Deposito suku bunga tinggi

Pasti Untung, Ini 5 Deposito dengan Suku Bunga di Atas 6%

Dibandingkan tabungan biasa, suku bunga deposito tentu lebih menggiurkan. Sebagai perbandingan, suku bunga deposito bank di Indonesia berkisar antara 5-6,75 persen, sedangkan rata-rata bunga tabungan bank antara 1-5 persen.

Namun, tak seperti tabungan yang dananya bisa ditarik sewaktu-waktu, penarikan dana deposito hanya bisa dilakukan pada waktu yang telah disepakati. Jika terpaksa mengambil dana sebelum jatuh tempo, terdapat biaya penalti yang akan dipotong dari simpanan. 

Untuk membuka deposito, umumnya kamu harus menyiapkan dana sekitar Rp 8-10 juta, tergantung pada kebijakan bank terkait. Begitu pula dengan penetapan tenor deposito. Meski umumnya masa penempatan dana mulai dari 1,3,6, dan 12 bulan, hal ini tak selalu berlaku sama di tiap bank.

Memang, jika dibandingkan dengan imbal hasil instrumen investasi lain, seperti saham atau obligasi, suku bunga deposito masih jauh lebih kecil. Namun, deposito tetap diminati banyak orang karena relatif lebih aman dan mudah dipahami. 

Menyimpan dana dalam bentuk deposito tak perlu cemas dana hilang ataupun berkurang. 

Asalkan dana tak lebih dari Rp 2 miliar dengan suku bunga maksimal 6,75 persen, uangmu akan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, sekalipun bank tempat kamu menyimpan uang mengalami kebangkrutan, LPS akan mengganti dana yang kamu miliki. 

Dengan demikian, deposito dapat menjadi instrumen ideal bagi investor pemula ataupun investor konservatif yang tak ingin mengambil risiko tinggi.

Tenang, kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan lumayan dari deposito. Salah satu caranya dengan memilih deposito yang menawarkan suku bunga tinggi. Untuk memudahkanmu memilih, berikut lima bank yang memiliki produk deposito dengan bunga terbaik saat ini. Semuanya di atas 6 persen. Menarik, bukan?

5 deposito dengan suku bunga terbaik

1. Panin Bank

Selain tercatat dalam sepuluh bank terbesar di Indonesia, Panin Bank juga berhasil menjadi salah satu bank yang unggul dalam produk jasa konsumen dan komersial. Salah satu keunggulan Panin Bank adalah penawaran deposito berjangka dengan suku bunga kompetitif.

Suku bunga Deposito Panin dapat mencapai 6,75 persen untuk simpanan di bawah Rp 2 miliar dengan jangka waktu penempatan minimal satu bulan. 

Nasabah dapat menyesuaikan jangka waktu simpanan mulai dari 7 hari, 14 hari, satu bulan, sampai 12 bulan, sesuai kebutuhan. Adapun minimal penempatan dana deposito adalah sebesar Rp 10 juta.

Kamu bahkan bisa mendapatkan suku bunga hingga 7,5 persen jika dana yang disimpan melebihi Rp 2 miliar. Namun, perlu diingat bahwa setiap simpanan di atas Rp 2 miliar tidak dijamin oleh LPS. 

2. CIMB Niaga

Tak kalah dari Panin Bank, CIMB Niaga juga tawarkan Deposit Xtra, deposito dengan suku bunga hingga 6,75 persen. 

Waktu penempatan deposito berjangka dari CIMB Niaga ini mulai dari satu bulan, tiga bulan, empat bulan, hingga 12 bulan, dengan fasilitas perpanjangan deposito secara otomatis (Automatic Roll Over/ ARO).

Tak hanya periode simpanan, minimal penempatan dana pun bervariasi tergantung channel bank yang dipilih, yaitu sebesar Rp 5 juta melalui Go Mobile atau Rp 8 juta melalui CIMB Clicks dan kantor cabang. 

