bukan-jodoh

Bukan Jodoh, Idealnya Kamu Sudah Punya 5 Hal Ini Saat Umur 30-an

Menjelang umur 30 tahun, orang sering merasa bimbang menghadapi tahun-tahun ke depan. Apalagi ketika melihat di sekelilingnya, teman-teman sebaya telah mencapai ini dan itu bahkan saat umurnya belum 30 tahun.

Di tengah masyarakat memang masih ada stereotip bahwa umur segini harus begini, umur segitu harus begitu. Pandangan ini jugalah yang membuat orang gamang saat berumur 30-an tahun tapi belum memiliki sejumlah hal yang dianggap ideal.

Konsep ideal menurut pandangan khalayak sebenarnya masih bisa diperdebatkan. Bahkan sangat bisa bila hal itu menyangkut urusan tertentu, misalnya jodoh.

Namun bila sudah berbicara soal urusan finansial, semestinya pandangan dari luar bisa dijadikan acuan saran dan kritik untuk perbaikan. Lagi pula, tips finansial itu umumnya bersifat positif. Kan tidak mungkin orang disarankan untuk boros.

Berkaitan dengan itu, jika kamu sudah berumur 30-an atau menjelang 30 tahun, ada beberapa hal yang seyogyanya telah dimiliki demi kehidupan finansial yang lebih baik. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Tabungan rencana 

Tabungan rencana adalah tabungan yang khusus digunakan untuk kebutuhan pada masa mendatang. Bentuknya berbeda dengan tabungan biasa.

Tabungan biasa berfungsi sebagai sarana menyimpan dan transaksi keuangan. Ada duit yang rutin masuk dan keluar.

Sedangkan tabungan rencana khusus dipakai untuk menyimpan dana. Dana ini baru bisa ditarik setelah sampai pada jangka waktu tertentu, misalnya 6 bulan, satu tahun, sampai lima tahun.

Kelebihan tabungan rencana adalah bunganya lebih besar daripada tabungan reguler. Buat yang merasa susah menabung, membuka tabungan rencana bisa menjadi solusi karena kamu akan dipaksa menabung.

Bila tak ada dana masuk per bulan, kamu akan diminta membayar denda. Bahkan tabungan bisa hangus jika berbulan-bulan tak ada dana masuk. Dalam perbankan, ada dua pilihan jenis tabungan rencana:

- Tabungan berjangka

Seperti sekelumit disinggung di atas, tabungan ini memiliki durasi penyimpanan atau sering disebut masa kontrak. Misalnya kamu ingin buka tabungan rencana dengan masa kontrak satu tahun. Maka selama setahun itu kamu harus rutin menabung tiap bulan sesuai dengan nominal yang telah disepakati di awal.

Jika sudah berjalan satu tahun, barulah tabungan itu bisa dicairkan. Tabungan berjangka tak bisa sesuka hati ditarik karena harus mengendap sesuai dengan masa kontrak. Bila terpaksa dicairkan, ada denda penalti yang harus dibayar.

Biasanya, tabungan ini digunakan untuk biaya pendidikan hingga membeli kendaraan baru. Bagusnya, banyak tabungan berjangka yang dilengkapi dengan asuransi kesehatan. Itu artinya ada dua manfaat yang bisa dinikmati dari satu macam layanan perbankan.

- Deposito

Beberapa orang menganggap deposito sebagai salah satu bentuk investasi. Bisa jadi iya, karena ada unsur penanaman modal di situ. Namun deposito bisa juga disebut sebagai tabungan rencana. Sebab, karakteristik deposito amatlah mirip dengan tabungan rencana. Di antaranya bunga lebih besar dan ada periode kontrak simpanan dengan sanksi penalti jika dana ditarik sebelum waktunya.

Sebagian besar bank melayani deposito dan tabungan dalam bentuk rupiah ataupun mata uang lain. Khusus deposito tidak hanya disediakan bank, tapi juga koperasi. 

Dengan memiliki tabungan rencana pada umur 30-an, berarti kamu memiliki target finansial yang mesti dipenuhi pada masa mendatang. Itu berarti kehidupanmu telah terencana. Hal ini sangat penting bila peduli akan keuangan, terutama untuk memulai keluarga dan menghadapi masa pensiun.

(Baca: Contoh Jack Ma, Ini 7 Resolusi 2019 agar Merdeka Finansial)

2. Dana darurat

Mirip dengan tabungan rencana, dana darurat digunakan untuk kebutuhan jangka panjang. Tapi kebutuhan ini bersifat mendesak dan darurat.

