cicilan tanpa kartu kredit

Cicilan tanpa Kartu Kredit, Untung atau Buntung?

Cicilan tanpa kartu kredit menjadi tren di kalangan masyarakat yang hendak memiliki suatu barang tapi tak punya kartu kredit. Mereka tak memiliki kartu kredit karena berbagai macam alasan.

Salah satunya, tak mau karena merasa takut akan jebakan kartu kredit. Padahal jebakan itu mitos belaka. Kartu kredit adalah alat pembayaran. Sebelum bertransaksi, harus dipikirkan dulu bagaimana nanti membayarnya dan berapa batas utang yang disanggupi. Bukan asal main gesek.

Alasan lain adalah gagal apply kartu kredit terus-menerus. Mungkin mereka masih ada tanggungan pinjaman di bank sehingga pengajuan kartu kredit tak lolos. Atau bisa jadi ada syarat yang tak dipenuhi.

Yang pasti, kredit tanpa kartu kredit bisa menjadi jawaban bagi kelompok non-pengguna kartu kredit ini. Yang jadi pertanyaan adalah cicilan tanpa kartu kredit ini bikin untung atau justru buntung?

Pilihan Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Sederet platform menyediakan jasa cicilan tanpa kartu kredit untuk transaksi online. Platform ini tidak mewajibkan syarat neko-neko. Yang penting ada kartu identitas dan foto diri yang menjadi jaminan keaslian identitas.

Kamu bisa mencari aplikasi platform kredit tanpa kartu kredit ini di smartphone dan mengunduhnya untuk langsung menggunakan jasanya. Aplikasi tersebut telah bekerja sama dengan marketplace atau toko online.

Dengan demikian, ketika kamu berbelanja di situs jual-beli itu dan sudah terdaftar di aplikasi kredit tanpa kartu kredit, transaksi bisa diselesaikan secara cicilan. Namun setiap platform memiliki aturan sendiri-sendiri, misalnya soal plafon dan suku bunga.

Mekanisme yang diterapkan platform soal plafon adalah melihat riwayat pembayaran cicilan penggunanya. Misalnya untuk penggunaan pertama, plafon hanya Rp 2 juta. Tapi setelah menggunakannya beberapa kali dan cicilan selalu lunas tepat waktu, kamu bisa meminta kenaikan plafon, umpamanya jadi Rp 5 juta.

Makin disiplin dan sering kamu memakai jasa mereka, kemungkinan kenaikan plafon makin besar. Ini tentu penting jika kamu hendak membeli barang yang harganya lebih mahal.

(Baca: Bahaya KTA tanpa Kartu Kredit yang Harus Dipahami)

Namun ada pula platform cicilan tanpa kartu kredit yang bergerak offline alias untuk transaksi di toko fisik. Platform ini menyasar generasi yang lebih senior, yang tidak terlalu melek teknologi.

Untuk tipe kredit tanpa kartu kredit ini syaratnya berbeda. Kamu harus menyerahkan salinan kartu identitas sesuai dengan domisili toko. Misalnya toko di Bekasi, berarti kartu tanda penduduk juga keluaran Bekasi. Selain itu, ada proses survei ke rumah untuk memastikan keaslian identitas dan kelayakan mendapatkan kredit.

Plafon yang diberikan nantinya disesuaikan dengan harga barang yang akan dibeli. Contohnya kamu hendak beli kulkas seharga Rp 5 juta, berarti plafon mengikuti harga itu. Biasanya platform ini meminta syarat pembayaran uang muka. Adapun platform online ada yang meminta uang muka dan ada yang tidak.

Cicilan Tanpa Kartu Kredit vs dengan Kartu Kredit

Secara karakteristik, dua macam kredit ini amatlah berbeda. Keduanya mensyaratkan bunga. Tapi bunga kartu kredit jelas diatur dalam peraturan Bank Indonesia. Peraturan ini bisa berubah sesuai dengan kebijakan regulator tersebut. Sedangkan bunga cicilan tanpa kartu kredit ditentukan oleh si penyedia kredit.

Satu hal lain: ada layanan cicilan 0 persen kalau kamu punya kartu kredit. Ini berbeda dengan cicilan tanpa kartu kredit. Ada yang menyediakan bunga 0 persen, tapi terbatas untuk pembayaran maksimal 30 hari atau sebulan. 

Proses persetujuan cicilan 0 persen dengan kartu kredit pun lebih mudah. Selama harga barang berada di dalam limit, proses cicilan akan disetujui. Tidak ada proses pengiriman kartu identitas atau survei ke rumah.

(Baca: 5 Kegunaan Kartu Kredit yang Bikin Orang Iri)

Nah, bicara soal untung atau buntung jika menggunakan layanan kredit tanpa kartu kredit, hal itu berpulang ke pribadi masing-masing. Secara umum, layanan ini menguntungkan karena kamu bisa memiliki suatu barang terlebih dulu meski belum membayarnya lunas.

Misalnya handphone kamu rusak, sementara dana terbatas dan tak punya kartu kredit. Cicilan tanpa kartu kredit bisa dimanfaatkan untuk membeli ponsel baru.

Meski begitu, ada satu hal yang bisa membuat kamu buntung jika beli pakai skema kredit tanpa kartu kredit, yakni tidak mencermati biaya-biaya yang timbul dan tidak menghitung kemampuan bayar.

Biaya seperti administrasi, uang muka, dan terutama bunga harus diperhitungkan dulu. Lebih dari itu, kemampuan bayar mesti dipertimbangkan untuk mengetahui berapa jumlah cicilan dan tenor yang sesuai dengan kondisi finansial.

Jika mampunya mencicil handphone seharga Rp 3 juta, misalnya, sebaiknya tidak memaksakan diri mengambil yang Rp 5 juta meski ada limit sejumlah itu. Sama seperti memiliki kartu kredit, diperlukan kebijakan dan kecermatan dalam mengatur pengeluaran ketika hendak membeli barang menggunakan skema cicilan tanpa kartu kredit agar mendapat untung, alih-alih buntung.