kredit tanpa agunan

6 Biaya Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang Wajib Diketahui

Kredit tanpa agunan (KTA) menjadi pilihan banyak orang saat membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan. Persyaratannya cukup mudah dan prosesnya pun cepat, tak heran banyak yang tergoda mengajukan.

Apalagi, kini perusahaan financial technology alias fintech yang menawarkan KTA online kian menjamur. Tawaran dana pinjaman lekas cair dalam hitungan jam, sulit ditolak bagi mereka yang kehabisan dana. Bermodalkan ponsel dan Internet, dana segar bisa langsung didapat.

Saat berbicara soal pinjaman, tingkat bunga adalah hal yang pertama kali jadi pertimbangan. Bank maupun penyedia layanan pinjaman tanpa jaminan pun bersaing memberikan KTA dengan diskon bunga atau tawaran bunga ringan.

Tapi, benarkah KTA bunga ringan pasti menguntungkan?

Jangan salah, pinjaman tanpa jaminan dengan bunga kecil juga bisa membuat kamu terkejut saat bayar tagihan. 

Faktanya, bunga bukanlah satu-satunya beban biaya yang harus dibayar debitur ketika mengajukan KTA. Tanpa disadari, terdapat biaya-biaya tambahan lainnya yang tak kalah mencekik dari bunga. Setelah pinjaman berjalan, baru deh terasa beratnya membayar angsuran.

Oleh sebab itu, saat berencana mengambil KTA, pastikan kamu juga memahami dan menghitung enam biaya di bawah ini:

1. Biaya provisi

Dana tunai yang didapatkan dari pencairan pinjaman tanpa jaminan tidak akan sama nilainya dengan plafon pinjaman yang diajukan. Pinjaman akan dipotong biaya provisi sebagai imbalan balas jasa debitur kepada bank atau lembaga pembiayaan lainnya. 

Biaya provisi umumnya sebesar 2 hingga 3,5 persen, tergantung kepada ketentuan bank terkait dan hanya dikenakan satu kali pada tahun pertama pinjaman. 

Contoh: jika kamu meminjam sebesar Rp 10 juta, dana yang akan masuk ke rekening jadi sebesar Rp 9,65 hingga Rp 9,8 juta. Namun, perhitungan bunga tetap berdasarkan pokok pinjaman, yaitu Rp 10 juta. 

2. Biaya administrasi

Beberapa bank menggabungkan biaya provisi dengan biaya administrasi. Namun, ada pula penyedia pinjaman yang memisahkan kedua biaya ini. 

Contohnya, pada KTA BNI yang menyertakan biaya provisi mencapai 1,5 persen dari total pinjaman, serta biaya administrasi senilai Rp 100 ribu yang disetorkan satu kali setelah pengajuan disetujui.

3. Biaya asuransi

Tahukah kamu bahwa bukan cuma harta, utang juga diwariskan ke ahli waris? Artinya, jika debitur meninggal dunia saat masih memiliki sisa angsuran, ahli waris yang diminta untuk melunasi pinjaman. Sebab, bank tak mau mengambil risiko kredit gagal bayar, sekalipun dengan alasan kematian.

Sebagai alternatif solusi, bank akan menawarkan opsi atau bahkan mewajibkan penyertaan asuransi pinjaman. Dengan asuransi ini, jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada debitur, sisa pinjaman tak akan ditagihkan pada ahli waris debitur, melainkan dilunasi oleh perusahaan asuransi.

4. Biaya tahunan

Pada tahun kedua dan seterusnya dari periode pinjaman, kamu akan dikenakan biaya tahunan. Besar biaya tahunan bervariasi tergantung nilai pinjaman dan kebijakan bank terkait. Umumnya sebesar Rp 50 hingga Rp 70 ribu per tahun.

Pembayaran biaya tahunan biasanya akan ditambahkan pada pembayaran angsuran pada bulan ke-13, bulan ke-25, dan selanjutnya. Namun, ada pula bank yang membebaskan biaya tahunan. 

5. Biaya pelunasan dipercepat

Melunasi utang KTA sebaiknya dilakukan tepat waktu. Tidak lebih cepat apalagi terlambat. Sebab, jika melunasi sebelum jatuh tempo, bank akan mewajibkan biaya pelunasan dipercepat alias biaya penalti sebesar 5-8 persen dari sisa pinjaman dan total biaya lainnya.

