Pinjaman tanpa BI checking

Aman, Ini 5 Rekomendasi Pinjaman Tanpa BI Checking

Mencari pinjaman tanpa BI checking karena pengajuan ditolak bank? Kira-kira aman gak yah?

Gara-gara punya tunggakan kartu kredit lebih dari lima bulan, Mira jadi sulit mendapatkan pinjaman dari bank. Wajar saja, skor kredit yang buruk membuat Mira tak lolos BI checking.

Skor kredit yang buruk juga dapat menjadi tanda bahwa Mira punya kendala dalam membayar tagihan dari pinjaman-pinjaman sebelumnya atau dengan kata lain, ia tidak mampu membayar tagihan yang ia punya dengan baik. 

Jika seperti itu kondisinya, penyedia pinjaman pasti enggan mencairkan kredit baru untuk Mira.

Bagi penyedia pinjaman, terutama bank, reputasi kredit calon debitur adalah salah satu pertimbangan utama dalam menyetujui pencairan kredit. 

Pemeriksaan reputasi kredit calon debitur inilah yang dinamakan BI checking atau Sistem Informasi Debitur (SID). Saat ini, SID telah dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nama SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK. 

Pemberi pinjaman perlu menghitung risiko dari setiap dana pinjaman yang dikucurkan kepada calon debitur. Jika calon debitur dinilai tidak memiliki kemampuan untuk membayar tagihan, bank tentu tak mau mengambil risiko kredit macet yang bisa berdampak buruk pada arus keuangan bank.

Jika skor kredit  buruk, sekalipun pengajuan pinjaman disetujui, tingkat bunga yang dibebankan jadi lebih tinggi. Hal ini untuk mengantisipasi risiko kerugian yang mungkin dialami penyedia pinjaman jika debitur gagal bayar.

Lalu, bagaimana jika riwayat kredit terlanjur buruk padahal kamu sedang butuh dana mendesak?

Kalau pinjaman rentenir atau pinjaman abal-abal sih tak perlu dibahas. Jika tergoda menggunakan layanan mereka, sama saja cari masalah baru.

Tentunya kamu ingin meminjam dana di tempat resmi dan legal sehingga tak terjerat bunga yang tanpa aturan, bukan?

Saat ini, beberapa perusahaan financial technology atau fintech menawarkan pinjaman tanpa BI checking. Namun, bukan berarti pengajuan pinjaman tidak melewati proses analisa kredit sehingga pasti lolos. Penyedia pinjaman tanpa BI checking memiliki analisa skor kredit sendiri untuk menyeleksi kelayakan calon debiturnya.

KTA tanpa BI checking 

Berikut ini lima fintech yang tawarkan KTA tanpa Bi checking.

1. Modalku

Modalku adalah fintech yang menawarkan pinjaman khusus untuk UKM melalui peer-to-peer lending. Jika kamu membutuhkan modal usaha untuk mengembangkan UKM yang kamu kelola, kamu dapat mengajukan pinjaman melalui situs Modalku ini. 

Nantinya, dana pinjaman akan diberikan melalui metode crowdfunding alias patungan oleh para pemberi pinjaman. Pinjaman ditawarkan mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 miliar dengan tenor pinjaman 3 hingga 24 bulan. 

Syarat pengajuan pinjaman di Modalku:

  1. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
  2. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya
  3. Berusia 21-60 tahun
  4. Usaha dapat berupa PT, CV, atau perorangan
  5. Omzet bisnis tercatat di rekening bank, minimal Rp 20 juta per bulan

Modalku mengenakan bunga pinjaman mulai dari 12 hingga 24 persen per tahun. Selain bunga, terdapat biaya administrasi sebesar 3 persen dari jumlah pinjaman yang disetujui.

2. Tunaiku

Tunaiku menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp 2 hingga Rp 20 juta dengan tenor mulai dari 6 hingga 20 bulan. 

Pinjaman akan dikenakan bunga sebesar 3 persen flat per bulan dan biaya administrasi sebesar Rp 540 ribu. Sementara jika terlambat membayar angsuran, kamu akan dikenakan biaya keterlambatan sebesar Rp 100 ribu dan bunga keterlambatan 0,16 persen per hari.

Syarat pengajuan pinjaman di Tunaiku:

  1. Usia 21-55 tahun
  2. WNI
  3. Memiliki rekening bank
  4. Bekerja atau berpenghasilan (pekerja swasta dan PNS)
  5. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Denpasar, dan Makassar.

