Kredit Motor DP 0 Persen

OJK Tetapkan Kredit Motor DP 0 Persen, Ini Untung Ruginya

Saat ingin kredit motor, salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah menyiapkan uang muka alias down payment (DP) sesuai ketetapan. Alhasil, calon debitur harus sabar menunggu hingga dana DP mencukupi terlebih dulu.

Berdasarkan Surat Edaran OJK No.47/SEOJK.05/2016 tentang besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi perusahaan pembiayaan, besaran DP kredit motor dan mobil berkisar antara 5 hingga 25 persen dari total harga.

Dengan begitu, jika kamu ingin membeli motor seharga Rp 20 juta, sedikitnya kamu harus memiliki uang Rp 1 juta untuk membayar uang muka.

Tapi, sudah tahu belum, bahwa sekarang kamu sudah bisa bawa pulang motor tanpa membayar DP sepeser pun?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja melonggarkan ketentuan DP kendaraan hingga nol persen alias tanpa uang muka. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang terbit pada 27 Desember 2018 lalu.

Mengacu pada peraturan tersebut, DP nol persen bisa berlaku untuk perusahaan pembiayaan yang punya kondisi keuangan sehat dan rasio kredit bermasalah untuk kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 1 persen.

Kredit tanpa uang muka ini berlaku bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan investasi maupun multiguna.

Sementara, untuk perusahaan dengan rasio pembiayaan atau kredit bermasalah di atas satu persen, uang muka yang ditetapkan mulai dari 10 hingga 25 persen.  

Dengan DP nol persen, siapa pun bisa dengan mudah dan cepat memiliki kendaraan pribadi. Secara otomatis, jumlah pembelian kendaraan pun bisa meningkat, pertumbuhan ekonomi pun berpotensi melesat.

Menguntungkan, bukan?  

Eits, belum tentu.

Aturan DP nol persen pada kredit kendaraan bisa jadi pisau bermata dua buat kita. Kredit motor atau mobil tanpa bayar uang muka bisa jadi solusi sekaligus sumber masalah baru. Terdapat dampak positif maupun negatif yang diprediksi akan terjadi akibat peraturan baru ini. Yuk, simak ulasannya berikut.

Bisa bahaya, karena…

Cicilan lebih besar rentan sulit bayar

Banyak kalangan yang memprediksi bahwa dengan aturan DP nol persen, kredit macet bakal naik. Sebab, masyarakat jadi tidak berpikir panjang untuk mengajukan kredit motor atau mobil.

Siapa yang tak tergoda bisa bawa pulang motor atau mobil tanpa perlu siapkan uang muka?

Padahal, kredit tanpa uang muka secara otomatis membuat jumlah angsuran lebih besar atau jangka waktu kredit lebih panjang. Tanpa pengelolaan uang yang tepat, pembayaran kredit jadi kerap terhambat.

Bukan tak mungkin akan ada banyak orang yang memaksakan diri ajukan kredit kendaraan bermotor tanpa mengukur kemampuan.  Dampaknya, tak sedikit pula yang kewalahan saat melunasi cicilan.

Kalau sudah begini, kemungkinan yang paling sering terjadi adalah cicilan mulai jarang dibayar hingga terjadi kredit macet dan motor pun ditarik leasing kembali.

Jalanan makin macet

Semakin mudah pengajuan kredit kendaraan bermotor, semakin banyak yang tergoda untuk mengajukan motor atau mobil baru.

Di satu sisi, hal ini membuat jalanan, khususnya di kota-kota besar, semakin padat hingga berpotensi alami kemacetan.

Apalagi, beberapa kalangan menyiasati aturan ganjil-genap dengan memiliki kendaraan lebih dari satu. Dengan begitu, mereka tetap bisa berkendara pribadi dengan aman dan nyaman.

Jelas, makin banyak kendaraan, makin tinggi potensi kemacetan yang ditimbulkan.

Dampaknya? Kita jadi menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga di jalan karena terjebak kemacetan. Sampai kantor, kerja pun jadi susah produktif karena sudah merasa lelah duluan. Cepat atau lambat hal ini membuat performa di kantor menurun. Waduh, kalau sudah begini bonus pun bisa-bisa gagal didapatkan.

Di sisi lain, bagi pengguna kendaraan pribadi, pasti menyadari borosnya konsumsi bensin saat kendaraan terjebak macet. Ujung-ujungnya, pengeluaran pun semakin meningkat.

Sisi positifnya

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mudah kredit motor 

Umumnya, masyarakat berpenghasilan rendah kesulitan mengumpulkan dana DP. Padahal, dengan penghasilan tetap yang mereka miliki, mereka masih bisa menyisihkan uang untuk membayar cicilan.

Kasus lain, jika ada yang ingin menambah penghasilan dengan menjadi driver ojek online, tapi belum punya motor dan berencana mengajukan kredit motor, aturan ini bisa memudahkan pengajuan kredit motor yang dilakukan.

