meski begitu, haji plus banyak diincar masyarakat Indonesia. Hal ini lantaran banyaknya keunggulan yang ditawarkan haji plus. 

Misalnya, jadwal keberangkatan yang lebih cepat, lokasi penginapan lebih dekat dengan Masjidil Haram, hingga fasilitas bimbingan haji secara intensif dan eksklusif.

Namun, keamanan dan kenyamanan program haji plus ini sangat ditentukan dari travel atau biro perjalanan haji yang dipilih. Kalau salah memilih biro perjalanan, kamu bisa mengalami banyak kerugian. Mulai dari fasilitas yang tak memadai, hingga uang melayang tanpa pernah berangkat haji. 

Kamu mungkin masih ingat kasus First Travel yang menimpa banyak calon jemaah haji beberapa tahun lalu. Sempat populer selama beberapa waktu, First Travel langsung diboikot karena menggelapkan uang para jemaahnya. Dampaknya, puluhan ribu jemaah pun gagal menunaikan haji dan harus menanggung kerugian hingga ratusan juta.

3. Cara memilih travel haji yang aman

Biar terhindar dari jeratan biro perjalanan “aspal” yang merugikan, berikut ini cara memilih biro perjalanan haji alias travel haji yang aman dan terpercaya.

1. Pilihlah travel resmi yang terdaftar di Kementerian Agama

Pastikan kamu memilih travel haji resmi yang telah terdaftar di Kementerian Agama. Travel haji dan umroh resmi telah memenuhi dan memiliki persyaratan di bawah ini:

  • Surat Izin Tetap Usaha Pariwisata
  • Tanda Daftar Perusahaan
  • NPWP Perusahaan
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  • SK Menteri Kehakiman: Akta Pendirian Perusahaan
  • SK Depag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Haji Khusus)
  • SK Depag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Umroh)
  • Sertifikat Anggota Amphuri
  • Sertifikat Lembaga Bisnis Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI

Kamu juga dapat melakukan pencarian penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) resmi melalui situs Kemenag

2. Cek rekam jejaknya

Cari tahu rekam jejak travel umroh atau haji yang akan dipilih. Mulai dari tahun berdiri hingga testimoni para jemaahnya. Cek juga berapa kali biro perjalanan tersebut menyelenggarakan perjalanan ibadah haji.

Frekuensi pemberangkatan jemaah dapat menjadi indikasi kredibilitas biro perjalanan terkait. Selain itu, semakin sering biro perjalanan melakukan pemberangkatan, semakin banyak informasi terkait kualitas travel yang bisa didapatkan.

Jangan segan untuk bertanya sebanyak mungkin kepada kerabat atau kenalan yang telah melakukan perjalanan ibadah haji untuk menggali informasi secara lebih akurat. 

3. Hati-hati terhadap tawaran harga murah

First Travel berhasil menggaet banyak jemaah lantaran harga yang ditawarkan terhitung murah. Dibandingkan dengan biro perjalanan lainnya, harga paket perjalanan umroh First Travel dapat 40-50 persen lebih murah. 

Iming-iming murahnya biaya haji memang menggiurkan. Namun, jika harga yang ditawarkan tidak masuk akal, justru kamu perlu merasa curiga. 

4. Cek fasilitas yang ditawarkan 

Umumnya, travel haji memiliki lebih dari satu paket perjalanan ibadah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung kepada fasilitas yang diberikan.

Travel umroh atau haji yang baik akan secara terbuka menjelaskan fasilitas yang disediakan ataupun fasilitas tambahan yang harus dibayar sendiri. Selanjutnya, pilihlah paket dengan fasilitas yang diperlukan dan sesuai dengan kemampuan. 

5. Cek cara pembayaran

Travel haji resmi memiliki rekening atas nama perusahaan, bukan atas nama pribadi. Jadi, jika travel haji yang dipilih meminta kamu untuk melakukan pembayaran ke rekening pribadi, lebih baik tinggalkan saja. 

6. Pastikan travel haji tidak menggunakan skema MLM

Pada jasa travel dengan skema MLM atau multi level marketing, selain menyetorkan sejumlah uang,  jemaah juga harus mengajak orang lain untuk bergabung agar bisa berangkat ibadah haji atau umroh.

