jenis-jenis-asuransi

11 Jenis Asuransi di Indonesia, Pilih yang Paling Berguna

Jenis asuransi di Indonesia ada bermacam-macam untuk melindungi masa depan. Tapi tidak semuanya berguna untuk setiap orang. Faktanya, hanya beberapa asuransi yang benar-benar memberikan manfaat buat individu atau badan tertentu.

Maksudnya adalah satu jenis asuransi mungkin sangat memberikan faedah buat satu orang. Tapi tidak demikian dengan orang lain.

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, definisi asuransi adalah suatu perjanjian di mana penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya atas suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya akibat peristiwa yang tak tentu. 

Secara sederhana asuransi dapat didefinisikan sebagai kesepakatan antara dua pihak di mana satu pihak berkewajiban membayar premi, sementara pihak lain mesti menanggung akibat dari suatu hal yang mempengaruhi pihak pembayar premi sesuai dengan perjanjian.

Premi adalah sejumlah dana yang dibayarkan dalam periode tertentu kepada pihak asuransi. Secara umum, makin besar premi, makin luas perlindungan atau pertanggungan yang diberikan oleh asuransi.

Melihat definisi tersebut, jenis asuransi yang patut dibeli mesti disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap individu. Bila seseorang tidak merasa rentan menderita kerugian atas suatu hal, tak perlu beli asuransi yang memberikan perlindungan atas risiko hal tersebut.

Misalnya asuransi properti. Jenis asuransi ini tentu tidak dibutuhkan oleh mereka yang status rumahnya masih sewa atau kontrak.

Atau asuransi pengangkutan laut. Perusahaan logistik darat jelas tidak memerlukan jenis asuransi tersebut.

Ada setidaknya 11 jenis asuransi di Indonesia, mari kita simak bersama untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.

1. Asuransi kesehatan

Jenis asuransi yang pertama ini bisa jadi adalah yang paling populer, terutama di kalangan pekerja. Risiko yang berhubungan dengan kesehatan menjadi hal yang dilindungi atau ditanggung dalam layanan asuransi ini.

Perusahaan skala menengah hingga besar umumnya memberikan fasilitas asuransi kesehatan kepada karyawannya. Ada yang berupa asuransi rawat jalan dan rawat inap, ada pula yang hanya rawat inap.

Tapi asuransi ini juga bisa diperoleh secara individu, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. misalnya keluarga, dengan menghubungi penyedia asuransi. Semua perusahaan asuransi pasti mempunyai jenis asuransi ini.

Risiko yang dilindungi: sakit, cedera/ terluka, kematian akibat kecelakaan kerja/ berhubungan dengan pekerjaan.
Manfaat: penggantian biaya sebagian atau sepenuhnya atas risiko yang ditanggung, misalnya sakit hingga harus dirawat di rumah sakit.

2. Asuransi jiwa

Jenis asuransi ini memberikan perlindungan khusus atas risiko kematian atau kondisi ketika seseorang tak lagi bisa mencari nafkah, misalnya akibat kecelakaan. Contohnya ketika seorang pemilik polis asuransi jiwa meninggal, pihak tertanggung akan mendapat dana asuransi atas peristiwa tersebut.

Seringnya yang menjadi pihak tertanggung adalah anggota keluarga si pemilik polis. Misalnya ayah suatu keluarga dengan tertanggung anak-anak. Dengan adanya asuransi jiwa, kelangsungan hidup serta masa depan anak bisa dilindungi meski ayah sebagai pencari nafkah sudah tiada lewat dana asuransi yang dicairkan.

Risiko yang dilindungi: kematian, keadaan fatal sehingga tak bisa lagi mencari nafkah.
Manfaat: melindungi masa depan keuangan ketika pencari nafkah dalam keluarga berhalangan secara permanen (meninggal/ cacat).

3. Asuransi kendaraan

Mereka yang tak memiliki kendaraan tak perlu membeli jenis asuransi ini. Kendaraan di sini khususnya mobil. Asuransi kendaraan berfungsi melindungi risiko atas kejadian yang menimpa diri atau kendaraan yang diasuransikan.

