Pinjaman online atau KTA Bank?

Pinjaman Online atau KTA Bank, Mana yang Lebih Baik?

Sedang butuh dana tambahan, mending ajukan pinjaman online atau KTA bank? 

 

Pinjaman online mungkin sudah tak asing lagi buatmu. Tercatat dalam situs OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sudah ada hingga 99 penyedia layanan pinjaman online yang terdaftar di OJK per Februari 2019. Bagaimana dengan penggunanya? Dilansir dari Kompas, per Januari 2019, sudah ada 5 juta nasabah penyedia layanan pinjaman online. 

Sebagai bayangan, jumlah penduduk DKI Jakarta per 2018 adalah sekitar 10 juta jiwa. Artinya, jumlah pengguna layanan pinjaman online saat ini mencapai setengah dari penduduk DKI Jakarta. 

Memang, tak sedikit orang yang menilai pinjaman online bagai pahlawan saat situasi darurat. Proses cepat, persyaratan mudah, serta prosedur yang terbilang praktis jadi daya tarik tersendiri bagi pinjaman online. Bayangkan, kamu bisa mendapatkan dana hingga jutaan dalam waktu kurang dari 24 jam hanya bermodalkan KTP. Siapa yang tak tertarik?

Sayangnya, sejalan dengan menjamurnya penyedia layanan pinjaman online, berbagai kisah miris korban pinjaman online bodong banyak bermunculan. Bahkan tak sedikit yang harus rela kehilangan pekerjaan karena atasan kantor turut kena ancaman rentenir.

Pinjaman online bagai punya dua sisi mata uang, jika salah langkah bisa terjebak dalam situasi menyulitkan. Lalu, bagaimana dengan KTA bank?

Dibandingkan dengan produk pinjaman bank lainnya, KTA atau kredit tanpa agunan merupakan jenis pinjaman dengan persyaratan yang paling mudah dipenuhi. Tanpa penyertaan agunan, proses pencairan dana pinjaman pun jadi lebih cepat karena tidak ada proses penilaian agunan ataupun peninjauan langsung dari pihak bank. 

Namun, mendengar kata “bank”, tak sedikit orang yang langsung terbayang prosedur yang rumit, antrean yang panjang, hingga pengajuan yang sering berakhir penolakan. Dalam hal pengajuan pinjaman, bank dikenal punya prosedur yang lebih panjang demi memastikan dana pinjaman dapat dikembalikan secara tepat waktu.

Pinjaman online vs KTA bank

Pinjaman online dan KTA bank punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Tapi, kira-kira mana yang lebih menguntungkan ya? Untuk tahu jawabannya, GoBear Indonesia pun membandingkan aspek-aspek penting yang ada pada pinjaman online dan pinjaman KTA bank. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Persyaratan

Manakah yang lebih mudah, persyaratan pengajuan pinjaman online atau KTA bank? Pinjaman online terkenal dengan persyaratan yang cukup longgar. Rata-rata syarat pinjaman online hanyalah penyertaan KTP serta memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap. 

Sebagai contoh, penyedia pinjaman online yang telah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bernama UangTeman, hanya menetapkan tiga syarat pengajuan pinjaman, yaitu warga negara Indonesia (WNI), berusia 21-65 tahun, serta memiliki pekerjaan tetap. 

Bagaimana dengan KTA bank yang kabarnya lebih rumit? Seiring berkembangnya zaman, nyatanya bank juga tak berhenti berinovasi. Salah satunya adalah dengan menyediakan layanan pinjaman lewat syarat dan prosedur yang lebih praktis. 

Misalnya, pinjaman KTA KEB Hana Bank yang memiliki persyaratan sebagai berikut: 

  • WNI atau WNA.
  • Usia 21-60 tahun.
  • Memiliki penghasilan minimum sebesar Rp 3,5 juta per bulan.
  • Telah bekerja selama minimal satu tahun (atau memiliki usaha aktif minimal dua tahun).

Persyaratan yang ditetapkan sebetulnya tak jauh berbeda dengan syarat pengajuan pada pinjaman online. Namun, saat mengajukan pinjaman KTA bank, umumnya kamu harus memiliki rekening tabungan di bank terkait. Beda halnya dengan pinjaman online yang membebaskan rekening bank yang dimiliki. 

Alhasil, jika kamu tidak memiliki rekening di bank penyedia KTA yang ingin dituju, kamu harus melakukan pembukaan rekening terlebih dulu. Selain itu, beberapa KTA bank juga mewajibkan peminjam memiliki kartu kredit yang masih aktif.

(Baca: 10 Pinjaman Online Cepat Cair dan Aman, Tanpa Ribet!)

2. Prosedur pinjaman

Beragam penyedia layanan pinjaman online menjanjikan prosedur yang praktis dan jaminan dana langsung cair. Pengajuan pinjaman dapat dilakukan melalui aplikasi di smartphone maupun situs resmi terkait. 

Proses pengajuan pinjaman umumnya hanya butuh waktu tak kurang dari 15 menit. Jika pengajuan disetujui, dana pinjaman langsung cair dalam waktu 24 jam. 

Prosedur pengajuan KTA di bank cenderung lebih beragam. Ada bank penyedia KTA yang perlu melakukan survei untuk menilai kelayakan calon kreditur, baik dengan datang langsung ke rumah atau menghubungi rekan kantor atau anggota keluarga. Ini tentu membuat proses pengajuan KTA jadi lebih lama dibandingkan pinjaman online. 

