kesalahan mengatur keuangan

8 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini akan Kamu Sesali di Hari Tua

Masih muda, single, dan punya penghasilan yang mencukupi tentu menyenangkan. Berbagai kebutuhan dan keinginan dapat terpenuhi tanpa menunggu lama. 

Sekalipun barang yang ingin dibeli melebihi bujet yang dimiliki, tersedia beragam layanan pinjaman yang bisa digunakan dengan mudah. Toh, bisa dibayar pakai gaji bulan berikutnya. Begitu pikirmu.

Sampai akhirnya kamu menyadari, tabungan tak kunjung terisi, aset tak pernah terbeli, tak pernah tersisa dana untuk investasi. 

Hari ini mungkin masih terasa “aman-aman” saja, tapi bagaimana dengan beberapa tahun ke depan? Punyakah jaminan finansial saat memasuki masa pensiun?  

Kebiasaan yang kamu miliki sekarang akan berdampak besar di masa depan. Coba cek, apakah delapan kesalahan mengatur keuangan di bawah ini masih kamu lakukan? 

1. Tidak memiliki rencana keuangan

Berapa bujet yang kamu butuhkan selama sebulan? Berapa besar dana hiburan yang kamu alokasikan? Berapa banyak uang yang disisihkan untuk membayar cicilan? 

Jika kamu tak bisa menjawab pertanyaan di atas, tandanya ada yang tak beres dari caramu mengatur keuangan. Jangan sampai tiap akhir bulan kamu bertanya-tanya ke mana perginya penghasilan yang sudah kamu dapatkan dengan susah payah. 

Sebagai langkah awal, mulailah membuat rencana keuangan pengeluaran dalam satu bulan untuk masing-masing pos pengeluaran, mulai dari pos tabungan hingga pos dana hiburan. 

Sertakan pula tujuan keuangan yang ingin dicapai agar dana yang dibutuhkan bisa disiapkan. Misalnya, kamu ingin berlibur ke Bali dalam tiga bulan ke depan. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan bujet liburan atau kebutuhan lainnya tanpa harus pinjam sana-sini.

2. Mudah tergoda promo dan diskon

Seberapa sering kamu membeli barang hanya karena diskon setengah harga?

Mulai dari festival belanja online, promo akhir bulan, promo pergantian musim, diskon hari belanja nasional, hingga diskon besar-besaran akhir tahun. Semua promo tersebut membuatmu tak lepas dari gadget demi mendapatkan penawaran yang paling menguntungkan.

Tapi, apakah benar-benar membuatmu untung? 

Tak selamanya belanja saat promo itu menguntungkan. Promo dan diskon justru memancingmu membeli barang-barang yang tak kamu perlukan. Ujung-ujungnya, bukannya menghemat, pengeluaranmu justru semakin membengkak.

3. Membayar kartu kredit dengan pembayaran minimum

Tak sedikit pemegang kartu kredit yang terbiasa mencicil tagihan dengan pembayaran minimum. Dengan begitu, mereka jadi punya dana lebih untuk alokasi pengeluaran lain. Padahal, kebiasaan ini justru bisa menguras dompet lebih banyak. 

Pembayaran dengan jumlah minimal memang tak menyalahi aturan bank, tapi bunga yang dibebankan bisa  berkali-kali lipat lebih tinggi dari bulan ke bulan. Sebab, bunga tidak dihitung berdasarkan sisa tagihan, melainkan nilai total transaksi terutang. 

Oleh sebab itu, lakukan pembayaran sesuai dengan total tagihan kartu kredit agar tidak terjerat bunga tinggi. Dengan kata lain, jangan pernah gunakan kartu kredit jika tak yakin bisa segera melunasi tagihannya.

4. Menunda menabung

Sekalipun banyak yang menyadari pentingnya menabung, namun tak sedikit yang belum menjadikan kebiasaan menabung sebagai prioritas. Alhasil, saat terjadi situasi darurat atau kebutuhan mendesak, kamu pun ketar-ketir mencari dana tambahan. 

