umkm-di-indonesia

UMKM di Indonesia Bakal Maju Siapa Pun Presidennya Karena Ini

Pemenang Pemilihan Umum 2019 sudah pasti dinanti-nanti oleh banyak kalangan. Tak terkecuali para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Sebab, pelaku UMKM di Indonesia akan menerima dampak dari pemenang Pemilu 2019, siapa pun dia.

Pemilu 2019 diikuti oleh pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dan seperti pemilu-pemilu sebelumnya, suara pelaku UMKM diperebutkan oleh para calon. Untungnya keduanya sama-sama memiliki program yang mendukung kemajuan UMKM.

Ketua Umum Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia Ikhsan Ingratubun menyebutkan dua pasangan calon yang bertarung dalam Pemilu 2019 memihak kepada pelaku UMKM. Keberpihakan itu terlihat dari posisi masing-masing calon, terutama Joko Widodo, Ma’ruf Amin, dan Sandiaga Uno.

Sebab, ketiganya punya rekam jejak yang berkaitan dengan program untuk UMKM. Tapi bukan berarti Prabowo Subianto tidak pasang badan untuk pengusaha kecil ini. Setidaknya itulah yang hendak dikatakan lewat program kampanyenya.

Memang, jika dilihat keberpihakan dari program kampanye yang diusung, para pelaku UMKM di Indonesia akan menerima dampak positif siapa pun pemenang Pemilu 2019. Berikut ini skenarionya.

Jokowi-Ma’ruf Amin

Sebagai inkumben atau petahana, Jokowi memiliki sederet poin plus karena sudah punya program yang dijalankan. Program itu antara lain berupa paket kebijakan. Karena itu, jika kembali terpilih, program ini pastinya akan dilanjutkan dan dikembangkan.

Salah satu wujud program itu adalah kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (KURBE). Layanan kredit ini mirip dengan kredit usaha rakyat (KUR) yang sudah lama ada. Bedanya adalah sasaran KURBE itu pelaku UMKM yang usahanya berkaitan dengan ekspor.

Lewat KURBE, usaha yang tujuannya ekspor, misalnya perajin sepatu kulit, bisa memperoleh pinjaman lunak dan fasilitas untuk mempermudah urusan ekspor. Contohnya risiko gagal bayar, gagal usaha, hingga risiko politik di negara tujuan ekspor.

Kemudian ada program pengembangan pariwisata dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang diharapkan membantu bisnis UMKM. Usaha yang masuk KEK mendapatkan insentif tertentu dari pemerintah. 

Tak hanya itu, pemerintah Jokowi juga memberikan fasilitas kepada UMKM yang masuk ke sektor e-commerce alias perdagangan via Internet. Pada 2018, ada program pemberian domain gratis kepada UMKM yang hendak menjalankan bisnisnya secara online. Itu menjadi bukti kepedulian kepada UMKM.

Insentif yang juga sudah dijalankan pemerintah Jokowi adalah tidak ada pengenaan pajak untuk pengusaha UMKM di sektor e-commerce yang omzetnya masuk kategori penghasilan tak kena pajak. Selain itu, pajak penghasilan (PPh) final diturunkan dari 1 persen menjadi 0,5 persen untuk UMKM beromzet Rp 4,8 miliar per tahun.

Ditambah lagi dalam kampanye, Jokowi-Ma’ruf menyatakan akan menggratiskan sertifikasi halal produk UMKM dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Biaya sertifikasi halal MUI bisa mencapai jutaan rupiah. Lewat program gratis sertifikat halal, pengusaha kecil cukup menyetor dokumen untuk mendapatkan sertifikat itu.

Calon wakil presiden Ma’ruf Amin juga punya track record dalam mendorong kemajuan UMKM. Salah satunya lewat bank wakaf mikro syariah yang didirikan di pondok pesantrennya di Banten. Bank ini juga program pemerintah. Tujuannya adalah membantu permodalan pelaku UMKM dengan skema syariah.

(Baca: Cari Sumber Dana untuk Modal Usaha? Ini 5 Pilihannya)

Di luar segala kebijakan yang mendukung UMKM itu, memang pemerintah pernah mengeluarkan kebijakan yang membolehkan pihak asing ikut dalam percaturan bisnis UMKM di Indonesia. Tapi kemudian aturan itu dicabut setelah mendapat penentangan dari sana-sini.

