KTA BNI

Pengajuan KTA BNI Bakal Mulus dengan Cara Jitu Ini

Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan fasilitas kredit tanpa agunan alias KTA bernama BNI Fleksi. Fasilitas ini cocok buat kamu yang sedang membutuhkan pinjaman dana tunai untuk keperluan apa pun. Mulai dari biaya pendidikan, renovasi rumah, modal usaha, hingga dijadikan sebagai dana darurat.

Dengan KTA BNI, kamu bisa ajukan pinjaman mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta. Adapun maksimum tenor pinjamannya sampai dengan 15 tahun. 

Tapi sebelum ajukan pinjaman, ketahui dan pahami dulu fakta-fakta BNI Fleksi berikut ini.

Persyaratan

Untuk mengajukan pinjaman, pastikan kamu masih berstatus pegawai tetap. Jika belum menjadi nasabah BNI, kamu perlu memindahkan rekening payroll ke BNI. Kamu juga setidaknya harus berusia antara 21-55 tahun. Penghasilan minimal haruslah Rp 2,5 juta jika kamu berdomisili di non-jabodetabek dan Rp 3 juta untuk kamu yang tinggal di jabodetabek.

Siapkan juga biaya-biaya yang kamu perlukan saat pengajuan pinjaman. Berikut di antaranya:

  • Biaya administrasi sebesar Rp 100 ribu
  • Biaya provisi sebesar 1 persen dari maksimum kredit
  • Biaya penutupan rekening sebesar Rp 15 ribu
  • Biaya premi asuransi jiwa sesuai plafon, usia, dan jangka waktu

Suku bunga KTA BNI Fleksi 2018

Bunga KTA umumnya menerapkan suku bunga flat, begitu pun dengan BNI Fleksi. Artinya, perhitungan bunga angsuran dan cicilan pokok bersifat tetap setiap bulannya hingga lunas.  Penetapan bunga ditentukan berdasarkan tenor pinjaman dengan pembagian sebagai berikut:

  • Tenor 1-2 tahun   : 8,40%
  • Tenor 3-5 tahun   : 9,36%
  • Tenor 6-8 tahun   : 10,56%
  • Tenor 9-10 tahun : 10,90%
  • Tenor 11 tahun    : 11,50%
  • enor 12 tahun      : 11,70%
  • Tenor 13 tahun    : 11,80%
  • Tenor 14 tahun    : 11,90%
  • Tenor 15 tahun    : 12,00%

Semakin panjang tenor yang dipilih, cicilan memang menjadi lebih kecil, tapi bunga yang dikenakan pun semakin besar. 

*Suku bunga BNI Fleksi dapat berubah sewaktu-waktu. 

Simulasi perhitungan pinjaman

Untuk mudah memahami perhitungan pinjaman BNI Fleksi, simak contoh kasus berikut ini.

Rani adalah karyawan swasta di salah satu perusahaan di Jakarta. Setelah menikah, ia membutuhkan dana tambahan untuk membangun rumah barunya. Rani pun melakukan pengajuan KTA BNI dengan plafon pinjaman sebesar Rp 100 juta dengan tenor selama 5 tahun. 

Dengan demikian besar cicilan per bulan adalah sebagai berikut:

Maksimal kredit : Rp 100 juta

Masa kredit : Rp 5 tahun atau 60 bulan

Bunga : 9,36%

Cicilan pokok : Rp 100 juta/60 bulan = Rp 1.666.666

Bunga per bulan : (Rp 100 juta x 9,36%)/ 12 bulan  = Rp 780.000 

Sehingga  tiap bulannya, Rani harus membayar cicilan sebesar: 

Cicilan pokok + bunga per bulan = Rp 2.446.666

Bagaimana? Tertarik mengajukan KTA BNI? Jika iya, kamu bisa langsung mengunjungi kantor cabang BNI domisili daerah kantormu dengan membawa persyaratan dokumen sebagai berikut:

  1. Fotokopi KTP Pemohon
  2. Fotokopi NPWP Pribadi atau SPT PPH 21
  3. Fotokopi rekening 3 bulan terakhir (jika rekening payroll sebelumnya bukan di BNI)
  4. Slip gaji terakhir
  5. Pas foto 4x6
  6. Surat keterangan masa kerja dari atasan
  7. Surat pernyataan tidak akan memindahkan payroll sampai kredit lunas

Nah, biar pengajuan KTA BNI kamu lekas diterima, pastikan untuk melakukan empat tips di bawah ini.

(Baca: Sebelum Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Ketahui Dulu Fakta-Faktanya Ini)

Tips ajukan KTA BNI

1. Perbaiki catatan rekening

Memberi pinjaman tanpa jaminan tentu berisiko bagi bank. Bank setidaknya harus memiliki bukti bahwa calon nasabah akan mampu melunasi cicilan. Dengan demikian, bank pun akan meminta catatan rekening koran selama beberapa bulan terakhir. 

Oleh sebab itu, kelola gaji dengan baik agar aktivitas keuangan di dalam rekening selalu aman alias tidak terkuras habis. Jika kamu menerima penghasilan dalam bentuk tunai, sebaiknya setorkan ke rekeningmu agar catatan rekening menunjukan adanya pemasukan rutin.

2. Bayar utang tepat waktu

Bank dapat mengakses Informasi Debitur Individual (IDI) Historis untuk melihat riwayat utang yang kamu punya sekalipun di bank lain. Utang kartu kredit maupun pinjaman lain yang tidak dibayar dengan lancar bisa menghambatmu mendapat pinjaman berikutnya. 

Sebaiknya, jika masih memiliki tagihan utang lain, lunasi terlebih dulu sebelum mengajukan KTA baru. Hal ini selain dapat memperkecil risiko pengajuan ditolak, juga dapat mengamankan kondisi keuanganmu.

3. Perhatikan proporsi cicilan

Umumnya, bank hanya menerima pinjaman jika total cicilan utang kurang dari 30 persen penghasilan per bulan. Hal ini untuk memastikan kamu tetap memiliki dana untuk kebutuhan sehari-hari sehingga tidak kesulitan membayar cicilan.

Misalnya, jika saat ini penghasilanmu sebesar Rp 10 juta, maka jumlah cicilan yang bisa diajukan adalah kurang lebih Rp 3 juta per bulan. Gunakan simulasi yang telah dipaparkan di atas untuk menghitung cicilan yang ideal.

4. Pastikan semua persyaratan telah terpenuhi

Semua tips di atas tentunya tak akan berarti jika persyaratan dan kelengkapan dokumen tidak terpenuhi dengan benar. Ingat, jangan coba-coba untuk menggunakan data palsu atau memberikan informasi yang tidak tepat untuk mendapat pinjaman. 

Setelah proses pengajuan KTA, bank akan menghubungi nomor kontak yang kamu berikan untuk melakukan verifikasi data. Oleh sebab itu, pastikan nomor kontak masih aktif dan mudah dihubungi. Jika perlu, sampaikan pada bank, waktu-waktu yang tepat untuk dihubungi. 

(Baca: 6 Cara Jitu agar KTA Cepat Cair)

Terakhir, perhatikan kemampuan finansialmu. Kredit tanpa agunan memang memberi kemudahan dan kepraktisan, namun jangan sampai jadi menambah beban keuangan yang tak bisa diatasi. Bijaklah memilih KTA agar manfaatnya bisa dinikmati secara optimal.