mengatur-keuangan

Mengatur Keuangan Itu Semudah Membalik Telapak Tangan! Begini Caranya

Cara mengatur keuangan wajib diketahui dan diterapkan siapa pun, berapa pun gajinya. Hakulyakin anggota DPR yang gajinya belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan itu juga perlu mengatur keuangan. Terlebih pegawai swasta yang gajinya masih mepet upah minimum.

Tapi orang kerap mengeluh karena bingung cara mengatur keuangan yang benar. Bahkan tak sedikit yang sama sekali tak tahu cara mengatur keuangan. Padahal mengatur keuangan sebenarnya bisa dibuat semudah membalik telapak tangan.

Mengatur keuangan memiliki sederet sisi positif yang berguna secara finansial. Orang yang gajinya sama dengan upah minimum pun masih bisa menabung kalau mempraktikkan cara pengaturan keuangan secara ketat. Meski akhirnya hal ini juga tergantung kepada situasi dan kondisi yang dihadapi.

Manfaat mengatur keuangan antara lain:

1. Lebih menjamin kepastian masa depan

Ungkapan lama yang sebetulnya salah kaprah jika dikaitkan dengan urusan keuangan adalah membiarkan hidup mengalir seperti air. Jika urusan duit dibiarkan autopilot alias tanpa kendali, di mana ujungnya tak akan diketahui. Fondasi finansial akan terombang-ambing seperti ombak di laut atau malah mengalir ke kali yang tercemar: berantakan dan merugikan.

Dengan mengatur keuangan, kamu bisa lebih menjamin kepastian masa depan dengan uang yang dikelola sesuai dengan rencana. Misalnya kamu hendak beli rumah saat berumur 30 tahun, cari tahu dan terapkan cara mengatur keuangan untuk mewujudkan mimpi itu. Jangan malah membiarkan uang keluar-masuk rekening dan terus bermimpi punya rumah. Bisa-bisa sudah berumur 40 tahun dan impian masih jauh dari jangkauan.

2. Melindungi dari kejadian tak diinginkan

Salah satu tujuan mengatur keuangan adalah mempersiapkan dana darurat. Dana ini, seperti namanya, digunakan untuk keperluan darurat. Misalnya kamu mendadak dipecat karena perusahaan dilanda krisis.

Dana darurat bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup selagi berburu pekerjaan baru. Dana ini bisa dikumpulkan hanya jika kamu memahami cara mengatur keuangan dan bagaimana memaksimalkannya. Bila tak pernah mengatur keuangan, jangankan dana darurat, dana di rekening saja mungkin tak bertambah secara signifikan karena tak ada perencanaan.

(Baca: Contoh Jack Ma, Ini 7 Resolusi 2019 agar Merdeka Finansial)

3. Mencegah lilitan utang

Tidak ada yang salah dengan utang. Bahkan semua negara di dunia ini punya utang. Yang salah adalah berutang tanpa perencanaan.

Buat orang yang tahu betul cara mengatur keuangan dan penerapannya, tindakan ini pasti bisa dihindari. Sedangkan mereka yang tak punya rencana finansial lebih rentan terlilit utang dan bangkrut dibuatnya. Sebab, langkah berutang yang mereka ambil cenderung tak disertai dengan pertimbangan yang matang. Misalnya mengenai jumlah utang yang sesuai dengan kemampuan bayar dan tempat berutang yang aman.

Saat ini banyak penyedia pinjaman yang menjanjikan ini-itu tapi ternyata palsu. Kehati-hatian sangat diperlukan dalam hal ini sebagai bagian dari pengaturan keuangan, agar tidak tertipu janji palsu.

4. Memperpanjang usia

Tanpa pengaturan keuangan, hidup bakal rentan dilanda marabahaya yang berkaitan dengan finansial. Sepertinya tak perlu dicontohkan lagi bagaimana orang yang diterpa masalah finansial bisa berakhir mengenaskan. Ada yang stres, melakukan kejahatan, sampai sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia.

Potensi usia hidupmu bisa lebih lama jika keuangan teratur, karena bisa menghindari masalah finansial. Menurut laporan penelitian yang dilansir Live Science, stres parah dan depresi bisa meningkatkan risiko kematian. Mereka yang stres, 48 persen lebih mungkin meninggal karena sakit jantung.

