Cara mengatur uang bonus akhir tahun

6 Cara Bijak Kelola Bonus Akhir Tahun agar Tak Habis Percuma

Tinggal beberapa hari sebelum 2018 berakhir, bonus akhir tahun sudah cair belum? Sudah tahu cara mengatur keuangan yang tepat agar bonus akhir tahun memberi keuntungan berlipat?

Akhir tahun sering menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja. Tentu karena ada bonus tahunan, serta tunjangan hari raya (THR) yang membuat rekening jadi lebih gemuk. 

Sayangnya, tak semua karyawan bisa menikmati bonus akhir tahun. Ada pula perusahaan yang tidak memberikan tambahan gaji ini. Namun, hal ini sah-sah saja karena pemberian bonus akhir tahun tidak diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan atau dengan kata lain ditetapkan sesuai dengan kebijakan perusahan.

Secara umum, bonus akhir tahun diberikan ketika kinerja tahunan perusahaan melebihi target yang ditentukan. Besar kecilnya bonus yang diterima karyawan tergantung kepada prestasi perusahaan ataupun prestasi karyawan yang bersangkutan.

Karyawan baru bisa menuntut pembayaran bonus apabila pemberian bonus akhir tahun terdapat pada perjanjian kerja sama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. 

Jika kamu termasuk karyawan beruntung yang mendapatkan bonus akhir tahun, jangan biarkan uang bonus lenyap begitu saja. Sebaliknya, kamu harus tahu cara mengatur keuangan yang tepat biar keuntungan berlipat. 

Berikut ini enam cara mengatur keuangan yang layak dicoba.

1. Lunasi utang dan tagihan

Jika masih memiliki beban tagihan, prioritaskan uang bonus akhir tahun untuk melunasinya. Apalagi, jika memiliki beban tagihan lebih dari 30 persen total penghasilan bulanan. Itu artinya kondisi keuangan sudah berada di zona merah alias tak sehat.

Semakin cepat utang terlunasi, semakin ringan beban bunga yang harus dibayar. Jika tak bisa melunasi utang dengan bonus yang didapatkan, setidaknya bayarlah sebagian hingga cicilan pinjaman tak lebih dari 30 persen gaji bulanan.

2. Tabung dana darurat

Situasi tak terduga dapat membuat banyak orang tergoda menggunakan pinjaman online atau berbagai jenis utang lainnya. Namun sebetulnya, situasi mendesak pun tak bisa dijadikan pembenaran untuk mengambil utang.

Sebab, dalam cara mengatur keuangan yang benar, seharusnya kita telah memiliki tabungan dana darurat. Tabungan inilah yang bisa kita andalkan saat situasi mendesak datang.

Besarnya dana darurat yang harus disiapkan berbeda-beda pada tiap orang. Perhitungannya tergantung pada status perkawinan atau jumlah tanggungan. 

Beberapa perencana keuangan mensyaratkan besar dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan untuk yang masih lajang, sembilan kali pengeluaran bulanan untuk yang sudah menikah, dan 12 kali pengeluaran bulanan untuk yang sudah menikah dan memiliki anak. 

Pertimbangannya, jika kita mengalami hal tak diharapkan, seperti di-PHK, kita masih memiliki waktu selama enam bulan untuk mencari sumber pemasukan baru.

3. Investasi

Jika ingin bonus akhir tahun memberikan keuntungan lebih, jangan lupa untuk berinvestasi. Pilihlah instrumen investasi sesuai tujuan keuangan yang kamu miliki.

Jika menginginkan imbal hasil jangka panjang, kamu bisa berinvestasi saham dengan jangka waktu mulai dari 5-10 tahun. Sedangkan investasi reksadana campuran dan pendapatan tetap dapat dipilih jika kamu memiliki tujuan keuangan dalam jangka 3-5 tahun. Sementara, untuk tujuan jangka pendek dalam kurun waktu 1-3 tahun, kamu bisa berinvestasi di emas, deposito, atau surat utang negara.

Meski memberikan imbal hasil yang menguntungkan, risiko kerugian tetaplah ada. Oleh sebab itu, pelajari instrumen investasi yang dipilih sebelum menempatkan dana.