3. Koinworks

KTA tanpa BI checking selanjutnya bisa kamu dapatkan di fintech peer-to-peer lending, Koinworks. Berbeda dengan Modalku, Koinworks menyediakan tiga jenis pinjaman, yaitu pinjaman bisnis, pendidikan, dan kesehatan. 

Koinworks menawarkan plafon pinjaman hingga Rp 2 miliar dengan tenor 6-24 bulan. Pinjaman akan dikenakan bunga mulai dari 0,75 hingga 1,67 persen per bulan.

Syarat umum pengajuan pinjaman di Koinworks:

  1. Memberitahu tujuan pinjaman
  2. KTP
  3. Mutasi rekening selama tiga bulan terakhir
  4. Bukti pendapatan atau gaji

4. Pendanaan

Pendanaan atau Dana Cepat menawarkan pinjaman dengan plafon hingga Rp 1 juta dengan tenor 7 sampai 30 hari. Tidak seperti produk pinjaman sebelumnya, pembayaran pinjaman dilakukan sekaligus dalam satu kali pelunasan.

Setiap pinjaman di Dana Cepat akan dikenakan biaya layanan sebesar 0,2 persen per hari, biaya ketetapan risiko Rp 14-60 ribu, biaya administrasi Rp 13.400-57.500, biaya penagihan Rp 11.600-50.000, dan biaya proses data Rp 13.400-57.500.

Syarat pengajuan pinjaman:

  • Usia 18-50 tahun
  • Slip gaji
  • KTP

5. Akulaku

Selain menawarkan produk kredit instan untuk berbelanja tanpa menggunakan kartu, Akulaku juga memiliki fitur KTA Kilat dengan plafon hingga Rp 2 juta dan periode pinjaman hingga 30 hari. Pengajuan KTA dapat dilakukan dengan mudah dalam hitungan menit melalui aplikasi Akulaku.

Syarat pengajuan pinjaman:

  • Informasi pekerjaan
  • Foto NPWP atau SIUP (bagi pengusaha)/ rekening koran/ screenshot profile bagi pengemudi transportasi online.

Pahami risikonya

Pinjaman tanpa BI checking sekilas memang tampak mengoda. Prosesnya terbilang mudah dan pencairan dananya pun terhitung cepat. Meski begitu, jangan lupa perhitungkan bunga dan biaya lainnya yang menyertai pinjaman. 

Perlu diingat bahwa saat ini banyak sekali jasa penyedia KTA online ilegal alias rentenir online. Jika terpaksa menggunakan layanan KTA tanpa BI checking, pastikan perusahaan fintech terkait telah terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK. Untuk memastikan kamu tak terjerat KTA bodong, kamu bisa mengeceknya di sini.

Di sisi lain, meski terkesan menyulitkan, persyaratan BI checking saat mengajukan pinjaman sebetulnya dapat menyelamatkanmu. Sebab, pemeriksaan ini juga dapat menjadi parameter kemampuanmu menambah pinjaman atau utang baru. Ingat, berutang di luar kemampuan hanya akan menambah masalah.

(Baca: Butuh Dana? Ini 4 Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba)

Jangan lupa, perbaiki skor kredit yang buruk

Sekalipun akhirnya kamu berhasil mengambil KTA tanpa BI checking, sebaiknya tetap upayakan perbaiki riwayat atau skor kreditmu. Caranya?

Pertama, tentu kamu harus melunasi semua pinjaman yang tertunggak terlebih dulu. Lalu jika mengalami kesulitan finansial, cobalah bernegosiasi dengan bank dan utarakan kondisimu. 

Jika sudah tak ada utang di bank, namun skor kredit belum membaik, kamu bisa menghubungi OJK untuk meminta perbaikan peringkat skor kredit. 

Agar kondisi keuanganmu tetap sehat, sebaiknya jangan menambah pinjaman baru jika masih punya tunggakan utang. Apalagi sampai nekat mengambil pinjaman tanpa tahu bagaimana melunasinya. Sebaliknya, buatlah rencana pelunasan utang sebelum mengajukan pinjaman. 

Hati-hati juga dalam memilih pinjaman uang tanpa agunan. Jangan asal pilih yang mudah dan cepat, tapi lihat juga bunga dan biaya-biaya yang dikenakan agar kamu sanggup melunasinya.

(Baca: 8 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini akan Kamu Sesali di Hari Tua)

Ingat, jangan sepelekan yang namanya utang. Jika tak hati-hati, utang dapat menghancurkan masa depan finansialmu lho. Pastinya tak ingin kan masa tua dibayangi oleh utang yang belum lunas?