Trading Forex

Panduan Lengkap Investasi Trading Forex Bagi Pemula

Istilah investasi trading forex mungkin sudah tak asing lagi buatmu. Tawaran keuntungan yang cukup menggiurkan membuat jumlah pemain di pasar forex pun kian meningkat. Meski tak dapat dipungkiri, kisah trader yang bernasib malang juga tak sedikit jumlahnya.

Salah satunya adalah musisi sekaligus selebriti Indonesia, Kevin Aprilio. Dilansir dari CNBC, Kevin Aprilio membagikan kisah kelamnya terjerat utang hingga Rp 17 miliar akibat investasi trading forex. 

Berbeda dengan Kevin, Michelle Williams, aktris asal Amerika Serikat pemenang Golden Globe Award ini pernah berhasil meraih profit hingga 1.000 persen dari investasi forex.

Bertolak belakang, kedua kisah di atas bikin bertanya-tanya, jadi investasi trading forex ini menguntungkan atau justru bikin buntung ya? 

Jawabannya, bisa dua-duanya! 

Trading forex memang dianggap punya potensi untung yang tinggi. Namun, seperti hukum investasi lainnya, high risk high return. Semakin tinggi potensi keuntungannya, semakin tinggi pula risikonya. Begitu pula dengan trading forex.

Biar tidak asal tergiur untung tinggi tapi berakhir bangkrut, yuk simak ulasan lengkap mengenai investasi forex, berikut ini.

Apa itu investasi forex?

Investasi forex

Forex berasal dari kata foreign exchange yang berarti pertukaran mata uang asing atau valuta asing (valas). Seperti yang kita tahu, nilai tukar valas ini berfluktuasi, bisa naik dan turun, tergantung kepada sejumlah kondisi tertentu.

Fluktuasi nilai tukar ini menyebabkan adanya selisih harga nilai kurs ketika dibeli dan dijual. Selisih harga inilah yang menjadi keuntungan (ataupun kerugian) yang bisa diperoleh dalam aktivitas transaksi forex.

Secara sederhana, investor forex berarti menyimpan mata uang asing di rumah atau bank dalam jangka waktu yang cukup panjang. Nantinya, ketika nilai mata uang yang disimpan menguat, baru dijual kembali. 

Namun ada cara lain yang dianggap bisa raup keuntungan lebih banyak, yaitu dengan melakukan jual beli pertukaran mata uang atau yang sering disebut sebagai trading forex. 

Misalnya, saat ini kamu membeli 1 USD pada harga Rp 13 ribu, lalu esok hari kamu menjualnya kembali karena nilai tukar dolar menjadi Rp 14 ribu per satu dolar. Dengan begitu, kamu mendapatkan keuntungan dari selisih transaksi, yaitu sebesar seribu rupiah. 

Apa yang diperdagangkan dalam trading forex?

Transaksi forex merupakan transaksi mata uang, tapi tidak secara fisik, melainkan dalam bentuk kontrak berdasarkan nilai mata uang tersebut.  Kontrak ini berupa perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya tergantung kepada kedua mata uang yang akan dipertukarkan. 

Berbeda dengan saham yang bisa dibeli dan dijual secara tunggal, forex diperdagangkan dalam bentuk pasangan mata uang atau currency pair. Pada umumnya, trader forex membagi pasangan mata uang ke dalam dua kategori, yaitu pasangan mata uang mayor (major currency pairs) dan pasangan mata uang minor (minor currency pairs).

Major currency pairs

Pasangan mata uang mayor merupakan mata uang suatu negara yang dipasangkan dengan dolar Amerika Serikat (USD). Mata uang pada kategori ini paling banyak diperdagangkan, sehingga likuiditasnya besar dan disediakan oleh semua broker.

Minor currency pairs

Pasangan mata uang minor merupakan mata uang yang paling populer dan banyak diperdagangkan secara global ketika ditransaksikan antar sesamanya (bukan diperdagangkan terhadap USD). Pasangan mata uang minor juga sering disebut sebagai cross-currency pair.

Sebagai informasi, simbol mata uang terdiri dari tiga huruf. Dua huruf pertama merupakan inisial negara asal mata uang tersebut, dan huruf ketiga merupakan inisial dari mata uangnya.

