Tips menabung

7 Tips Menabung Anti Gagal Agar Dompet Makin Tebal

Butuh tips menabung yang bisa langsung dipraktikkan dengan mudah? 

Membiasakan diri untuk rutin menabung sebetulnya bukanlah hal yang sulit. Siapa pun bisa memisahkan sekian persen penghasilan sebagai dana tabungan, bukan? 

Tapi, kenapa tabungan tak kunjung bertambah sementara gaji sudah tak bersisa?

Umumnya, kendala menabung bukan karena penghasilan tak mencukupi kebutuhan. Tapi, karena berbagai keinginan sudah mengantre di pikiran bahkan sebelum gajian. 

Berbagai langkah penghematan pun ditempuh. Mulai dari membawa bekal ke kantor hingga menolak ajakan teman nongkrong di mall. Namun, bukannya masuk tabungan, uang ekstra hasil penghematan justru dibelanjakan untuk kebutuhan konsumtif lainnya. Yah, sama saja bohong. 

Kapan dong bisa punya dana darurat, dana pensiun, atau bahkan dana untuk DP rumah?

Agar niat menabung tak hanya jadi rencana, yuk realisasikan dengan tujuh tips menabung mudah anti gagal berikut ini.

1. Buatlah anggaran keuangan

Sebelum menentukan porsi alokasi tabungan, buat dulu anggaran keuanganmu. Berapa pun penghasilanmu, membuat anggaran keuangan tetaplah diperlukan. 

Mulailah membuat daftar pengeluaran secara tertulis, mulai dari kebutuhan harian, tabungan, hingga dana hiburan. Untuk membuat anggaran keuangan, ada banyak metode yang bisa kamu terapkan.

Salah satunya adalah sistem 50-20-30 yang membagi alokasi keuangan menjadi tiga pos, yaitu 50 persen untuk kebutuhan harian, seperti makan, transportasi, dan biaya sewa tempat tinggal, 20 persen untuk dana tabungan serta investasi, dan 30 persen sisanya untuk dana hiburan. 

Mengatur anggaran dengan membagi pengeluaran ke dalam tiga pos memang cukup praktis dalam pengaturan keuangan. Namun, sesuaikan persentasenya dengan jumlah penghasilan dan kebutuhanmu. 

Misalnya, jika saat ini penghasilanmu sebesar Rp 20 juta, alokasi kebutuhan harian tak harus terpaku 50 persen dari penghasilan. Kamu bisa kurangi porsinya menjadi 40 persen jika dirasa masih cukup, sehingga dana tabungan pun dapat dinaikkan hingga lebih dari 20 persen penghasilan. 

2. Tentukan tujuan tabungan

Mengetahui tujuan dana tabungan dapat memotivasimu untuk komitmen sekaligus semangat dalam menabung. Kamu pun jadi tahu berapa nominal serta tenggat waktu tabungan harus terkumpul. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan porsi tabungan yang harus disetorkan secara rutin.

Misalnya, jika kamu ingin mengumpulkan dana DP rumah sebesar Rp 100 juta dalam waktu tiga tahun, maka kamu harus disiplin menabung setidaknya sekitar Rp 2,8 juta tiap bulan. 

3. Kunci dana tabungan

Merasa sulit mengendalikan diri tiap melihat dana “nganggur”? Kunci tabungan agar tidak bisa diotak-atik sampai tenggat waktu yang telah direncanakan. Kamu dapat memanfaatkan produk deposito atau produk tabungan berencana yang tersedia di bank. 

Saat ini tak sedikit bank yang menawarkan produk deposito online sehingga pembukaan rekening dapat dilakukan dengan mudah dari rumah. 

Selain menggunakan produk deposito, kamu juga bisa “mengunci” tabungan dengan mengalihkan dana pada produk investasi lain, seperti surat utang negara atau emas. Selain mengamankan dana tabungan, mengalihkan tabungan dalam bentuk investasi juga bisa menyiasati kenaikan inflasi yang tak bisa ditangkal oleh rekening tabungan biasa. 

4. Gunakan aplikasi keuangan

Sudah tidak zaman merasa pusing karena membuat catatan keuangan. Saat ini tersedia banyak aplikasi pengatur keuangan yang bisa membantu kita memantau aliran dana secara mudah. Dengan begitu, kamu bisa menentukan pengeluaran yang masih bisa dirampingkan atau bahkan dihilangkan. 

Aplikasi-aplikasi tersebut juga bisa diunduh dan di-install pada smartphone secara gratis. Misalnya, aplikasi Mint, Wallet, Level Money, Dompet Manager, dan masih banyak lagi. 

Kamu juga bisa memanfaatkan produk perbankan digital yang memudahkanmu mengatur keuangan, seperti Jenius atau Digibank. 

5. Setor penghasilan ekstra

Rutin mendapat bonus dari kantor tapi langsung habis tanpa jejak? Itu dulu. Sekarang, segera alokasikan tiap penghasilan ekstra yang kamu dapatkan ke dalam dana tabungan. Toh, selama ini dengan gaji pokok yang kamu dapatkan, kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi, bukan? 

Anggaplah penghasilan ekstra sebagai “dana hilang” sehingga nilai tabungan pun bertambah secara signifikan.

(Baca: Gaji Rp 10 Juta, Baiknya Beli Rumah atau Mobil Dulu?)

6. Menabung secara otomatis

Jika masih sering lupa menyetor dana tabungan, manfaatkan fasilitas penarikan otomatis atau auto debit. Jadwalkan penarikan pada tanggal yang sama dengan waktu gajian sehingga tidak ada alasan gaji sudah tak bersisa. Setelah dipotong dana tabungan, baru kamu boleh alokasikan penghasilan untuk pos keuangan lainnya. 

7. Tunda setiap pembelian 

Salah satu sebab penghasilan cepat terkuras adalah kebiasan belanja secara impulsif atau tanpa pikir panjang. Apalagi saat ini membeli barang bisa dilakukan hanya dengan beberapa kali klik. 

Tapi, berapa banyak pembelian yang berakhir menjadi tumpukan barang tak terpakai atau sebenarnya tak terlalu dibutuhkan?

Setiap kali ingin membeli sesuatu, cegah pembelanjaan secara impulsif dengan menunda pembelian setidaknya satu hari atau bahkan 30 hari jika barang bukanlah kebutuhan primer. 

Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan lebih bijak untuk tetap membeli atau membatalkan pembelian. 

(Baca: 7 Cara Mengatur Keuangan ala Miliarder Dunia)

Dengan tujuh tips di atas, cepat atau lambat, berbagai tujuan keuangan yang kamu miliki pasti dapat tercapai. Meski begitu, jangan lupa untuk tetap alokasikan dana hiburan agar kebiasaan menabung tak terasa “mencekik” dan berujung gagal total. Selamat mencoba!