Cara Mengatur Keuangan dengan Mudah

Melihat setidaknya empat manfaat mengatur keuangan itu, kok ya sayang kalau membiarkan hidup mengalir seperti air. Aliran air itu harus bisa diarahkan untuk sesuatu yang positif. Untuk irigasi, misalnya. Atau pembangkit listrik. Bisa juga buat bahan baku pengolahan air minum. Bukan berakhir di kali kotor.

Toh, sebenarnya mudah mempraktikkan cara mengatur keuangan sesuai dengan profil keuangan masing-masing. Begini panduannya.

1. Susun detail pemasukan dan pengeluaran

Hal pertama dan utama dalam soal cara mengatur keuangan adalah melacak pemasukan dan pengeluaran selama sebulan. Siapkan kertas dan pulpen, atau gunakan saja aplikasi pengaturan keuangan yang banyak tersedia di PlayStore dan App Store untuk ponsel pintar ataupun tablet.

Pemasukan dan pengeluaran mesti dicatat secara detail. Mencatat pemasukan mungkin tidak susah, terlebih jika hanya punya satu mata pencarian.

Sebaliknya, pencatatan pengeluaran pasti lebih kompleks. Setidaknya, pengeluaran itu mencakup:

- Belanja rutin bulanan (di supermarket atau pasar)
- Tagihan rutin bulanan (listrik, air, telepon, BPJS Kesehatan, cicilan, dan lain-lain)
- Tabungan (termasuk dana darurat)
- Sedekah/ sumbangan
- Investasi
- Asuransi

Tiga poin pertama tak bisa ditinggalkan. Adapun tiga poin selanjutnya disesuaikan saja dengan pemasukan. Jika masih ada sisa, alokasikan ke sana. Ketiganya penting, tapi bisa ditunda hingga penghasilan mencukupi.

Yang pasti, harus ada target berapa pemasukan dan pengeluaran yang ideal. Juga target keuangan untuk rencana masa depan. Misalnya rencana beli rumah sendiri, atau menikah, atau biaya sekolah anak. Target ini menjadi cambuk agar disiplin menaati rencana keuangan yang telah dibuat.

(Baca: 8 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini akan Kamu Sesali di Hari Tua)

2.  Simpan, baru belanja

Orang kerap merasa susah menabung meski pemasukan terbilang besar. Biasanya, mereka memilih mengeluarkan duit dulu di depan dan menunggu sisa uang untuk ditabung. Ini cara mengatur keuangan yang keliru.

Sebaiknya langsung patok alokasi duit untuk tabungan begitu gaji cair. Barulah sisanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga berhura-hura. Dengan demikian, tak ada risiko duit terlanjur habis.

Jika perlu, pakai dua rekening terpisah. Salah satunya rekening tabungan rencana, yang memiliki masa kontrak. Uang di tabungan rencana bisa cair hanya setelah kontrak selesai. Bila dicairkan sebelumnya, ada penalti yang harus dibayar. Sebagai imbalan, bunga tabungan rencana lebih besar ketimbang tabungan biasa.

Lebih bagus lagi jika punya tabungan deposito. Ini mirip dengan tabungan rencana, tapi bunganya lebih tinggi. Begitu juga denda penaltinya. Bisa dikatakan deposito adalah salah satu bentuk investasi, meski potensi profitnya jauh lebih rendah ketimbang investasi lain seperti reksa dana dan saham.

3. Yang mendesak didahulukan

Cara mengatur keuangan demi bebas dari utang atau biaya tambahan adalah mendahulukan kebutuhan yang mendesak. Yang kerap jadi masalah adalah tanggungan cicilan utang.

Seyogianya pembayaran cicilan didahulukan selama memungkinkan. Sebab, utang Rp 1 juta bisa beranak-pinak jadi Rp 10 juta dalam waktu singkat jika cicilan dinomorduakan, apalagi dinomorseratuskan. Belum lagi risiko debt collector yang datang menagih dengan paksa.

Urutkan pengeluaran yang mendesak dalam daftar. Prioritaskan pengeluaran yang berpotensi mendatangkan beban tambahan, seperti denda hingga gangguan secara personal.

