bukalapak

Bukalapak Dibobol, Begini Cara Amankan Akun Pelapak dan Pembeli

Sebuah berita mengejutkan keluar pada pertengahan Maret 2019 ini: Bukalapak dibobol! Tidak hanya itu, jumlah akun Bukalapak yang kena hack tak tanggung-tanggung: 13 juta akun!

Tak pelak lagi, banyak yang langsung mengecek akun di Bukalapak. Terang saja semua khawatir jadi korban pembobolan ini. Apalagi sebelumnya ada yang pernah mengadu akun Bukalapak dibobol setelah melakukan transaksi.

Untungnya Bukalapak segera memberikan klarifikasi. Menurut Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono, betul ada upaya pembobolan Bukalapak. Tapi data penting seperti password pengguna atau informasi pribadi lain bisa diamankan.

Meski begitu, Bukalapak tetap memberikan imbauan untuk mengamankan akun masing-masing, baik buat pelapak maupun pembeli. Kedua jenis akun ini sama pentingnya. 

Bagaimanapun, pemilik akun juga punya tanggung jawab untuk mengamankan akun masing-masing. Tidak mustahil pembobolan berawal dari kecerobohan si pemilik akun. Untuk mencegah akunmu di toko online atau marketplace dibobol, tips berikut ini bisa dicoba.

Pelapak

Pelapak adalah pihak yang memiliki lapak atau toko di marketplace. Jika akun pelapak dibobol dan diambil alih orang lain, risiko kerugiannya sangat tinggi.

Jika ada yang membeli, misalnya, kamu tidak akan bisa memproses dan menerima laba dari penjualan. Yang lebih parah adalah kalau punya saldo di marketplace tersebut. Bisa-bisa seluruh saldo disedot hingga tak bersisa.

Untuk mencegah risiko itu, ada beberapa langkah yang perlu diambil:

1. Ganti password secara berkala

Memang merepotkan, tapi langkah ini penting jika kamu mau lebih mengamankan akunmu di Bukalapak atau di mana pun. Tidak usah setiap hari, seminggu-dua minggu sekali juga sudah cukup. Selain itu, jangan gunakan password yang sama untuk beberapa akun, misalnya e-mail, media sosial, dan marketplace.

2. Gunakan password unik

Di era canggih dan ribet seperti sekarang, masih banyak yang pakai password “1234”. Atau pakai kode tanggal, bulan, dan tahun kelahiran. Itu sama sekali tidak aman. Gunakan password yang setidaknya mencakup angka dan huruf kapital serta huruf kecil. Kalau bisa ditambah simbol, misalnya “124ha5!A”.

3. Bersih-bersih setelah pakai Wi-Fi gratisan

Wi-Fi gratis sayang kalau tidak dimanfaatkan. Tapi ada risiko pembobolan yang mengintai karena perangkat keamanannya sangat minimal. Makanya, setelah pakai Wi-Fi gratisan, pastikan logout dari akun marketplace. Bila pakai browser di laptop, bersihkan cache. Yang lebih aman adalah memakai jaringan milik sendiri.

4. Kosongkan saldo

Daripada menghadapi risiko saldo dikuras, tak apa-apa mengosongkan saldo bila memungkinkan. Begitu uang penjualan cair, langsung transfer ke bank. Dengan begitu, hacker tak bisa apa-apa jika bisa membobol akun pelapak.

5. Hindari klik sembarangan

Sebagai warganet yang cerdas, mestinya bisa membedakan link berupa jebakan yang bisa mengarah ke pembobolan data pribadi. Link ini biasanya masuk lewat e-mail atau pesan media sosial. Pastikan klik link yang betul-betul berasal dari marketplace yang memang kamu daftarkan. Bila merasa ragu, hubungi petugas customer service terkait lewat e-mail atau media sosial, seperti Twitter, untuk menanyakan hal tersebut.

Pembeli

Tips mengamankan akun pembeli sebetulnya kurang-lebih sama dengan pelapak. Poin 1-5 di atas bisa dipraktikkan pula oleh pembeli. Namun ada beberapa tambahan yang tak kalah penting.