Travel dengan sistem ini tidak diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena mengandung unsur judi. Selain itu, perusahaan travel dengan skema MLM tidak jelas sumber keuntungan yang didapatkan, sehingga berisiko merugikan pihak-pihak lainnya.

4. Cermatilah asuransi perjalanan haji yang didapatkan

Asuransi perjalanan haji

Memiliki asuransi perjalanan haji dan umroh adalah salah satu langkah untuk membuat perjalanan ibadah jadi lebih tenang dan tentram. 

Seperti yang kita tahu, perjalanan ke Tanah Suci punya banyak sekali risiko. Mulai dari jauhnya jarak perjalanan yang perlu dilakukan, hingga faktor cuaca yang terkadang ekstrem, membuat jemaah haji rentan mengalami kelelahan hingga  terserang penyakit. 

Ditambah kondisi ramai selama melakukan ibadah haji, virus penyakit jadi lebih mudah tersebar dari satu orang ke orang lainnya.

Oleh sebab itu, perlindungan dari asuransi perjalanan haji dan umroh tak bisa dipandang sebelah mata. Bayangkan saja jika harus menanggung beban biaya pengobatan ketika risiko-risiko tersebut menimpa diri sendiri. Biayanya pasti tak sedikit.

Tapi tenang saja, sebab fasilitas asuransi umroh dan haji ini akan langsung didapatkan saat kamu membuka tabungan haji di lembaga bank maupun non-bank. 

Misalnya, Tabungan Haji Bank Syariah Mandiri (BSM), Tabungan Haji Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Tabungan Haji Syariah Bank Muamalat, dan sebagainya. 

Asuransi perjalanan haji ini akan didapatkan secara gratis dengan manfaat perlindungan yang  berbeda-beda tergantung kepada kebijakan bank terkait. Oleh sebab itu, cermatilah fasilitas yang ditawarkan tabungan haji yang akan dipilih agar bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.  

Manfaat asuransi perjalanan umroh dan haji

Umumnya, terdapat enam manfaat asuransi perjalanan umroh dan haji yang perlu kamu tahu, yaitu sebagai berikut:

  1. Santunan meninggal dunia
  2. Pertanggungan kecelakaan
  3. Pertanggungan biaya evakuasi darurat medis
  4. Biaya perawatan medis
  5. Ganti rugi kerusakan atau kehilangan bagasi dan harta pribadi
  6. Ganti rugi atas keterlambatan atau pembatalan perjalanan

Pada dasarnya, asuransi perjalanan haji tak berbeda dengan jenis asuransi perjalanan biasa atau pun asuransi perjalanan ke luar negeri. Bedanya, asuransi perjalanan umroh dan haji ini merupakan asuransi perjalanan syariah yang sesuai dengan syariat Islam. 

Jika diperlukan, kamu pun dapat menambahkan manfaat-manfaat lain pada asuransi perjalanan haji yang dimiliki. Tentunya, dengan penambahan biaya sesuai ketetapan yang berlaku. 

(Baca: Panduan Asuransi Perjalanan Umroh dan Haji, Cek di Sini!)

Tak sedikit pula perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi perjalanan khusus umroh dan haji. Misalnya, Zurich Umroh dan Haji, Asuransi ACA Syariah Labbaik, Allianz Tasbih, dan Adira Travellin Syariah. Pilihan asuransi ini bisa diajukan perjalanan haji secara individu maupun kelompok. 

Rencanakan kebutuhan ibadah haji secara cermat

Persiapan ibadah haji memang tak bisa dibilang mudah. Diperlukan komitmen yang kuat untuk dapat mengumpulkan dana yang dibutuhkan. Kamu juga perlu merencanakan perjalanan ibadah haji jauh-jauh hari agar bisa terlaksana dengan lancar.

asuransi perjalanan haji

Jika menggunakan jasa travel haji dan umroh, pastikan memilih perusahaan yang aman dan terpercaya. Yang paling penting, jangan lupa lengkapi diri dengan perlindungan asuransi perjalanan umroh dan haji agar perjalanan ibadah haji semakin tenang dan nyaman.

(Baca: Perlukah Asuransi Perjalanan Saat Liburan ke Luar Kota?)