Kredit usaha rakyat

Kredit Usaha Rakyat (KUR): Pinjaman Tanpa Agunan untuk Bisnis

Butuh tambahan modal usaha tapi belum memenuhi persyaratan sebagai peminjam di bank? KUR (kredit usaha rakyat) dapat menjadi solusinya. 

Para pelaku usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi atau UMKMK, bisa menikmati fasilitas pinjaman atau pembiayaan modal kerja dari pemerintah dengan bunga yang relatif lebih rendah dibanding jenis pinjaman lain. 

Sekalipun tanpa jaminan, rata-rata bunga KUR ditetapkan sebesar 7 persen per tahun. Ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan bunga kredit tanpa agunan (KTA) bank yang bisa mencapai hingga 30 persen per tahun. 

Dengan begitu, diharapkan usaha yang mandek bisa beroperasi dengan lancar kembali, tanpa memberatkan pelaku usaha.

Siapa saja yang berhak menerima KUR?

Pada dasarnya, KUR ditujukan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri, calon pekerja magang di luar negeri, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja, serta kelompok usaha bersama atau kelompok usaha lainnya. 

KUR dapat membantu pelaku UMKMK yang tidak memiliki agunan tambahan ataupun memenuhi persyaratan lain untuk pengajuan pinjaman di bank. Namun, pelaku UMKMK harus dapat memastikan bahwa usaha yang dijalani adalah usaha yang layak dan produktif.

Layak berarti memberikan laba bagi pelaku usaha, sehingga dapat membayar tagihan kepada lembaga pemberi KUR. Sementara, produktif berarti usaha yang dijalankan memproduksi barang atau jasa yang dapat memberikan nilai tambah atau meningkatkan pendapatan untuk pelaku usaha. 

Sektor usaha yang dijalani meliputi bidang pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, jasa keuangan simpan pinjam, hingga pembiayaan calon TKI di luar negeri. 

Plafon dan tenor pinjaman KUR

Nilai pinjaman yang ditawarkan oleh produk KUR tak tanggung-tanggung, yaitu hingga Rp 500 juta dengan jangka waktu pinjaman selama tiga tahun untuk pembiayaan modal kerja atau lima tahun untuk pembiayaan investasi. 

Namun, peminjam KUR dapat melakukan perpanjangan masa pinjam menjadi maksimum empat tahun untuk pembiayaan modal kerja dan tujuh tahun untuk pembiayaan investasi. 

Secara umum, KUR dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu KUR mikro, KUR ritel, serta KUR penempatan TKI. Tiap kelompok memiliki limit serta tenor pinjaman yang tentu saja berbeda. Berikut rinciannya:

1. KUR Mikro

  • Plafon pinjaman hingga Rp 25 juta.
  • Tenor pinjaman maksimal selama lima tahun.

2. KUR Ritel

  • Plafon pinjaman mulai dari Rp 25-500 juta.
  • Tenor pinjaman maksimal selama lima tahun.

3. KUR Penempatan TKI

  • Plafon pinjaman maksimal Rp 25 juta atau sesuai ketetapan pemerintah.
  • Tenor pinjaman maksimal tiga tahun.

Persyaratan dan cara pengajuan KUR

Saat ini, terdapat enam jenis penyalur KUR yang dapat diakses oleh masyarakat, di antaranya bank BUMN, bank pembangunan daerah (BPD), bank umum swasta, lembaga pembiayaan, koperasi, serta bank syariah. 

Tiap bank maupun penyedia fasilitas KUR punya ketetapan masing-masing dalam permohonan pengajuan KUR. Meski begitu, secara umum persyaratan yang ditetapkan tak jauh berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. 

Mau tahu apa saja yang harus dipenuhi agar dana KUR bisa dimiliki? Cek daftar persyaratannya, berikut ini:

Persyaratan pengajuan KUR

  1. Dokumen identitas diri berupa KTP atau kartu keluarga.
  2. Dokumen izin usaha, berupa SIUP (surat izin usaha), TDP (tanda daftar usaha), atau akte pendirian usaha
  3. Calon debitur tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan kartu kredit.
  4. Usaha telah berjalan minimal selama 6 bulan.
  5. Tidak memiliki kredit macet maupun masuk ke dalam blacklist debitur di OJK.
  6. Khusus untuk KUR dengan plafon pinjaman di atas Rp 25 juta, umumnya diperlukan agunan berupa tanah, bangunan, atau kendaraan bermotor dengan bukti kepemilikan berupa bukti hak milik atau BPKP (buku pemilik kendaraan bermotor).

Cara pengajuan KUR

JIka seluruh persyaratan di atas telah terpenuhi, kamu bisa langsung datang ke lembaga keuangan penyedia KUR atau kantor cabang bank penyedia KUR, seperti Bank BRI, Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank BTPN, dan lainnya.

