Pinjaman jaminan sertifikat rumah

9 Bank Penyedia Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Terpercaya

Ada banyak cara mendapatkan dana pinjaman dalam jumlah besar. Salah satunya adalah dengan mengajukan pinjaman jaminan sertifikat rumah. Umumnya, bank menawarkan pinjaman beragunan rumah dengan limit tak terbatas, selama tidak melebihi nilai rumah yang diagunkan. 

Selain itu, bank menilai rumah atau properti sebagai jaminan paling berharga. Oleh sebab itu, peluang pengajuan pinjaman jaminan sertifikat rumah buat disetujui lebih besar dibandingkan agunan lainnya.

Tapi, tunggu dulu. Mengingat rumah merupakan aset yang berharga, menjadikan rumah sebagai agunan juga berisiko. Risiko yang paling besar adalah rumah berpindah tangan alias disita penyedia pinjaman karena tak mampu bayar cicilan.

Ini bisa terjadi bukan hanya karena debitur yang tak berkomitmen melunasi utang, tapi bisa juga karena penyedia pinjaman yang nakal memainkan bunga kredit, sehingga debitur kewalahan. 

9 Pinjaman jaminan sertifikat rumah terpercaya di Indonesia

Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

Penting banget buat memastikan lembaga penyedia pinjaman aman dan terpercaya. Untuk itu, GoBear Indonesia punya sembilan rekomendasi bank penyedia pinjaman multiguna beragunan sertifikat rumah yang bisa dipilih. 

Cek daftar lengkapnya di bawah ini.

1. BNI Griya Multiguna 

BNI Griya Multiguna merupakan fasilitas kredit dari bank BNI dengan agunan properti siap huni, seperti rumah atau apartemen. 

Nasabah dapat mengajukan pinjaman BNI Griya Multiguna atas nama pemohon maupun pasangan pemohon, selama tak ada perjanjian pisah harta. 

BNI Griya Multiguna mematok limit pinjaman hingga Rp 5 miliar dengan jangka waktu kredit yang cukup lama, yaitu hingga 25 tahun. Adapun, bunga pinjaman yang ditawarkan mulai dari 6,75 persen per tahun atau sekitar 0,56 persen per bulan.

Bunga dan biaya pinjaman:

  • Bunga pinjaman: 6,75 persen per tahun
  • Biaya provisi: 1 persen dari maksimal kredit
  • Biaya administrasi: Rp 500 ribu
  • Biaya lainnya, meliputi premi asuransi, biaya appraisal dan notaris

2. Home Suite dari Bank Standard Chartered

Home Suite merupakan produk pinjaman dari Bank Standard Chartered yang bisa digunakan untuk pembelian hunian impian, pengalihan KPR (kredit pemilikan rumah) atau KPA (kredit pemilikan apartemen) dari bank lain, hingga modal usaha dan keperluan lainnya.

Bunga dan biaya pinjaman:

  • Bunga pinjaman: mulai dari 8 persen per tahun
  • Biaya provisi: 1 persen dari plafon pinjaman
  • Biaya administrasi: Rp 250 ribu
  • Biaya penilaian jaminan: Rp 1,32 juta
  • Biaya pelunasan dipercepat: 2 persen dari sisa pagu kredit 
  • Denda keterlambatan: 2 persen dari cicilan per bulan
  • Biaya lainnya meliputi, premi asuransi, notaris

3. Kredit Multiguna Bank Mandiri

Bukan cuma fasilitas kredit tanpa agunan alias KSM (Kredit Serbaguna Mandiri), Bank Mandiri juga punya produk pinjaman multiguna yang bisa diajukan untuk beragam keperluan.

Misalnya, pembiayaan pengambilalihan kredit dari KPR multiguna bank lain, atau penambahan limit kredit alias top up pinjaman yang sudah berjalan.

Pinjaman jaminan sertifikat rumah dari Bank Mandiri ini mematok suku bunga pinjaman sebesar 14,25 persen per tahun atau sekitar 1,2 persen per bulan. Nasabah dapat mengajukan pinjaman dengan tenor maksimal selama 10 tahun.

Bunga dan biaya pinjaman:

  • Bunga pinjaman: 14,25 persen
  • Biaya administrasi: Rp 500 ribu
  • Biaya provisi: 1 persen dari limit pinjaman
  • Biaya lainnya, meliputi premi asuransi, taksiran agunan, notaris, biaya balik nama, dan biaya pengikatan agunan

4. BCA KPR Refinancing 

BCA KPR Refinancing merupakan pinjaman beragunan sertifikat rumah yang ditujukan khusus untuk kebutuhan konsumtif, seperti biaya sekolah, travelling, belanja, biaya rumah sakit ataupun dana tambahan renovasi rumah. 

Dengan begitu, dana pinjaman BCA KPR Refinancing tak bisa digunakan untuk modal usaha atau keperluan produktif lainnya.

BCA KPR Refinancing menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp 250 juta hingga Rp 10 miliar dengan tenor maksimal 20 tahun. 

Bunga dan biaya pinjaman:

  • Bunga pinjaman: 11,5 per tahun
  • Biaya pengajuan KPR: 5-7 persen dari limit pinjaman. Biaya ini terdiri dari administrasi pinjaman, asuransi jiwa, biaya notaris, biaya provisi, dan biaya appraisal.

5. Pembiayaan iB Muamalat Multiguna

Layanan pembiayaan iB Muamalat Multiguna merupakan produk pinjaman keperluan konsumtif berbasis syariah dari Bank Muamalat. 