4. Kreatif demi penghematan

Berhemat itu bisa dengan banyak cara. Bukan cuma makan sehari sekali. Cara hemat yang itu malah bisa bikin sakit. Di era teknologi yang kian maju seperti sekarang ini, semua orang bisa lebih kreatif dalam berhemat. Berikut ini beberapa cara di antaranya:

- Beli online

Hampir semua barang kini bisa dibeli secara online. Bagusnya, harga barang di toko online biasanya lebih murah ketimbang di toko fisik. Apalagi kerap ada promo dari cash back hingga gratis ongkos kirim. Misalnya ada cash back 10 persen kalau bayar pakai kartu kredit dari Bank ABC. Tinggal dilihat saja mana kira-kira kebutuhan yang bisa dibeli online, dan bandingkan penghematannya dengan pembelian di toko fisik.

- Bayar online

Bukan hanya barang, tagihan pun sekarang bisa dibayar online. Dari tagihan air sampai TV kabel, semuanya tersedia di marketplace. Sama seperti barang, ada promo tertentu seperti cash back dan diskon jika bayar tagihan online. Di Tokopedia, misalnya, diskon tagihan kartu kredit bisa sampai Rp 100 ribu saat sedang ada promo. Rajin-rajinlah cek aplikasi itu agar promo tidak terlewat.

- Bekas tak apa-apa

Beberapa barang tak apa dibeli meski tidak lagi baru. Misalnya sepatu atau gadget. Barang itu tentu lebih murah daripada versi anyarnya. Namun pastikan barang-barang itu masih dalam kondisi baik, setidaknya 90 persen. Khusus gadget bekas, sebaiknya beli jika yakin benar komponennya tak bermasalah. Ajak saudara atau kawan yang tahu soal gadget jika kamu tak tahu banyak saat beli barang tersebut.

- Jalan saja

Kebiasaan pakai sepeda motor hanya buat beli air mineral di minimarket atau gas di warung langganan sebaiknya ditinggalkan. Meski sedikit, tetap ada ongkos keluar karena bensin terpakai buat menjalankan kendaraan itu. Belum lagi harus bayar parkir yang biasanya dikelola ormas secara ilegal. Mending uangnya ditabung atau disumbangkan sebagai sedekah agar lebih berfaedah. Berjalan saja ke sana. Lebih irit, bisa sekalian berolahraga pula.

- Sekali belanja untuk beberapa lauk

Belanja sekali di pasar bisa untuk masak seharian dengan lauk berbeda-beda. Ini lebih hemat ketimbang beli beberapa jenis bahan sayuran. Misalnya beli kol, tomat, wortel, dan buncis. Bahan sayuran itu bisa dipakai untuk masak sop, orak-arik (ditambah telur), atau tumis. Tak ada keluhan bosan makan di rumah sehingga beli makan di luar, dan bikin boros, karena lauk yang bervariasi.

(Baca: 7 Tips Menabung Anti Gagal Agar Dompet Makin Tebal)

5. Evaluasi

Yang terakhir dan tak kalah penting: lakukan evaluasi secara rutin. Evaluasi menjadi cara mengatur keuangan yang efektif untuk perencanaan ke depan. Mungkin pada bulan sebelumnya target batas pengeluaran terlewati, cari tahu apa yang membuat pengeluaran bertambah dan bagaimana mencegahnya untuk bulan berikutnya.

Evaluasi bisa diadakan setiap awal bulan atau setelah menerima gaji. Bila sebelumnya sudah ada rencana keuangan, evaluasi bakal gampang dilakukan karena tinggal mencocokkan data rencana sebelumnya dan realisasi pada bulan itu.

Evaluasi juga bisa berujung pada upaya mendapatkan penghasilan ekstra. Mungkin pengeluaran sudah dijaga ketat, tapi masih mepet dan tabungan kurang. Cara untuk mengatasinya adalah menambah ruang pada penghasilan, misalnya dengan mencari pekerjaan sampingan atau buka usaha sampingan.

Cara mengatur keuangan sebetulnya sudah diajarkan kepada kita-kita sedari kecil. Misalnya, orangtua memberikan uang saku dan meminta kita menabung di celengan. Kelak, uang tersebut bisa dipakai untuk beli mainan. Kunci utamanya adalah disiplin dan konsisten. Niscaya, mengatur keuangan pun pasti akan semudah membalikkan telapak tangan.