Di mana dan kapan investasi trading forex dilakukan?

Seperti transaksi jual beli pada umumnya, trading forex pun dilakukan di pasar, yaitu pasar forex. Namun, karena transaksi forex tidak menggunakan uang dalam bentuk fisik, pasar forex pun tidak berwujud bangunan tertentu. Selain itu, setiap pelaku pasar forex dapat berperan ganda sebagai penjual sekaligus pembeli. 

Perdagangan forex berlangsung selama 24 jam dalam sehari, lima hari dalam seminggu, yaitu Senin hingga Jumat. Dengan begitu, kamu bisa melakukan trading kapan pun sesuai keinginan. 

Adapun, waktu perdagangan forex dibagi ke dalam empat sesi:

  • Pasar Australia (Sydney) pukul 05.00-14.00 WIB.
  • Pasar Asia (Tokyo) yaitu Jepang, Hongkong, dan Singapura pukul 07.00-16.00 WIB.
  • Pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris (London) pukul 13.00-22.00 WIB.
  • Pasar Amerika (New York) pukul 20.00-05.00 WIB.

Untuk “mengunjungi” pasar forex, bisa dilakukan melalui platform trading forex berupa aplikasi desktop maupun aplikasi mobile di smartphone

Apa yang harus disiapkan untuk investasi trading forex?

Untuk mulai berinvestasi forex, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, yaitu sebagai berikut:

1. Rekening tabungan bank

Rekening bank dibutuhkan untuk melakukan deposit dan withdraw. Dalam dunia forex, deposit merupakan cara trader menyetorkan dana yang digunakan untuk trading ke broker. Sementara withdraw merupakan metode menarik dana modal dan hasil trading dari broker.

2. Laptop atau smartphone dengan koneksi Internet

Zaman sekarang bukan cuma bayar tagihan listrik saja yang bisa dilakukan secara online, investasi forex pun bisa!  Transaksi forex bahkan dapat dilakukan melalui aplikasi trading forex yang bisa diakses melalui smartphone

3. Memiliki dokumen identitas atau KTP

Trader harus memiliki KTP atau dokumen identitas lainnya sebagai alat verifikasi oleh broker. Oleh sebab itu, secara tak langsung, trader forex diwajibkan berusia di atas 17 tahun atau telah memiliki KTP. 

4. Memilih broker profesional terpercaya

Broker forex adalah pihak, baik berupa perusahaan atau individu yang mempertemukan pihak penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi forex. 

Mengapa trader memerlukan broker forex?

Perdagangan forex didominasi oleh bank-bank besar di seluruh dunia. Oleh sebab itu, bisa dibilang mustahil untuk dapat bertransaksi secara langsung dengan bank-bank besar tersebut. 

Belum lagi, standar transaksi yang dilakukan bank besar tentu berada di luar bujet trader individual. Adanya broker berperan sebagai penghubung atau perantara yang memudahkan trader dalam melakukan aktivitas trading.

Perlu diingat, memilih broker forex tak bisa sembarangan. Setidaknya, kamu harus memastikan broker memiliki legalitas atau terdaftar dalam badan hukum Indonesia. Kamu bisa mengecek legalitas broker forex melalui situs-situs berikut ini:

5. Tekad untuk terus belajar

Jika menganggap investasi forex adalah cara kilat untuk jadi kaya raya, bersiaplah kecewa. Sebab, menjadi trader forex justru menyita banyak waktu dan energi untuk terus belajar agar bisa menyiapkan berbagai strategi meraih keuntungan. 

Selain harus siap mental karena risiko forex pun tinggi, seorang trader harus rajin-rajin menambah wawasan terkait ilmu trading forex. Paling tidak, dengan pengetahuan yang mumpuni, akan mengurangi risiko tertipu broker nakal yang berniat “merampok” uangmu.  

Bagaimana cara “bermain” forex?

Bermain forex merupakan transaksi jual beli. Untuk itu, hal yang perlu dilakukan adalah melihat kondisi pasar untuk dapat memprediksi apakah nilai suatu pasangan mata uang akan naik atau turun.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa transaksi mata uang dilakukan berpasangan, seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, EUR/GBP, GBP/JPY, dan sebagainya. 

