Pinjaman untuk Mahasiswa

Modal Kuliah, Ini 6 Pinjaman untuk Mahasiswa, Bunga Mulai 0,5%

Pinjaman untuk mahasiswa, memangnya ada? 

Sejak awal kuliah, keadaan finansial keluarga Tuti memang sedang bermasalah. Puncaknya adalah ketika Tuti masuk semester empat. Ia harus menunggak bayaran semester karena keluarganya tak lagi punya dana.

Sebagai anak pertama, Tuti pun mencoba mencari penghasilan tambahan dengan berjualan online. Sayangnya, penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk membantu kebutuhan sehari-hari. 

Jika harus berhenti kuliah, kesempatan Tuti untuk berkarier di tempat yang ia impikan jadi semakin kecil. Tapi, jika tetap melanjutkan kuliah, bagaimana dengan biayanya?

Berbeda dengan Tuti, kondisi Risma bisa dibilang sedikit lebih beruntung. Risma tak punya kendala dalam melunasi uang semesteran di kampusnya yang biayanya cukup terjangkau.  

Namun, sebagai mahasiswa Teknologi Informasi, Risma harus punya laptop pribadi demi menunjang kegiatan belajarnya. Padahal, uang yang dimiliki hanya pas buat biaya transportasi harian. 

Awalnya, Risma terpaksa pinjam laptop teman sekelasnya, namun seiring berjalannya waktu, tugas kuliah kian bertambah, penggunaan laptop pun jadi kian sering. Tak bisa lagi terus-terusan mengandalkan laptop pinjaman.

Tahukah kamu bahwa Tuti dan Risma sebetulnya bisa mengajukan pinjaman untuk menunjang pendidikan mereka?

Memang, hampir semua fasilitas pinjaman diperuntukkan bagi karyawan, wiraswasta, ataupun profesional. Namun, ternyata ada juga pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) yang bisa diajukan oleh mahasiswa.

Melihat banyaknya mahasiswa ataupun calon mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan, pemerintah pun sempat  meminta lembaga keuangan bank untuk menyediakan fasilitas kredit pendidikan alias student loan.

Sejalan dengan hal tersebut, muncul pula beragam startup financial technology yang turut menyediakan pinjaman untuk mahasiswa, sebagai sumber tambahan dana pendidikan. 

Menggunakan dana pinjaman sebagai modal pendidikan memang tak disarankan. Namun, dalam kondisi terdesak, pinjaman untuk mahasiswa dapat menjadi solusi yang layak dilirik.  

Pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) untuk mahasiswa

Pinjaman untuk mahasiswa tanpa jaminan

Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk membayar semesteran, uang bangunan, maupun keperluan lain yang berkaitan dengan studi yang sedang dijalani, berikut ini enam pilihan KTA untuk mahasiswa yang bisa diajukan.

1. Danadidik

Danadidik merupakan situs penggalangan dana khusus untuk pinjaman pendidikan tinggi. Danadidik menyediakan kredit pendidikan berbasis crowdfunding yang bisa diajukan oleh mahasiswa, baik yang sudah berpenghasilan maupun yang belum.

Pinjaman diberikan untuk mahasiswa tingkat diploma, akademi, S1 dan S2, atau setara di Indonesia. Dengan catatan, mahasiswa terkait akan lulus dalam waktu 24 bulan atau kurang sejak pengajuan dana. 

Dengan kata lain, bagi mahasiswa S1, setidaknya kamu harus sudah berada di semester empat untuk dapat mengajukan pinjaman di Danadidik. Selain itu, kamu pun harus mempunyai penjamin, baik orangtua ataupun wali.

Selama masa kuliah, peminjam hanya wajib membayar cicilan dengan biaya layanan. Sementara, ketika peminjam sudah bekerja, pembayaran dihitung berdasarkan persentase dari penghasilan, dengan rincian sebagai berikut:

Pinjaman

Persentase dari penghasilan

< Rp 5 juta

10%

Rp 5-7,9 juta

15%

Rp 8-9,9 juta

25%

> Rp 10 juta

30%

2. Dana Cita

Dana Cita merupakan layanan pinjaman online untuk pembayaran beberapa macam biaya akademis, seperti biaya pangkal, biaya semester, biaya gedung, dan biaya akademis lainnya. 

Dana pinjaman dari Dana Cita akan langsung dibayarkan langsung ke rekening lembaga pendidikan sesuai jadwal pembayaran lembaga pendidikan terkait. Pengajuan pinjaman yang disetujui akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 100 ribu dan biaya persetujuan pinjaman sebesar 3 persen dari total pinjaman yang disetujui.

Untuk mengajukan pinjaman, peminjam yang berusia di bawah 21 tahun wajib mengajukan pinjaman bersama seorang penjamin. Dengan syarat, penjamin harus telah berusia di atas 21 tahun dan berpenghasilan.

3. KoinPintar dari KoinWorks

KoinPintar merupakan layanan pembiayaan pendidikan formal dan non formal dari KoinWorks, perusahaan peer to peer lending.  Seperti Dana Cita, dana pinjaman akan langsung dibayarkan ke institusi pendidikan terkait, sehingga penggunaan dana tidak akan disalahgunakan.

Plafon pinjaman yang ditawarkan mulai dari Rp 5-200 juta dengan bunga berkisar antara 9-12,5 persen per tahun. Selain itu, kamu pun harus membayar biaya layanan sebesar 2-3 persen dan uang muka sebesar 10 persen dari total pinjaman yang disetujui.