Sebagai contoh, kamu ingin melunasi utang sebelum jatuh tempo saat sisa angsuran masih ada  Rp 5 juta. Biaya penalti yang ditetapkan bank penyedia pinjaman sebesar 7 persen. Jika sisa angsuran ditambah dengan bunga berjalan dan biaya tambahan lainnya menjadi Rp 5,3 juta, maka biaya penalti yang harus kamu bayar adalah sebesar: Rp 5,3 juta x 7% = Rp 371 ribu

Dengan begitu, pinjaman yang harus dilunasi menjadi Rp 5,671 juta.

6. Denda keterlambatan

Jika terlambat membayar angsuran, biaya yang harus dibayar tentu jadi lebih besar. Jangan kaget, meski besarannya bervariasi, tetap saja angkanya lumayan bisa bikin nyesek. 

Contohnya, KTA DBS mengenakan denda keterlambatan minimum Rp 250 ribu atau 6 persen dari angsuran bulanan per keterlambatan. Sementara, KTA Danamon mengenakan biaya keterlambatan sebesar 0,25 persen per hari dari total sisa angsuran. 

Itulah enam biaya yang harus kamu perhitungkan sebelum mengambil kredit tanpa agunan. Namun, perlu diketahui setiap bank punya kebijakan masing-masing dalam penetapan biaya tersebut.  

Selain enam biaya di atas, masih ada biaya tambahan lain, seperti biaya transfer pencairan dana, biaya materai, hingga biaya transportasi jika proses pengajuan dilakukan di kantor cabang bank. Meski nilainya tampak tak seberapa, jika dijumlahkan tetap saja bisa membuat isi dompet tak aman. 

Untuk mendapatkan kredit tanpa agunan terbaik untukmu, berikut ini lima hal yang harus kamu pertimbangan.

Tips memilih kredit tanpa agunan (KTA)

1. Perhatikan ketentuan bunga

Pastinya pilih bunga yang paling rendah. Tapi, jangan terpaku pada angkanya saja. Perhatikan pula ketentuan dan cara perhitungan bunga yang dikenakan pada tiap angsuran. 

Secara umum, perbankan Indonesia menggunakan tiga jenis bunga pinjaman, yaitu bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. 

Jika jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulan bernilai tetap sampai jangka waktu kredit berakhir, artinya pinjaman tersebut menggunakan bunga flat. 

Jenis bunga ini paling mudah untuk dihitung, namun cukup menguras kantong. Sebab, berapa pun angsuran yang telah kamu bayar, besar biaya bunga tetap tidak berubah.

Berbeda dengan bunga efektif yang menghitung bunga dari sisa pokok kredit. Dengan begitu, semakin mendekati jatuh tempo, jumlah cicilan akan semakin kecil. 

Sayangnya tak banyak produk KTA yang menggunakan jenis bunga ini. Sebab, bunga efektif lebih cocok diterapkan pada produk pinjaman jangka panjang, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

2. Pilih KTA dengan biaya tambahan yang ringan

Setelah menghitung beban bunga pinjaman, selanjutnya beralih pada perhitungan biaya tambahan lainnya. Pilihlah KTA dengan biaya tambahan yang ringan. Tak sedikit bank yang bahkan meniadakan sejumlah biaya tambahan sehingga besar angsuran menjadi lebih ringan.

Contohnya, KTA TymeDigital dari Bank Commonwealth yang membebaskan biaya provisi, biaya administrasi, serta biaya tahunan.

3. Pahami produk yang akan dipilih

Jangan pernah membeli kucing dalam karung. Pahami ketentuan KTA yang akan kamu ajukan. Tanyakan hal-hal yang kamu ragukan langsung ke pihak bank atau penyedia pinjaman terkait. 

Agar lebih jelas, mintalah simulasi perhitungan angsuran. Dengan begitu, kamu pun akan jadi lebih mudah membuat perencanaan pelunasan pinjaman.

Jika perlu, bandingkanlah produk pinjaman tanpa jaminan dari tiap bank dengan mudah di sini untuk mengetahui KTA yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu. 

4. Proses mudah dan pencairan cepat

Pilihlah KTA dengan persyaratan yang mudah sehingga kemungkinan pengajuanmu diterima jadi lebih besar. KTA biasanya digunakan untuk keperluan mendesak, jadi pastikan dana dapat cair sesuai waktu yang diperlukan.

5. Kredibilitas penyedia pinjaman

Ada KTA dengan tawaran bunga sangat rendah, pencairan tak sampai 15 menit, serta tanpa banyak persyaratan. Tertarik? Jangan buru-buru tergiur. 

Perhatikan pula kredibilitas penyedia pinjaman agar tidak terjebak pinjaman dari layanan pembiayaan bodong. Untuk itu, pastikan hanya mengajukan KTA di lembaga keuangan yang telah terdaftar dan di bawah pengawasan OJK. 