Kebutuhan itu umpamanya biaya hidup ketika tiba-tiba kamu mengalami pemutusan hubungan kerja. Bila punya dana darurat, kamu bisa menambal kebutuhan hidup sembari mencari pekerjaan baru.

Atau mungkin kamu terlibat kecelakaan parah sehingga tak bisa lagi mencari nafkah. Dana darurat adalah solusi sambil menunggu pencairan uang pertanggungan klaim asuransi, misalnya.

Nominal ideal dana darurat adalah 8-10 kali gaji atau pemasukan per bulan. Bila gaji Rp 10 juta, berarti idealnya dana darurat Rp 80-100 juta.

Pada usia 30-an tahun, tentu tidak langsung harus punya dana darurat sejumlah itu. Masa ini menjadi tahap awal untuk memulai pengumpulan dana hingga mencapai jumlah ideal. Hitung berapa kira-kira pemasukan yang bisa disisihkan ke pos dana darurat tiap bulan hingga jumlahnya bisa segera genap.

3. Investasi

Investasi tak kenal usia. Makin dini kamu berinvestasi, makin besar buah yang kelak bisa kamu tuai. Bila sudah umur 30-an dan belum punya investasi, sekaranglah saat untuk memulainya.

Investasi di sini bukan berarti saham di perusahaan atau punya rumah kontrakan 12 pintu. Sebagai permulaan, investasi bisa yang sederhana, seperti emas dan reksa dana.

Terlebih di zaman Internet ini semua orang bisa dengan mudah berinvestasi secara online. Mau beli reksa dana, misalnya, bisa lewat marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia. Beli emas juga begitu. Tak perlu repot antre dan lama-lama di jalan.

Investasi di sini juga bisa berarti rumah yang dibeli secara kredit. Rumah itu bisa dijadikan tempat bernaung sekaligus investasi jangka panjang. 

Beli rumah kredit adalah solusi yang paling pas, melihat harga properti yang kian menjulang. Namun bila ada rezeki, tak ada salahnya beli rumah tunai sehingga tak ada tanggungan cicilan ke depan.

4. Dana pensiun

Dana pensiun berbeda dengan tabungan rencana, dana darurat, apalagi investasi. Sesuai dengan peruntukannya, dana pensiun digunakan untuk memenuhi kebutuhan ketika sudah mencapai usia pensiun.

Buat pegawai swasta atau pun aparat pemerintah, usia pensiun adalah 55-60 tahun. Pada usia itu, orang dinilai sudah tak lagi produktif.

Dengan merintis dana pensiun sejak umur 30-an, nantinya kamu bisa lebih mudah menjalani kehidupan saat sudah pensiun meskipun tak ada lagi pemasukan rutin seperti saat masih produktif.

Dana pensiun antara lain berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Penghimpunan dana ini bersifat wajib buat pegawai. 

Adapun buat yang saat ini menjadi wirausaha, bisa menghimpun dana pensiun sendiri lewat banyak program. Salah satunya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

Tapi bukan berarti mereka yang sudah punya BPJS Ketenagakerjaan sudah pasti aman. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Bila perlu, kombinasikan program BPJS Ketenagakerjaan dengan program dana pensiun lain untuk lebih memastikan manfaatnya.

(Baca: 8 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini akan Kamu Sesali di Hari Tua)

5. Mata pencarian

Empat poin di atas tak bisa dimiliki jika poin kelima ini belum masuk kantong. Mata pencarian atau sumber nafkah adalah hal mendasar yang seyogyanya sudah dimiliki secara permanen ketika usia 30-an.

Mata pencarian tidak selalu berupa pekerjaan di kantor. Bisa pula usaha atau bisnis sendiri. Bahkan pekerjaan lepas alias freelance bisa dijadikan mata pencarian. 

Yang penting adalah mata pencarian itu bisa dijadikan pegangan untuk kehidupan finansial. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nafkah yang didapatkan seharusnya juga bisa dimanfaatkan buat menabung hingga bersenang-senang.

Apalah artinya kerja banting tulang jika tak bisa bersenang-senang? Bagaimanapun, hiburan juga termasuk kebutuhan yang mesti dipenuhi agar tetap sehat jiwa dan raga.

Lima hal di atas itulah yang idealnya sudah dimiliki oleh orang yang berumur 30-an dalam kaitannya dengan kebutuhan finansial. Lantas bagaimana dengan jodoh? Pacar?

Itu menjadi urusan pribadi masing-masing ya. Meski begitu, memang ada baiknya sudah punya pengalaman dalam hal asmara saat umur 30-an jika berencana memiliki keluarga kelak. Semangat!