1. Hubungkan kartu kredit jika perlu

Kartu kredit adalah alat transaksi yang praktis dan efisien. Hanya dengan memasukkan kode password, transaksi terselesaikan. Tapi ada risiko kartu kredit dibobol jika terus-terusan dihubungkan dengan akun di toko online. 

Sebaiknya, demi keamanan, hubungkan kartu kredit hanya jika hendak digunakan untuk bertransaksi. Setelah pembayaran selesai, hapus data kartu kredit di marketplace tersebut.

Dengan begitu, pembobol jika berhasil mengambil alih akun tak sampai menguasai data kartu kredit yang terhubung dengan akun tersebut. Cara ini berguna untuk meminimalkan kerugian jika akunmu di toko online di-hack.

(Baca: 5 Tips untuk Mencegah Penipuan Kartu Kredit)

2. Aktifkan Two Factor Authentication 

Two Factor Authentication (TFA) adalah fitur keamanan yang dimiliki Bukalapak untuk mengamankan akun dari upaya pembobolan. Dengan mengaktifkan TFA, kamu harus memasukkan One Time Password atau password yang hanya berlaku sekali ketika hendak mengakses akun untuk bertransaksi.

Cara ini bisa jadi juga ada di marketplace lain, hanya berbeda cara pengaktifannya. Adapun cara mengaktifkan TFA Bukalapak sudah dijelaskan di situsnya, baik untuk versi aplikasi maupun browser desktop.

Jika Terindikasi Dibobol

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kadang nasib apes datang menghajar meski sudah berusaha mengamankan akun di marketplace, baik sebagai pelapak maupun pembeli.

Karena itu, jika ada indikasi akunmu dibobol, harus segera ditempuh langkah-langkah cepat untuk mencegah kerugian lebih banyak.

1. Lapor ke customer service

Berkat Twitter, Facebook, dan kawan-kawan, kini lebih mudah mengadukan masalah ke pengelola situs atau produsen. Termasuk masalah pembobolan akun marketplace.

Salah satunya via Twitter. Petugas customer service tak hanya bertugas memberikan info, tapi juga merespons keluhan yang diberikan. Cara lainnnya adalah menghubungi langsung lewat aplikasi atau situs marketplace yang bersangkutan.

Makin cepat lapor, makin baik. Bila tak kunjung mendapat respons, telepon saja langsung ke kantornya agar laporan segera ditangani.

2. Minta di-nonaktif-kan

Daripada lama menjelaskan dan memberikan bukti A-Z saat melaporkan indikasi pembobolan, langsung saja minta ban atau nonaktifkan akun terkait. Bila akun kena ban atau nonaktif, tak ada yang bisa dilakukan si pembobol.

Sementara itu, informasikan detail indikasi yang kamu temukan bahwa terjadi pembobolan. Misalnya ada notifikasi transaksi yang tidak kamu lakukan, lengkap dengan bukti screenshot transaksi tersebut.

Dunia maya bisa dibilang sebagai dunia tanpa batas. Bila memutuskan memasukinya, kamu harus siap menghadapi risiko kejahatan yang mengintai.

Polisi bahkan sampai membentuk tim khusus kejahatan cyber untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan aksi kejahatan di Internet. Maka kabar Bukalapak dibobol semestinya bisa diduga sebelumnya.

Dibutuhkan kesadaran untuk menjaga keamanan akun masing-masing. Bukan hanya pembeli yang berisiko di-hack, pelapak atau penjual pun begitu.

Tentunya tidak mau usaha jual-beli online yang dijalankan hilang tak bersisa gara-gara di-hack dan diambil alih penjahat. Apalagi jika masih ada tanggungan pinjaman modal untuk menggerakkan usaha tersebut.

Ibaratnya sudah jatuh, tertimpa tangga. Pinjaman modal harus dilunasi, sementara masalah pembobolan membuat beban bertambah. Jangan sampai terjadi yang demikian.

(Baca: Cicilan tanpa Kartu Kredit, Untung atau Buntung?)