jurusan-kuliah

Jurusan Kuliah Indonesia yang Ajarkan 10 Skill Kerja Terlaris di Asia

LinkedIn, media sosial yang bertalian erat dengan dunia kerja, baru-baru ini merilis laporan yang menjabarkan 10 keterampilan kerja paling laris di kawasan Asia-Pasifik. Sebagian besar skill itu terkait dengan jurusan kuliah di bidang teknologi.

Dalam laporan tersebut, LinkedIn memantau 10 skill kerja yang tumbuh signifikan dalam lima tahun terakhir. Pemantauan itu menyasar daftar keterampilan anggota LinkedIn dan kenaikan permintaan akan skill tersebut oleh perusahaan pencari tenaga kerja.

Buat calon mahasiswa ataupun mereka yang berniat memperdalam ilmu dalam upaya mengejar karier, laporan ini bisa dijadikan salah satu acuan. Kabar baiknya, sejumlah kampus di Indonesia menaruh perhatian pada keterampilan-keterampilan tersebut.

Bahkan ada yang secara khusus membuka jurusan kuliah yang berkaitan dengan skill itu. Beberapa skill hanya diajarkan lewat acara-acara seperti seminar atau workshop serta pusat penelitian. Namun tidak mustahil kelak didirikan jurusan kuliah yang menjanjikan untuk menampung calon mahasiswa yang berminat mendalami keterampilan-keterampilan di bawah ini.

1. Artificial Intelligence (AI)

AI alias kecerdasan buatan kini hampir selalu mewarnai kehidupan pengguna gadget sehari-hari. AI adalah ilmu komputer untuk menciptakan mesin yang bisa berfungsi layaknya manusia.

Di dunia kerja, AI lebih banyak digunakan untuk mengumpulkan dan menghasilkan data yang kemudian diaplikasikan dalam strategi bisnis. Contoh penerapan artificial intelligence dalam bisnis antara lain penggunaan chatbot di e-commerce.

Di Indonesia, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia bersama Tokopedia telah membangun pusat penelitian AI. Binus University bersama Nvidia dan Kinetica juga memiliki pusat riset kecerdasan buatan.

Prospek kerja: business analyst, data scientist, software engineer

2. Blockchain

jurusan-kuliah

 

Blockchain adalah buku besar terdistribusi (distributed ledger) yang bisa digunakan untuk mencatat transaksi secara terverifikasi dan permanen. Selain untuk mata uang kripto seperti bitcoin, blockchain bisa dimanfaatkan untuk industri perbankan konvensional serta perusahaan keuangan lain.

Belum ada jurusan kuliah khusus blockchain di kampus Indonesia, tapi Telkom University punya Blockchain Research Community yang memberi perhatian kepada blockchain. Unika Atma Jaya juga menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan blockchain lewat Digital Technology Series baru-baru ini.

Prospek kerja: blockchain developer, chief technology officer

3. Compliance 

Setiap perusahaan wajib mematuhi ketentuan yang diatur di negara tempat bisnis itu berdiri. Dalam hal ini, skill kerja compliance dibutuhkan agar bisnis bisa berjalan lancar tanpa terjerat hukum.

Hampir semua kampus di Indonesia, terutama yang mengkhususkan diri di bidang finansial dan hukum, punya jurusan yang terkait dengan compliance. Jurusan itu seperti hukum, administrasi perbankan, dan akuntansi.

Prospek kerja: compliance officer, risk management officer, tax compliance service

4. Continuous Integration (CI)

Dalam bidang teknologi perangkat lunak, CI adalah program integrasi beberapa sistem secara berkelanjutan untuk mengetahui adanya kesalahan dalam suatu sistem. CI antara lain digunakan untuk mendeteksi bug/error dalam software.

Di Indonesia, CI ada dalam pengajaran software developer di kampus-kampus. Terutama kampus yang berdedikasi pada dunia teknologi seperti Binus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Teknologi Bandung.

Prospek kerja: software engineer, developer

5. Front Web Developer

jurusan-kuliah

 

Seorang front web developer bertugas mengolah tampilan muka suatu website agar menarik pengguna Internet. Menarik dalam hal ini juga termasuk ramah pengguna dan tidak butuh waktu lama untuk dibuka.

Sama seperti CI, pelajaran menjadi front web developer ada di kampus-kampus yang punya jurusan kuliah teknologi informasi. 

