asuransi perjalanan ke eropa

Asuransi Perjalanan ke Eropa Terbaik Pasti Punya 4 Fasilitas Ini

Asuransi perjalanan ke Eropa itu bukan sekadar pelengkap. Keliru juga kalau dianggap sebagai aksi tipu-tipu perusahaan asuransi yang cuma hendak mencari untung dari pembayaran premi.

Nyatanya, negara-negara di Eropa, terutama yang tergabung dalam perhimpunan Uni Eropa (European Union), mewajibkan adanya asuransi perjalanan buat yang hendak bepergian ke Eropa.

Asuransi perjalanan ke Eropa adalah syarat mutlak untuk mendapatkan Visa Schengen. Visa ini berlaku untuk perjalanan ke 22 negara Uni Eropa dan empat negara anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association).

Jika memegang Visa Schengen, kamu tak perlu mengurus visa lagi saat mengunjungi negara-negara itu dalam satu periode tertentu. Misalnya dari Prancis hendak menyeberang ke Italia, lalu ke Portugal dan Belanda lantas kembali ke Prancis.

Cukup dengan satu Visa Schengen, bebas melintas dari satu perbatasan ke perbatasan lain. Ini jauh lebih simpel daripada harus mengurus visa lagi dan lagi saat melintasi perbatasan.

Tapi ya itu. Harus punya asuransi perjalanan ke Eropa. Untungnya, di Indonesia ada sederet pilihan asuransi perjalanan.

Yang jadi pertanyaan, seperti apakah asuransi perjalanan ke Eropa yang paling baik? Asuransi yang memberikan dana pertanggungan lebih besar tentu jadi pilihan. 

Tapi besarnya duit klaim asuransi itu bukanlah segalanya. Toh, ada ketentuan dari otoritas Visa Schengen yang menetapkan batas minimal biaya pertanggungan.

Berikut ini 4 ciri asuransi perjalanan terbaik buat terbang ke Eropa.

1. Tersedia online

Sekarang sudah zamannya online. Apa-apa bisa diakses dan diproses secara online. Ini semestinya juga berlaku buat asuransi perjalanan ke Eropa.

Sebagian besar penyedia layanan asuransi telah memberikan fasilitas pembelian polis secara online. Semuanya disediakan di laman situs mereka, dari informasi dana pertanggungan hingga cara klaim. Formulir pun bisa di-download, tak perlu dicetak.

Carilah layanan asuransi perjalanan yang seperti ini, terutama yang hari-harinya sibuk dengan banyak urusan. Tapi pastikan mendapatkan informasi sejelas-jelasnya dulu sebelum mentransfer duit polis agar tidak terjadi miskomunikasi.

(Baca: Asuransi Perjalanan Online, Baiknya Beli di Mana?)

2. Bisa diajak berkonsultasi

Menyambung kalimat terakhir pada poin 1, informasi yang jelas itu wajib diberikan oleh penyedia asuransi dan menjadi hak konsumen. Karena itu, kalau agen asuransi perjalanan yang kamu hubungi susah diajak berkonsultasi, sebaiknya cari yang lain.

Konsultasi tidak perlu bertatap muka kok. Tanya-jawab bisa dilakukan lewat telepon, e-mail, bahkan chat di Facebook atau media sosial lain. Yang penting segala informasi bisa tersampaikan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Hal yang mesti ditanyakan, antara lain apa saja pengecualian yang tidak ditanggung asuransi. Lalu apa langkah pertama yang mesti dilakukan ketika terjadi hal yang bisa diajukan klaim asuransi saat di luar negeri.  

Satu hal lain yang tak kalah penting adalah prosedur pembayaran biaya. Biasanya mekanisme yang berlaku adalah via reimburse atau ditalangi dulu oleh pengguna asuransi. Tanyakan apa saja kuitansi atau slip pembayaran yang perlu disimpan dan dokumen lain yang diperlukan untuk meminta penggantian dana.

3. Mudah dihubungi

Penyedia asuransi perjalanan ke Eropa beragam. Tapi kalau bisa cari yang punya banyak cabang, terutama di Eropa. Ini berguna untuk berjaga-jaga jika butuh bantuan saat di negeri orang.

Dengan menghubungi kantor cabang itu, diharapkan ada bantuan yang diberikan ketika dibutuhkan. Namun ini bukan hal wajib.

Intinya adalah penyedia asuransi itu harus mudah dihubungi 24 jam sehari agar tidak kerepotan sendiri. Jika tak bisa lewat kantor cabang, setidaknya ada saluran telepon aktif untuk komunikasi bantuan.

(Baca: Asuransi Perjalanan Itu Penting, tapi Pastikan Kamu Tahu Soal Ini Sebelum Daftar)

4. Tunjangan-tunjangan 

Tidak ada yang mau kena musibah atau mendapatkan pengalaman perjalanan yang tak menyenangkan. Tapi nasib orang siapa yang tahu?

Karena itu, penting untuk mempertimbangkan fasilitas asuransi perjalanan ke Eropa berupa tunjangan-tunjangan. Misalnya tunjangan hidup setiap hari jika harus opname di rumah sakit di Eropa.

Lalu tunjangan biaya pengobatan ketika sudah kembali ke Indonesia. Juga tunjangan buat uang saku anak yang harus kembali ke Indonesia, sementara kamu masih harus dirawat di luar negeri. 

Lihat juga apakah duit premi hangus ketika permohonan visa ditolak, ataukah bisa kembali setidaknya sekian persen. Makin banyak tunjangan, makin layak asuransi perjalanan itu disebut terbaik dan jadi pilihanmu.

Fasilitas-fasilitas di atas patut diperhitungkan selain besaran uang pertanggungan dari penyedia asuransi. Pengalaman orang lain, terutama kenalan atau keluarga, juga kudu jadi bahan pertimbangan sebelum memilih asuransi perjalanan ke Eropa terbaik.