kpr btn

4 KPR BTN Ini Bantu Wujudkan Rumah Impian, Bunga Mulai 0,5%

Ingin segera punya rumah sendiri? KPR BTN dapat bantu wujudkan impianmu. 

Bank BTN berfokus dalam pembiayaan sektor perumahan dan kebutuhan keuangan keluarga. Jadi, tak heran jika badan usaha milik negara (BUMN) ini punya beragam produk KPR alias kredit pemilikan rumah dengan penawaran yang menarik. 

Dibandingkan KPR bank lainnya, KPR BTN punya jaringan yang cukup luas, mulai dari Ambon, Banda Aceh, Ternate, hingga ke pelosok-pelosok kota lainnya. Meski terdapat bank lain dengan kantor cabang yang lebih banyak, namun tak semua kantor cabang tersebut dapat menerima pengajuan KPR. Ini berbeda dengan Bank BTN yang melayani pengajuan KPR di kantor cabang mana pun. 

Keunggulan lain yang bikin KPR BTN ramai peminat adalah tenor kreditnya yang panjang. KPR BTN menyediakan pinjaman dengan jangka waktu kredit hingga 25 tahun. Sementara, bank lain rata-rata memberikan tenor pinjaman maksimum hingga 20 tahun. 

Saat ini ada empat pilihan KPR BTN yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan kebutuhanmu. Mau tahu jenis KPR BTN yang paling cocok buatmu? Cek daftar lengkapnya berikut ini.

KPR BTN

1. KPR BTN Platinum

KPR BTN Platinum ditujukan buat kamu yang ingin beli rumah dari developer maupun non-developer atau perorangan, baik untuk rumah baru, second, indent, ataupun take over kredit dari bank lain. 

Bank BTN telah bekerja sama dengan banyak rekanan developer, sehingga bikin pencarian hunian jadi lebih mudah. Selain itu, KPR BTN Platinum juga telah dilengkapi dengan asuransi jiwa kredit dan kebakaran.

Plafon pinjaman KPR BTN Platinum tak terbatas, tergantung kepada nilai agunan, dengan bunga pinjaman mulai dari 10 persen fixed selama satu tahun. Adapun, tenor KPR BTN tersedia hingga 25 tahun. 

Persyaratan KPR BTN Platinum:

  • WNI berusia 21-65 tahun
  • Karyawan tetap, wiraswasta, atau profesional dengan lama usaha/bekerja minimal satu tahun
  • Wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat banker clause
  • Bersedia mendatangani perjanjian kredit dan APTH (Akta Pembebanan Hak Tanggungan)

2. KPR BTN BP2BT

Mau dapat hunian pertama dengan “diskon” uang muka hingga Rp 32,4 juta dari pemerintah? 

Jika iya, kamu bisa mengajukan KPR BTN BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan). Tapi sesuai namanya, KPR ini hanya dapat diajukan oleh masyarakat yang telah memiliki tabungan di rekening Bank BTN untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. 

Sebagai informasi, KPR BTN BP2BT merupakan kredit kepemilikan rumah bersubsidi dari Bank BTN bersama Kementerian PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia). Selain subsidi uang muka, KPR BTN BP2BT juga bebas premi asuransi dan biaya pajak penghasilan negara (PPN). 

Kredit pemilikan rumah yang satu ini menerima uang muka mulai dari 5 persen, dengan tenor pinjaman hingga 20 tahun. Namun, suku bunga KPR BTN BP2BT lebih tinggi dibandingkan KPR BTN Platinum, yaitu sebesar 12,93 persen.

Persyaratan KPR BTN BP2BT:

  • WNI berusia 21-65 tahun
  • Tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah
  • Penghasilan pokok tidak melebihi:
    • Rp 6,5 juta per bulan untuk pembelian rumah tapak dan swadaya
    • Rp 8,5 juga untuk rumah sejahtera susun
  • Memiliki tabungan dengan periode minimum enam bulan terakhir
  • Memiliki e-KTP 
  • Memiliki NPWP dan SPT tahunan PPh orang pribadi
  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah

3. KPR BTN Bersubsidi

KPR BTN Bersubsidi adalah fasilitas pembiayaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah sejahtera tapak atau rumah sejahtera susun. 

Bukan cuma menawarkan bunga yang sangat rendah, yaitu 5 persen fixed sepanjang masa kredit, tapi juga mematok uang muka ringan, mulai dari 1 persen.

Seperti KPR BTN BP2BT, KPR BTN Bersubsidi juga bebas premi asuransi dan PPN, sehingga tak membebani nasabah. Tak cuma itu, khusus untuk pembelian rumah tapak, ada tambahan subsidi uang muka sebesar Rp 4 juta.

Persyaratan KPR BTN Bersubsidi:

  • WNI berusia 21-65 tahun
  • Tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah
  • Penghasilan pokok tidak melebihi:
    • Rp 4 juta untuk rumah sejahtera tapak
    • Rp 7 juta untuk rumah sejahtera susun
  • Memiliki e-KTP 
  • Memiliki NPWP dan SPT tahunan PPh pribadi
  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah 

(Baca: Selain KPR Syariah, Ini 3 Cara Lain Beli Rumah Tanpa Riba)

4. KPR BTN Mikro

Dengan KPR BTN Mikro, siapa pun bisa wujudkan impian punya rumah sendiri. Bahkan, sekalipun kamu tak punya pekerjaan tetap atau bukan pegawai kantoran.

Sebab, KPR BTN Mikro menyediakan pinjaman untuk membeli lahan, membangun, atau merenovasi rumah khusus untuk pekerja sektor informal, seperti pedagang bakso atau supir ojek. 