Asuransi kendaraan mobil terdiri atas dua jenis, yaitu asuransi total loss only dan all risk. Perlindungan jenis asuransi kendaraan yang pertama hanya mencakup risiko kehilangan atau kerusakan total kendaraan tersebut. Sedangkan proteksi all risk juga termasuk baret atau lecet pada mobil.

Umumnya jenis asuransi TLO lebih banyak dibeli untuk kendaraan produksi lama. Kendaraan baru, terutama yang dibeli secara kredit, biasanya dilindungi dengan jenis asuransi all risk. Asuransi ini juga bisa memberikan ganti rugi kepada pihak lain yang dirugikan oleh pemilik polis.

Misalnya Budi menabrak mobil Riki. Riki bisa memperbaiki kerusakan mobilnya menggunakan nama Budi. Dengan catatan polis asuransi kendaraan Budi mencakup perlindungan terhadap pihak ketiga.

Risiko yang dilindungi: kerusakan atau kehilangan kendaraan.
Manfaat: mengurangi kerugian akibat insiden yang melibatkan kendaraan yang dimiliki.

(Baca: 7 Asuransi Mobil Terbaik 2019 dan Tips Memilihnya)

4. Asuransi properti

Seperti tersirat dari namanya, jenis asuransi ini memberikan proteksi atas properti dan aset di dalamnya atas insiden tertentu. Insiden itu mencakup pencurian hingga kebakaran. Properti yang bisa dilindungi antara lain rumah dan gedung. Jenis asuransi ini layak dipertimbangkan terutama jika properti berada di area rawan.

Risiko yang dilindungi: kehilangan aset properti.
Manfaat: mengurangi tingkat kerugian akibat musibah yang menimpa properti.

5. Asuransi perjalanan

Buat yang punya hobi traveling, pasti sudah familier dengan jenis asuransi ini. Asuransi perjalanan adalah layanan proteksi terhadap risiko yang mungkin terjadi saat seseorang dalam perjalanan.

Misalnya koper hilang saat berada di bandara untuk terbang ke luar negeri. Musibah yang lebih serius, seperti jatuh sakit saat tengah berlibur, juga masuk perlindungan. Begitu juga kecelakaan.

Sejumlah negara, terutama Eropa, mewajibkan adanya asuransi perjalanan jika seseorang hendak menuju negara tersebut. Tanpa jenis asuransi ini, visa untuk terbang tak akan terbit.

Risiko yang dilindungi: sakit, kehilangan barang, kecelakaan, meninggal, pesawat delay.
Manfaat: meringankan biaya yang timbul akibat insiden yang terjadi saat dalam perjalanan.

(Baca: 7 Asuransi Perjalanan Terbaik untuk Visa Schengen)

6. Asuransi bisnis

Pemilik bisnis paling mendapat manfaat dari jenis asuransi ini. Bisnis itu dari tingkat mikro hingga korporasi multinasional. 

Asuransi bisnis melindungi risiko yang bisa menimpa aset bisnis, dari peralatan kerja hingga karyawan. Karyawan akan mendapat asuransi kesehatan sebagai fitur dari asuransi bisnis.

Risiko yang dilindungi: kehilangan atau berkurangnya aset sehingga berpengaruh pada bisnis.
Manfaat: berjaga-jaga bila bisnis tidak lancar dan bisa menjadi daya tarik agar karyawan bisa tenang bekerja.

7. Asuransi pendidikan

Pendidikan penting untuk masa depan. Karena itulah ada jenis asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan memberikan perlindungan terhadap kepastian pendidikan anak dalam keluarga.

Biaya pendidikan yang makin tinggi dari tahun ke tahun membuat jenis asuransi ini banyak dilirik. Asuransi ini juga kerap digunakan untuk merencanakan pendidikan anak tiap tingkat hingga ke luar negeri.

Risiko yang dilindungi: biaya pendidikan anak.
Manfaat: meringankan pengeluaran untuk membiayai pendidikan anak hingga jenjang kuliah.

8. Asuransi disabilitas

Sebagai pemberi perlindungan, jenis asuransi ini mungkin tak selalu dibutuhkan semua orang. Asuransi disabilitas adalah asuransi yang menjadi payung atas risiko yang membuat seseorang menjadi difabel atau cacat.