Menggunakan prinsip syariah, pembiayaan iB Muamalat Multiguna tidak mematok bunga pinjaman. Selain itu, angsuran pinjaman bersifat tetap hingga lunas, sesuai kesepakatan di awal perjanjian. 

Pinjaman beragunan rumah dari Bank Muamalat ini dapat diajukan bersama oleh pasangan suami istri dengan gabungan penghasilan bulanan keduanya sebagai sumber angsuran yang diakui secara bersama. 

6. Mega Guna dari Bank Mega

Mega Guna merupakan pinjaman dari Bank Mega untuk berbagai keperluan yang tak bisa dibiayai KPR atau KKB (Kredit kendaraan bermotor). 

Dengan kata lain, pinjaman ini bisa digunakan untuk pembelian peralatan elektronik, biaya pendidikan, pesta perkawinan, serta keperluan lainnya. 

Plafon pinjaman yang diberikan dapat mencapai 60 persen dari nilai taksiran agunan, dengan tenor hingga 10 tahun. 

Artinya, jika nilai rumah yang dijadikan jaminan sebesar Rp 700 juta, maka limit pinjaman yang didapatkan bisa mencapai Rp 420 juta. Dengan catatan, maksimal rasio utang yang dimiliki tak melebihi 35 persen dari penghasilan debitur.

Bunga dan biaya pinjaman:

  • Biaya provisi: minimal 1 persen dari plafon pinjaman
  • Biaya administrasi: sesuai ketetapan kantor cabang terkait
  • Biaya premi asuransi: sesuai ketentuan perusahaan asuransi rekanan
  • Biaya lainnya, meliputi jasa notaris, biaya appraisal, dan biaya materai

7. KPR Griya Monas dari Bank DKI

Pada dasarnya, KPR Griya Monas dari Bank DKI ditujukkan untuk membeli properti seperti rumah, ruko, atau kantor. Meski begitu, dana pinjaman jaminan sertifikat rumah ini juga bisa digunakan untuk kebutuhan konsumtif lain, seperti dana renovasi.

KPR Griya Monas memiliki bunga pinjaman mulai dari 10,5 persen per tahun dengan tenor pinjaman hingga 20 tahun. 

Pinjaman jaminan sertifikat rumah

8. DBS Home Loan

Bank DBS menyediakan produk pinjaman beragunan sertifikat rumah yang dikenal dengan DBS Home Loan. Pinjaman ini punya bunga yang cukup kompetitif yaitu, mulai dari 6,85 persen per tahun. Nasabah bisa mengajukan pinjaman DBS Home Loan dengan limit hingga Rp 20 miliar. 

Bunga dan biaya pinjaman:

  • Bunga pinjaman mulai dari 6,85 persen
  • Biaya administrasi kredit mulai dari Rp 500 ribu
  • Biaya provisi: 1 persen dari plafon kredit
  • Biaya tahun kedua dan berikutnya: Rp 50 ribu
  • Biaya appraisal: Rp 1,32 juta
  • Biaya asuransi jiwa dan asuransi kebakaran serta biaya notaris sesuai ketentuan rekanan bank
  • Biaya penalti pelunasan awal: 2 persen dari pinjaman yang dilunasi
  • Denda keterlambatan: 0,15 persen per hari

9. Kredit Multiguna (KMG) MNC

Tak jauh berbeda dari produk pinjaman sebelumnya, Bank MNC menawarkan kredit multiguna alias KMG dengan tenor 10 tahun. Pinjaman KGM MNC ini mematok bunga mulai dari 1 persen per bulan. Namun, pinjaman ini hanya bisa diajukan bagi nasabah yang memiliki properti di kawasan Jabodetabek. 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai KMG MNC, silakan kunjungi lokasi kantor cabang terdekat atau hubungi layanan perbankan MNC melalui telepon di nomor 1500 188.

Selain terpercaya, pertimbangan lain dalam memilih produk pinjaman adalah suku bunganya. Semakin ringan, tentunya semakin baik. Eits, tapi jangan cuma berfokus kepada angka bunga yang kecil. Perhatikan pula mekanisme penerapan bunga biar tidak terkecoh iming-iming bunga ringan.

(Baca: Pilihan KTA untuk Ibu Rumah Tangga, Tanpa Jaminan!)

Umumnya, bunga pada pinjaman jaminan sertifikat rumah hanya bersifat tetap pada beberapa tahun pertama pinjaman. Misalnya, bank A mematok bunga kredit 6 persen pada tiga tahun pertama, sisanya menggunakan perhitungan bunga floating sesuai BI rate. Bisa tetap 6 persen atau melambung hingga di atas 10 persen. Sedangkan, bank B mematok bunga kredit 6,5 persen untuk lima tahun pertama.

Untuk jangka pendek, penawaran bank A terlihat menarik. Tapi, untuk jangka panjang bank B bisa jadi lebih menguntungkan. 

Terakhir dan tak kalah penting, jangan mentang-mentang pinjaman jaminan sertifikat rumah relatif gampang disetujui kredit, kamu jadi seenaknya meminjam tanpa perhitungan. 

Biasanya, bank memberikan limit pinjaman mulai dari 60-80 persen nilai taksiran agunan. Tapi,  sekalipun pihak kredit menawarkan nilai pinjaman lebih besar dari yang diajukan, jangan buru-buru tergiur. Ambil pinjaman sesuai kebutuhan biar kondisi keuangan selalu aman.