balik-nama-motor

Balik Nama Motor: Cara Urus Termudah dan Biaya Terbaru 2019

Balik nama motor menjadi pekerjaan rumah yang bisa bikin senewen ketika beli motor bekas. Meski begitu, balik nama motor itu wajib jika tak mau terbelit masalah di kemudian hari.

Buat beberapa orang, beli motor bekas menjadi pilihan karena alasan tertentu. Mungkin mereka mengincar motor yang sudah tak diproduksi lagi alias motor jadul.

Ada juga yang tak ingin beli motor kredit tapi dana terbatas, meski uang muka atau DP kredit motor sudah dipatok 0 persen. Beli motor bekas menjadi pilihan terbaik. Tapi harus siap-siap balik nama motor bekas tersebut.

Balik nama motor adalah proses pengalihan kepemilikan sepeda motor dari pemilik lama ke pemilik baru. Kepemilikan suatu kendaraan terdata di kantor sistem administrasi manunggal satu atap alias samsat dalam bentuk buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Ketika motor tak dilengkapi BPKB dan STNK, bisa dicurigai motor itu bodong atau curian. BPKB berlaku selama motor ada, sedangkan STNK harus diperbarui setiap lima tahun. Selain itu, ada pajak STNK yang harus dibayar tiap tahun.

Balik nama motor diperlukan untuk memindahkan kewajiban itu ke pemilik baru. Jika tidak dilakukan balik nama, motor akan terus tercatat sebagai milik orang sebelumnya.

Konsekuensi buat pemilik motor baru adalah kerepotan ketika hendak bayar pajak STNK. Sebab, salah satu syarat bayar pajak STNK adalah menyertakan kartu tanda penduduk yang sesuai dengan identitas di STNK. Setidaknya alamat pada STNK dan KTP harus sama.

Saat belum balik nama motor, pembayaran pajak motor harus disertai fotokopi pemilik lama dan surat kuasa. Jelas ini akan merepotkan karena harus menghubungi pemilik lama. Kerepotan bertambah ketika si pemilik lama tak diketahui lagi rimbanya, misalnya sudah pindah rumah atau ganti nomor telepon. Makanya harus diketahui dulu cara balik nama motor kalau tak mau repot dengan urusan itu.

Balik nama motor mencakup balik nama STNK dan balik nama BPKB. Pengurusannya mesti dilakukan terpisah karena kantor yang menanganinya pun berbeda, yakni samsat untuk STNK dan kepolisian daerah untuk BPKB.

Berikut ini cara balik nama motor termudah serta biaya-biayanya:

Balik Nama STNK

Siapkan syarat balik nama motor berupa dokumen yang diperlukan, yakni:

- STNK asli dan fotokopi
- KTP asli dan fotokopi pemilik baru
- BPKB asli dan fotokopi
- Kuitansi pembelian motor yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000

Untuk mempermudah urusan dan buat jaga-jaga, bawalah fotokopi STNK, KTP, dan BPKB sebanyak dua atau tiga lembar. Siapa tahu pihak samsat atau polda membutuhkan lebih. Atau mungkin fotokopi yang dibawa rusak atau hilang.

Balik nama motor alias mutasi STNK di satu wilayah samsat berbeda dengan beda wilayah. Misalnya motor dibeli di Solo, sedangkan domisili pembeli atau pemilik baru di Yogyakarta. Ini berarti perlu proses cabut berkas di samsat Solo sebelum bisa balik nama motor di Yogyakarta.

(Baca: Cara Perpanjang SIM Online: Lokasi, Syarat, dan Biayanya)

Untuk mencabut berkas, siapkan syarat seperti tertulis di atas. Di samsat tersebut, akan dilakukan cek fisik sebelum berkas bisa dicabut. Cek fisik adalah proses menggesek nomor rangka dan nomor mesin motor untuk disesuaikan dengan data di BPKB dan STNK. 