Prospek kerja: web developer

(Baca: 5 Cara Menjadi Kaya dari Hobi Main Game)

6. Gesture Recognition Technology

Teknologi pengenalan gerakan ini juga diperkirakan menjadi masa depan industri di dunia. Teknologi ini menjadi alat yang berfungsi memudahkan aktivitas bisnis lewat kemampuan mesin membaca gerakan manusia.

Kampus-kampus teknik seperti Telkom University, ITB, dan ITS punya sarana untuk mendalami teknologi pengenalan gerakan. 

Prospek kerja: peneliti, software engineer

7. Human-centered design

Dalam konsep human-centered design, desain sebuah produk mesti disesuaikan dengan penggunanya. Pengusaha yang menerapkan konsep ini, antara lain Steve Jobs (almarhum), pendiri Apple.

Jurusan kuliah yang berhubungan dengan konsep ini lebih luas, tidak terbatas pada teknologi. Kampus-kampus seni desain juga berpotensi dijadikan tempat menempa ilmu untuk meraih skill laris ini.

Prospek kerja: desainer grafis, desainer produk, UX designer

8. Robotic Process Automation

jurusan-kuliah

 

Otomasi dengan teknologi robot telah menjadi tulang punggung dalam kegiatan bisnis. Sebab, proses otomasi bisa membuat bisnis menjadi lebih efisien dan produktif.

Hampir semua industri telah menggunakan konsep otomasi robot. Kampus yang punya jurusan teknologi robotika, antara lain ITS dan Binus.

Prospek kerja: peneliti, analis bisnis, insinyur robotika

9. Pemasaran Media Sosial

Lingkup pemasaran atau marketing dalam bisnis kini telah meluas hingga ke dunia maya. Pemasaran lewat media sosial dipandang ampuh dalam meningkatkan penjualan karena makin banyaknya pengguna Internet.

Kampus yang memiliki jurusan kuliah yang menjanjikan seperti digital marketing bisa menjadi pilihan jika mengejar keterampilan ini. Namun kampus yang mengajarkan bisnis secara umum juga punya sarana serupa.

Prospek kerja: spesialis pemasaran digital, manajer pemasaran, analis media sosial

10. Otomasi alur kerja

Otomasi alur kerja sudah dijalankan sejak Revolusi Industri, tapi kini kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Lewat otomasi alur kerja, pengusaha bisa mengarahkan pekerjanya dari aktivitas rutin atau berulang ke tugas yang lebih mengutamakan kreativitas demi pengembangan usaha.

Secara umum, kampus yang punya jurusan manajemen bisnis pasti mengajarkan ilmu tentang otomasi alur kerja.

Prospek kerja: manajer proyek, software engineer, manajer operasional

(Baca: 8 Cara Menghemat Uang ala Anak Kos, Tetap Tajir di Akhir Bulan)

Kampus memang bukan sekadar tempat untuk mengejar ilmu demi meraih karier tinggi. Di dalamnya tercakup kewajiban berkontribusi pada lingkungan sekitar.

Sepuluh skill kerja di atas bisa digunakan untuk tujuan ganda itu: karier dan sosial. Selain lewat kampus bertaraf universitas, keterampilan-keterampilan tersebut didapatkan melalui kursus atau sekolah khusus. Bahkan bisa pula dengan cara otodidak.

Justru tak sedikit orang yang otodidak mempelajari teknologi berhasil menjadi pengusaha sukses. Mark Zuckerberg, meski sempat mengenyam bangku kuliah, lebih banyak berkreasi sendiri di luar kampus. Begitu pula Steve Jobs dan Bill Gates.

Tak selamanya kampus dan jurusan kuliah menjadi cara terbaik untuk mengejar karier. Dalam beberapa kasus, dunia kampus lebih dibutuhkan untuk perkembangan sosial.

Sebab, tak jarang orang yang punya minat dan bakat tinggi dalam suatu bidang tak sanggup kuliah karena alasan biaya. Mencari beasiswa bisa menjadi pilihan.

Pilihan lain adalah mencari pinjaman. Beberapa bank di Indonesia memiliki layanan untuk membantu membiayai pendidikan lewat pinjaman. Misalnya Briguna Pendidikan dari BRI. Ada pula startup yang mengkhususkan diri dalam pembiayaan pendidikan, seperti Dana Cita dan Dana Didik.

Apa pun pilihan yang diambil, mesti cermat dan bertanggung jawab demi karier di depan mata ya. Jangan sampai malah terbelit utang dan bikin masa depan suram karena tak bisa melunasinya.

 

pinjaman-online