kredit renovasi rumah

Perlu Renovasi Rumah, Pakai KTA atau Kredit Renovasi Rumah?

Sebaik-baiknya kondisi rumah, pasti ada masanya perlu direnovasi. Entah ingin diperbesar karena kedatangan penghuni baru, ataupun renovasi yang bersifat perbaikan karena kondisi bangunan yang sudah aus.

Rencana renovasi rumah biasanya bikin senang sekaligus deg-degan. Senang karena akan mewujudkan hunian idaman, deg-degan karena cemas dananya tak sesuai kondisi dompet. Maklum saja, dana renovasi rumah rentan sekali membengkak tanpa prediksi. 

Apakah perlu mengajukan kredit renovasi rumah atau mencari pinjaman renovasi rumah tanpa agunan? Tunggu dulu! Untuk mengetahui jawabannya, mari melakukan perhitungan dana renovasi rumah terlebih dulu.

Perhitungan estimasi biaya renovasi rumah

Perencanaan yang matang untuk renovasi rumah, termasuk anggaran dananya, wajib hukumnya buat dilakukan. Meski tetap ada kemungkinan biayanya akan merangkak naik, setidaknya tak jauh dari apa yang telah dianggarkan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam membuat anggaran biaya renovasi rumah:

1. Biaya tenaga kerja

Terdapat beragam metode pembayaran tenaga kerja untuk renovasi rumah. Misalnya, pembayaran sistem harian, borongan jasa, serta borongan penuh. Biasanya, tarifnya juga bergantung kepada daerah renovasi, serta jenis pekerjaan yang dilakukan.

2. Biaya material

Jika kamu menggunakan jasa tenaga kerja dengan sistem borongan penuh, kamu tak perlu repot menghitung biaya material lagi. 

Sebab, sistem borongan penuh sudah mencakup jasa tukang sekaligus material yang digunakan. Namun jika tidak, kamu bisa lebih leluasa menentukan material yang ingin digunakan. 

Biaya material sangat tergantung kepada jenis dan kualitas material yang dipilih. Biar mudah membuat anggaran terkait biaya ini, jangan segan untuk “main” ke toko material dan banyak bertanya di sana. 

3. Biaya tanah dan bangunan

Untuk renovasi kecil, seperti perbaikan cat dinding atau mengatasi kebocoran atap, biaya tanah dan bangunan tak perlu dihiraukan. Namun, jika kamu ingin memperbesar bangunan rumah serta menambah lahan, jangan lupa tambahkan pula biaya ini ke dalam anggaran renovasi.

4. Biaya lain-lain

Sudah jadi rahasia umum kalau biaya renovasi rumah sering melebihi anggaran. Untuk itu, sebaiknya kamu juga menyiapkan dana tambahan sekitar 10 persen dari total biaya renovasi rumah yang telah dihitung.

Setelah melakukan riset harga dan menghitung dengan cermat, sekarang kamu sudah punya anggaran biaya renovasi yang diperlukan. Jika besarannya masih sesuai isi dompet dan tak mengganggu pos keuangan lain, aman! Tak perlu sibuk cari fasilitas kredit alias pinjaman.

Tapi, jika dana tidak mencukupi, sementara renovasi rumah sudah urgent buat dilakukan, tak ada salahnya melirik produk pinjaman bank. 

Kredit renovasi rumah vs KTA

 

kredit renovasi rumah vs KTA

 

Ada dua produk pinjaman bank yang umum dijadikan sumber tambahan dana renovasi rumah, yaitu kredit tanpa agunan alias KTA dan kredit renovasi rumah. 

Mana yang paling ideal buat kamu pilih? Untuk tahu jawabannya, mari kenali dan bandingkan kedua jenis pinjaman ini terlebih dulu. 

Kredit renovasi rumah

Hampir setiap bank punya produk pinjaman yang khusus diperuntukan untuk renovasi rumah. Inilah yang disebut sebagai kredit renovasi rumah. Pinjaman ini sebetulnya masih turunan dari kredit rumah alias KPR (kredit kepemilikan rumah), maka banyak yang menyebutnya sebagai KPR renovasi.

Yang membedakan kredit renovasi rumah dengan produk pinjaman lain adalah fasilitas pinjaman ini berupa kredit konsumtif yang menjaminkan hunian, seperti rumah tinggal, apartemen, ruko, ataupun rukan (rumah kantor).

Artinya, kamu hanya bisa mengajukan kredit renovasi rumah jika rumah sudah jadi milik pribadi atau telah selesai dalam proses pembiayaan KPR (kredit pemilikan rumah). Meski bisa saja mengajukan rumah KPR sebagai jaminan, namun biasanya prosesnya jadi lebih panjang.

Tiap bank punya ketetapan yang berbeda-beda terkait hunian yang dijadikan agunan. Misalnya, pada kredit renovasi rumah Bank BCA, agunan rumah harus memiliki halaman depan yang bisa dilalui satu mobil, tidak boleh tusuk sate, dan tidak boleh di pinggir kali. Selain itu, harga rumah yang diagunkan juga tak boleh kurang dari Rp 294,2 juta. 

Dalam menetapkan nilai rumah atau hunian yang diagunkan, bank akan melakukan proses appraisal atau penilaian aset. Untuk melakukan proses ini, nasabah akan dikenakan biaya mulai dari Rp 300 hingga di atas Rp 1 juta, tergantung kepada plafon pinjaman yang diajukan.

Keunggulan pinjaman ini adalah suku bunganya terhitung ringan, yaitu mulai dari 9-13 persen per tahun. Plafon pinjaman yang ditawarkan cukup besar, yaitu hingga miliaran rupiah. Sebanding dengan besarnya pinjaman, jangka waktu kredit  pun terhitung panjang, hingga lebih dari 20 tahun. 