Proses cabut berkas paling lama satu hari kerja, tergantung antrean. Bila sudah ada dokumen pencabutan berkas, barulah datang ke samsat sesuai dengan domisili pemilik baru untuk penerbitan STNK baru. Begini prosedurnya:

1. Cek Fisik Motor

Di samsat, langsung bawa motor ke bagian cek fisik. Di sana kamu akan diminta mengisi formulir dan petugas akan melakukan cek fisik sesuai dengan nomor antrean. Setelah cek fisik selesai, petugas akan memberikan hasilnya.

Berkas cek fisik ini harus segera dibawa bersama dokumen syarat balik nama motor yang sudah disiapkan ke loket pengesahan cek fisik. Jangan sampai salah loket karena tidak akan diproses.

Di loket ini kamu akan diminta membayar biaya cek fisik. Setelah disahkan, hasil pengesahan bersama dokumen dikembalikan kepada kamu untuk dibawa ke loket pendaftaran balik nama. Fotokopi hasil pengesahan cek fisik ini untuk mengurus balik nama motor di polda.

2. Balik Nama

Lokasi loket pendaftaran balik nama tidak jauh dari cek fisik. Serahkan berkas dari loket cek fisik tadi ke loket balik nama. Di sini kamu akan diminta mengisi formulir lagi dan mengembalikannya bersama dokumen syarat. Setelah itu, kamu akan dipanggil dan diberi tanda terima.

Tanda terima itu menandakan pendaftaran balik nama motor sedang diproses. BPKB dan KTP asli akan dikembalikan dan kamu harus membayar biaya pendaftaran. Petugas biasanya akan memberi tahu kapan harus balik lagi ke samsat untuk proses selanjutnya, umumnya 2-5 hari kerja.

3. Ambil surat dan bayar pajak

Sesuai dengan hari yang ditentukan, datangi lagi samsat dengan membawa tanda terima, BPKB asli, fotokopi kuitansi pembelian motor, dan hasil cek fisik. Masukkan berkas itu ke loket pendaftaran balik nama sesuai dengan arahan petugas.

Setelah itu, petugas akan memberikan surat pemberitahuan pajak yang berisi data rinci pajak yang harus dibayar. Datangi loket pembayaran untuk melunasi pajak.

4. Ambil STNK baru

Tahap terakhir balik nama motor adalah menunggu panggilan untuk mengambil STNK baru sesuai dengan nama pembeli. Tentunya ini bisa dilakukan setelah pajak dibayar.

(Baca: 4 Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor Tanpa ke Kantor Samsat)

Balik Nama BPKB

Balik nama motor STNK saja belum cukup. BPKB juga harus dibalik nama agar sesuai dengan data pemilik baru. Berikut ini tahapnya.

1. Datangi polda setempat

Sesuai dengan domisili, datangi polda setempat. Khusus yang berdomisili di DKI Jakarta, bisa datang ke Gedung Biru Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Bawa dokumen berupa:

- STNK baru (sudah balik nama)
- STNK asli dan fotokopi pemilik baru
- BPKB asli dan fotokopi
- Hasil cek fisik fotokopi
- Kuitansi pembelian motor fotokopi

2. Periksa berkas

Begitu sampai di bagian balik nama BPKB polda, kamu harus menunjukkan dokumen lengkap kepada petugas. Jika syarat itu dinyatakan lengkap, petugas akan memberikan slip pembayaran untuk biaya balik nama. Kamu bisa langsung membayarnya ke loket bank yang tersedia di lokasi. Setelah itu, kamu akan mendapat slip bukti pembayaran dan stiker pada formulir pendaftaran.

3. Lengkapi formulir

Lengkapi formulir yang didapatkan setelah membayar biaya balik nama motor tadi. Jangan sampai ada yang terlewat. Jangan lupa juga tempelkan stiker khusus dari bank yang sebelumnya didapatkan.

