SLIK OJK

Mengenal SLIK OJK, Pengganti BI Checking untuk Cek Skor Kredit

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan istilah BI checking. Biasanya, saat ingin mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan non bank, BI checking menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. 

BI checking dilakukan menggunakan Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Laporan hasil BI checking ini berupa informasi debitur individual historis atau IDI historis. Di dalam IDI historis memuat informasi kelayakan calon debitur dalam menerima pinjaman yang menjadi bahan pertimbangan kreditur dalam memberikan pinjaman. 

Tentu, bank atau lembaga non bank tak bisa asal meloloskan pengajuan pinjaman. Salah-salah, terjadi kredit macet alias kreditur tak mampu membayar pinjaman yang ujung-ujungnya merugikan pihak kreditur itu sendiri. 

Oleh sebab itu, melalui BI checking, kreditur dapat mencegah terjadinya risiko kredit macet alias kegagalan debitur dalam membayar pinjaman.

Dengan adanya BI checking, kita sebagai calon peminjam alias debitur pun diuntungkan. Sebab, kita jadi tak bisa asal meminjam di luar batas kemampuan dan kebutuhan. Tentunya, kita tak mau hidup terlilit utang, bukan?

Tapi, tahukah kamu bahwa sejak awal tahun 2018 lalu, layanan SID yang digunakan untuk BI checking telah beralih menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)?

Dengan begitu, setiap permintaan informasi serta pengaduan debitur beralih dari BI ke OJK. 

Apa itu SLIK OJK? Yuk, pahami lebih lanjut melalui ulasan berikut ini.

Kelebihan SLIK OJK dibanding SID

Berdasarkan UU No.21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terhitung sejak akhir tahun 2013, pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan dialihkan dari bank sentral ke OJK.

Berdasarkan peraturan tersebut, daripada BI checking tetap dilakukan di bank sentral, lalu datanya dikirim ke OJK, akan menjadi lebih efektif jika sistem BI checking diproses langsung di OJK melalui SLIK OJK. 

Pada dasarnya, SLIK OJK menawarkan fungsi yang sama dengan layanan SID, yaitu menyediakan informasi debitur. Jika pada SID informasi debitur ini disebut sebagai IDI Histori, pada SLIK OJK, istilah tersebut menjadi iDeb (informasi debitur). 

Bedanya, cakupan SLIK lebih luas dari SID, sebab pelapor SLIK tidak hanya dari industri perbankan, melainkan juga lembaga keuangan non bank, seperti koperasi, lembaga pembiayaan, pegadaian, hingga modal ventura. 

Selain itu, riwayat klasifikasi kelayakan kredit debitur yang ditampilkan pada iDeb adalah selama 12 bulan. Berbeda dengan IDI histori yang memuat informasi serupa hingga 24 bulan.

Manfaat SLIK OJK

Berdasarkan fungsi SLIK OJK yang telah dijabarkan di atas, berikut ini manfaat SLIK OJK, baik bagi lembaga keuangan sebagai kreditur, maupun bagi masyarakat sebagai calon debitur.

Manfaat SLIK OJK bagi kreditur:

  1. Membantu proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit.
  2. Menurunkan risiko kredit bermasalah.
  3. Mengurangi ketergantungan pemberi kredit terhadap jaminan atau agunan konvensional.
  4. Memudahkan kreditur dalam menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti atau pelengkap agunan.
  5. Efisiensi biaya operasional.
  6. Mendorong transparansi pengelolaan kredit.

Manfaat SLIK OJK bagi debitur:

  1. Mempercepat proses untuk mendapatkan persetujuan kredit.
  2. Bagi nasabah baru, terutama pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi mudah untuk mengajukan kredit tanpa agunan dengan mengandalkan reputasi keuangan.
  3. Memicu debitur untuk menjaga reputasi kreditnya.

Cara mendapat informasi debitur (iDeb) di SLIK OJK

Perlu diketahui bahwa informasi debitur hanya bisa diperoleh pelapor atau penyedia pinjaman, debitur yang bersangkutan, lembaga pengelola informasi pengkreditan (LPIP), atau pihak lain dalam rangka pelaksanaan tugas sesuai dengan undang-undang.

Penggunaan informasi debitur tentu tak bisa digunakan untuk tujuan sembarangan, misalnya untuk kegiatan marketing. Informasi debitur hanya ditujukan untuk kelancaran proses penyediaan dana, penerapan manajemen risiko, serta identifikasi kualitas debitur untuk mematuhi ketentuan OJK.

