Cara pinjam uang di bank

5 Cara Pinjam Uang di Bank Agar Cepat Disetujui

Menurut kabar burung, cara pinjam uang di bank itu ribet. Beda dengan pinjam uang ke teman yang tinggal bilang. Atau berutang ke pinjaman online yang cukup dengan satu-dua klik, upload dokumen persyaratan, beres!

Saat butuh uang mendesak tapi tabungan tak memadai, cari pinjaman memang kadang jadi jalan keluarnya. Bagi sebagian orang, meminjam kepada orang terdekat mungkin bikin gengsi. Pilihannya mengerucut jadi dua, pinjaman dari lembaga keuangan bank atau non bank, seperti fintech (financial technology). 

Urusan kemudahan, pinjaman online fintech bisa diacungi jempol. Tapi, kalau mencari pinjaman dengan bunga yang paling ringan dan sudah terjamin aman, pinjam uang di bank adalah pilihan terbaik.

Jangan langsung percaya kalau ada yang bilang cara pinjam uang di bank itu merepotkan. Lebih baik dicoba sendiri dan buktikan kebenarannya. 

Mengenal jenis pinjaman di bank

cara pinjam uang di bank

Beda tujuan pinjaman, beda pula produk pinjaman di bank yang diambil. Oleh sebab itu, sebelum mengetahui cara pinjam uang di bank, yuk kenali dulu jenis pinjaman yang dibutuhkan.

Pinjaman di bank ada banyak jenisnya. Namun, untuk produk yang tergolong dalam kategori pinjaman dana tunai, setidaknya ada dua jenis pinjaman di bank yang bisa dipilih, yaitu kredit tanpa agunan (KTA) dan pinjaman beragunan.

1. Pinjaman beragunan

Pinjaman beragunan merupakan pinjaman yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, dengan syarat debitur memberikan agunan atau jaminan. 

Barang atau aset yang bisa dijadikan agunan cukup beragam, mulai dari sertifikat rumah, BPKB (buku pemilikan kendaraan bermotor), hingga produk investasi, seperti surat deposito dan obligasi. 

Pada pinjaman beragunan, jumlah pinjaman tergantung kepada agunan yang diberikan. Kisarannya, mulai dari 70-80 persen nilai jual agunan. Misalnya, jika kamu menggadaikan sertifikat rumah senilai Rp 600 juta, maka kamu bisa dapatkan pinjaman hingga Rp 480 juta. 

Suku bunga pinjaman beragunan mulai dari 9-13 persen per tahun dengan tenor pinjaman hingga 30 tahun. Selain bunga, nasabah juga dikenakan biaya appraisal untuk menilai harga agunan, mulai dari Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah.

2. Kredit tanpa agunan (KTA)

Kredit tanpa agunan alias KTA bank sebetulnya tak jauh berbeda dengan pinjaman online dari fintech (financial technology). Kedua pinjaman ini sama-sama tidak mewajibkan agunan, sehingga lebih mudah buat diajukan siapa pun. 

Tapi, bunga KTA bank bisa tiga kali lebih rendah dibandingkan bunga dan biaya pinjaman online fintech. Kisaran bunga KTA mulai dari 11,8-24 persen per tahun. Adapun, tenor pinjaman KTA mulai dari 1-5 tahun, dengan plafon pinjaman mulai dari Rp 1-500 juta.

Dibandingkan pinjaman beragunan, proses pencairan dana KTA bisa lebih cepat karena tak ada proses penaksiran aset terlebih dulu. Bahkan, beberapa bank menjanjikan proses pengajuan pinjaman dalam satu hari. 

Cara pinjam uang di bank dengan mudah

cara pinjam uang di bank dengan mudah

Dari penjelasan di atas, kira-kira sudah tahu jenis pinjaman apa yang paling sesuai dengan kondisimu? 

Buat kebutuhan dana yang tak terlalu besar, KTA bank adalah pilihan yang lebih ideal. Sebab, prosesnya cepat, plafonnya memadai, dengan persyaratan yang mudah buat dipenuhi. 

Sementara, buat kebutuhan dana besar, misalnya di atas Rp 200 juta, sebaiknya pilihlah pinjaman beragunan. Produk pinjaman ini memang punya proses yang lebih rumit. Namun, buat pinjaman bernilai besar dengan tenor yang panjang, beban bunga yang dikenakan jauh lebih ringan dibandingkan KTA. 

Jika sudah tahu, selanjutnya adalah memahami cara pinjam uang di bank yang terbaik dan ampuh diterima. Berikut ini langkah-langkahnya.

1. Pastikan skor kredit bagus

Tak perlu cemas jika kamu baru pertama kali mendengar istilah skor kredit. Sebab, mungkin kamu bukanlah satu-satunya yang belum tahu. Tapi, jika mau mengajukan pinjaman, baik di bank maupun bukan, kamu wajib tahu dan paham mengenai skor kredit alias riwayat kreditmu.