4. Serahkan berkas

Segera isi formulir karena antrean terus berjalan ketika kamu membayar biaya dan mengisi berkas tersebut. Begitu nomor antrean datang, serahkan seluruh berkas kepada petugas dan kamu akan menerima tanda terima. Di lembaran tanda terima ada tanggal BPKB selesai diproses dan bisa diambil.

5. Ambil BPKB

Terakhir, datangi lagi polda untuk mengambil BPKB yang sudah jadi sesuai dengan tanggal yang tertera di tanda terima. Bawa tanda terima itu dan fotokopi KTP sebagai syarat pengambilan. Ambil nomor antrean dulu dan tunggu dipanggil. Petugas akan mencocokkan data sebelum menyerahkan BPKB yang baru. Selesailah proses balik nama motor ini.

Biaya Balik Nama Motor

Seluruh proses balik nama motor di atas memerlukan biaya. Di antaranya biaya pendaftaran, pajak, hingga administrasi. Berikut ini rincian biaya balik nama motor menggunakan standar Polda Metro Jaya.

1. Biaya pajak kendaraan bermotor (PKB)

PKB adalah biaya pajak yang dibebankan pada pembeli kendaraan bermotor. Besarannya adalah 1,5 persen dari nilai jual motor. Karena itu, nilai PKB turun dari tahun ke tahun karena nilai jual motor terus menyusut. Misalnya nilai jual motor Rp 10 juta. Berarti PKB-nya Rp 150 ribu.

2. Biaya balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB)

Hitungan BBN-KB berasal dari 2/3 pajak kendaraan bermotor (PKB). Misalnya PKB tahun sebelumnya Rp 150 ribu, berarti BBN-KB sebesar 2/3 x Rp 150 ribu = Rp 100 ribu.

3. Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ)

Meski disebut sumbangan, biaya ini wajib. SWDKLLJ juga disebut sebagai biaya Jasa Raharja. Besarannya dihitung dari kapasitas mesin motor. Makin tinggi cc motor, makin besar biayanya. Untuk motor di bawa 250 cc, biaya SWDKLLJ adalah Rp 35 ribu. Atas biaya ini, pemilik motor berhak mendapat santunan atas kecelakaan yang terjadi di jalan hingga Rp 50 juta.

4. Biaya administrasi dan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB)

Di lembaran STNK ada biaya administrasi dan TNKB. Besaran biaya administrasi STNK Rp 100 ribu, sedangkan TNKB Rp 60 ribu.

5. Biaya pendaftaran

Biaya pendaftaran balik nama motor tidak diatur secara terpusat. Setiap samsat menerapkan biaya sendiri, rata-rata Rp 80-100 ribu. Tapi pembayaran dilakukan langsung di loket bank. Jadi jangan khawatir ada pungutan liar.

6. Lain-lain

Ada biaya lain-lain di luar ketentuan yang tertera di STNK, tapi bukan untuk jasa calo atau makelar. Biaya ini tidak wajib, yakni tips untuk petugas cek fisik. Sudah bukan rahasia lagi bahwa petugas ini banyak yang mengharapkan tip. Umumnya tip yang diberikan Rp 10 ribu.

Ada juga petugas yang meminta biaya cek fisik. Sebetulnya biaya cek fisik motor ataupun mobil ini gratis. Petugas kepolisian sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa tak ada biaya cek fisik saat urus balik nama motor.

Cara balik nama motor relatif mudah meski diurus sendiri. Yang penting harus taat prosedur dan sabar. Buat yang waktunya terbatas, bisa juga pakai jasa perantara. Tapi harus ada surat kuasa dan siapkan dana lebih banyak.

Gunakan jasa perantara resmi, bukan calo yang suka mangkal di depan samsat atau polda. Sebab, STNK dan BPKB adalah nyawa dari motor. Jika memakai jasa perantara resmi, bisa datang ke kantornya bila ada masalah. Tapi sebaiknya luangkan waktu untuk mengurus balik nomor motor sendiri agar terjamin kepastiannya.