Seiring berjalannya waktu, penghasilan dari ojek online itu dapat digunakan untuk membayar cicilan rutin tiap bulannya.

Oleh sebab itu, kebijakan DP nol persen ini bisa jadi solusi bagi MBR yang ingin mengajukan kredit motor atau mobil tanpa perlu waktu lama.

Makin banyak mobil dan motor bekas berharga murah

Salah satu dampak dari meningkatnya kredit macet adalah bertambahnya mobil dan motor bekas yang berakhir di balai lelang. Biasanya, harga kendaraan bekas ini dibanderol di bawah harga pasaran mobil bekas.

Bagi para pemburu kendaraan bekas baik untuk dijual kembali ataupun koleksi pribadi, membeli kendaraan bekas di balai lelang lumayan menguntungkan. Pembeli juga bisa menghemat waktu karena mendapat banyak pilihan dalam satu tempat.

Tapi, jangan ajukan kredit motor, sebelum...

Mengukur kemampuan finansial

Saat ini, siapa pun memang bisa dengan mudah ajukan kredit motor, namun hal ini tak menjamin siapa pun bisa mulus melunasi cicilan dan biaya lainnya. Oleh sebab itu, hitung dengan seksama kemampuan finansialmu terlebih dulu.

Mengajukan kredit dengan DP nol persen, bisa jadi solusi jangka pendek. Tapi, bersiaplah untuk membayar angsuran lebih besar dan jangka waktu lebih panjang. Oleh sebab itu, pastikan jumlah cicilan tak akan menganggu pos pengeluaran lainnya.

Sebaliknya, meski terasa memberatkan di awal, menyiapkan dana DP yang besar bisa menyelamatkanmu dalam jangka panjang. Cicilan bulanan akan jadi lebih ringan, sehingga kondisi keuangan dapat lebih terkendali.

Jangan lupa, pengeluaranmu bukan hanya untuk membayar cicilan kredit motor. Masih ada kebutuhan harian dan pos tabungan yang tak boleh diabaikan jika ingin lekas mapan.

Yakin perusahaan pembiayaan atau leasing yang kredibel

Sekalipun aturan DP nol persen untuk kredit kendaraan motor baru berlaku, tidak sedikit perusahaan leasing yang telah lama menerapkan aturan tersebut. Tujuannya, tentu untuk meningkatkan jumlah nasabah alias debitur.

Tapi, jangan hanya tergiur karena tawaran DP miring. Ingat, sesuai aturan baru OJK, hanya perusahaan leasing dengan rasio kredit macet di bawah 1 persen yang bisa memberikan penawaran DP nol persen.

Jika tak cermat, bukan tak mungkin dapat terjebak penipuan perusahaan leasing palsu. Agar tidak jadi korban, jangan lupa pastikan perusahaan leasing yang hendak dipilih telah terdaftar dalam Asosiasi Perusahaan Pembayaran Indonesia.

(Baca: Kredit Mobil Murah untuk Pemilik Gaji 3 Juta, Apa Saja Persyaratannya?)

Menentukan jangka waktu kredit

Jangka waktu kredit yang panjang akan membuat biaya cicilan terasa ringan. Kamu jadi lebih mudah mengangsurnya tiap bulan. Namun, jangan lupa, bahwa dengan begini, biaya untuk membeli motor jadi semakin mahal karena beban bunga yang perlu dibayar semakin besar.

Sementara, jangka waktu kredit yang pendek memang membuat beban bunga lebih rendah, tapi besaran cicilan bisa jadi terasa berat. Jika dana mencukupi, pilihan ini bisa jadi cara ideal untuk menghemat pengeluaran. Tapi, jika terasa memberatkan, jangan memaksakan diri karena risiko kredit macet di tengah jalan akan semakin tinggi.

Setelah mengukur kemampuan finansialmu, kamu bisa tahu berapa besaran cicilan yang mampu dibayar tiap bulannya. Dengan begitu kamu dapat menentukan jangka waktu kredit yang ideal dengan kondisimu.

Memperhitungkan biaya lain-lain

Saat mengajukan kredit motor, jangan hanya berfokus kepada angsuran bulanan. Sebab, masih ada biaya-biaya lain yang perlu diperhitungkan. Misalnya, biaya administrasi, biaya fidusia, biaya provisi, dan sebagainya.

Selain itu, saat motor sudah dimiliki, alokasikan juga pos pengeluaran untuk perawatan motor agar tak lekas rusak dan nyaman digunakan.

Aturan DP nol persen memang tampak meringankan di awal, namun keputusan mengajukan kredit motor tak bisa asal dilakukan. Biar bagaimanapun, kredit kendaraan bermotor berdampak kepada kondisi keuanganmu dalam jangka panjang. Perhitungkan dengan baik jika tak ingin berujung masalah.