4. Modal usaha

Buat kamu yang telah lama menginginkan penghasilan tambahan, bonus akhir tahun juga bisa dialokasikan sebagai tambahan modal usaha. Namun, pastikan telah membuat rencana bisnis yang matang sebelumnya. Jangan asal buka usaha hanya karena telah punya modal.

Bonus juga bisa diperuntukkan untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalani. Misalnya, untuk merenovasi toko, memberikan promo-promo menarik, atau mewujudkan strategi bisnis lainnya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

5. Prioritaskan tujuan finansial lain

Punya rencana menikah dalam waktu dekat atau mungkin berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR)? Sekaranglah saatnya merealisasikan tujuan finansial yang kamu punya. Misalnya, dengan menambah alokasi DP KPR sehingga cicilan bisa jadi lebih ringan.

(Baca: 4 Jurus Jitu Siapkan Biaya Pernikahan Kurang dari Setahun)

6. Hadiah untuk diri sendiri

Setelah semua pos di atas terpenuhi, jangan lupa sisihkan bonus akhir tahun untuk menyenangkan diri sendiri. Bagaimanapun, bonus yang kamu dapatkan merupakan hasil jerih payahmu bekerja.

Namun, jangan sampai kebablasan menikmati bonus. Agar tiap pos terpenuhi, buatlah batas maksimal uang bonus yang ingin dipakai untuk bersenang-senang dan patuhi aturan tersebut. Misalnya, hanya menggunakan 20 persen uang bonus untuk berlibur atau membeli barang yang kamu suka. 

(Baca: Contoh Jack Ma, Ini 7 Resolusi 2019 agar Merdeka Finansial)

Jenis-jenis bonus yang diterima pekerja

Bonus akhir tahun dapat dijadikan perusahaan sebagai strategi untuk menjaga loyalitas dan motivasi kerja karyawan. Namun, jika kamu tak mendapat bonus akhir tahun, tenang masih ada beberapa jenis bonus lain yang mungkin bisa kamu peroleh. Berikut daftarnya.   

1. Bonus tantiem

Bonus Tantiem adalah hadiah yang diberikan kepada anggota direksi dan dewan komisaris yang berasal dari keuntungan perusahaan. Ketentuan bonus tantiem ditetapkan berdasarkan Undang-Undang RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseoran Terbatas.

2. Bonus referral

Bonus referral merupakan bagian dari metode rekrutmen internal yang digunakan untuk mengidentifikasi kandidat dari jaringan sosial karyawan di perusahaan.  

Bonus referral diberikan kepada karyawan yang merekomendasikan kandidat yang akhirnya dipekerjakan perusahaan. Metode perekrutan ini dinilai paling efektif dan efisien dalam mendapatkan karyawan potensial.

3. Bonus keahlian

Bonus keahlian adalah bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan dengan kecakapan tertentu yang berdampak kepada kinerja perusahaan. Bonus ini umumnya diberikan ketika karyawan selesai memperoleh sertifikasi.

4. Bonus prestasi

Bonus prestasi diberikan berdasarkan kinerja karyawan, sehingga nominalnya bisa berbeda antara karyawan satu dengan lainnya. Bonus ini diberikan sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap kontribusi karyawan pada kemajuan perusahaan.

Selain bonus-bonus di atas, beberapa perusahaan juga memiliki ketetapan bonus lainnya, seperti bonus ulang tahun, bonus wisata keluarga, dan sebagainya. Alhasil, pemberian bonus terkadang turut menjadi salah satu pertimbangan calon karyawan saat menerima tawaran pekerjaan. 

Prioritaskan kebutuhan tapi tetap sisihkan dana hiburan

Sama seperti cara mengatur keuangan bulanan, mengelola bonus akhir tahun juga harus memprioritaskan kebutuhan terlebih dulu. Dengan begitu, kamu bisa mengawali tahun baru yang bebas tunggakan, atau bahkan punya kondisi finansial yang jauh lebih aman.

Namun, tetap sisihkan dana hiburan agar tidak merasa terbebani. Alokasikan dengan bijak dan sesuaikan dengan kemampuan. Selain itu, sebaiknya sisihkan pula untuk pengeluaran sosial, seperti zakat, sedekah, atau lainnya.