juru-parkir

Jangan Disepelekan, Ternyata Segini Gaji Juru Parkir Sebulannya

Beberapa hari belakangan sedang viral video adik Olga jadi juru parkir. Olga yang dimaksud di sini adalah Olga Syahputra (almarhum), yang dulu dikenal sebagai artis sukses pada masanya.

Adapun adik Olga yang disebut-sebut adalah Uta. Dia dikabarkan bekerja jadi tukang parkir karena tertangkap video sedang memandu mobil di jalan.

Video itu langsung viral tak lama setelah diunggah ke media sosial. Tak pelak lagi, netizen ramai-ramai menggunjingkannya.

Tak sedikit yang menghakimi Uta karena bekerja jadi tukang parkir. Padahal belum tentu adik Olga itu mencari nafkah sebagai juru parkir.

Sejumlah mantan kolega Olga di dunia hiburan pun tak percaya Uta adalah tukang parkir. Uta sendiri sudah mengeluarkan klarifikasi mengenai video yang beredar itu.

Dia menyebut video Uta jadi tukang parkir itu tidak lengkap. Ada bagian yang dipotong. Dia pun tegas menyatakan tidak bekerja sebagai tukang parkir di Jakarta.

Dengan klarifikasi itu, diharapkan netizen yang mahabenar bisa mengerem komentar-komentar negatifnya. Lagi pula, pekerjaan sebagai juru parkir itu masih bagus ketimbang tukang garong duit rakyat kan. Juru parkir itu halal! Selain itu, usut punya usut, ternyata upah seorang juru parkir di Jakarta bisa hampir Rp 10 juta.

Menurut laporan Tirto, gaji juru parkir ternyata jauh lebih besar dari upah minimum provinsi (UMP) di Jakarta. UMP Jakarta sekitar Rp 3 jutaan. Tapi juru parkir masih bisa mengantongi duit dari pengendara mobil ataupun sepeda motor sampai Rp 6 jutaan. 

(Baca: UMP DKI Jakarta 2019 Naik 8,03%. Apa Sudah Ideal?)

Ini duit yang dikantongi juru parkir resmi lho ya. Mereka yang telah terdaftar di Dinas Perhubungan DKI.

Tugas mereka sebenarnya mengawasi dan mengatur kendaraan yang parkir di kawasan khusus. Terutama yang menggunakan meteran parkir atau alat bayar parkir otomatis.

Namun para tukang parkir ini juga kerap mendapat duit dari pengendara mobil dan sepeda motor tanpa karcis. Artinya, mereka menerima pendapatan tambahan selain gaji pokok dari pemerintah DKI.

Pekerjaan sebagai juru parkir yang dipandang sebelah mata ternyata bisa juga memberikan penghasilan yang lebih dari lumayan. Bahkan gaji fresh graduate di perusahaan swasta banyak yang lebih kecil dibanding total pendapatan juru parkir itu.

Tapi, untuk digarisbawahi, penghasilan tersebut tidak resmi tercatat di Dinas Perhubungan DKI. Walau begitu, gaji sebesar UMR Jakarta pun sebetulnya masih baik karena ini pekerjaan halal, bukan kriminal.

Pekerjaan Sepele Berpenghasilan Besar

Bila dibandingkan dengan arsitek atau programmer, memang tukang parkir adalah pekerjaan yang sering dianggap sepele. Itu sebabnya banyak orang memandang rendah ketika Uta adik Olga disebut sebagai tukang parkir dalam video yang viral.

Namun pekerjaan apa pun semestinya tidak diremehkan. Selama tidak melanggar hukum, tidak ada alasan untuk menilai negatif sebuah pekerjaan.

Ada beberapa pekerjaan sepele lain tapi ternyata memberikan penghasilan yang besar, atau setidaknya lumayan untuk memenuhi kebutuhan dan menata masa depan.

Ojek online, misalnya. Memang, greget pendapatan ojek online beberapa tahun belakangan berkurang ketimbang awal-awal peluncuran aplikasi transportasi itu.

Dulu, ketika baru meledak, ojek online banyak diliput media antara lain karena sopirnya bisa memperoleh penghasilan berjuta-juta. Tak sedikit yang resign dari pekerjaan kantoran karena ngiler melihat potensi penghasilan ojek online.

Bahkan pada 2015 seorang manajer dengan gaji Rp 8-10 juta memutuskan mengundurkan diri hanya untuk menjadi tukang ojek online. Saat itu, banyak yang mencibir keputusannya. Tapi kemudian banyak juga yang tertarik mengikuti jejaknya lantaran penghasilannya bisa lebih besar daripada manajer.

(Baca: Ampuh! Ini 9 Cara Mendapatkan Uang Tambahan di Tahun 2019)

Di luar negeri, pekerjaan yang dianggap sepele di Indonesia bahkan gajinya sangat besar. Di antaranya tukang ledeng dan tukang pungut sampah.

Tapi memang di Indonesia bayaran sebagai tukang ledeng dan pemungut sampah permukiman belum bersaing. Padahal pekerjaan ini sangat penting. Coba bayangkan kompleks rumah tanpa petugas sampah.

Demikian juga pekerjaan lain yang tampaknya sepele. Bisakah kamu memperbaiki masalah toilet mampet sendiri? Atau yakin mau meninggalkan kendaraan tanpa penjagaan juru parkir?

Setiap pekerjaan itu punya titik pentingnya sendiri-sendiri. Di mata sekilas sepele, tapi jauh di dalam pekerjaan tersebut tetaplah penting.

Contoh lainnya adalah buruh pabrik. Peran mereka besar dalam pergaulan kita sehari-hari. Tanpa mereka, tak ada iPhone, sepatu Adidas, atau celana Levi’s.

Sama saja dengan kasus Uta adik Olga jadi tukang parkir. Apa pun profesimu, selama itu halal dan menghasilkan, semestinya tak perlu khawatir dianggap remeh. Apalagi jika bayarannya lebih besar ketimbang yang memandang remeh.