3. digibank, Bank DBS

Bank DBS tawarkan deposito digibank dengan suku bunga yang cukup menarik. Dengan penempatan dana mulai dari Rp 5 juta di deposito DBS selama satu tahun, kamu sudah bisa mendapatkan suku bunga hingga 6,5 persen. Sementara, untuk dana di atas Rp 50 juta, bunga yang dikenakan pun semakin tinggi, yaitu sebesar 6,75 persen.

Makin praktis karena pembukaan rekening deposito digibank dapat dilakukan secara online, langsung dari ponsel. 

Caranya, unduh dan install aplikasi mobile banking digibank. Daftarkan diri menjadi nasabah DBS (jika belum) melalui aplikasi tersebut dan ikuti proses registrasi hingga selesai.

4. Jenius, Bank BTPN

Jika bank DBS punya digibank, BTPN punya Jenius. Serupa tapi tak sama, Jenius juga merupakan bank digital berbasis aplikasi. 

Kamu hanya perlu registrasi akun Jenius melalui smartphone untuk dapat membuka deposito Maxi Saver dengan nilai pokok mulai Rp 10 juta dan suku bunga maksimal 6,5 persen. 

Dibandingkan produk deposito sebelumnya, jangka waktu penempatan deposito di Maxi Saver relatif lebih fleksibel. Kamu dapat mengatur sendiri periode simpanan mulai dari 1-12 bulan, serta bebas menentukan periode perpanjangan. 

Asyiknya lagi, seperti pada digibank, kamu dapat memantau dana deposito yang kamu punya melalui ponsel. Kamu juga bisa membuat lebih dari satu simpanan Maxi Saver cukup dengan satu akun. 

5. Bank BCA

Bank BCA menawarkan deposito berjangka dengan minimum penempatan dana Rp 8 juta, serta pilihan jangka waktu penempatan mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan. 

Adapun suku bunga yang ditawarkan mulai dari 6 persen untuk simpanan kurang dari Rp 2 miliar dan 6,25 persen untuk simpanan di atas Rp 2 miliar. 

Untuk membuka deposito berjangka BCA, kamu perlu datang ke kantor cabang BCA terdekat dengan membawa fotokopi identitas diri dan melengkapi formulir permohonan yang tersedia di bank bersangkutan.

Lima pilihan deposito di atas merupakan jenis deposito berjangka atau deposito dengan jangka waktu yang telah disepakati antara nasabah dan pihak bank. Sebagai informasi, selain deposito berjangka, terdapat dua jenis deposito lain, yaitu sertifikat deposito dan deposito on call.

Sertifikat deposito merupakan dana simpanan nasabah dengan jangka waktu tiga bulan, enam bulan, atau 12 bulan yang disertai dengan sertifikat. Dengan adanya sertifikat, deposito ini dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan. 

Sedangkan, deposito on call merupakan deposito mulai dari tujuh hari hingga satu bulan. Dengan jangka waktu yang relatif singkat, jumlah dana yang harus disimpan menjadi cukup besar. Selain itu, suku bunga ditentukan dari hasil negosiasi nasabah dengan pihak bank. 

Cara menghitung bunga deposito

Sebelum memutuskan membuka rekening deposito, kamu perlu memahami perhitungan bunga yang akan diterima dari deposito. Sebab, menghitung bunga deposito tak sekadar mengalikan bunga dengan dana deposito.

Merujuk pada PP 131 Tahun 2000 dan KMK-51/KMK.04/2001, suku bunga deposito akan dikenai pemotongan pajak sebesar 20 persen untuk simpanan melebihi Rp 7,5 juta. 

