Cara lapor SPT melalui efiling

Cara Lapor SPT Tahunan Online Melalui e-Filing, Lengkap!

Ingin tahu cara lapor SPT tahunan 2019 dengan mudah secara online? Kenalkan e-filing, fasilitas pelaporan pajak online yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja. 

Bagi sebagian orang, e-filing mungkin sudah tak asing lagi. Sebab, sistem ini sudah berjalan sejak tahun 2012.

Fasilitas e-filing dapat digunakan untuk pelaporan SPT PPh orang pribadi 1770, 1770S, dan 1770SS. Sebelum membahas cara lapor SPT tahunan melalui e-filing, sebaiknya kita pahami dulu perbedaan antara ketiganya.  

Perbedaan SPT 1770, 1770S, dan 1770SS

Surat pemberitahuan tahunan alias SPT untuk wajib pajak pribadi dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu SPT 1770, SPT 1770S, dan SPT 1770SS. Pembagian ini secara umum didasarkan pada status karyawan atau sumber penghasilan wajib pajak. Berikut ini penjelasannya.

  1. SPT 1770

  • Wajib pajak memiliki penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas.
  • Wajib pajak memiliki penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja.
  • Wajib pajak memiliki penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final (langsung dibayar utuh saat penghasilan diterima).

     2. SPT 1770S

  • Wajib pajak merupakan karyawan atau pensiun dari satu atau lebih perusahaan.
  • Wajib pajak memiliki penghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun.

      3. SPT 1770SS

  • Wajib pajak hanya bekerja untuk satu pemberi kerja.
  • Wajib pajak memiliki penghasilan kurang dari Rp 60 juta.

Jika sudah tahu SPT-mu masuk kategori mana, selanjutnya mari pahami cara lapor SPT tahunan melalui e-filing. 

Bagi kamu yang baru pertama kali akan melaporkan SPT tahunan sendiri, sudah punya EFIN belum? Jika belum, ikuti cara pembuatan EFIN di bawah ini.

Cara membuat EFIN

EFIN alias electronic filing identification number merupakan kode autentikasi yang mengenkripsi data transaksi melalui situs e-filing pajak, sehingga data-datamu jadi lebih aman. EFIN diperlukan untuk mendaftarkan diri ke situs pelayanan pajak, seperti DJP Online.

Tapi, tak perlu cemas jika kamu belum punya EFIN. Kamu bisa mengajukan pembuatan atau aktivasi EFIN dengan mudah di KPP (kantor pelayanan pajak) atau MPP (mal peayanan publik).

Datanglah dengan membawa KTP dan NPWP. Di sana, petugas pajak akan memintamu untuk melengkapi selembar formulir pengajuan aktivasi EFIN. Tanpa biaya dan kurang lebih 15 menit kemudian, kamu sudah bisa mendapatkan kode EFIN pajak yang diperlukan.

Selain EFIN, jangan lupa siapkan lembar bukti pemotongan pajak yang didapatkan dari kantor atau perusahaan tempatmu bekerja. 

Cara lapor SPT tahunan online melalui e-filing

Jika EFIN dan bukti pemotongan pajak sudah dimiliki, kamu sudah bisa lapor SPT tahunan online melalui e-filing. Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini.

1. Membuat akun di situs DJP Online

Membuat akun di situs DJP Online



Bagi kamu yang sudah pernah mengisi e-filing sebelumnya, kamu dapat langsung login menggunakan nomor NPWP dan password terdaftar. 

Jika kamu lupa password, klik pada bagian “Lupa Password? Reset di sini”. Nantinya, kamu akan diminta mengisi kode EFIN dan nomor NPWP.

Bagaimana jika lupa password, tapi lupa kode EFIN? Tenang, cek solusinya di sini. Bagi kamu yang belum mendaftar, silakan mengikuti langkah-langkah, di bawah ini:

1. Klik bagian “daftar di sini”.

daftar djp online

2. Lengkapi nomor NPWP, EFIN dan kode keamanan sesuai gambar yang ditampilkan, lalu klik “Verifikasi”.

3. Pada tampilan berikutnya, isi data email, no handphone, password, dan konfirmasi password. Lalu, klik “Simpan”.

4. Kamu akan mendapatkan email berisi nomor identifikasi dan password default, serta link aktivasi. Klik link tersebut untuk melakukan aktivasi.

DJP online aktivasi

Jika sudah, artinya kamu sudah bisa login ke DJP Online dengan akun yang telah dibuat.

2. Login ke DJP Online dengan memasukan NPWP, password dan kode keamanan yang tampil pada layar. Lalu, klik “Login”.

3. Klik menu “E-Filing”, lalu pada bagian Daftar SPT klik “Buat SPT”.

buat spt pajak

 

4. Selanjutnya, kamu akan diminta menjawab beberapa pertanyaan, seperti: “Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas?”, “Apakah Anda seorang suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau pisah harta (PH)?”, dan lainnya. 

Dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu akan diberikan pilihan jenis SPT yang perlu digunakan.

pertanyaan-pertanyaan spt

 

5. Kamu bisa memilih jenis formulir yang diinginkan. Sebagai contoh, pilih formulir dengan panduan, klik “SPT 1770 S dengan panduan”.