Untuk mendaftar, kamu hanya perlu melengkapi data diri yang diminta, seperti KTP, kartu keluarga, dan mutasi rekening bank, melalui situs resmi KoinWorks.

Adapun, tenor pinjaman ditawarkan hingga dua tahun usai masa studi, sehingga peminjam dapat melunasi cicilan setelah mendapatkan pekerjaan. 

(Baca: 5 Jenis Jaminan dan Syarat Pegadaian untuk Pinjaman Kilat)

4. Cicil

Cicil merupakan aplikasi pinjaman untuk mahasiswa secara online yang memungkinkan mahasiswa berbelanja dengan metode cicilan per bulan. Misalnya, jika kamu perlu segera membeli laptop, smartphone, dan sebagainya. Siapa pun bisa menggunakan fasilitas Cicil asalkan merupakan mahasiswa di salah satu universitas yang terdaftar di platform Cicil

Dalam pembayaran pinjaman, Cicil mengenakan biaya margin penjualan atas harga barang yang dibeli menggunakan jasa pembiayaan Cicil. Besarnya margin yang ditanggung, tergantung kepada risiko profil calon peminjam, harga barang yang dipilih, uang muka yang dibayarkan, serta jangka waktu pembiayaan. 

Margin pinjaman untuk mahasiswa ini berkisar antara 1-1,5 persen per bulan.

Tak ada batasan produk yang bisa dibeli menggunakan layanan Cicil. Namun, mengingat ada biaya tambahan yang harus kamu keluarkan, pastikan kamu hanya menggunakan layanan ini saat benar-benar perlu atau terdesak.

5. KTA Briguna Pendidikan dari Bank BRI

Berbeda dengan keempat jenis pinjaman untuk mahasiswa sebelumnya, KTA Briguna Pendidikan ditujukan khusus untuk mahasiswa S2 dan S3 yang telah berpenghasilan tetap. Pinjaman ini ditawarkan dengan bunga yang cukup rendah, yaitu 0,4-0,5 persen. 

KTA Briguna Pendidikan menawarkan pinjaman dengan maksimum plafon Rp 250 juta. Adapun, tenor pinjaman untuk mahasiswa S2 adalah hingga enam tahun dan 10 tahun untuk mahasiswa S3. 

Untuk mengajukan pinjaman, kamu harus punya surat rekomendasi dari perguruan tinggi, rekomendasi atasan tempat bekerja, serta menjadi nasabah payroll Bank BRI. 

6. Mandiri Kredit Pendidikan

Khusus untuk mahasiswa penerima program bantuan pendidikan miskin berprestasi (Bidikmisi) dari Universitas Gajah Mada, kamu bisa mengajukan pinjaman Mandiri Kredit Pendidikan. 

Pinjaman tanpa agunan untuk mahasiswa dari Bank Mandiri ini menawarkan limit pinjaman hingga Rp 75 juta, dengan tenor maksimal 10 tahun. 

Seperti KTA Briguna Pendidikan, Mandiri Kredit Pendidikan juga mematok bunga yang terhitung ringan, yaitu sekitar 6 persen per tahun atau 0,5 persen per bulan. 

Selain untuk mahasiswa penerima Bidikmisi, Mandiri Kredit Pendidikan juga bisa diajukan oleh mahasiswa yang memiliki usaha atau UKM berprestasi. 

Untuk mengajukan pinjaman, kamu bisa mendatangi kantor cabang Bank Mandiri terdekat dengan membawa kelengkapan persyaratan sebagai berikut:

  • Surat keterangan bidang kemahasiswaan
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi kartu keluarga
  • Fotokopi rekening tabungan Bidikmisi atau surat Bidikmisi, atau rekening bank untuk mahasiswa pengusaha
  • Surat pernyataan orangtua
  • Surat persetujuan skema angsuran

Untuk mendapatkan penyedia layanan pinjaman terbaik, jangan lupa bandingkan produk pinjaman, meliputi skema pembayaran, bunga, dan persyaratannya. 

(Baca: Pinjaman KTA BCA Vs KTA Mandiri, Mana Lebih Unggul?)

Sebagai contoh dari ulasan di atas, dapat diketahui bahwa pinjaman dari lembaga non perbankan punya persyaratan yang lebih mudah dipenuhi. Namun, pinjaman untuk mahasiswa dari lembaga perbankan mematok suku bunga pinjaman yang jauh lebih rendah. 

Sudah jadi rahasia umum biaya pendidikan di Indonesia sulit dijangkau bagi sebagian orang. Bahkan, dilansir dari CNBC, dari hasil survey yang dilakukan oleh HSBC, diketahui bahwa Indonesia menempati peringkat ke-13 sebagai negara dengan biaya pendidikan termahal di dunia.

pinjaman untuk mahasiswa tanpa jaminan

Fakta ini idealnya memberikan kesadaran bagi siapa pun untuk menyiapkan dana pendidikan sejak dini. Dengan begitu, dana yang dimiliki bisa mencukupi tanpa perlu mengambil pinjaman. 

Namun, jika terpaksa mengajukan pinjaman untuk pendidikan, perhitungkan penggunaan dana pinjaman serta rencana pengembalian dana agar tidak terkena masalah di kemudian hari. 

Terakhir, yang tak kalah penting, pastikan penyedia pinjaman untuk mahasiswa telah terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).