kta tanpa bi checking

KTA Tanpa BI Checking, Memangnya Aman?

KTA atau kredit tanpa agunan adalah salah satu jenis pinjaman yang populer karena berbagai kemudahan yang diberikan. Meski begitu, tetap ada sederet syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkannya.

Salah satu syarat itu adalah pemeriksaan riwayat kredit calon penerima KTA oleh Bank Indonesia, atau biasa disebut dengan BI checking atau Sistem Informasi Debitur (SID).

Calon peminjam kerap tersandung dalam hal BI checking ini, sehingga gagal mendapatkan KTA yang dibutuhkan. Tak mengherankan bila banyak yang mencari KTA tanpa BI checking demi menghindari kegagalan.

Mengingat pentingnya prosedur pemeriksaan oleh bank sentral ini, apakah ada KTA tanpa BI checking?

Jika pertanyaan ini diajukan berpuluh tahun silam, mungkin ada yang menjawab: rentenir. Ya, rentenir bisa memberikan kredit tanpa agunan tanpa repot-repot melakukan BI checking. Namun pinjaman rentenir alias bank plecit sangat berbahaya lantaran tak diatur dan diawasi oleh otoritas keuangan yang berwenang.

Kini pun masih ada rentenir, terutama di daerah-daerah. Namun ada alternatif untuk mendapatkan KTA tanpa BI checking, yakni penyedia KTA online. Perusahaan teknologi finansial (fintech) muncul bagai jamur di musim hujan sejak tahun 2010. Kemunculannya berbarengan dengan kemajuan teknologi, terutama Internet.

Orang-orang kini lebih gampang dalam memenuhi kebutuhan berkat Internet. Mau pesan ojek, bisa pakai aplikasi. Begitu juga pesan makanan dan beli ini-itu. Cari KTA pun bisa secara online.

(Baca: 5 Hal yang Harus Diwaspadai Saat Apply KTA Online)

Tapi ingat, meski menawarkan KTA tanpa BI checking, tidak semua perusahaan fintech itu aman. 

Ada juga yang berpotensi melakukan penyelewengan layaknya rentenir. Mungkin rentenir zaman dulu juga berusaha mengikuti perkembangan zaman dengan melebarkan sayapnya ke dunia Internet.

Tawaran KTA tanpa BI checking dari mereka kerap kali menggiurkan hingga membuat lupa diri. Begitu sadar terlilit utang karena bunga yang tinggi, baru menyesal.

Bagaimanapun, BI checking adalah prosedur yang penting dalam hal pemberian KTA. Prosedur ini tidak asal dibuat. Bahkan pihak peminjam termasuk diuntungkan oleh adanya pemeriksaan ini.

Apa Itu BI Checking

Setiap orang yang memiliki akun rekening di perbankan pasti tercatat di database Bank Indonesia. Begitu juga mereka yang pernah mengakses layanan pinjaman, baik itu dari bank maupun perusahaan pembiayaan (finance).

Data riwayat pinjaman itulah yang menjadi dasar BI checking, termasuk data tagihan kartu kredit. Di situ akan terlihat berapa besar pinjaman dan bagaimana pelunasannya.

Kalau pelunasan terus lancar, skor riwayat kredit bagus. Begitu pula sebaliknya.

Dulu skor riwayat kredit seseorang atau badan usaha bisa dilihat di situs Bank Indonesia. Tapi kini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyediakan fasilitas untuk melihat skor tersebut. Dengan nama Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), sistem yang dikelola OJK ini adalah sarana untuk mengetahui berapa skor kredit itu.

Skor atau rating BI checking terdiri atas lima golongan, yaitu:
1. Kolektabilitas 1 atau kredit lancar
2. Kolektabilitas 2 atau kredit dalam perhatian khusus (tunggakan 90 hari)
3. Kolektabilitas 3 atau kredit tidak lancar (tunggakan 120 hari)
4. Kolektabilitas 4 atau kredit diragukan (tunggakan 180 hari)
5. Kolektabilitas 5 atau kredit macet (tunggakan >180 hari)

Mekanisme untuk mengetahui skor itu bisa dilihat di situs OJK. Tidak ada biaya untuk melihat skor tersebut. Kamu juga bisa mengutus perwakilan, tapi dengan memberikan surat dan meterai.

Jika tak pernah menunggak pinjaman, kamu pasti masuk golongan 1. Golongan ini biasanya aman dan cenderung dikabulkan permohonan kreditnya. Adapun, mereka yang masuk golongan 3-5 hampir pasti gagal jika mengajukan permohonan KTA. Golongan 2 masih bisa, meski kemungkinannya kecil. 

Bank akan menolak permohonan nasabah yang masuk golongan 3-5 karena tak mau ambil risiko kredit macet. Bila terjadi kredit macet, arus keuangan bank tersebut akan bermasalah yang ujungnya akan mengganggu kegiatan operasional bank.

(Baca: Bahaya KTA tanpa Kartu Kredit yang Harus Dipahami)

Cara Menyiasati Jika Skor Buruk

Cara utama menyiasati KTA jika skor buruk adalah melunasi pinjaman yang masih tertunggak. Begitu kredit itu lunas, pasti permohonan KTA lancar.

Ada kemungkinan skor kamu masih buruk meski pinjaman sebelumnya sudah lunas. Dalam hal ini, kamu bisa menyurati OJK atau meminta penjelasan via telepon untuk memperbaiki peringkat skor. 

Selain itu, seperti disebutkan sebelumnya, ada alternatif KTA tanpa BI checking jika ternyata skor kamu buruk. Namun tak bisa sembarangan mencarinya. Harus mencari penyedia KTA yang benar-benar terpercaya. 

Salah satunya dengan mengecek daftar penyedia pinjaman online yang diawasi OJK. OJK memiliki daftar fintech yang selalu diperbarui secara rutin. Akan lebih aman mengakses KTA di perusahaan yang terdaftar di situ. 

Lihat dan teliti berapa bunga yang ditetapkan. Juga biaya-biaya yang menyertai, misalnya administrasi, provisi, hingga penalti. Jangan sampai tergiur bunga rendah tapi ada biaya penalti tinggi, misalnya denda diberlakukan secara harian jika cicilan terlambat dibayar.

KTA tanpa BI checking umumnya ditawarkan oleh pihak non-perbankan. Semestinya bunga diterapkan secara bulanan. Itu pun tidak boleh melanggar batas yang dipatok Bank Indonesia.

Sejatinya BI checking ada juga demi kepentingan nasabah. Jika kamu ngotot cari pinjaman baru sementara pinjaman lama belum lunas, itu sama saja menjerat leher sendiri. Utang bertambah, sementara upaya melunasinya bermasalah. Kamu mesti bijak dalam mencari pinjaman KTA agar tidak malah menambah beban.

(Baca: Sebelum Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Ketahui Dulu Fakta-Faktanya Ini)