ide usaha

5 Ide Usaha Menyambut Pemudik Lebaran di Kampung

Tak terasa, Ramadan dan Lebaran sudah datang menjelang. Itu artinya sudah harus menyiapkan hati dan pikiran untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini.

Namun bukan itu saja. Ramadan dan Lebaran juga identik dengan terbukanya keran peluang mendapatkan rezeki tambahan. Salah satunya dari usaha menyambut pemudik yang berlebaran di kampung halaman. 

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi bakal menghabiskan Rp 10,3 triliun saat mudik Lebaran 2019.

Itu baru dari warga Jabodetabek. Belum warga daerah lain yang juga pasti menyempatkan diri untuk pulang kampung saat Lebaran.
Terbukti, tiket kereta api sebagai moda transportasi favorit banyak orang telah habis terjual sejak jauh hari. Bahkan tiket untuk kereta tambahan pun langsung ludes begitu tersedia.

Buat penduduk daerah alias kampung halaman tempat tujuan mudik, ini adalah kabar gembira. Selain bisa bertemu dengan sanak saudara yang merantau, mereka dapat memanfaatkan momentum ini dengan mencoba membuka usaha.

1. Buka warung makanan tradisional

Salah satu hal yang dicari pemudik saat pulang kampung adalah jajanan tradisional sebagai nostalgia. Orang Solo yang lama di Jakarta, misalnya, akan mencari nasi liwet pinggir jalan atau cabuk rambak yang dijual berkeliling.

Orang Jogja pasti kepingin mencoba gudeg langganan atau lotek, yang jarang dijumpai di kota lain. Begitu juga di daerah-daerah lain. Karena itu, ini bisa menjadi peluang usaha menyambut pemudik Lebaran.

Umpamanya dengan membuka warung yang fokus kepada salah satu makanan tradisional. Gunakan media sosial untuk menggenjot promosi warung ini.

Agar lebih menarik, bisa jalankan promosi yang khusus menyasar pemudik. Misalnya diskon buat yang menunjukkan kartu tanda penduduk luar daerah dan meng-upload foto saat makan di Instagram.

KTP itu menjadi tanda bahwa yang makan adalah pemudik. Sedangkan foto yang diunggah di Instagram bisa menjadi sarana promosi.
Kelak, usaha yang awalnya dibuka dalam rangka menyambut promosi ini bisa diputar sebagai bisnis reguler. Dengan begitu, ada modal promosi dari para pemudik yang mengunggah foto sekaligus menceritakan pengalaman makan di warung tersebut.

(Baca: 5 Inspirasi Kisah Sukses Usaha Lebaran)

2. Bikin promo khusus

Ini berhubungan dengan ide usaha menyambut pemudik Lebaran poin pertama. Caranya adalah membuat promo khusus bagi pemudik untuk usaha yang sudah berjalan. Artinya sebelumnya sudah ada bisnis atau usaha yang dimiliki.

Promo yang diberikan tergantung jenis usaha yang dijalankan. Untuk warung makan atau usaha kuliner lain, bisa pakai tip pada poin pertama di atas. Untuk usaha lain, gunakan kreativitas masing-masing.

Yang punya bengkel, bisa kasih promo diskon untuk servis mobil pemudik. Yang punya salon, berikan harga khusus untuk perawatan tertentu.

Intinya adalah membuat program yang menarik pemudik secara khusus. Tentunya sebelumnya harus ada hitung-hitungan agar tidak malah rugi.

Buat yang baru punya usaha, tak apa promo dengan jual rugi karena sekalian untuk promosi. Namun buat yang usahanya sudah lama berjalan, promo adalah sarana untuk menggenjot pendapatan.

Hanya, pendapatan itu bisa jadi lebih kecil karena adanya diskon. Artinya promo tersebut hanya membuat margin keuntungan lebih sedikit, tidak sampai negatif.

Misalnya dari awalnya mendapat untung Rp 50 ribu dari setiap servis mobil. Karena ada promo, margin ditipiskan jadi Rp 25 ribu. Tetap untung, tapi keuntungan berkurang.

Cara ini hanya bersifat sementara memanfaatkan situasi dari banyaknya pemudik yang datang. Seusai Lebaran, harga dikembalikan ke semula.

3. Sewakan mobil

ide usaha

 

Punya mobil di kampung menjadi berkah tersendiri ketika datang musim mudik Lebaran. Sebab, mobil bisa disewakan dengan harga lebih tinggi karena banyaknya permintaan pasar. Ini terutama buat mereka yang tinggal di daerah wisata. Misalnya Solo, Yogyakarta, Malang, hingga Banyuwangi.

