bisnis-rumahan

12 Bisnis Rumahan yang Populer dan Tahan Lama

Buat pemula, bisnis rumahan menjadi pilihan paling masuk akal ketimbang terjun langsung ke lautan bisnis yang memerlukan modal lebih besar. Toh, tak sedikit pengusaha besar yang meniti jalan setapak menuju kesuksesan dari bisnis rumahan.

Steve Jobs (almarhum), misalnya, memulai bisnisnya dari sebuah garasi. Bob Sadino (juga almarhum) bahkan melakoni bisnis door-to-door alias dari pintu ke pintu ala salesman untuk menjual produknya.

Namun rencana menjalankan bisnis rumahan itu memerlukan riset agar tak berakhir sia-sia. Salah satunya riset tentang bisnis rumahan yang sedang naik daun alias populer.

Mungkin tak banyak yang menyadari, ada sejumlah bisnis rumahan yang terus populer dari tahun ke tahun. Bisnis skala kecil ini seakan-akan tak lekang dimakan waktu. Apa saja?

1. Laundry

Bisnis cuci-kering-seterika alias laundry selalu ada di tiap jalan atau gang. Dari yang berupa waralaba dengan mesin canggih, mesin cuci koin, hingga laundry manual dengan tangan. 

Bisnis rumahan ini terutama banyak dijumpai di kota besar, terlebih di area sekitar kampus atau kos karyawan. Hanya dengan modal satu mesin cuci dan satu pengering plus seterika saja sudah bisa membuka usaha ini. Lihat di lingkunganmu, apakah ada target pasar yang potensial (banyak karyawan atau mahasiswa kos) untuk membuka usaha ini.

2. Warung makan

Selama orang masih merasa lapar, selama itu pula bisnis rumahan warung makan akan terus populer. Ada yang berupa warung tegal, nasi padang, sampai warung khusus seperti nasi bebek, bakso, soto, dan mi ayam.

Buat yang punya hobi masak, bisnis ini patut dicoba. Apalagi jika rumah berada di kawasan yang sibuk atau padat penduduk. Sebab, makin besarlah peluang untuk menarik perut-perut yang keroncongan di situ.

(Baca: 5 Peluang Usaha dengan Modal di Bawah Rp 5 Juta)

3. Katering

Bisnis rumahan ini bisa dibilang turunan dari warung makan. Jika punya warung makan, sekalian saja buka pesanan katering. Bukan katering resepsi pernikahan, pertemuan partai, atau acara besar lain yang butuh modal lebih besar, ya.

Untuk awal, bisa tawarkan katering untuk karyawan kantor di ruko atau rumah kos, misalnya. Setelah cukup ilmu dan modal, barulah terjun ke katering kelas kakap. 

4. Reparasi elektronik

Selagi orang-orang terus berpikir efisien dan efektif, bisnis rumahan reparasi elektronik akan senantiasa populer. Ketimbang membuang alat elektronik yang rusak dan beli baru, orang memilih memperbaikinya. 

Bisnis rumahan ini juga menjanjikan karena tak semua orang ahli dalam soal elektronik. Kamu yang tak fasih benar pun bisa membuka usaha ini dengan terlebih dulu mengikuti kursus. Coba hubungi dinas tenaga kerja setempat untuk menanyakan program kursus gratis. Bisa juga menimba ilmu sebagai pekerja di tempat reparasi lain dulu sebelum buka usaha sendiri.

5. Jahit

Bisnis rumahan berupa jasa menjahit tidak hanya cocok buat para perempuan. Kaum Adam pun banyak yang menjalankan usaha ini. Yang penting punya keahlian dan sumber daya.

Selain menjahit baju dari bahan kain, bisa juga jasa itu mencakup perbaikan baju atau celana rusak. Bagusnya, bisnis ini bisa dijalankan seorang diri tanpa karyawan. Tapi tentu seiring dengan makin banyaknya order, karyawan akan dibutuhkan.

6. Bikin boneka

Masih berhubungan dengan jahit-menjahit, bisnis rumahan ini berupa produksi boneka. Boneka yang banyak dijual di pinggir jalan itu sering kali dibuat di rumah-rumah lho. Tapi bisnis ini memerlukan sejumlah karyawan, tak bisa sendirian.

