djp-online

DJP Online: Cara Lapor SPT Agar Terhindar dari Denda Pajak

DJP Online atau Direktorat Jenderal Pajak Online menjadi terobosan baru di dunia perpajakan dengan e-filing, pelaporan pajak lewat jaringan Internet. Program dari Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Pajak ini memudahkan urusan seputar pajak bagi masyarakat.

Beberapa tahun belakangan, pemerintah memang gencar menggenjot pendapatan negara dari sektor pajak. Adanya DJP Online turut berkontribusi menaikkan pendapatan yang kelak digunakan untuk pembangunan tersebut.

Dulu, orang kerap enggan membayar pajak dan melaporkannya karena prosedur yang ribet dan rentan dicoreng aksi korup. Misalnya seseorang yang hendak membayar pajak penghasilan harus datang ke kantor pajak dari pagi untuk antre, isi formulir, antre lagi, dan seterusnya hingga siang atau sore hari sampai urusan selesai.

Prosedur itu menguras waktu, tenaga, dan biaya masyarakat. Tak mengherankan banyak yang menolak menjadi wajib pajak yang taat. Ancaman sanksi yang dikenakan pun seperti isapan jempol, tak kelihatan wujud nyatanya.

Namun semua itu berubah ketika pemerintah meluncurkan program DJP Online. Mengikuti perkembangan zaman, urusan pembayaran dan pelaporan pajak bisa diselesaikan secara online dengan program itu.

Dan sanksi yang dijatuhkan pun tak main-main, sampai jutaan rupiah buat wajib pajak badan dan ratusan ribu rupiah buat wajib pajak individu. Di Pontianak, misalnya, banyak CV dan PT yang belum lapor SPT (surat pemberitahuan pajak tahunan) sehingga dikenai denda Rp 1 juta.

Buat pengusaha atau pemilik CV/ PT, urusan pajak memang bisa bikin senewen. Sebab, semuanya harus diurus sendiri, dari merinci potongan pajak, membayar pajak, hingga melaporkannya.

Perkara lebih mudah bila menggunakan jasa konsultan pajak atau mempekerjakan tenaga yang paham soal pajak. Tapi itu memerlukan biaya ekstra yang tentu menjadi pertimbangan tersendiri, terutama buat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan modal lebih.

(Baca: Ini Manfaat dan Cara Login VPN Tarumanagara untuk KlikBCA Bisnis)

Meski demikian, membayar dan melaporkan pajak adalah kewajiban warga negara. Membayar pajak mungkin sudah jelas tujuannya. Yang sering jadi pertanyaan adalah mengapa harus lapor SPT? Sudah bayar pajak, masih direpotkan lapor SPT pula. 

Ini terutama dialami wajib pajak pribadi. Padahal wajib pajak pribadi sudah diberi kemudahan, baik dalam pembayaran pajak maupun pelaporan SPT.

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, SPT adalah sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang. Walau penghasilan sudah dipotong pajak tiap bulan, seseorang bisa saja belum sepenuhnya menyetor pajak jika punya penghasilan lain dari pekerjaan sampingan.

Misalnya Hendro bekerja sebagai desainer grafis di PT Maju Jaya. Di sela-sela pekerjaannya, dia mengambil order freelance membuat gambar dari klien lain. Penghasilan dari pekerjaan lepas ini juga mesti dipotong pajak.

Nah, SPT digunakan untuk memastikan semua kewajiban wajib pajak sudah tertunaikan. Karena itulah SPT pajak di DJP Online harus diisi dengan sebenar-benarnya. Bila ada penghasilan yang belum dipotong pajak, akan ada keterangan kurang bayar sehingga wajib pajak mesti melunasi kekurangan itu dulu agar laporan tuntas.

Cara Lapor SPT di DJP Online

DJP Online adalah saluran resmi dari pemerintah untuk melaporkan SPT. Tapi situs ini kadang ngadat ketika menjelang tenggat pelaporan, yakni pada bulan Maret tiap tahun. Penyebabnya adalah orang-orang berduyun-duyun membuka situs tersebut karena takut kena denda lantaran telat lapor.

Untuk mengatasinya, kamu sebaiknya lapor SPT sejak jauh hari. Jika memang berhalangan sehingga harus lapor menjelang tenggat, tak perlu datang langsung ke kantor pajak. Kamu bisa menggunakan situs lain yang juga melayani pelaporan pajak. 

Situs Application Service Provider (ASP) ini ditunjuk langsung oleh DJP, sehingga bisa dipastikan kevalidan dan keamanannya:

- www.spt.co.id
- www.pajakku.com
- www.tax.jurnal.id
- www.online-pajak.com 
- www.pajakku.com

Cara lapor SPT lewat DJP Online sangatlah mudah. Langkah pertama adalah mendapatkan EFIN terlebih dulu. EFIN adalah electronic filing identification number berupa nomor yang digunakan sebagai identifikasi saat akan lapor SPT.

Sayangnya, EFIN harus didapatkan langsung dari kantor pajak. Bawalah fotokopi KTP dan NPWP untuk mendapatkan EFIN. Buat karyawan kantor, EFIN bisa didapatkan secara kolektif. Coba hubungi divisi pajak di kantormu untuk mencari tahu lebih lanjut soal EFIN kolektif.