Jika, informasi debitur digunakan untuk tujuan selain yang disebutkan itu, pelapor SLIK atau kreditur dapat dikenakan sanksi sesuai aturan perundang-undangan. 

Lalu, bagaimana cara mendapatkan informasi debitur di SLIK OJK? 

Jika dulu BI checking dapat dilakukan secara online, sayangnya layanan online belum tersedia di SLIK OJK. Permintaan informasi debitur di SLIK OJK hanya bisa dilakukan dengan mendatangi kantor OJK terdekat. 

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini tata cara permintaan iDeb di SLIK OJK:

1. Debitur atau pemohon datang ke kantor OJK dengan membawa dokumen pendukung, berupa:

  • Debitur perorangan: Fotokopi identitas diri dengan menunjukkan identitas asli, berupa KTP untuk WNI atau paspor untuk WNA. 
  • Debitur badan usaha: Fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus dengan menunjukkan identitas asli badan usaha, berupa NPWP, akta pendirian perusahaan, dan perubahan anggaran dasar terakhir.

2. Pemohon mengisi permintaan informasi debitur.

3. Selanjutnya, OJK akan memeriksa formulir serta dokumen pendukung. Apabila telah sesuai dengan persyaratan, OJK akan mencetak hasil informasi debitur.

4. OJK melakukan konfirmasi dan menyerahkan iDeb kepada pemohon beserta tanda terima yang telah ditandatangani pemohon.

5. Sebagai catatan, khusus untuk layanan SLIK di kantor pusat OJK, siapkan kartu identitas lain, seperti SIM, BPJS, NPWP, atau paspor.

Cara membaca iDeb SLIK OJK

Untuk memudahkan memahami iDeb yang diterima,  berikut ini cara membaca iDeb SLIK OJK: 

SLIK OJK

Mengacu pada gambar di atas, untuk mengetahui kelayakan kredit debitur, kita dapat melihat pada informasi skor kredit atau kualitas pada poin kedua. Skor kredit dibagi ke dalam beberapa golongan kolektibilitas, dengan pembagian sebagai berikut:

  1. Kolektibilitas 1: kredit lancar.
  2. Kolektibilitas 2: kredit dalam perhatian khusus (DPK), dengan masa tunggakan maksimal 90 hari. 
  3. Kolektibilitas 3: kredit tidak lancar, dengan masa tunggakan hingga 120 hari.
  4. Kolektibilitas 4: kredit diragukan, dengan masa tunggakan hingga 180 hari.
  5. Kolektibilitas 5: kredit macet, dengan masa tunggakan hingga lebih dari 180 hari.

Skor yang paling aman dan berpeluang besar mendapat pinjaman tentu kolektibilitas 1. Orang dengan skor kolektibilitas 1 biasanya akan lebih mudah mendapatkan pinjaman karena dianggap dapat dipercaya dan mampu membayar pinjaman tanpa masalah.

Jika kamu tergolong ke dalam kolektibilitas 2 apalagi 5, segera perbaiki skor kredit jika ingin pengajuan pinjaman disetujui. Lunasi semua pinjaman terdahulu sebelum mengajukan pinjaman baru. 

Jika pelunasan pinjaman masih di luar kemampuan, kamu bisa berkonsultasi dengan petugas bank untuk mendapatkan keringanan bunga atau meminta restrukturisasi kredit.

Penting untuk diketahui bahwa penggunaan layanan SLIK tidak dipungut biaya alias gratis. Prosesnya pun tak memakan waktu lama, yaitu hanya sekitar 20 menit (lima menit pencetakan, dan 15 menit penjelasan dari OJK).

Sekalipun bisa diwakilkan (sesuai syarat dan ketentuan), demi menjaga kerahasiaan data pribadi, sebaiknya permintaan iDeb dilakukan sendiri. 

Jadi, tidak perlu menggunakan jasa calo yang memakan biaya, serta berisiko terjadi penyalahgunaan data.

Berencana menggunakan layanan SLIK OJK? Kamu bisa mengunjungi kantor pusat OJK di 

Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Lapangan Benteng Timur 2-4. Jakarta atau di kantor regional OJK yang tersebar di kota besar maupun sejumlah daerah di Indonesia.

(Baca: Aman, Ini 5 Rekomendasi Pinjaman Tanpa BI Checking)

Untuk mendapatkan informasi mengenai kantor-kantor cabang OJK, bisa diperoleh melalui situs resmi OJK, menghubungi call center di nomor 157 atau melalui layanan email [email protected]