Namun, secara umum kamu perlu menyerahkan dokumen syarat KTA, serta formulir pengajuan KTA ke kantor cabang bank terkait. Kamu juga perlu menunggu proses persetujuan pinjaman sekitar 7-14 hari kerja. 

Meski begitu, saat ini beberapa bank memungkinkan pengajuan KTA secara online dengan proses pencairan dana kilat mulai dari satu hari, seperti pada pinjaman PermataKTA dari Bank Permata.

3. Suku bunga

Pinjaman online mungkin unggul dalam hal persyaratan dan prosedur pengajuan yang praktis dan cepat, tapi tak dapat dipungkiri, dibandingkan semua jenis pinjaman yang ada, suku bunga pinjaman online terhitung paling tinggi. 

Pinjaman online umumnya mematok bunga harian berkisar dari 0,5 persen hingga 1 persen per hari atau sekitar 15-30 persen per bulan. 

Beberapa pinjaman online yang mengenakan bunga di bawah satu persen, yaitu TunaiKita, UangMe, PinjamGampang, Julo, dan sebagainya. 

Ada juga penyedia layanan pinjaman online yang mengklaim tidak mengenakan bunga, tapi perhatikan biaya lain yang menyertai. Biasanya, istilah tersebut hanya berganti nama menjadi biaya jasa, biaya layanan, dan sebagainya.

Sedangkan bank, rata-rata mematok bunga KTA di bawah 2 persen per bulan. Adapun bank dengan suku bunga KTA terendah adalah Bank Panin yang mematok bunga sebesar 0,68 persen per bulan. 

Jika dihitung-hitung, rata-rata bunga pinjaman online dalam sehari bisa setara dengan bunga KTA bank dalam sebulan. 

(Baca: 7 Pinjaman KTA Terbaik 2019, Bunga Mulai dari 0,68%)

4. Plafon pinjaman

Sebetulnya, tak mengherankan jika prosedur pengajuan pinjaman di bank lebih rumit dibanding pinjaman online. Sebab, plafon pinjaman yang ditawarkan bank jauh lebih besar dibandingkan penyedia layanan pinjaman online. 

Rata-rata KTA bank menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp 2-Rp 500 juta, sedangkan pinjaman online umumnya menawarkan plafon mulai dari Rp 500 ribu-Rp 8 juta. 

Besarnya plafon pinjaman yang diberikan membuat bank harus lebih selektif dalam menyetujui pengajuan pinjaman calon kreditur.

5. Tenor pinjaman

Dengan plafon pinjaman yang terhitung besar, tenor pinjaman KTA bank secara umum jauh lebih panjang dibandingkan tenor pinjaman online. 

Rata-rata tenor pinjaman KTA bank mulai dari 12 bulan hingga lima tahun, sedangkan tenor pinjaman pada pinjaman online, rata-rata mulai dari tujuh hari hingga 30 hari. 

6. Biaya dan denda

Pinjaman dengan bunga ringan mungkin tampak menguntungkan. Tapi, jangan salah, kamu tetap bisa terkejut saat membayar tagihan. Sebab, selain bunga, terdapat biaya-biaya tambahan lain yang juga perlu diperhitungkan. Ini berlaku untuk pinjaman online maupun pinjaman KTA bank. 

Pada produk pinjaman, secara umum terdapat biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi, biaya pelunasan dipercepat, serta denda keterlambatan. Besaran tiap biaya berbeda-beda tergantung penyedia layanan pinjaman atau bank terkait. 

Tapi, perlu diingat beberapa pinjaman online mengenakan denda keterlambatan yang cukup besar, bahkan melebihi suku bunga pinjamannya. Belum lagi, denda keterlambatan dihitung per hari dari pokok pinjaman. 

7. Keamanan

Karena merupakan produk bank, pinjaman KTA punya kredibilitas dan keamanan yang lebih terjamin. Sedangkan, untuk pinjaman online, kamu harus lebih teliti dalam memilih perusahaan fintech (financial technology) penyedia layanan tersebut. 

Penyedia layanan pinjaman online harus sudah terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK. Jika tidak, besar kemungkinan fintech tersebut merupakan layanan pinjaman online bodong yang memberikan bunga mencekik dan tak segan melakukan penagihan dengan cara yang melanggar hukum. 

Jadi, pilih pinjaman online atau KTA bank?

Dari uraian singkat mengenai perbedaan pinjaman online dan KTA bank di atas, dapat diketahui bahwa pinjaman online maupun KTA bank memang punya keunggulan masing-masing. 

Bagi kamu yang butuh dana kilat dengan nominal kurang dari Rp 3 juta, pinjaman online dengan bunga ringan bisa dijadikan pilihan. Namun, jika ingin mendapatkan bunga yang jauh lebih rendah serta plafon pinjaman lebih tinggi, pinjaman tanpa jaminan alias KTA bank terbilang lebih ideal. 

Yang terpenting, sebelum mengajukan pinjaman, kamu telah memahami dengan baik syarat dan ketentuan, serta biaya-biaya tambahan yang ditanggung. Pastikan kamu telah memiliki rencana pengembalian utang agar tidak berakhir kelabakan. 

Idealnya, baik pinjaman online atau KTA bank hanya diajukan jika terdapat kebutuhan mendesak atau ingin digunakan sebagai kebutuhan produktif.