Nah, untuk kamu yang saat ini sedang mencari produk KTA dengan bunga ringan, berikut ini enam produk kredit tanpa agunan dengan bunga di bawah 1 persen yang bisa kamu pilih. 

(Baca: Aman, Ini 5 Rekomendasi Pinjaman Tanpa BI Checking)

6 KTA bunga ringan di bawah 1% 

1. KTA Standard Chartered

Standard Chartered menawarkan KTA bunga rendah mulai dari 0,69 persen per bulan dengan plafon pinjaman hingga Rp 300 juta. Pengajuan KTA Standard Chartered dapat dilakukan dengan mudah secara online. Periode cicilan mulai dari 12 sampai 60 bulan, disesuaikan dengan kebutuhan debitur.

Untuk bisa mengajukan KTA Standard Chartered, kamu harus memiliki penghasilan minimal Rp 13,5 juta per bulan dan telah memiliki kartu kredit utama dengan limit minimal Rp 20 juta. Selain itu, kamu juga harus berdomisili di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. 

2. KTA Hana Bank

Hana Bank menawarkan KTA dengan persyaratan yang cukup mudah. Debitur berpenghasilan minimal sebesar Rp 3,5 juta per bulan dan tak wajib memiliki kartu kredit. Debitur yang berstatus karyawan kontrak tetap dapat mengakses pinjaman ini, asalkan telah bekerja selama dua tahun.

Maksimal pinjaman KTA Hana Bank sebesar Rp 200 juta dengan tenor hingga 5 tahun. Adapun bunga yang dikenakan sebesar 0,95 persen per bulan, dengan syarat pengajuan dilakukan secara online atau melalui saluran marketing bank. 

3. KTA Bank DBS 

Untuk kamu yang berdomisili di Jabodetabek, kamu bisa mengajukan pinjaman KTA Bank DBS dengan bunga ringan 0,88 persen flat per bulan. Namun, bunga efektif 0,88 persen ini hanya bisa didapatkan untuk pinjaman di atas Rp 200 juta.

Seperti KTA Standard Chartered, debitur KTA Bank DBS juga harus memiliki kartu kredit namun dengan minimal limit yang lebih rendah, yaitu mulai dari Rp 6 juta. Adapun kriteria gaji minimum debitur mulai dari Rp 3 juta. 

4. KTA BNI Fleksi

Tak jauh berbeda dari KTA Bank DBS, KTA BNI Fleksi turut menawarkan pinjaman dengan bunga 0,88 persen per bulan. KTA BNI Fleksi juga ditujukan untuk karyawan tetap dengan penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan. 

Namun, dibandingkan KTA Bank DBS, plafon pinjaman KTA BNI Fleksi lebih besar, yaitu sampai Rp 500 juta. Selain itu, debitur KTA BNI Fleksi pun tidak diwajibkan memiliki kartu kredit.

5. KTA Panin Bank

Nasabah Panin Bank dapat memanfaatkan fasilitas KTA bernama Kredit Express Panin (KEP) yang bisa digunakan untuk berbagai tujuan. Suku bunga KEP terhitung paling rendah dibanding KTA lainnya, yaitu sebesar 0,68 persen untuk rentang pinjaman Rp 200 hingga 500 juta. 

Namun, jika ingin meminjam dana di bawah Rp 200 juta, suku bunga akan jadi lebih tinggi, yaitu sekitar 0,88 persen atau 1,2 persen. 

Tak ada syarat khusus untuk mengajukan KEP, selain memiliki penghasilan bersih minimal Rp 2 juta perbulan dan telah memiliki rekening tabungan Panin.

6. Maybank KTA

Produk kredit tanpa agunan bunga ringan juga dimiliki oleh bank Maybank. Bunga yang dikenakan mulai dari 0,79 persen dengan batas maksimum pinjaman hingga Rp 250 juta. 

Kriteria debitur adalah karyawan tetap dengan penghasilan minimal Rp 4 juta per bulan. Debitur juga harus telah memiliki kartu kredit dengan masa keanggotaan 2 tahun dan limit minimal Rp 5 juta. 

Meski begitu, nasabah Maybank yang bukan karyawan tetap masih dapat mengajukan pinjaman, namun dengan batas pinjaman Rp 150 juta dan tenor maksimal 3 tahun.

(Baca: Butuh Dana? Ini 4 Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba)

Sekali lagi, ingat untuk menghitung pula biaya-biaya tambahan yang menyertai pinjaman. Jika tak mendesak, sebaiknya hindari menggunakan dana pinjaman agar tak menjadi kebiasaan. 

Selain itu, siapkanlah tabungan dana darurat sehingga kamu selalu memiliki cadangan dana saat terjadi situasi yang tak diharapkan.