Dengan begitu, perhitungan bunga deposito yang didapatkan menjadi, sebagai berikut:

Bunga = (suku bunga : 12 bulan) x dana pokok deposito x periode simpanan

Contoh: 

Budi menyimpan dana deposito sebesar Rp 20 juta di bank A dengan suku bunga 6,5 persen selama tiga bulan. Total dana deposito yang didapatkan Budi dalam tiga bulan ke depan adalah, sebagai berikut:

Bunga deposito  = (6,5  persen : 12 bulan) x Rp 20 juta x 3 bulan = Rp 325.000

Pajak deposito = 20 persen x Rp 325.000 = Rp 65.000

Bunga setelah dipotong pajak = Rp 325.000 - Rp 65.000 = Rp 260.000

Dengan demikian, perkiraan nilai akhir deposito yang diterima adalah sebesar Rp 20.260.000 dengan nilai bunga bersih sebesar Rp 260.000. 

Semakin tinggi bunga yang didapatkan, semakin besar pula pajak yang dikenakan.

Tips memilih deposito terbaik

Selain suku bunga deposito, untuk memilih produk deposito terbaik, pertimbangkan pula lima hal di bawah ini:

1. Pilih bank dengan reputasi yang baik

Menyimpan dana dalam jumlah besar tentu tak bisa di sembarang tempat. Demi keamanan, pilihlah bank milik pemerintah atau setidaknya telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. 

Bank dengan reputasi yang baik umumnya memiliki standar pelayanan yang baik pula. Dengan begitu, kamu pun akan merasa lebih nyaman membuka deposito di bank tersebut. 

2. Perhatikan ketentuan suku bunga deposito tiap bank

Deposito yang paling menguntungkan tentulah deposito dengan suku bunga yang paling tinggi. Meski begitu, periksa syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Bank umumnya menetapkan sejumlah persyaratan tertentu untuk mendapatkan suku bunga maksimal. Misalnya, terdapat minimal dana atau tenor penempatan.

3. Perhitungkan jangka waktu deposito

Semakin lama penempatan deposito, semakin besar pula nilai bunga yang didapatkan. Namun, bukan berarti kamu lantas menempatkan deposito dengan tenor yang panjang. Sesuaikanlah tenor deposito dengan rencana keuangan yang kamu punya.

Ingat, mayoritas bank mengenakan biaya penalti jika penarikan dana dilakukan sebelum jatuh tempo. Jangan sampai keuntungan yang didapatkan justru melayang karena tenor penempatan dana tak sesuai dengan rencana dan tujuan keuanganmu.

4. Perhitungkan biaya lainnya

Tiap bank memiliki ketetapannya masing-masing dalam menentukan biaya deposito. Termasuk biaya administrasi dan biaya penalti penarikan dana sebelum jatuh tempo. Dalam memilih deposito, selain membandingkan suku bunga deposito, perhitungkan pula biaya tambahan lainnya ini.

(Baca: 7 Tips Menabung Anti Gagal Agar Dompet Makin Tebal)

5. Pertimbangkan fitur yang ditawarkan

Beberapa bank telah menawarkan fasilitas online untuk pembukaan rekening. Namun, ada pula yang masih mengharuskan nasabah datang ke kantor cabang.  

Fitur lainnya yang kerap ada dalam deposito adalah fasilitas perpanjangan deposito otomatis atau ARO. Fitur ini memudahkan nasabah yang belum perlu menggunakan dana deposito dan ingin tetap menambah keuntungan

Perhatikan fitur yang ditawarkan bank sebagai bahan pertimbangan. Jika prosesnya semakin praktis dan mudah, tentu semakin nyaman, bukan?

Pilih produk deposito yang menguntungkan secara bijak. Jangan cepat tergiur dengan suku bunga deposito yang tinggi. Jika tak memenuhi syarat untuk mendapat jaminan LPS ataupun menempatkan dana di lembaga bodong, kamu harus siap risiko uang lenyap tak bersisa.

(Baca: 8 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini akan Kamu Sesali di Hari Tua)

Menyimpan dana dalam deposito tak sekadar mengejar keuntungan tinggi, namun dapat menjadi salah satu upaya melatih diri untuk mengelola keuangan yang ideal. Sepakat?