Skor kredit adalah riwayat semua pinjaman yang pernah kamu punya. Mulai dari kredit kendaraan bermotor, pinjaman online, hingga utang kartu kredit. Sederhananya, skor kredit ditentukan dari kelancaran membayar utang. Jika sering ngadat, skor kredit bakalan buruk. 

Bagi bank, skor kredit yang buruk adalah indikasi ketidakmampuan bayar dan berisiko kredit macet alias gagal bayar. Tak peduli apakah disebabkan kekurangan finansial atau tak disiplin saat membayar angsuran.

Sebagai pemberi pinjaman, bank pasti ogah menyalurkan kredit kepada nasabahnya yang berpotensi gagal bayar. Dengan kata lain, mereka yang punya skor kredit buruk akan sulit sekali mendapatkan pinjaman dari bank. Kalau kamu sedang cari KPR rumah berbunga ringan, punya skor kredit yang buruk bagaikan bunuh diri. Sebab, kemungkinan mendapatkan yang dicari sangatlah kecil. 

2. Bandingkan KTA atau kredit beragunan dari berbagai bank

Tiap bank punya penawaran produk pinjaman yang berbeda-beda. Sebagai contoh, kalau mau pinjaman KTA dengan bunga paling ringan, kamu bisa memilih KTA Bank Standard Chartered. Bunga yang ditawarkan mulai dari 0,65 persen per tahun. 

(Baca: 7 Pinjaman KTA Terbaik 2019, Bunga Mulai dari 0,65%)

Perlu diingat bahwa bunga bukanlah satu-satunya biaya pinjaman. Masih ada biaya provisi, administrasi, denda keterlambatan, hingga biaya pelunasan dipercepat. Jika ingin dapat produk pinjaman yang paling menguntungkan, ya bandingkan semua komponen tersebut. 

Biar praktis, manfaatkanlah fitur komparasi produk keuangan di situs GoBear Indonesia untuk bandingkan beragam produk pinjaman.

3. Penuhi persyaratan yang diminta

Lagi-lagi tiap bank punya syarat dan ketentuan yang berbeda-beda dalam pengajuan pinjaman. Sebagai contoh, beberapa KTA bank mewajibkan kepemilikan kartu kredit, adapua yang tidak. Misalnya, pengajuan pinjaman untuk Dana Bantuan Sahabat Bank DBS, BNI Fleksi,dan KTA Tyme Digital.

Secara umum, inilah beberapa syarat yang biasanya diminta oleh bank dalam pengajuan pinjaman. 

  1. Fotokopi identitas diri, seperti KTP dan kartu keluarga (KK)
  2. Fotokopi bukti penghasilan atau slip gaji
  3. Fotokopi NPWP
  4. Fotokopi buku tabungan
  5. Dokumen kepemilikan agunan, seperti BPKB atau sertifikat tanah (jika mengambil kredit beragunan)

4. Ajukan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan

Dalam menyalurkan dana pinjaman, bank tentu tak mau ambil risiko kredit macet. Misalnya, kamu punya gaji Rp 3 juta, tapi mau ajukan pinjaman sampai Rp 200 juta. Sangat kecil kemungkinannya bank akan meloloskan pengajuanmu itu. Sebab, sekalipun pinjaman diambil dengan tenor 5 tahun, angsuran yang harus dibayar tetap melebihi penghasilan. 

Singkatnya, bank tak akan kasih pinjaman kalau debitur dinilai tak mampu membayar. Ini sebetulnya juga dapat “menyelamatkan” calon debitur agar tidak terjerat utang gara-gara plafon pinjaman di luar kemampuan. 

Secara umum, bank akan memberikan pinjaman dengan cicilan tak lebih dari 30 persen penghasilan debitur. Dengan begitu, kemungkinan debitur bisa melunasi pinjaman tanpa menganggu pos keuangan yang lain sangat tinggi. 

5. Tentukan tenor pinjaman

Semakin lama tenor pinjaman yang diambil, semakin ringan cicilan per bulannya. Tapi, bunga yang ditanggung pun jadi lebih besar. 

Semakin singkat tenor pinjaman yang diambil, beban bunga yang dibayar jadi lebih sedikit. Tapi, angsuran bulanannya bisa memberatkan.

Mana yang sebaiknya dipilih?

cara pinjam uang di bank

Untuk menentukan tenor pinjaman, kamu harus memperhitungkan dulu maksimal uang yang bisa disisihkan dalam sebulan. Semakin cepat lunas, tentu semakin baik. Tapi, kalau bikin pos keuangan lain terganggu, menambah jangka waktu cicilan dua atau tiga bulan mungkin lebih baik. 

Buatlah perencanaan penggunaan dana pinjaman dan rencana bayar cicilan dengan cermat, agar bisa menentukan tenor pinjaman seideal mungkin. 

Jika semua langkah sudah dilakukan, artinya kamu sudah siap buat ajukan pinjaman di bank. Caranya, bisa dengan mendatangi langsung kantor cabang atau menghubungi customer call bank yang telah dipilih, atau ajukan secara online melalui supermarket produk keuangan, GoBear Indonesia.