Bank akan melakukan verifikasi dokumen. Jika lolos, pihak bank akan melakukan survei pada usaha yang kamu jalani untuk menilai kelayakan pemberian KUR. Jika usahamu dinilai memenuhi syarat, pengajuan KUR akan segera disetujui dan dalam hitungan hari, dana KUR akan kamu terima.

(Baca: 7 Pinjaman KTA Terbaik 2019, Bunga Mulai dari 0,68%)

Tips memilih bank penyedia KUR terbaik

Di tahun 2018, tercatat ada 41 lembaga penyalur KUR. Sebetulnya tak sulit memilih lembaga penyedia KUR yang tepat, sebab penetapan bunga, plafon, serta tenor pinjaman secara umum telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Meski begitu, terdapat beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan untuk memperoleh KUR terbaik. Setidaknya, pertimbangkan dua hal di bawah ini untuk mendapatkan fasilitas KUR terbaik.

Pertama, pastikan bunga KUR tak lebih dari 7 persen per tahun

Dilansir dari situs resmi KUR milik pemerintah, terhitung efektif sejak 1 Januari 2018 lalu, suku bunga KUR turun menjadi 7 persen per tahun dari 9 persen per tahun. Dan hingga saat ini belum ada perubahan mengenai suku bunga KUR tersebut. 

Oleh sebab itu, tiap penyalur KUR secara serempak mematok bunga KUR menjadi 7 persen. Meski begitu, masih terdapat beberapa bank yang menetapkan suku bunga di atas 7 persen. Sebagai calon debitur, kita perlu jeli mengenai hal ini agar tidak merasa dirugikan. 

Kedua, pilih bank yang membebaskan biaya administrasi dan provisi

Saat mengajukan pinjaman, suku bunga biasanya menjadi pertimbangan utama. Tapi, jangan lupa bahwa ada biaya-biaya lain yang menyertai. Oleh sebab itu, perhatikan juga biaya tambahan yang harus dipenuhi, seperti biaya administrasi dan biaya provisi.

Beberapa bank penyedia KUR mengenakan biaya administrasi dan biaya administrasi mulai dari 0,25-0,75 persen. Namun, tak sedikit pula bank yang membebaskan kedua biaya tersebut. Salah satunya adalah Bank BRI. 

Tips agar pengajuan KUR mudah disetujui

Masyarakat memang berhak mendapatkan fasilitas KUR untuk membantu masalah permodalan usaha yang dimiliki. Namun, tetap saja tak ada jaminan pengajuan KUR pasti akan disetujui. 

Biar bagaimana pun, penyalur dana KUR sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus memastikan debitur KUR memang layak mendapatkan pinjaman. Salah-salah, penyaluran dana KUR jadi tak tepat sasaran.

Nah, untuk meningkatkan kemungkinan pengajuanmu diterima oleh bank atau lembaga penyalur KUR lainnya, empat tips pengajuan KUR ini tak boleh diabaikan.

  1. Jika memiliki tagihan utang lain, pastikan pembayaran cicilan tidak tersendat apalagi sampai terjadi kredit macet. Ini akan menjadi pertimbangan utama bank dalam menilai kelayakanmu menerima pinjaman.
     
  2. Biasanya bank juga akan meminta laporan catatan rekening atau rekening koran calon debitur. Usahakan catatan rekening menunjukkan pemasukan setidaknya dalam enam bulan terakhir.
     
  3. Miliki laporan keuangan, termasuk catatan arus kas dan omzet usaha secara lengkap dan teratur. Laporan ini dapat menjadi acuan bank dalam menilai potensi usaha yang kamu jalani.
     
  4. Sesuaikan kebutuhan tambahan modal dengan aktivitas usaha yang dijalani. Untuk itu, lakukan perhitungan dengan cermat, sebab jika tambahan modal yang diajukan tidak sesuai dengan kegiatan usaha, kemungkinan besar pengajuan KUR akan ditolak.

Bagaimana jika pengajuan KUR ditolak? Jika hal tersebut terjadi padamu, tak perlu langsung berkecil hati. Kamu masih bisa mencoba mengajukan pinjaman di lembaga penyalur KUR lainnya. 

(Baca: Cari Modal Usaha Selain KTA, Ini Solusinya)

Misalnya, pengajuan KUR di bank Mandiri ditolak, tidak menutup kemungkinan pengajuan yang sama bisa diterima di bank BRI. 

Namun, jika pengajuan KUR tetap berakhir dengan penolakan, sebaiknya evaluasi kembali kondisi keuangan maupun kondisi usaha yang dijalani. Pastikan kedua hal tersebut memang telah memenuhi persyaratan yang berlaku dan layak mendapatkan dana pinjaman. 

Selamat mencoba!