Solusi termudah pun ditempuh: mengajukan pinjaman cepat cair. Tanpa sadar, pengeluaran lebih banyak dari seharusnya karena harus membayar bunga dan biaya-biaya tambahan lainnya.

Selain itu, menunda menabung juga akan membuat semua tujuan keuanganmu ikut tertunda. Padahal, semakin bertambah usia, semakin banyak pula kebutuhan yang harus dipenuhi. 

(Baca: 7 Tips Menabung Anti Gagal Agar Dompet Makin Tebal)

5. Meminjam untuk kebutuhan konsumtif

Kesalahan umum yang paling sering dilakukan orang adalah memiliki utang konsumtif.  Misalnya, utang kartu kredit untuk membeli gadget atau sepatu baru. 

Kebiasaan menggunakan uang yang belum dimiliki sangat berbahaya bagi keuanganmu. Tanpa sadar, kamu akan terbiasa memiliki gaya hidup di atas kemampuan. 

Jika membeli barang-barang penunjang penampilan saja harus berutang, apa kabar alokasi dana tabungan?

6. Tidak menyiapkan dana pensiun

Usia masih muda, pensiun kan masih lama. Kenapa harus siapkan dananya dari sekarang?

Pemikiran seperti ini membuat niat menyiapkan dana pensiun tak kunjung dilakukan. Padahal, menyiapkan dana pensiun tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. 

Coba hitung berapa bujet yang kamu butuhkan selama masa pensiun nanti. Jangan lupakan dampak inflasi sehingga dana yang kamu butuhkan pasti berkali-kali lipat lebih tinggi. 

Semakin dini menyiapkan dana pensiun, semakin sedikit dana yang perlu kamu alokasikan tiap bulannya. Tak mau kan hidup bergantung pada anak atau keluarga saat sudah tua nanti?

7. Membeli berdasarkan harga, bukan kualitas

Niat hati hemat, membeli barang murah tanpa memperhatikan kualitas justru bisa membuatmu semakin boros. 

Misalnya, alih-alih membeli sepatu murah tapi tak nyaman di kaki dan tidak tahan lama, lebih baik membeli sepatu yang berkualitas. Meski sedikit lebih mahal, tapi bisa digunakan bertahun-tahun sehingga jauh lebih hemat dibanding bolak-balik membeli sepatu yang mudah rusak.

8. Tidak berinvestasi

Punya tabungan itu penting. Saat ada kebutuhan darurat atau tujuan jangka pendek, kamu bisa menarik dana tabungan sewaktu-waktu. Tapi, hanya mengandalkan tabungan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan akan sulit diwujudkan. 

Seiring berjalannya waktu, inflasi membuat nilai mata uang menurun. Sayangnya, bunga tabungan tak lebih besar dari tingkat kenaikan inflasi. Belum lagi, ada biaya administrasi yang memotong uang tabungan. 

Dengan imbal hasil yang lebih tinggi dari bunga tabungan, keuntungan investasi dapat mengatasi risiko inflasi. Dalam jangka panjang, dana investasi akan terus bertumbuh sehingga semakin dini kamu mulai berinvestasi, semakin tinggi keuntungan yang bisa didapatkan. 

Namun, perlu diingat untuk mempelajari dan memahami cara berinvestasi dengan cerdas dan bijak agar tidak jadi korban penipuan investasi ilegal.

Cara mengatur keuanganmu saat ini akan berdampak besar untukmu di masa depan. Oleh sebab itu, hindarilah kesalahan dalam cara mengatur keuangan yang tanpa sadar sering dilakukan. 

Mengelola keuangan dengan baik bukan hanya dapat menyelamatkan kondisi finansial, tapi juga waktu dan energi yang kamu punya.

(Baca: 7 Cara Mengatur Keuangan ala Miliarder Dunia)

Jadi, sudah terbebas dari delapan kesalahan di atas?