Cara Cari Uang Tambahan Bagi Karyawan Sibuk

10 Cara Cari Uang Tambahan Bagi Karyawan Sibuk

Tak dapat dipungkiri bahwa banyak karyawan yang merasa belum puas dengan penghasilan yang dimiliki. Jadi tak heran berbagai cara cari uang tambahan pun dicoba. 

Sayangnya, terikat dengan waktu bekerja serta tanggung jawab di kantor yang harus diemban, tak semua pekerjaan sampingan dapat dilakukan. 

Meski begitu, pilihan cara cari uang tambahan sebenarnya sangat beragam. Memang, tak ada jaminan usaha sampingan akan sukses dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, kegigihan dan keinginan yang kuat untuk terus belajar tidak boleh luntur di tengah jalan.

Pekerjaan sampingan pun tak semata-mata untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Menjalankan bisnis atau usaha di luar pekerjaan utama juga dapat menjadi sarana aktualisasi diri ataupun sekadar menjalankan hobi. 

Sebagai karyawan, sebetulnya ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Pertama, memanfaatkan keahlian yang dimiliki. Misalnya, meski saat ini kamu bekerja “di belakang meja”, tapi punya skill merias yang baik, akhir pekan dapat banjir cuan dengan menerima orderan merias alias menjadi MUA. 

Kedua, manfaatkan hobi yang kamu punya. Zaman sekarang, hampir setiap hobi dapat dijadikan sumber penghasilan. Misalnya, kalau kamu hobi fotografi, kamu bisa mencoba tawarkan jasa foto dan menjadi fotografer lepas.

Ketiga, gunakan aset yang kamu miliki. Tak perlu aset yang besar. Smartphone sekalipun dapat menjadi aset yang menghasilkan banyak uang tambahan. Misalnya, dengan berjualan secara online menggunakan smartphone. Jangkauan pelanggan semakin luas, potensi penjualan pun meningkat. 

Ketiga hal tersebut adalah potensi yang bisa membawa pundi-pundi rezeki jika dioptimalkan dengan baik. Mulai terbayang pekerjaan sampingan apa yang ingin kamu jalankan? 

Jika belum, GoBear Indonesia punya rekomendasi sepuluh cara cari uang tambahan yang fleksibel buat para karyawan. Cek daftar lengkapnya di bawah ini.

1. Menyewakan kendaraan pribadi

Punya kendaraan nganggur di rumah? Daripada terus mengeluarkan biaya perawatan tapi tak terpakai, mengapa tidak disewakan saja?

Siapkan kendaraan dalam kondisi dan penampilan yang prima untuk memberikan citra yang baik kepada pelanggan. Kamu juga harus sigap membersihkan dan menyiapkan kembali kondisi mobil usai dipakai pelanggan agar siap disewa pelanggan berikutnya.  

Jika tak ingin repot, daftarkan saja kendaraanmu ke perusahaan yang membuka jasa penyewaan mobil atau motor. Atau bisa juga dengan memasang iklan kendaraan yang ingin disewakan melalui e-commerce rental mobil, seperti Docar. 

Menyewakan kendaraan dapat menjadi cara praktis untuk mendapat penghasilan tambahan. Namun, risiko yang menyertai tak kalah tinggi. Risiko terburuk adalah kendaraan dibawa kabur penyewa. 

Oleh sebab itu, tentukan prosedur penyewaan, mencakup syarat dan ketentuan sewa dengan cermat agar memberikan keamanan bagimu maupun penyewa. 

2. Menjadi driver online

Waktu kerja driver online yang fleksibel memang jadi daya tarik para karyawan yang ingin punya penghasilan tambahan. Jika menjadi driver online, kamu dapat mulai menerima penumpang sejak jam pulang kantor. 

Siapa tahu kamu mendapatkan penumpang yang punya tujuan sama dengan arah ke rumahmu. Hitung-hitung, jadi ada teman pulang.

Untuk mendaftar menjadi driver online, seperti GoJek atau Grab. kamu bisa mendaftarkan diri secara langsung melalui situs resmi Gojek maupun Grab. 

3. Mengadakan garage sale

Pernah dengar istilah declutter? Itu lho, kegiatan memilih barang yang dibutuhkan dan memang berguna. Dengan begitu, kamu hanya menyimpan barang-barang yang pasti kamu pakai. Sisanya? Disulap jadi uang saja. 

Caranya dengan menggelar garage sale alias menjual barang-barang yang tak terpakai, mulai dari pakaian, buku, hingga aksesori yang sudah lama tidak digunakan. 

Cara ini tak hanya membuatmu mendapatkan penghasilan tambahan, tapi juga bikin rumah jadi lebih lapang dan rapi. Jika ingin dilakukan secara rutin, jangan ragu menawarkan jasa penjualan untuk barang-barang tak terpakai punya kakak, adik, teman, atau kerabat dekat lainnya.

4. Menjual menu sarapan

Tak sedikit pekerja yang tak punya waktu mencari sarapan sebelum berangkat ke kantor. Alhasil, setibanya di kantor, langsung sibuk cari sarapan di sekitar kantor ataupun memesan melalui layanan pesan antar. 

Ini bisa jadi peluang emas bagimu, yaitu dengan menjual menu sarapan. Sebagai permulaan, kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan mengenai menu sarapan yang paling digemari rekan-rekan di kantor. 

Atau ingin menawarkan menu sarapan sehat seperti overnight oatmeal yang disiapkan secara pre-order? Bisa juga! Tapi, tak menutup kemungkinan makanan seperti gorengan, lontong, hingga nasi uduk punya penggemar lebih banyak.

Selain bertanya langsung pada rekan-rekan kantor sebagai calon pelanggan, pilihlah menu sarapan yang mudah disiapkan sehingga tidak mengganggu waktu kerjamu. 