KPR BTN Mikro menawarkan plafon pinjaman hingga Rp 75 juta dengan bunga 9 persen fixed sepanjang waktu kredit. Menariknya, pembayaran angsuran KPR BTN Mikro dapat dilakukan harian, mingguan, atau bulanan. Adapun, jangka waktu pinjaman dapat diajukan hingga 10 tahun. 

Persyaratan KPR BTN Mikro:

  • WNI berusia 21-65 tahun
  • Telah bergabung dalam paguyuban, asosiasi, dan koperasi minimal selama 1 tahun
  • Memiliki bukti kepemilikan atas tanah dan bangunan yang dijaminkan
  • Memiliki IMB (izin mendirikan bangunan) dan RAB (Rencana Anggaran Biaya)
  • Memiliki surat rekomendasi dari paguyuban, asosiasi, dan koperasi yang menaungi
  • Memiliki tabungan di Bank BTN dengan rata-rata menabung per bulan, sebesar jumlah angsuran KPR BTN Mikro selama minimal tiga bulan

Cara mengajukan KPR BTN

KPR BTN

Jika kamu tertarik untuk mendapatkan pinjaman KPR BTN, berikut ini tahapan yang perlu dilakukan. 

1. Kunjungi kantor cabang Bank BTN terdekat

Jika kamu sudah punya lokasi rumah yang diinginkan, kamu dapat langsung mengajukan permohonan kredit di kantor cabang Bank BTN terdekat. Tapi, jika belum, kamu bisa mencari informasi mengenai rumah yang ingin dibeli melalui situs BTN Properti, outlet BTN, atau pameran properti lainnya.

2. Lengkapi formulir aplikasi permohonan dengan benar

Saat di kantor cabang Bank BTN, customer service yang bertugas akan memberikanmu formulir aplikasi permohonan kredit. 

Secara umum, formulir aplikasi ini berisi data diri pemohon dan pasangan, pekerjaan pemohon dan pasangan, data diri keluarga terdekat, serta informasi mengenai rumah yang akan dibeli dan dijadikan agunan. 

3. Serahkan seluruh berkas permohonan KPR 

Lengkapi dan serahkan seluruh berkas permohonan kredit kepada petugas loan service di kantor cabang Bank BTN. Berkas permohonan ini akan diproses dan diverifikasi oleh Bank BTN. 

Bank juga akan memeriksa riwayat kredit calon debitur pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk menilai kelayakan mendapatkan kredit. Kalau calon debitur punya riwayat kredit macet yang belum diselesaikan, bisa dipastikan bank akan menolak pengajuan KPR-nya.

(Baca: 8 Bank dengan Bunga KPR Paling Ringan 2019, dari 6,75%!)

4. Menjalani proses wawancara

Setelah pengajuan KPR diterima, bank akan menghubungi calon debitur untuk melakukan proses wawancara. Tahapan ini dilakukan bank untuk mengetahui kemampuan calon debitur. 

Biasanya, pertanyaan yang diajukan seputar jenis pekerjaan, jumlah penghasilan, pengeluaran rutin, dan kredit lain yang dimiliki. Meski tak sulit, tak sedikit pula calon debitur yang gugur pada tahapan ini.

Oleh sebab itu, saat wawancara, gunakanlah pakaian yang rapi, serta jawablah pertanyaan yang diajukan dengan benar dan penuh percaya diri.

5. Menjalani proses appraisal

Tahap appraisal dilakukan oleh pihak bank untuk menilai harga agunan atau properti yang dijaminkan. Semakin tinggi nilai appraisal, semakin besar dana yang bisa dana pinjaman yang bisa didapat. 

Selain sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan limit kredit, proses appraisal juga dilakukan untuk mengecek kebenaran data properti di dokumen pengajuan dengan fakta di lapangan. 

6. Menerima SP3K

Jika berdasarkan analisa bank, kamu dinilai layak mendapatkan pinjaman KPR, maka bank akan mengeluarkan SP3K (surat penegasan persetujuan penyediaan kredit). Surat ini memuat informasi mengenai jumlah pinjaman, jangka waktu pinjaman, cicilan per bulan, serta persyaratan, dan ketentuan pinjaman lainnya.

Perlu diketahui bahwa masa berlaku SP3K akan habis setelah tiga bulan surat diterima. Artinya, jika kamu tak melakukan akad kredit setelah tiga bulan menerima SP3K, pengajuan KPR bakal dibatalkan. Dengan kata lain, kamu harus melakukan proses pengajuan ulang.

7. Tanda tangan akad kredit

Pada akad kredit, pihak bank dan nasabah penerima KPR berkomitmen bersama untuk melaksanakan hak dan kewajiban sesuai ketentuan yang telah disepakati. Tahapan ini harus dihadiri oleh pihak pembeli, wakil dari bank, pihak penjual, dan notaris.

Tiap pihak akan menyerahkan dokumen yang diperlukan. Contohnya, penjual menyerahkan sertifikat tanah. Lalu, notaris akan memeriksa keabsahan dokumen dan memberikan surat tanda terima kepada penjual sebagai bukti perpindahan tangan dokumen.

Setelah tahapan ini selesai, nasabah tinggal menunggu dana KPR cair. Beres?

Eits, belum! Setelah akad kredit nasabah akan dikenakan biaya pra realisasi, maksimal sebesar 7% dari plafon kredit. Biaya ini terdiri dari biaya administrasi, provisi, legalisasi atau notaris, appraisal, pengikatan agunan (APHT), premi asuransi jiwa kredit, dan premi asuransi kebakaran.

Secara umum, proses pengajuan hingga persetujuan KPR ini akan memakan waktu selama tujuh hari kerja. Dengan catatan, semua prosesnya berjalan lancar tanpa kendala. 

Selamat mencoba!