Untuk permulaan, bisa menjual boneka itu secara eceran di toko online. Toko boneka menjadi target selanjutnya yang bisa dijadikan momentum kemajuan.

7. Makanan ringan

Bukan makanan ringan dengan produksi super-besar yang dibicarakan di sini. Tapi makanan ringan tradisional, seperti keripik, emping, atau kerupuk. Lihat saja Maicih, dari yang sederhana kini jadi raksasa.

Coba bikin riset makanan ringan tradisional apa yang banyak digemari di lingkungan setempat. Variasikan dengan tren zaman sekarang, seperti ditambahi keju, jika memungkinkan agar lebih dikenal dan menarik.

8. Jasa penulisan

Bisnis rumahan berupa jasa penulisan mencakup penerjemahan dan penyuntingan. Biasanya, klien potensialnya adalah para mahasiswa. Mereka menggunakan jasa yang terkait dengan perkuliahan.

Tapi jangan masuk ke bisnis ilegal, misalnya pembuatan skripsi. Untuk memperluas pasar, bikin situs atau pasang iklan di Internet juga. Kamu bisa juga mempekerjakan beberapa orang untuk mengambil sejumlah order atau proyek lepas dari forum Internet.

9. Alat tulis

Hanya dengan ruangan berukuran 3 x 3 meter, kamu bisa membuka bisnis rumahan berupa jualan alat tulis. Anak sekolah pasti akan banyak menggunakannya.

Sertakan juga alat fotokopi dan printer jika memungkinkan. Bila belum ada modal, mulailah dengan berjualan alat-alat tulis dulu. Mesin fotokopi rawan rusak, jadi harus betul-betul dirawat.

(Baca: Cari Sumber Dana untuk Modal Usaha? Ini 5 Pilihannya)

10. Les privat

Ilmu yang didapatkan dari sekolah bisa diturunkan ke anak-anak di lingkungan rumah lewat bisnis rumahan les privat. Terlebih bila punya latar belakang pendidikan keguruan.

Fokus ke satu atau dua mata pelajaran saja dulu, misalnya matematika atau bahasa Inggris. Dengan fokus ini, orangtua anak-anak yang mau mendaftar akan tertarik karena bisa memusatkan perhatian pada mata pelajaran tertentu, tidak campur-baur.

11. Minuman

Minuman, terutama aneka es, sangat populer dari masa ke masa. Hanya variasinya yang berubah. Kamu juga bisa ikut terjun ke bisnis ini sesuai dengan tren yang lagi berjalan.

Tapi bisa juga berusaha mendobrak tren itu dengan menciptakan terobosan minuman baru. Mungkin saja malah tren yang ada justru luntur, berganti dengan minuman yang kamu bisniskan itu.

12. Kelontong

Bisnis ini sudah jelas tak akan pernah mati. Toko kelontong masih dicari meski minimarket menjamur di mana-mana. Ada yang menjual bahan pokok komplet, ada pula yang sederhana.

Kamu tinggal menyesuaikan dengan bujet modal saja. Ingat pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Dari awalnya hanya menjual rokok, mungkin kamu bisa menjadi agen beras sampai elpiji.

Memulai Bisnis Rumahan

Memulai bisnis rumahan sebenarnya mudah, karena skalanya kecil. Namun keraguan sering menghinggapi dari segala aspek. Soal modal terutama.

Bila bicara modal, bisnis rumahan bisa disesuaikan bujetnya sesuai dengan dana yang ada saat itu. Tak perlu langsung sekonyong-konyong buka warung makan dengan menu Nusantara, misalnya.

Toh, ada pilihan pinjaman modal untuk menggenjot usaha awal. Yang penting, cermati penyedia pinjaman itu. Hitung berapa bunganya. Cari dan bandingkan mana pinjaman yang bunganya paling kecil.

Yang tak kalah penting adalah memperkirakan kemampuan untuk melunasi pinjaman. Jangan sampai hanya tergiur mudahnya pencairan tanpa memikirkan cara membayarnya.

Bisnis rumahan adalah soal niat, kecermatan, dan ketekunan. Siap mencoba?