pinjaman cepat cair

5 Ciri Pinjaman Cepat Cair yang Menipu

Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Peribahasa itu cocok untuk menggambarkan kondisi tren pinjaman cepat cair dari situs online yang kian ramai.

Begitu banyak situs atau aplikasi online yang menawarkan pinjaman cepat cair. Tapi ada pula beberapa di antaranya yang nakal dan berniat menipu.

Sejatinya, layanan berupa pinjaman dana online amatlah berguna buat mereka yang membutuhkan. Ketika akses pinjaman ke bank terhambat, pinjaman online jadi solusinya.

Tanpa perlu repot kena macet untuk datang ke bank, dana pinjaman bisa segera digenggam. Tak perlu keluar duit transportasi lagi.

Terlebih tawaran pinjaman cepat cair yang menjadi andalan situs atau aplikasi online lebih menarik ketimbang proses kredit di bank, yang lebih makan waktu. Yang lebih memprihatinkan, sudah kena macet, keluar ongkos, menunggu lama, eh, pinjaman ditolak bank.

Makanya pinjaman online jadi favorit. Terbukti, jika kamu memasukkan kata kunci “pinjaman” di Google Play Store atau App Store, akan banyak pilihan aplikasi yang menawarkan pinjaman cepat cair tanpa syarat macam-macam, termasuk jaminan.

(Baca: 7 Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair Tanpa Ribet)

Itulah salah satu hal yang memicu niat jahat orang-orang di balik penyedia pinjaman online yang hendak menipu konsumennya. Buat masyarakat, terutama yang awam, pengetahuan untuk membedakan mana penyedia pinjaman cepat cair yang menipu dan mana yang tidak harus dimiliki.

Berikut ini ciri pinjaman cepat cair yang menipu.

1. Tidak transparan

Bicara soal duit, transparansi menjadi keharusan. Hindari penyedia pinjaman online yang tidak memberikan informasi secara jelas dan selengkap-lengkapnya.

Informasi itu mencakup biaya dan bunga. Biaya keterlambatan cicilan, misalnya. Ada yang mengenakan biaya keterlambatan secara harian. Jika ditotal sebulan, jumlahnya bisa-bisa melebihi cicilan pokok.

Bila informasi ini diterangkan sejak awal, pasti orang-orang tidak akan mengajukan permohonan pinjaman ke sana. Makanya hal seperti itu disembunyikan, biasanya ditutupi oleh iming-iming bermacam-macam.

2. Syarat teramat gampang

Memang betul, salah satu kelebihan pinjaman cepat cair yang ditawarkan online adalah syaratnya yang gampang. Tapi bukan berarti syarat tersebut segampang membalikkan telapak tangan.

Misalnya tak perlu verifikasi, yang penting memberikan data pribadi. Prosedur standar pemberian pinjaman mencakup verifikasi terhadap pemohon pinjaman. Hal ini penting untuk memastikan pinjaman sesuai dengan sasaran dan kelak bisa dikembalikan.

Bila tak ada syarat yang demikian, mungkin itu hanya modus untuk mencuri data pribadi. Setelah data terkumpul, komunikasi langsung diputus dan mereka hilang bak ditelan bumi.

3. Meminta data privat

Situs atau aplikasi pinjaman online meminta data kepada pemohon itu wajar. Tapi tidak semua data bisa diberikan, atau yang termasuk data privat.

Biasanya data yang dibutuhkan adalah yang sesuai dengan di kartu tanda penduduk, seperti nama, tempat/tanggal lahir, dan alamat. Data lain misalnya nomor pokok wajib pajak.

Jika mereka menjanjikan pinjaman cepat cair dengan meminta data privat seperti password e-mail atau bahkan nomor PIN rekening, mending segera sudahi komunikasi. Data seperti itu hanya boleh diakses oleh diri sendiri, tak boleh dibagikan kepada yang lain karena rentan berujung pada kriminalitas, seperti pembobolan rekening.

(Baca: 4 Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman dan Terpercaya)

4. Bayar dulu

Ini yang paling aneh. Orang hendak mencari pinjaman, tapi disuruh membayar dulu. Biaya ini biasanya disebut sebagai uang muka.

Janjinya nanti akan mengurangi jumlah angsuran pertama. Tapi, ketika sudah dibayar, jangankan pinjaman cepat cair, mereka akan langsung kabur.

Modus ini lebih sering digunakan rentenir offline. Tapi tak tertutup kemungkinan penyedia pinjaman online juga melakukannya, terutama yang memberi tawaran via email atau SMS.

5. Tidak terdaftar di OJK

Ciri yang terakhir ini memang tidak 100 persen menandakan penyedia pinjaman online itu menipu. Tapi kemungkinan aplikasi atau situs pinjaman online yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk menipu cenderung lebih kecil ketimbang yang tidak.

Sebab, OJK memiliki standar tersendiri untuk mengizinkan kegiatan operasional penyedia pinjaman. Bila tidak terdaftar, mungkin mereka tidak memenuhi standar tersebut. Atau bisa jadi pendaftaran masih dalam proses.

Untuk mengetahuinya, kamu bisa cek situs OJK secara berkala dan menanyakan langsung ke pengelola situs atau aplikasi yang menyediakan layanan pinjaman online cepat cair.

Selain itu, coba googling atau telusuri nama situs atau aplikasi terkait di Internet. Bila ada berita tentang kasus yang melibatkan mereka, sebaiknya mundur saja ketimbang terlibat masalah.

Betapapun mendesaknya kebutuhanmu terhadap pinjaman, kehati-hatian tetap harus diutamakan. Hindari grasak-grusuk melihat iming-iming yang menggiurkan dari penyedia pinjaman hingga lalai memastikan keamanan.

Tak bisa dibayangkan ketika tengah butuh dana, tapi malah tertipu iming-iming pinjaman cepat cair. Jangan sampai mengikuti kata pepatah: sudah jatuh, tertimpa tangga.