modal-usaha

Cari Modal Usaha Selain KTA, Ini Solusinya

Modal usaha kerap menjadi batu sandungan buat calon wirausahawan baru. Ide dan tenaga yang terkumpul menjadi sia-sia jika modal usaha tak ada.

Satu solusi yang kerap diambil adalah mencari kredit tanpa agunan alias KTA untuk modal usaha. KTA merupakan layanan pinjaman yang tak memerlukan agunan atau jaminan. Aslinya layanan ini disediakan oleh bank.

KTA biasanya cair dalam hitungan hari. Apabila syarat komplet, bahkan dalam 1 x 24 jam permohonan KTA bisa disetujui. Tapi prosedur pencairan KTA tak bisa dikatakan longgar, terutama KTA dari bank.

Memang, hanya dengan kartu tanda penduduk dan berkas dokumen lain, seseorang bisa mendapatkan pinjaman itu. Dana yang cair pun bisa digunakan untuk apa saja, termasuk untuk modal usaha.

Meski begitu, mengandalkan KTA sebagai pinjaman untuk modal usaha bisa berakhir tidak menyenangkan ketika permohonan ditolak. Penolakan ini bisa disebabkan oleh beragam alasan, di antaranya:

- Syarat tidak lengkap
- Tidak lolos verifikasi
- Tidak lolos pemeriksaan skor kredit dari Bank Indonesia (BI checking)

Buat kamu yang pernah punya masalah utang, terutama dari bank, kemungkinan besar penolakan itu terjadi karena tidak lolos BI checking. Misalnya masih ada tanggungan utang kartu kredit.

Bank Indonesia memiliki data tentang kredit nasabah bank di seluruh Indonesia. Bank-bank akan menggunakan data itu untuk menentukan layak-tidaknya seseorang menerima pinjaman dana dari mereka.

Jika tidak ditemukan riwayat kredit bermasalah, permohonan KTA pasti akan diterima. Sebaliknya, jika pernah punya persoalan utang, bank pasti tak mau ambil risiko memberikan pinjaman. Walhasil, KTA ditolak.

Tidak ada yang mau mengalami penolakan. Apalagi penolakan permohonan pinjaman untuk modal usaha. Niat buka usaha sendiri bisa sirna seketika.

(Baca: Cari Sumber Dana untuk Modal Usaha? Ini 5 Pilihannya)

KTA untuk Modal Usaha? Bisa Berbahaya Lho

Namun penolakan KTA bisa jadi justru harus disyukuri. KTA untuk modal usaha bisa berbahaya jika diambil sembarangan. Karakter KTA yang gampang didapatkan bisa membuat orang asal mengambilnya tanpa memperhitungkan hal-hal penting, seperti berapa bunganya dan bagaimana cara pelunasannya.

Bila hendak mengambil pinjaman untuk modal usaha berupa KTA, ada beberapa poin yang wajib dibandingkan. Poin-poin tersebut, antara lain:

- Status penyedia KTA (harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, yang merupakan pengawas industri finansial Indonesia)
- Bunganya berapa dan dikenakan per apa, apakah per hari, per minggu, atau per bulan
- Bagaimana sistem dendanya
- Bagaimana metode pembayarannya, apakah bisa via transfer atau datang langsung
- Apa ada biaya administrasi, berapa besarnya

Karena tanpa agunan, bunga KTA umumnya lebih tinggi dibanding jenis pinjaman lain yang menggunakan jaminan. Di titik inilah KTA bisa berbahaya jika dijadikan modal usaha. 

Karena menjadi modal usaha, dana KTA berisiko langsung lenyap. Sebab, penghasilan dari usaha itu ditentukan oleh beragam faktor. Dan tidak tertutup kemungkinan usaha tersebut merugi sehingga pelunasan KTA terganggu, bahkan macet.

Walhasil, bunga menggunung hingga melebihi pokok pinjaman. Ujungnya adalah aset yang ada disita sebagai ganti pembayaran pinjaman yang tertunggak.

KTA juga bisa berbahaya jika penyedianya ternyata berbuat seenaknya. Biasanya KTA seperti ini berasal dari perusahaan financial technology alias fintech berbasis aplikasi atau situs Internet yang menyediakan produk finansial berupa pinjaman.

(Baca: 7 Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair Tanpa Ribet)

Makanya mesti pastikan dulu platform KTA itu terdaftar di OJK. Bila tidak, mereka rentan menggunakan aturan sendiri. Misalnya bunga ditentukan seenak perut, penagihan menggunakan kekerasan, hingga pencurian identitas pemohon pinjaman.

Selain itu, pastikan juga kamu sudah membandingkan produk-produk KTA di situs perbandingkan seperti www.gobear.com/id. Dengan begitu, pinjaman KTA yang kamu pilih sudah pasti merupakan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Alternatif Pinjaman untuk Modal Usaha

Untungnya ada alternatif KTA untuk modal usaha di era Internet seperti sekarang. Namanya crowdlending. Crowdlending adalah upaya mengumpulkan dana pinjaman dari netizen lewat situs Internet, antara lain untuk modal usaha atau pengembangan usaha. Seperti KTA, tak diperlukan agunan atau jaminan untuk mengakses pinjaman ini.

Situs crowdlending di Indonesia, antara lain Modalku, Koinworks, Investree, dan GandengTangan. Adapun yang terkenal dari luar negeri adalah KickStarter dan Indiegogo. Crowdlending sebagai alternatif KTA menawarkan sederet kelebihan, seperti:

- Bunga kompetitif
- Syarat mudah
- Semua proses lewat online
- Biaya minim, bahkan nihil
- Tak ada BI checking
- Potensi mendapatkan dana lebih besar

Demi mendapatkan pinjaman untuk modal usaha dari crowdlending, kamu harus menyusun proposal usaha dulu. Proposal ini mengenai usaha yang akan dijalankan dan ditawarkan pendanaannya lewat situs crowdlending.

Karena itu, proposal harus dibuat sedetail dan semenarik mungkin. Tak perlu ada hitung-hitungan njelimet. Yang penting ada jenis usaha, manajemen, tujuan usaha, hingga strategi untuk menarik pasar.

Proposal mesti di-upload ke situs crowdlending, lengkap dengan kebutuhan modal yang ditargetikan. Nantinya proposal itu akan ditampilkan di halaman situs dan disebar via media sosial oleh penyedia platform crowdlending. Agar menjangkau publik lebih luas, kamu juga bisa ikut menyebarkannya secara pribadi.

Pinjaman untuk modal usaha dari crowdlending relatif lebih baik dari segi keamanan. Terutama jika melihat dari sisi risiko pencurian identitas. 

Tapi modal usaha dari mekanisme ini juga punya kelemahan. Kamu harus melek Internet untuk mengaksesnya. Selain itu, ada risiko besar dana pinjaman tak sesuai dengan target. Semuanya tergantung poin plus yang ditawarkan ide usahamu.

Yang pasti, baik KTA maupun pinjaman dari crowdlending harus dilunasi. Jadi keduanya harus dipikirkan masak-masak dulu sebelum diambil.