5. Menjadi reseller 

Menjalankan bisnis atau toko online jadi pilihan banyak karyawan yang ingin punya penghasilan tambahan. Sebab, selain dapat mengatur waktu secara fleksibel, potensi keuntungan yang bisa didapat juga cukup menggiurkan. 

Nah, salah satu cara praktis membuka toko online adalah dengan menjadi reseller brand tertentu. Kamu pun tak perlu repot-repot memproduksi produk yang pasti menyita banyak waktu. 

Secara sederhana, menjadi reseller berarti membeli barang dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. Reseller akan mendapatkan harga lebih terjangkau dibanding pembeli biasa. Dari selisih harga yang diberikan itulah kamu bisa mendapatkan keuntungan. 

Untuk menjadi reseller online, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari produsen atau supplier terpercaya. Pilihlah produk yang banyak dicari dengan kualitas yang baik. Untuk meningkatkan penjualan, pasarkan produk di berbagai kanal penjualan online.

6. Menjadi dropshipper

Jika ingin berjualan secara online tanpa keluar modal sepeser pun, kamu bisa mencoba menjadi dropshipper. Dengan menjadi dropshipper, kamu tak perlu menyetok barang terlebih dulu layaknya reseller

Bisa dibilang, tugas seorang dropshipper hanyalah memasarkan produk dan melakukan proses penjualan. Sementara, untuk proses pengiriman hingga barang sampai di tangan pembeli, tetap ditangani oleh penjual resminya langsung.

Meski tampak mudah, keuntungan menjadi dropshipper masih kalah dibandingkan menjadi reseller. Selain itu, karena berhubungan langsung dengan pelanggan, seorang dropshipper harus siap menerima komplain jika barang yang diterima tak sesuai harapan.

Jadi, jika tak ingin menerima banyak keluhan, kamu harus memastikan supplier yang dipilih benar-benar terpercaya dan berkualitas. 

7. Guru privat

Jago bermain alat musik? Mahir berbahasa asing? Bagikan ilmu sekaligus mencari uang tambahan dengan menjadi guru privat saja. 

Kamu dapat memasarkan keahlian yang kamu punya ke kerabat, tetangga, ataupun orang terdekat. Kamu juga bisa mendaftarkan diri di situs-situs penyedia layanan edukasi, seperti Ruang Guru. 

Di situs tersebut, kamu bisa menentukan sendiri jadwal, materi ajar, lokasi calon murid, hingga komisi yang kamu harapkan dari jasa yang diberikan. Nantinya, kamu akan dialokasikan untuk murid dengan kriteria yang sesuai dengan kemampuan dan kondisimu. Jadi, tak perlu repot mencari murid sendiri.

(Baca: 6 Peluang Usaha Baru 2019 yang Pesaingnya Masih Sedikit)

8. Menjadi penerjemah

Kemampuan berbahasa asing juga bisa dimanfaatkan dengan menjadi penerjemah online. Apalagi saat ini ada banyak perusahaan, lembaga, maupun individu yang mencari jasa penerjemah melalui situs-situs freelancer, seperti Freelancer Indonesia atau Sribulancer.

Membangun jaringan di kalangan mahasiswa juga bisa jadi nilai plus. Sebab, tak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan saat mengerjakan paper atau jurnal yang menggunakan bahasa asing. Di sinilah jasamu sebagai penerjemah sangat diperlukan. 

Selain mengasah kemampuan berbahasa, menjadi penerjemah juga dapat melatih keterampilan dalam menulis. Tak sekadar dapat penghasilan yang bertambah, keahlianmu pun jadi terus terasah.

9. Menjadi MUA

Bisnis makeup artist adalah salah satu usaha di bidang jasa yang cukup menjanjikan. Apalagi, pekerjaan ini dapat dijalani sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. 

Namun, untuk menjadi MUA profesional, diperlukan waktu dan usaha yang konsisten agar keterampilan semakin berkembang. Selain skill, kamu juga harus memodali diri dengan berbagai kosmetik dan produk riasan wajah. 

Sebagai pemula, sebaiknya utamakan memiliki produk base makeup, seperti primer, foundation, dan powder. Sebab base inilah yang menjadi penentu utama hasil makeup-mu nantinya. 

Untuk memudahkanmu mendapatkan klien, bangunlah relasi dengan berbagai wedding organizer maupun komunitas MUA, seperti Hellobeauty.

(Baca: Kredit Usaha Rakyat (KUR): Pinjaman Tanpa Agunan untuk Bisnis)

10. Investasi

Inilah cara cari uang tambahan bagi karyawan yang paling realistis, yaitu menempatkan dana di instrumen investasi. Imbal hasil yang didapatkan dari instrumen investasi dapat menjadi penghasilan pasif yang bisa menambah saldo rekening. 

Ada banyak jenis investasi yang bisa dicoba, mulai dari emas, reksadana, hingga saham. Pilihlah instrumen yang sesuai dengan rencana keuangan dan profil risikomu.

Misalnya, jika tak ingin repot memilih produk investasi dan memiliki toleransi risiko yang rendah, kamu bisa menempatkan dana di reksadana pendapatan tetap yang minim risiko.

Umumnya, semakin tinggi risiko yang dimiliki, semakin besar potensi imbal hasil yang diberikan. Oleh sebab itu, penting untuk mempelajari secara mendalam instrumen investasi yang dipilih agar penempatan uangmu bisa lebih optimal. 

Itulah 10 cara cari uang tambahan untuk karyawan yang tak punya banyak waktu luang. Jika dijalankan dengan giat, bukan tak mungkin penghasilan yang didapatkan melebihi pendapatan dari pekerjaan utama. 

Selamat mencoba!