Mereka yang kerjanya di bidang berisiko tinggi adalah yang paling membutuhkan. Termasuk tentara yang kerap bertugas di wilayah rawan. Bila pemilik polis jenis asuransi ini mengalami disabilitas, misalnya kelumpuhan, akan ada uang pertanggungan sebagai perlindungan finansial.

Risiko yang dilindungi: disabilitas.
Manfaat: menjaga kelangsungan kehidupan ketika tak lagi bisa mencari nafkah seperti sebelumnya.

9. Asuransi kelautan

Di atas sudah sekilas disinggung, jenis asuransi ini berhubungan dengan aktivitas di laut. Terutama pengiriman logistik via kapal. Bila memiliki polis asuransi kelautan, ada perlindungan terhadap kegiatan tersebut. 

Contohnya kapal mengalami kerusakan saat di laut. Masih berhubungan, ada asuransi nelayan yang diterbitkan pemerintah khusus untuk melindungi nelayan ketika melaut, juga terhadap risiko alam yang bisa mengganggu keuangan nelayan karena kesulitan melaut.

Risiko yang dilindungi: kerugian akibat insiden di laut.
Manfaat: memproteksi usaha logistik via laut atau kelautan lain lebih. 

10. Asuransi kredit

Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap dua pihak sekaligus, yakni pemilik polis dan bank atau lembaga keuangan lain yang menyalurkan kredit. Asuransi kredit melindungi risiko atas ketidaksanggupan seseorang/badan untuk melunasi kredit.

Misalnya terjadi kredit macet karena suatu hal menimpa debitur, pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungan untuk membayar kredit tersebut. Ada yang langsung melunasi, ada pula yang hanya sebagian. Tergantung polis. Dengan begitu, beban kredit terangkat dan bank menerima pelunasan atas kredit yang disalurkan. 

Risiko yang dilindungi: gagal bayar kredit atau pinjaman.
Manfaat: risiko terlilit utang karena tidak sanggup melunasi kredit bisa ditekan.

11. Asuransi dana pensiun

Jenis asuransi ini mencakup investasi untuk melindungi masa pensiun. Istilahnya adalah dana pensiun lembaga keuangan. Jadi ini bukanlah murni layanan yang ditawarkan perusahaan asuransi. Ada pula lembaga keuangan non-asuransi yang memiliki, misalnya Bank Rakyat Indonesia.

Risiko yang dilindungi: finansial setelah pensiun dari pekerjaan.
Manfaat: memastikan masa pensiun dijalani dengan lancar dan berkecukupan.

Setiap jenis asuransi di atas memiliki karakter sendiri-sendiri. Seseorang bisa saja membutuhkan semuanya, tapi bisa juga hanya satu atau dua lantaran satu atau dua asuransi itulah yang berguna. Karena itu, perlu menilik kebutuhan diri sendiri untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya dari jenis asuransi yang dibeli. 

(Baca: 4 Produk Asuransi yang Wajib Dimiliki oleh Keluarga)

Satu hal yang juga perlu digarisbawahi adalah beberapa layanan asuransi ditawarkan bersama dengan produk unit link. Asuransi unit link memberikan perlindungan sekaligus hasil investasi.

Tapi investasi tidak selalu mendatangkan keuntungan, bisa juga berakhir rugi. Itu sebabnya harus teliti ketika mendapat tawaran asuransi unit link. Rincian angka imbal hasil investasi yang disodorkan hanyalah perkiraan, bukan pasti didapatkan.

Perusahaan asuransi umumnya menyediakan sekaligus jenis-jenis asuransi itu. Tapi ada juga yang berfokus pada beberapa jenis asuransi saja. Daftar perusahaan asuransi bisa diketahui dengan menghubungi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. 

Adapun penyedia jenis asuransi syariah bisa ditengok di Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia. Untuk memastikan jenis asuransi yang dibeli aman, sebaiknya pilih penyedia asuransi yang terdaftar di asosiasi-asosiasi tersebut, selain terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.