Yang pasti, pembuatan EFIN tak bisa diwakilkan. Harus wajib pajak sendiri yang mengurusnya dan hanya bisa dilakukan satu kali. Jika lupa EFIN, kamu harus mengurusnya ke kantor pajak setempat. Tapi tidak harus datang langsung. Kamu bisa menghubungi petugas pajak lewat fitur chat di DJP Online, Twitter @kring_pajak, atau call center 1500200.

Jika sudah mendapatkan EFIN dan sudah diaktifkan, bisa langsung akses DJP Online untuk lapor SPT. Ada tiga jenis formulir SPT untuk pribadi, yakni:

- Formulir 1770 SS untuk pribadi dengan jumlah penghasilan kurang dari atau sama dengan Rp 60 juta setahun 
- Formulir 1770 S untuk pribadi dengan penghasilan tahunan lebih dari Rp 60 juta
- Formulir 1770 untuk profesional, seperti dokter, akuntan, dan notaris

(Baca: 7 Cara Mengatur Keuangan ala Miliarder Dunia)

Tahap selanjutnya adalah membuka situs DJP Online dan mengikuti panduan yang diberikan.

1. Registrasi DJP Online

Untuk menggunakan fitur e-filing pertama kali di DJP Online, kamu harus registrasi di situs DJP Online. Klik tombol “daftar di sini” atau “daftar”.

2. Verifikasi pendaftaran

Di halaman pendaftaran, kamu harus memasukkan NPWP, EFIN, dan kode keamanan. Lalu pilih verifikasi.

3. Buat password

Di laman selanjutnya, akan ada kolom berisi namamu sebagai wajib pajak serta kolom kosong yang harus diisi dengan alamat email dan password. Isikan alamat email yang biasa kamu gunakan dan password yang gampang diingat. Setelah itu, pencet simpan.

4.  Cek email

Kamu akan mendapat email dari DJP Online berupa link yang digunakan untuk aktivasi akun di DJP Online. Klik link itu. 

5. Login DJP Online

Setelah akun di DJP Online aktif, kembali ke situs DJP Online untuk melakukan login dengan cara memasukkan NPWP, password, dan kode keamanan.

6. E-filing

Kemudian pilih e-filing untuk lapor SPT, lalu klik “buat SPT”.

7. Pilih formulir

Di halaman selanjutnya, kamu harus memilih formulir sesuai dengan profil wajib pajak. Di situ ada tiga pertanyaan. Jawablah sesuai dengan profilmu, maka kamu akan diberi formulir yang sesuai. Setelah mendapat formulir, ada pilihan dengan panduan atau tanpa panduan. Keduanya sama saja. Bedanya hanya ada-tidaknya panduan.

8. Isi SPT

Siapkan lembar bukti pemotongan pajak yang didapatkan dari kantor. Lembar ini berisi data penghasilan dan pajak yang dipotong. Ada empat jenis isian SPT, yakni data pemotongan pajak, jumlah pendapatan yang dikenai pajak final serta penghasilan bukan objek pajak, total harta dan kewajiban, serta pernyataan tentang kebenaran data yang dimasukkan.

9. Kirim SPT

Tahap terakhir adalah klik “kirim SPT” untuk proses verifikasi. Jika proses benar, kamu akan mendapat email notifikasi dari DJP Online tentang SPT yang telah dilaporkan. 

Untuk wajib pajak badan, SPT bisa langsung diunggah di situs e-filing DJP Online. Tapi formulir SPT harus diisi dulu secara manual. Formulir ini bisa didapatkan di situs DJP Online atau datang langsung ke kantor pajak.

Alternatif DJP Online

Seperti disinggung sekilas di atas, ada sejumlah alternatif untuk lapor SPT selain DJP Online. Situs yang dikelola swasta itu terhubung langsung dengan sistem DJP Online.

Setiap situs memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun semuanya bisa digunakan untuk lapor SPT. Situs Online Pajak bahkan bisa dibilang lebih komplet ketimbang DJP Online.

Online Pajak memiliki fitur yang tidak dipunyai DJP Online, antara lain:

- E-filing semua jenis SPT untuk semua periode (tidak hanya tahunan)
- Bisa untuk setor, hitung, dan lapor pajak online
- Akses multi-user (satu akun untuk beberapa pengguna)
- Tersedia fitur impor data dan layanan bantuan online

Satu kesamaan penting antara DJP Online dan Online Pajak adalah adanya fitur membuat e-billing untuk membayar pajak. E-billing terutama berguna buat wajib pajak badan agar pembayaran pajak lebih mudah dan ringkas.

Semua wajib pajak bebas menggunakan DJP Online atau situs ASP. Yang penting semua kewajiban mesti ditunaikan agar terhindar dari denda yang akan menjadi beban.

Lagi pula, pajak adalah salah satu sumber pendapatan negara yang menjadi penggerak roda ekonomi. Jika pendapatan memenuhi target, roda ekonomi akan bergerak lancar. Kita sebagai masyarakat yang akan menuai manfaat finansialnya.

(Baca: Cara Daftar IB BRI dan BRI Mobile dengan Mudah)