Cara mengatur uang

6 Cara Mengatur Keuangan Pasca Mudik Lebaran

Usai libur Lebaran, apa kabar isi dompet kamu? Jika tak punya cara mengatur keuangan yang jitu, sudah hampir pasti kamu sekarang lagi meratapi nasib nih.

Bukan cerita baru kalau banyak yang merasa cekak usai liburan. Maklum, tak sedikit yang tenggelam dalam euphoria menikmati libur panjang Lebaran di kampung halaman. Setelah Lebaran usai, baru sadar kalau ternyata terlalu jor-joran mengeluarkan uang sampai dompet kering kerontang.

Apakah kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang seperti ini? Jika iya, tak perlu berlama-lama menyesali keadaan. Masih ada cara mengatur keuangan untuk memulihkan kembali kondisi dompetmu. 

Penasaran? 

Siapkan kalkulator, alat tulis, atau gadget-mu, dan simak tips mengatur keuangan di bawah ini agar dompet kembali tebal usai mudik Lebaran.

cara mengatur keuangan

1. Periksa kondisi keuangan 

Ibarat kesehatan tubuh, kamu harus tahu dulu “separah” apa penyakit yang kamu derita untuk mengetahui obat yang diperlukan. Begitu pula dengan kondisi kesehatan keuangan. Periksa dulu kondisi keuangan usai libur Lebaran.

Catat seluruh pengeluaran selama liburan dan hitung berapa sisa uang yang kini kamu miliki. Apakah pas-pasan atau justru malah kurang sampai tanggal gajian nanti? Setelah itu, baru kamu bisa menyusun pengeluaran sesuai kondisi keuangan terkini.

2. Susun kembali anggaran pengeluaran

Setelah mengetahui dan menyadari kondisi keuangan saat ini, susunlah kembali anggaran pengeluaran sesuai kemampuan. 

Misalnya, jika kamu baru akan gajian pada tanggal 28 nanti, artinya masih ada sekitar 16 hari sebelum kembali terima gaji. Jika saat ini sisa uang yang kamu punya sekitar Rp 2 jutaan, maka dalam sehari, usahakan pengeluaranmu tak lebih dari Rp 100 ribu per hari.  

Namun, apabila punya kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti bayar listrik atau tetap ingin menonton di bioskop saat akhir pekan, lakukanlah metode subsidi silang. Dengan kata lain, pangkas pengeluaran di hari-hari lain, sehingga sisa uang dari pengeluaran harian yang telah dianggarkan dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut. 

3. Pangkas pengeluaran dengan cerdas

Apabila kondisi keuangan cukup mengkhawatirkan, saatnya kencangkan ikat pinggang dengan memangkas berbagai pengeluaran yang tak perlu. Sebagai contoh, kalau biasanya makan siang di kantin kantor menghabiskan bujet mulai dari Rp 30-50 ribu, kamu bisa mulai memasak sendiri dan membawa bekal untuk menghemat bujet makan hingga setengahnya. 

Tak punya cukup waktu untuk memasak bekal? Siasati dengan membeli bekal makan siang di warung nasi dekat rumah. Sebab, biasanya harga yang dipatok tempat makan di area pemukiman tetap jauh lebih murah dibanding harga makanan di area perkantoran. 

Namun, jika kondisi keuangan masih terbilang aman, kamu tetap bisa menggunakan anggaran pengeluaran seperti bulan-bulan sebelumnya. 

4. Tetaplah mengisi tabungan 

Sekalipun ada uang THR, tak sedikit yang masih menghabiskan dana tabungan selama libur Lebaran. Oleh sebab itu, jangan biarkan dana tabungan menipis, apalagi hingga habis tak bersisa. 

Dengan memangkas pengeluaran, kamu bisa mengalokasikan sisa bujet harian ke dalam pos tabungan. Jika ingin lebih optimal dalam memulihkan kondisi keuangan, sebaiknya sisihkan dana tabungan terlebih dulu sebelum melakukan pengeluaran apa pun. 

Dengan begitu, kamu akan terhindar dari godaan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tak terlalu dibutuhkan. 

5. Jika ada utang konsumtif, lunasi!

Sempat mengambil pinjaman atau menggunakan kartu kredit saat liburan kemarin? Jika iya, jangan lupa membayar tagihan utang secara tepat waktu. 

Meski kondisi keuangan sedang serba pas-pasan, melunasi utang tetap perlu diprioritaskan. Sebab, jika menunda melakukan pembayaran, beban bunga bisa membengkak dan membuat kondisi keuangan semakin tak sehat.

6. Cari penghasilan tambahan

Apabila kondisi keuangan defisit, bahkan hingga kamu tak memiliki sisa dana untuk melunasi utang, tak ada salahnya untuk mencari penghasilan tambahan. 

Ada beberapa cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan dalam waktu cepat, misalnya dengan menjual barang-barang tak terpakai di berbagai marketplace atau berjualan minuman di area car free day saat akhir pekan. 

(Baca: 12 Bisnis Rumahan yang Populer dan Tahan Lama)

Mengatur keuangan secara disiplin

cara mengatur uang

Cara mengatur keuangan yang baik pasca Lebaran di atas bukan hanya berguna untuk bertahan sampai akhir bulan, tapi juga dapat memulihkan kondisi keuangan agar kembali sehat. Kamu pun bisa terbebas dari utang, serta mengisi tabungan yang mulai menipis.

Untuk itu, diperlukan sikap disiplin dan kesabaran agar tidak mudah kebobolan di tengah jalan. Biasakanlah untuk mencatat dan membuat anggaran pengeluaran, serta mematuhi rencana keuangan yang telah dibuat.

Selain itu, biar pengalaman dompet cekak usai libur Lebaran tidak berulang, sebaiknya siapkan bujet mudik Lebaran tahun depan setidaknya enam bulan sebelumnya. Dengan begitu, berbagai pengeluaran yang kelak dibutuhkan tidak akan mengganggu pos keuangan lain. 

Kamu bisa menempatkan dana mudik atau dana liburan ke dalam deposito atau instrumen investasi seperti reksadana. 

(Baca: Untung Maksimal dari Investasi Reksadana, Begini Caranya)

Selamat mencoba!