Sebagai contoh, BNI Griya dari Bank BNI tawarkan kredit renovasi rumah dengan plafon maksimum Rp 5 miliar dan tenor pinjaman hingga 25 tahun. 

Namun perlu diingat bahwa selain membutuhkan agunan, kredit renovasi rumah juga mewajibkan adanya rencana anggaran bangunan (RAB) renovasi. 

Oleh sebab itu, pastikan kamu telah membuat RAB, lengkap dengan tujuan renovasi hingga upah tukang, seperti pada tahapan di atas. Dalam membuat RAB, kamu bisa berkonsultasi dengan kontraktor ataupun desainer interior. 

(Baca: 8 Bank dengan Bunga KPR Paling Ringan 2019, dari 6,75%!)

Nah, nilai agunan dan anggaran RAB ini jadi patokan dalam menentukan limit pinjaman.  Umumnya, besar pinjaman yang didapatkan sekitar 80-85 persen dari anggaran RAB atau sekitar 60-80 persen dari nilai agunan. Artinya, kamu harus tetap menyediakan 15-20 persen dana renovasi dari uang tabungan atau sumber dana lainnya. 

Keunggulan: 

  • Suku bunga lebih ringan
  • Tenor pinjaman lebih panjang
  • Plafon pinjaman lebih besar

Kelemahan:

  • Persyaratan lebih banyak
  • Proses pencairan lebih lama
  • Memerlukan agunan dengan beragam ketentuan 

Kredit tanpa agunan

Kredit tanpa agunan alias KTA merupakan pinjaman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk renovasi rumah. Umumnya, KTA bank menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp 1 hingga Rp 500 juta. Ini terhitung cukup besar meskipun hanya setengah dari plafon pinjaman yang ditawarkan kredit renovasi beragunan.

Dengan plafon pinjaman tersebut, tenor pinjaman KTA juga lebih singkat. Rata-rata tenor pinjaman KTA mulai dari 1-5 tahun. Namun, ada pula KTA bank yang menyediakan tenor pinjaman hingga 15 tahun, seperti Pinjaman KTA Briguna Karya dari Bank BRI dan KTA BNI Fleksi dari Bank BNI. 

KTA bank banyak diincar calon debitur mengingat banyaknya keunggulan yang ditawarkan. Mulai dari persyaratan yang mudah dipenuhi hingga proses pencairan yang cukup cepat. Tanpa perlu menyertakan agunan, pengajuan kredit pun tak perlu melewati tahap appraisal yang memakan waktu dan biaya tambahan. 

Dalam menilai kelayakan calon debitur, bank akan melihat skor kredit calon nasabah melalui riwayat kredit atau proses BI checking. Oleh sebab itu, persyaratan yang ditetapkan biasanya hanya terkait minimal penghasilan, masa kerja, serta kepemilikan kartu kredit.

Meski begitu, ada pula KTA bank yang bisa diajukan tanpa memiliki kartu kredit. Namun biasanya KTA bank jenis ini menawarkan limit pinjaman yang tidak terlalu besar. Sebagai contoh, pinjaman Tunaiku dari Amar Bank yang menawarkan limit hingga Rp 20 juta.

Sayangnya, suku bunga KTA terbilang cukup tinggi. Terutama jika dibandingkan dengan pinjaman dengan agunan. Rata-rata bunga KTA bank mulai dari 0,99 persen sampai 2 persen per bulan atau sekitar 11,88 hingga 24 persen per tahun. 

(Baca: 7 Pinjaman KTA untuk Karyawan Kontrak, Bunga Mulai 0,59%)

Dengan kata lain, suku bunga pinjaman KTA bisa dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pinjaman renovasi rumah dengan agunan.

Keunggulan:

  • Persyaratan mudah dipenuhi
  • Proses pencairan dana lebih cepat, mulai dari satu hari
  • Beberapa KTA bank dapat diajukan secara online

Kelemahan:

  • Suku bunga tinggi
  • Limit pinjaman lebih kecil
  • Tenor pinjaman lebih singkat

Jadi, pilih kredit renovasi rumah atau kredit tanpa agunan?

Idealnya, pilihlah pinjaman dengan suku bunga dan biaya paling ringan, agar angsurannya tidak memberatkan. Meski begitu, bukan berarti kredit renovasi rumah dengan agunan selalu jadi solusi di berbagai kondisi. 

Kredit renovasi rumah tepat dipilih, jika rumah telah menjadi hak milik dan dana renovasi yang dianggarkan terhitung besar atau lebih dari Rp 200 juta. Meski proses pengajuannya sedikit lebih rumit dibandingkan pengajuan KTA, namun biaya yang dikeluarkan bisa lebih hemat. 

Kredit renovasi rumah

Tapi, jika renovasi yang dilakukan terbilang kecil, seperti memperbaiki kebocoran atau menambah kanopi, pinjaman KTA adalah pilihan yang tepat. KTA juga dapat jadi alternatif pinjaman saat perlu merenovasi rumah yang masih dalam masa KPR.

Yang tak kalah penting, pastikan kredit yang diambil sesuai dengan kondisi keuangan. Sebelum ajukan pinjaman, buatlah rencana pengembalian utang untuk memastikan kesanggupan membayar cicilan hingga lunas. 

Terakhir, perhatikan syarat dan ketentuan pinjaman dengan cermat. Selain melihat suku bunga, perhitungkan pula beragam biaya pinjaman yang melingkupi. Dengan begitu, kondisi keuangan bisa tetap aman, hunian idaman bisa segera diwujudkan. 

 

Selamat mencoba!