Dari penjelasan itu bisa dirangkum dampak yang bisa didapatkan pelaku UMKM jika Jokowi-Ma’ruf menang, yakni:

- Program pro-UMKM sebelumnya bisa dilanjutkan
- Buat yang hendak mengurus sertifikat halal tak perlu bayar lagi

Prabowo-Sandiaga

Dalam suatu acara di Jakarta, Prabowo pernah menyatakan akan melanjutkan program pemerintah sebelumnya yang dinilai bagus. Pernyataan ini diprotes pendukungnya, tapi tampaknya Prabowo sudah berkukuh dengan keputusan tersebut.

Itu artinya kabar gembira buat para pelaku UMKM Indonesia. Bila merasa program pemerintah Jokowi sebelumnya sudah bagus, jika Prabowo menang, kebijakan itu bisa diperjuangkan untuk dipertahankan.

Hal baru yang ditawarkan pasangan ini adalah pajak gratis untuk dua tahun pertama bagi pelaku UMKM pemula. Diharapkan dengan tidak adanya pajak ini, usaha kecil bisa lebih menggeliat. 

Selain itu, Sandiaga menyatakan akan mendiskon tarif ongkos kirim produk UMKM yang dijual secara online. Melihat tren e-commerce yang makin kuat, janji kampanye ini tentu sangat menarik. Belum lagi tarif kargo akhir-akhir ini naik mengikuti harga tiket pesawat terbang.

Yang juga menarik adalah Sandiaga akan meluaskan program OK-OCE. Seperti diketahui, Sandiaga adalah mantan Wakil Gubernur Jakarta. Setelah mencalonkan diri sebagai pendamping Prabowo, dia mundur dari posisi itu.

Saat maju dalam pemilihan kepala daerah Jakarta, Sandiaga menggembor-gemborkan program OK-OCE untuk menyokong sektor UMKM. Di situsnya, OK OCE disebut mengadopsi konsep Quadruple Helix Model, yakni bisnis yang mengkombinasikan interaksi antara pemerintah, kampus, korporasi, dan masyarakat.

Kesimpulan yang bisa ditarik dari uraian di atas bila Prabowo-Sandi menang adalah:

- Ada kemungkinan program pro-UMKM Jokowi diteruskan
- Ada insentif pajak gratis 2 tahun bagi pelaku UMKM baru
- OK-OCE dibawa ke tingkat nasional

Bagaimana Sikap UMKM?

Menyikapi program para pasangan calon soal usaha kecil itu, tentu para pelaku UMKM yang akan diuntungkan. Namun penting untuk diketahui bahwa program itu masih berupa janji, kecuali kebijakan yang sudah dijalankan petahana.

Meski demikian, bisa jadi Pemilu 2019 mendatangkan momentum buat sektor UMKM di Indonesia lewat program-program yang akan dijalankan presiden terpilih. Tugas UMKM tinggal menyiapkan diri menyambut berbagai kebijakan tersebut.

Salah satunya bersiap mengembangkan sayap untuk memajukan bisnisnya. Lihat apakah ada program kredit lunak dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot modal usaha.

Jangan lupa juga maksimalkan insentif atau fasilitas yang diberikan terkait dengan usaha yang dijalankan. Dengan berbagai upaya tersebut, dampak yang didatangkan pemenang Pemilu 2019 bisa menjadi positif bagi para pelaku UMKM.

Tak tertutup kemungkinan juga muncul UMKM-UMKM baru setelah ada dorongan dari pemerintah melalui kebijakan yang diberikan. Tak hanya dari pemerintah, modal usaha pun bisa didapatkan dari sektor swasta, termasuk badan usaha milik negara berupa bank. Buat yang hendak merintis usaha, cara ini bisa ditempuh untuk memutar roda bisnis sebagai wirausaha baru.

Maka tak cukup menanti siapa pemenang Pemilu 2019, pelaku UMKM harus bersiap. Bila janji kampanye tidak diwujudkan, semua berhak menuntut. Kita sambut pemilu dengan optimisme langkah maju.

 

Cari Pinjaman Usaha di GoBear