6. Pilih tahun pajak “2018”, Status SPT “Normal”, lalu klik “Langkah Berikutnya”.

Tahapan SPT

7. Pada bagian “Daftar Pemotongan”, klik “Tambah”.

daftar pemotongan spt

8. Lengkapi data bukti potong sesuai dengan bukti potong pajak yang kamu punya, lalu klik “Simpan”.

daftar pemotongan pajak


9. Masukan penghasilan neto dalam setahun sesuai pada lembar bukti pemotongan pajak, lalu klik “Langkah Berikutnya”.

penghasilan neto setahun

10. Selanjutnya, jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ditampilkan dengan kondisimu saat ini, lalu klik “Langkah Berikutnya” hingga selesai. Pertanyaan tersebut, meliputi:

  • Penghasilan dalam negeri lainnya.
  • Penghasilan luar negeri.
  • Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak.
  • Penghasilan yang pajaknya sudah dipotong secara final.
  • Harta yang dimiliki.
  • Utang yang dimiliki.
  • Tanggungan yang dimiliki.
  • Zakat atau sumbangan keagamaan kegiatan wajib.
  • Pengembalian atau pengurangan PPh Pasa 24 dari penghasilan luar negeri.
  • Pembayaran PPh Pasal 25.

11. Jika semua pertanyaan sudah selesai dijawab, Lakukan konfirmasi dengan klik “Setuju/Agree”, lalu klik “Langkah Berikutnya”.

12. Pada tampilan ringkasan SPT yang muncul di layar, ambil kode verifikasi dengan klik “di sini”. Cek email untuk melihat kode verifikasi yang telah dikirim, copy dan salin pada kolom verifikasi yang tersedia. Lalu, klik “Kirim SPT”

13. Lapor SPT tahunan melalui e-filing telah selesai dilakukan. Cek email untuk melihat bukti penerimaan elektronik yang telah dikirimkan.

bukti penerimaan pajak

Usai lapor SPT, seperti pada gambar di atas, kamu dapat melihat status SPT yang terdiri dari tiga jenis, yaitu nihil, kurang bayar, atau lebih bayar. 

Jika keterangan pada status SPT nihil, maka pembayaran pajak telah terpenuhi tanpa ada selisih. Pelaporan SPT tahunan untuk tahun 2018 pun telah selesai. 

Nah, bagaimana jika keterangan pada status SPT lebih bayar atau kurang bayar? Simak solusinya di bawah ini.

Solusi status SPT kurang bayar

Jika status SPT kurang bayar, kamu akan mendapati kolom dialog berisi pertanyaan “Sudahkah Anda melakukan pembayaran?”. 

  • Jika sudah membayar, pilih “Sudah”, lalu masukkan kode nomor tanda penerimaan negara (NTPN) dan tanggal setor yang tercetak pada bukti pembayaran pajak.
  • Jika belum membayar, pilih “Belum”, lalu klik “Buat Kode Billing”.
    • Klik “Isi SSE”.
    • Pada form surat setoran elektronik (SSE), pilih jenis pajak: 411125-PPh Pasal 25/29. Lengkapi data lainnya, lalu klik “Simpan”.  
    • Klik “Kode Billing” untuk menerbitkan ID billing. Jika berhasil, kamu akan mendapatkan notifikasi pembuatan ID Billing telah sukses. Klik “Ok” untuk menampilkan ringkasan SSE dan kode billing.
    • Klik “Cetak kode billing” dan gunakan kode billing tersebut saat melakukan pembayaran melalui ATM, internet banking, maupun teller bank.
  • Jika sudah membayar, buka dan edit kembali SPT, lalu input NTPN dan tanggal. Ikuti instruksi hingga selesai dan  “kirim SPT”.

Solusi status SPT lebih bayar

Jika status SPT lebih bayar, coba cek kembali data SPT untuk memastikan semua data telah terisi dengan benar dan lengkap. Jika dipastikan tak ada data yang terlewat ataupun keliru, kelebihan pembayaran pajak akan dikembalikan kepadamu. 

Namun, setelah melalui rangkaian pemeriksaan atau penelitian yang dilakukan oleh petugas pajak. Dalam prosesnya, akan ada pemanggilan untuk dimintai keterangan, baik secara lisan, tertulis, maupun dokumen pendukung, seperti bukti pemotongan pajak. 

Jika dari hasil pemeriksaan ternyata memang kamu kelebihan bayar, selisih pembayaran akan dikembalikan kepadamu. Namun, mungkin saja terjadi kesalahan isi sehingga status SPT yang ditampilkan keliru. Untuk itu, petugas pajak akan mengoreksi kesalahan data yang dimasukkan.  

Penghasilan di bawah PTKP tidak wajib lapor SPT

Semua wajib pajak, wajib membayar pajak dan lapor SPT tahunan pajak. Tapi, jika penghasilan neto tidak melebihi penghasilan tidak kena pajak (PTKP), wajib pajak tidak wajib menyampaikan atau lapor SPT tahunan pajak penghasilan pribadi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No.101/PMK.010/2016, batasan PTKP yang masih berlaku hingga saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Rp 54 juta per tahun untuk wajib pajak pribadi yang belum menikah.
  2. Tambahan Rp 4,5 juta per tahun atau Rp 59,5 untuk wajib pajak yang sudah menikah.
  3. Tambahan Rp 54 juta untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
  4. Tambahan Rp 4,5 juta untuk setiap anggota sedarah atau anak yang menjadi tanggungan sepenuhnya (paling banyak tiga orang per keluarga.

Jadi, misalnya penghasilanmu per bulan adalah Rp 4 juta atau Rp 48 juta per tahun. Maka, kamu tidak wajib lapor SPT tahunan karena penghasilanmu di bawah PTKP. 

Sekarang sudah tahu kan cara lapor SPT online melalui e-filing? Selain mudah, prosesnya juga tak butuh waktu lama. Yuk, lapor SPT tahunan sekarang juga sebelum terlambat!

(Baca: Lupa Lapor SPT Tahunan 2019? Ini Sanksinya)