kta online kredit tanpa agunan online

5 Hal yang Harus Diwaspadai Saat Apply KTA Online

Kredit tanpa agunan online atau KTA online menjadi solusi praktis bagi kamu yang mendadak butuh dana pinjaman. Pinjaman tanpa agunan yang bisa didapatkan hanya dengan koneksi Internet ini ibarat sekoci penyelamat bagi orang yang terapung-apung di tengah lautan.

Saat sedang butuh dana untuk merenovasi rumah, misalnya, KTA online adalah jawabannya. Atau ketika ada anggota keluarga yang tengah sakit dan memerlukan tambahan dana, pinjaman tanpa agunan ini bisa dijadikan jalan keluar.

KTA online adalah kredit tanpa agunan yang ditawarkan dan bisa diakses secara online. Layanan pinjaman ini tak memerlukan jaminan seperti surat-surat kendaraan atau sertifikat rumah, layaknya KTA biasa dari perbankan.

Kelebihannya, dengan KTA online, kamu tak perlu repot-repot datang ke bank. Jika semua syarat telah lengkap, dana pinjaman bisa langsung dipegang. Prosesnya pun terbilang singkat dan gampang.

Rata-rata KTA online bisa cair dalam hitungan hari. Beberapa penyedia kredit bahkan menjanjikan pencairan dana dalam 1 x 24 jam. Dahsyat ya?

Namun pinjaman tanpa agunan ini bukannya tanpa syarat. Hanya, syarat yang dipatok sangat mudah. Biasanya cuma diperlukan kartu tanda penduduk dan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk mendapatkan dana. Beberapa juga mewajibkan pencocokan foto di KTP dan foto asli dalam proses pendaftaran via ponsel pintar. Jadi kamu akan diminta juga mengirimkan foto selfie. Kekinian pokoknya.

Tapi kemudahan yang ditawarkan financial technology (fintech) ini rentan disalahgunakan. Ada sejumlah badan yang menyediakan kredit tanpa agunan online, tapi ternyata menyalahi aturan. Itulah salah satu hal yang mesti diwaspadai. 

Berikut ini sejumlah hal yang mesti diperhatikan saat apply KTA online:

(Baca: Sebelum Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Ketahui Dulu Fakta-Faktanya Ini)

1. Bunga mencekik

Dana pinjaman tanpa agunan dijanjikan bisa cair dalam hitungan menit. Syaratnya cuma nomor telepon dan scan KTP. Tapi ternyata bunga yang dipatok mencekik.

Inilah modus penyelenggara fintech penyedia KTA online yang harus dicermati. Jangan sampai tergiur kemudahan proses. Ada beberapa faktor lain yang harus dilihat agar tidak salah pilih KTA. Salah satunya bunga.

Mudahnya prosedur mendapatkan kredit tanpa agunan online tak sebanding dengan ancaman bunga yang mencekik. Bandingkan bunga yang ditawarkan satu lembaga fintech dengan yang lain. Cari yang paling rendah bunganya.

2. Denda menjerat

Bunga yang rendah atau setidaknya di angka rata-rata menjadi satu faktor penentu pilihan KTA online. Tapi ada satu komponen biaya lain yang kadang tak diperhatikan, yakni denda.

Memang, denda muncul hanya jika pembayaran cicilan terlambat. Tapi lebih baik cari aman ketimbang ambil risiko.

Faktanya, ada penyedia pinjaman tanpa agunan online yang mematok denda harian dan mingguan. Penerapan denda ini tentu lebih memberatkan dibanding denda bulanan.

Yang lebih parah, denda itu ditetapkan sampai Rp 50 ribu per hari. Tak hanya itu, penagihan cicilan yang dilakukan pun mirip teror karena disertai dengan ancaman serta nada tinggi.

kta online kredit tanpa agunan online

3. Biaya administrasi tersembunyi

Adanya biaya administrasi dalam layanan pinjaman tanpa agunan itu wajar. Bank pun selalu menerapkan biaya ini.

Tapi semestinya informasi mengenai biaya administrasi diterangkan sejelas-jelasnya kepada calon konsumen. Biaya administrasi KTA online adalah biaya yang wajib dibayar konsumen untuk pencairan dana pinjaman itu.

Jumlahnya bervariasi antara satu KTA dan KTA lain. Beberapa bahkan tidak mematok biaya ini untuk menarik konsumen.

Bila kamu berniat apply KTA online, lihat di situs penyedia layanan itu apakah ada biaya administrasi. Jika ada, berapa besarannya. Jangan sampai aplikasi sudah disetujui lalu diminta bayar biaya administrasi yang tinggi.

4. Review layanan

Buat yang mengakses kredit tanpa agunan online lewat smartphone, lihat dulu bintang atau rating penyedia layanan itu di PlayStore atau App Store. Makin tinggi rating, makin kredibel KTA online yang ditawarkan.

Selain rating, luangkan waktu untuk melihat review atau komentar di kolom bawah. Lihat apakah ada komentar yang negatif dan apa saja keluhan penggunanya. Tapi jangan hanya terpaku pada satu atau dua komentar.

Misalnya hanya ada satu pengguna yang mengeluh pencairan lama. Bisa jadi proses apply KTA online dari pengguna itu yang bermasalah, mungkin ada syarat yang kurang.

5. Fintech nakal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu memelototi layanan pinjaman tanpa agunan, baik yang disediakan bank konvensional maupun lembaga fintech. Lihat di situs lembaga fintech itu, apakah ada keterangan bahwa mereka terdaftar di OJK. Jika ada yang ketahuan nakal, OJK bakal menjatuhkan sanksi.

Sanksi paling berat adalah pelarangan operasi lembaga tersebut. OJK memiliki daftar fintech berizin yang diperbarui tiap bulan. Daftar ini bisa diakses di situs OJK.

Kamu bisa melihat dulu daftar tersebut sebelum menjatuhkan pilihan akan apply KTA online di mana. Media massa, baik online, cetak, maupun elektronik, juga kerap memberitakan lembaga fintech yang bermasalah. Ikuti kabar dari media agar selalu update dengan berita terbaru.

KTA bisa menjadi solusi atas permasalahan finansial, tapi harus hati-hati dalam mengaksesnya. Bagaimanapun, pinjaman ini adalah utang yang harus dibayar. Jadi, mau itu KTA online atau konvensional, tetap harus dipikirkan masak-masak sebelum mengajukan.

Selain mencermati penyedia pinjaman, perlu direncanakan dulu bagaimana nanti melunasinya. Kebutuhan boleh mendesak, tapi pikiran harus tetap jernih agar tak terjebak.

(Baca: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Mengajukan Kredit Tanpa Agunan)