pekerjaan halal

Ini Dia Pekerjaan Halal dan Legal dengan Gaji Rp 80 Juta

Beberapa waktu belakangan, duit Rp 80 juta sedang banyak diperbincangkan, terutama di kalangan netizen. Gara-garanya adalah kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel.

Vanessa Angel disebut-sebut memasang tarif Rp 80 juta untuk sekali kencan dengan pria hidung belang. Netizen menganggap angka Rp 80 juta itu besar sekali, terlalu besar bahkan.

Jika benar tarif bintang FTV yang punya nama asli Vanessa Angelia Adzan ini adalah Rp 80 juta, tentunya perbandingannya bagaikan bumi dan langit jika disejajarkan dengan penghasilan seorang pegawai swasta. Bahkan pejabat pun mungkin kalah.

Apa mungkin ada pekerjaan dengan penghasilan sebanyak itu? Hanya dalam sehari bisa mendapatkan Rp 80 juta lho.

Jawabannya: ada. Bahkan tanpa ancaman penjara, dan yang lebih penting lagi: halal. Semua orang bisa mencobanya.

Kerja dengan penghasilan Rp 80 juta tanpa ancaman penjara yang dimaksud di sini adalah jadi broker properti. Broker alias makelar alias perantara penjualan properti menjanjikan penghasilan yang wow sekali.

Sepenuhnya Legal

Broker properti adalah pekerjaan yang punya dasar hukum. Peraturan Menteri Perdagangan No. 51/ M- DAG/ PER/ 7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti mengatur profesi ini, termasuk menetapkan batas komisinya.

Menurut peraturan menteri itu, komisi bagi broker properti yang melaksanakan jual-beli minimal 2 persen dan maksimal 5 persen dari nilai transaksi, dan disesuaikan dengan lingkup jasa yang diberikan kepada pengguna jasa. Bila harga rumah Rp 500 juta, misalnya, ada potensi komisi 5% x Rp 500 juta = Rp 25 juta.

Kalau rumahnya seharga Rp 2 miliar? Komisinya mencapai Rp 100 juta! Lebih besar dari nominal Rp 80 juta itu kan?

Peraturan yang sama mengatur komisi bagi broker properti dalam jasa sewa. Nilai komisinya minimal 5 persen dan maksimal 8 persen dari nilai transaksi sewa.

Itu artinya peluang memupuk penghasilan bagi broker properti bakal lebih besar. Tidak hanya dari jual-beli, tapi juga sewa-menyewa.

(Baca: Biar Sejahtera, Yuk Tiru 7 Cara Hidup Hemat ala Orang Jepang)

Yang lebih bagus, pekerjaan ini tidak melanggar hukum sama sekali. Kamu bebas melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun, offline ataupun online.

Tips menjadi broker properti

Semua orang bisa menjadi broker properti, tapi tak semuanya bisa menjadi broker properti sukses. Sudah banyak kisah sukses broker properti yang awalnya awam mengenai usaha jual-beli rumah, tanah, ataupun apartemen.

Salah satunya Rifai, seorang mantan office boy yang berhasil jadi broker properti sukses. Tadinya Rifai adalah pesuruh di kantor agen properti.

Dari aktivitas sehari-harinya di kantor, dia jadi tahu seluk-beluk usaha yang dijalankan kantornya. Bermula dari inisiatifnya memasang iklan properti, peruntungannya berubah.

Dia benar-benar belajar dari nol. Rifai belajar menggunakan komputer, Internet, sampai bisa memasang iklan properti sendiri. Untungnya staf di kantor berkenan mengajarinya. Hingga akhirnya Rifai bisa mengurusi sendiri iklan yang dia pasang.

Properti pertama yang ia berhasil jual adalah sebuah rumah seharga Rp 4 miliar. Komisi yang masuk ke kantongnya tidak main-main: Rp 40 juta!

Namun proses menuju keberhasilan pertama itu bukan tanpa tantangan. Rifai yang tidak berpengalaman sebagai agen atau sales merasa sulit berbicara dengan calon pembeli untuk negosiasi.

Tapi ia memberanikan diri bertemu dengan calon konsumen itu. Bisa dikatakan modal Rifai hanyalah nekat. Meski demikian, justru kenekatan itulah kekuatan seorang broker properti. Kini Rifai bisa mengantongi hingga ratusan juta rupiah komisi penjualan properti yang ia mediasi.

Dari cerita sukses Rifai sebagai broker properti, ada beberapa tips yang bisa dijalankan jika ingin mengikuti jejaknya.

1. Niat berusaha

Menjadi broker properti sukses tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal yang utama adalah adanya niat berusaha. Tak bisa ongkang-ongkang kaki saja mengharapkan calon pembeli datang.

2. Mau belajar

Tak perlu kuliah sampai sarjana untuk menjadi broker properti. Kuncinya adalah kemauan untuk belajar. Tak perlu malu atau sungkan untuk memulai dari nol.

3. Siap gagal

Namanya usaha, tidak semuanya berakhir dengan kesuksesan. Ada kalanya usaha itu berujung buntu karena satu dan lain hal. Yang menjadi pertanyaan, siapkah menghadapi kegagalan itu dan bangkit kembali?

4. Melawan ketakutan sendiri

Sebagai broker, orang harus pandai berkomunikasi dan bernegosiasi. Masalahnya, tidak semua orang punya kemampuan itu. Walau begitu, takut bukanlah solusi. Lawanlah ketakutan-ketakutan yang menghantui demi keberhasilan yang dinanti.

5. Melek teknologi

Broker sekarang beda dengan broker dulu, terutama dalam hal pemasangan iklan. Kini iklan jual rumah, apartemen, tanah, dan sebagainya bisa dipasang dengan mudah dan gratis di Internet. Karena itu, broker properti harus melek teknologi agar bisa memanfaatkan perkembangan zaman untuk kesuksesan masa depan.

6. Perkuat jaringan

Broker properti bisa hidup, antara lain dari jaringan yang diikuti. Misalnya lewat asosiasi broker atau bahkan sekadar forum online khusus properti. Dari jaringan ini akan muncul peluang yang bisa dialihkan menjadi rezeki jika kamu mumpuni. Jaringan ini sebaiknya bukan hanya broker, tapi juga notaris, pejabat pembuat akta tanah, pengembang, dan pihak lain yang berkaitan dengan bidang properti.

7. Ikut agensi

Ada broker properti yang berjalan sendiri alias independen, ada pula yang ikut agensi. Agen properti bisa dikatakan lebih berpeluang mendapat konsumen karena ada kerja sama dalam perusahaan properti itu. Berbeda dengan broker independen, yang mesti bekerja sendiri untuk berburu calon pembeli.

(Baca: Selain KPR Syariah, Ini 3 Cara Lain Beli Rumah Tanpa Riba)

8. Paham hukum

Yang terakhir tapi bukan yang paling tidak penting: broker properti mesti melek hukum, khususnya yang berkaitan dengan properti. Salah satu manfaat melek hukum ya itu tadi, tahu batas komisi makelar properti. Manfaat lainnya adalah terhindar dari risiko kerugian akibat kejahatan, misalnya penipuan jual-beli properti.

Bagaimana? Menjadi broker properti menggiurkan bukan? Uang Rp 80 juta bisa dengan mudah masuk ke kantong jika hoki menjual properti miliaran rupiah.

Jikapun tidak, ada peluang untuk memupuk sedikit demi sedikit komisi hingga terkumpul jumlah yang lebih besar di akhir bulan. Tak perlu takut digerebek polisi, tak perlu khawatir digunjingkan netizen. Siapa mau Rp 80 juta?