Saat pemudik menyerbu, jalan-jalan jadi dipenuhi mobil pelat luar kota. Daripada ikut terjebak kemacetan, sewakan saja mobil kepada pemudik yang tidak membawa kendaraan sendiri.

Sering kali para pemudik ini hendak berwisata, tapi repot karena tak membawa mobil. Mobil keluarga yang dikunjungi pun terbatas.
Maka yang pertama dituju adalah usaha rental mobil.

Tapi stok mobil kerap kosong karena banyak yang menyewa. Nah, kamu bisa bekerja sama dengan pemilik rental mobil di lingkunganmu untuk menggunakan mobilmu jika stok habis. Umumnya pemilik rental menaikkan harga sewa karena permintaan tinggi. Tinggal nego saja bagaimana bagi hasil dengan si pemilik rental. 

Atau bisa juga kamu menghubungi rekan atau keluarga yang punya mobil untuk disewakan khusus menyambut pemudik. Istilahnya kamu jadi pengepul mobil sewaan.

Namun tetap harus diutamakan keamanan karena ada risiko penggelapan. Seperti diketahui, penggelapan yang disebabkan oleh kecerobohan pemilik tak ditanggung asuransi, baik all risk maupun total loss only.

4. Sewakan kamar

Sekali lagi berkah buat warga di daerah yang menjadi destinasi wisata. Ide usaha menyambut pemudik Lebaran bagi warga ini adalah dengan menyewakan kamar di rumah.

Ketika masa puncak musim liburan atau peak season, banyak hotel yang sudah penuh dipesan. Terutama hotel yang berada di pusat kota.
Di Yogyakarta, misalnya, hotel di sekitar Malioboro pasti sudah penuh sesak saat Lebaran. Khususnya hotel kelas melati, losmen, dan maksimal bintang tiga.

Sebagai alternatif, warga sekitar menyewakan kamar di rumahnya barang sehari-dua hari kepada pelancong. Tarifnya bisa serupa dengan kamar kelas melati atau losmen.

Untuk memperbesar peluang, informasikan kepada petugas hotel yang dekat untuk memberitahukan pengunjung yang gagal menginap karena kamar penuh dan mengarahkannya ke rumah penduduk lokal.

(Baca: 6 Ide Usaha Bulan Puasa yang Beda, Nambah Berkah!)

5. Katering

ide usaha

 

Bagi yang punya usaha katering, membanjirnya pemudik dan turis ke kampung halaman bisa berarti rezeki tambahan. Caranya, tawarkan paket katering untuk makan Lebaran.

Tak jarang keluarga pemudik terlalu repot atau tidak sempat membuat masakan khas Lebaran karena saking sibuknya atau banyaknya anggota keluarga. Walhasil, mereka memilih makan di luar.

Tawarkan katering dengan harga khusus untuk hidangan Lebaran guna memanfaatkan peluang yang tersedia ini. Manfaatkan media sosial untuk memberitahukan layanan tersebut.

Sebar brosur dari rumah ke rumah juga bisa menjadi tip pemasaran yang ampuh. Tapi ingat, kualitas katering harus dijaga. Sebab, ini momen penting Lebaran. Tak ada yang mau momen sepenting ini rusak gara-gara, misalnya, makanan telat datang atau rasa opor yang hambar.

Untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar, otak juga harus diputar. Datangnya pemudik yang membawa banyak rupiah dari kota bisa menjadi rezeki tersendiri buat warga kampung. Tinggal bagaimana caranya merintis atau mengembangkan usaha yang sudah ada.

Urusan modal yang kerap menjadi penghalang pun bisa diatasi berkat kemajuan zaman. Orang bisa mendapat kucuran modal usaha hanya dalam hitungan hari, antara lain dengan kredit tanpa agunan (KTA) alias pinjaman online. Tapi jangan sampai sembarangan ambil pinjaman.

Buat perencanaan dulu tentang usaha yang akan dijalankan, seperti potensi pemasukan dan pengeluaran. Selain itu, teliti fitur pinjaman yang akan diambil. Misalnya berapa bunganya dan apakah ada biayanya.

Yang tak kalah penting adalah mengecek kredibilitas pemberi pinjaman bila mencari pinjaman dari pihak selain bank. Pastikan pihak penyedia kredit itu sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai tanda bahwa aktivitas mereka diawasi dan bisa dijerat pidana kalau melanggar aturan.