Musim hujan bikin boros

5 Bukti Musim Hujan Membuat Kita Makin Boros

Jelang penghujung 2018, siap-siap kedatangan musim hujan di Indonesia. Meski belum sering, akhir-akhir ini hujan juga sudah mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Nah, tahukah kamu, disadari atau tidak, musim hujan ternyata bisa memengaruhi kondisi keuangan?

Sejumlah perubahan yang terjadi di musim hujan dapat membuat pengeluaran kian membengkak. Tak percaya? Berikut akan kita ulas lima penyebabnya. Tenang, GoBear juga akan berikan solusinya. 

1. Biaya transportasi membengkak

Umumnya, saat hujan turun, tarif beberapa jenis transportasi seperti ojek atau taksi online meningkat hingga dua kali lipat. Terutama untuk kendaraan roda empat. Demi bisa sampai ke tempat tujuan tanpa takut terkena hujan, kamu pun harus siap membayar ongkos lebih mahal. 

Tak jauh berbeda dengan pengguna kendaraan pribadi. Saat musim hujan, jalanan jadi lebih macet dari biasanya. Bahan bakar kendaraan yang digunakan pun jadi lebih banyak. Belum lagi kalau kendaraan terjebak banjir hingga mogok dan harus masuk bengkel. 

Tips: 

Jika memungkinkan, berangkatlah bareng teman dengan tujuan yang sama atau searah. Dengan begitu, kamu bisa patungan ongkos taksi online atau bensin.  

Jika membawa kendaraan pribadi, jangan pernah nekat menerobos banjir. Lebih baik memutar jalan sedikit lebih jauh daripada mengorbankan mesin kendaraan.

2. Biaya perlengkapan hujan 

Terjebak hujan di jalan saat menuju ke kantor. Berniat naik ojek online tapi lupa bawa jas hujan. Menunggu hujan reda? Wah, bisa-bisa terlambat masuk dan kena teguran atasan. 

Alhasil, kamu pun harus membeli jas hujan yang marak dijual di pinggir jalan. Alternatif lainnya, kamu terpaksa menggunakan taksi online yang tarifnya melonjak.

Makin boros, bukan? 

Jelang musim hujan alias musim peralihan begini, cuaca sering tak bisa diprediksi. Siang hari panas terik, bukan tak mungkin saat malam tiba-tiba hujan deras.

Itulah mengapa penting untuk selalu siap sedia perlengkapan di musim hujan. Bagi para pengendara motor maupun penumpang setia ojek, wajib membawa jas hujan. 

Tips: 

Perlengkapan hujan lain seperti payung, handuk kecil atau tisu, jaket atau sweater, hingga kantong plastik pun sebaiknya tidak boleh ketinggalan. Tidak apa-apa jika bawaanmu jadi sedikit lebih berat, daripada harus selalu membeli baru saat diperlukan. 

3. Rentan sakit

Musim hujan juga kerap membuat daya tahan tubuh menurun. Beberapa penyakit pun menjadi lebih mudah menyebar, mulai dari virus flu, diare, malaria, hingga DBD. Jika sudah terserang penyakit, kamu pun harus mengeluarkan biaya ke dokter atau membeli obat. 

Kondisi stamina yang tidak optimal juga bisa menurunkan produktivitas. Pada beberapa pekerjaan, kondisi tubuh tidak fit juga bisa mengurangi pendapatan. Misalnya, sebagai desainer grafis lepas, biasanya kamu mampu menyelesaikan empat tugas dalam sehari, tapi karena sakit kamu hanya bisa mengerjakan satu hingga dua tugas. 

Tips: 

Untuk menjaga daya tahan tubuh, jaga pola makan sehat untuk memenuhi nutrisi dan gizi yang diperlukan tubuh. Selain itu, istirahat yang cukup dan rutin lakukan olahraga sederhana, seperti senam atau yoga agar tubuh selalu prima.

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan tubuh dan tempat tinggal agar bibit penyakit tak gampang berkembang.

4. Perbaikan rumah

Rumah yang mulanya terlihat bebas masalah, tiba-tiba juga bisa mengalami rembes hingga bocor. Hal ini bisa disebabkan karena saluran air yang tersumbat ranting atau sampah hingga kebocoran pada genting. Dampaknya, cat dinding bisa menguning hingga terkelupas. Furnitur yang terkena bocoran air pun bisa terancam rusak. 

Apalagi jika rumah berada di kawasan rawan banjir. Bukan hanya perbaikan rumah, penggantian properti rumah juga mungkin diperlukan. Biayanya? Tentu tidak sedikit, bahkan bisa lebih tinggi dari belanja bulanan. 

Tips: 

Sebelum curah hujan mulai tinggi, tak ada salahnya mengecek kembali kondisi rumah. Segera ganti jika ada genting yang rusak atau lapisi tembok dengan pelapis anti air.

Untuk mengurangi risiko finansial saat banjir, perhatikan kondisi selokan di lingkungan rumah. Jangan biarkan ada sampah yang menyumbat saluran selokan sehingga menimbulkan luapan air saat hujan deras.

Pilih furnitur yang mudah diatur atau dipindah-pindahkan. Atau setidaknya jangan letakkan furnitur atau barang-barang yang mudah rusak jika terkena air di lantai. 

(Baca: 6 Langkah Inspiratif Model Keuangan Paling Cocok di Usia 20 Tahunan)

5. Rentan banyak jajan

Cuaca dingin di musim hujan juga membuat kita lebih mudah lapar. Jika tidak dikendalikan, porsi makan dan camilan pun bisa lebih banyak dari biasanya. Apalagi saat ini tersedia beragam jasa pesan makanan secara online sehingga mudah sekali untuk tergoda jajan lebih sering.

Tips: 

Bawa bekal dari rumah. Selain lebih hemat, asupan gizi dari makanan rumah juga bisa kamu kontrol. Tak hanya bekal makan siang, kamu juga bisa membawa bekal camilan seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.

Jangan biarkan musim hujan membuat kondisi keuangan jadi tak aman. Gunakan uang secara bijak agar pengeluaran tidak membengkak.

(Baca: Liburan ke Bali dari Jakarta Bujet Rp 1,5 Juta. Begini Caranya)