Mata uang yang pertama disebut sebagai base currency atau mata uang dasar/basis. Sementara mata uang yang kedua disebut sebagai counter currency atau quote currency.

Pada saat kamu melakukan transaksi beli (buy), artinya kamu membeli base currency, sekaligus menjual counter currency. Sebaliknya, pada saat melakukan transaksi jual (sell), maka artinya kamu menjual base currency, sekaligus membeli counter currency.  

Trading Forex

Selain istilah base currency dan counter currency, dalam transaksi forex kamu juga akan menemukan istilah bid dan ask price. Sederhanya, bid merupakan patokan harga jual, sementara ask merupakan patokan harga beli. 

Misalnya, mengacu pada gambar di atas, harga bid-nya adalah 1,4678, sementara harga ask-nya adalah 1,4679. Artinya, jika kamu ingin melakukan transaksi buy alias beli, maka transaksi akan dilakukan di harga 1,4679. Sedangkan, jika ingin melakukan transaksi sell alias jual, maka transaksi dilakukan di harga 1,4678.

Bid juga disebut sebagai kurs beli, yaitu harga yang digunakan trader lain/ pedagang saat ingin membeli darimu. Sebaliknya, ask disebut sebagai kurs jual, yaitu harga yang digunakan trader lain yang akan menjual kepadamu. 

Dengan begitu, mengacu pada contoh di atas, jika trader lain ingin membeli EUR darimu, maka harganya sebesar 1,4678. Sementara jika trader lain menjual EUR kepadamu, maka harganya adalah 1,4679 per USD.

Perbedaan harga antara ask dan bid ini dikenal sebagai spread. Nilai spread inilah yang menjadi salah satu komponen imbalan untuk broker atas jasanya sebagai penghubung trader dengan pasar.

(Baca: Untung Maksimal dari Investasi Reksadana, Begini Caranya)

Berapa modal yang diperlukan untuk bermain forex?

Modal dana yang perlu disiapkan untuk bermain forex tergantung kepada perusahaan broker yang dipilih. Umumnya broker menetapkan dana deposit minimum sebesar 100-500 USD. 

Namun, dana deposit ini bukan sebagai modal transaksi forex melainkan diperuntukkan sebagai dana “jaminan” untuk broker terkait. Dana jaminan ini dinamakan sebagai margin.

Sebab, dana yang digunakan untuk transaksi forex merupakan “dana pinjaman” dari broker, sehingga jumlahnya lebih tinggi dan potensi keuntungannya pun lebih besar. 

Pinjaman dana untuk meningkatkan potensi imbal hasil dari investasi inilah yang disebut sebagai leverage atau “daya ungkit”. Pinjaman ini bebas dari bunga, karena dana yang dipinjam bersifat non-fisik.

Dalam forex, leverage ditampilkan dalam bentuk proporsi tertentu, misalnya 1:50, 1:100, atau 1:200.

Sebagai contoh, jika broker menetapkan leverage 1: 100, maka saat kita menyerahkan dana deposit sebesar 100 USD, broker akan bertrading menggunakan modal 100.000 USD. Dengan begitu, potensi keuntungan yang didapatkan pun jadi lebih besar. 

 

Apa saja risiko investasi trading forex?

1. Risiko akibat leverage

Melihat skema leverage di atas, trading forex tampak menguntungkan. Sebab, trader tak perlu menyiapkan dana besar untuk mendapatkan peluang keuntungan yang lebih tinggi. Toh, bisa menggunakan leverage alias pinjam dana broker.

Biar semakin untung, pilih saja leverage yang tinggi. Eits, sayangnya tidak begitu.

Fasilitas leverage memang bisa membantu trader bermodal kecil mendapatkan profit besar. Tapi, pada saat yang bersamaan, memiliki risiko kerugian yang lebih besar dari modal.

Sebagai contoh, jika dengan modal 100 USD kamu punya keuntungan 200 USD per hari, maka terdapat pula potensi kerugian sebesar 200 USD. Artinya, modal bukan hanya bisa lenyap tapi juga terdapat kerugian tambahan melebihi dana yang telah disetorkan. 

Oleh sebab itu, disarankan untuk menggunakan leverage dan margin yang tak terlalu besar atau sekitar 1:100 hingga 1:200.

2. Risiko akibat volatilitas

Selain risiko yang ditimbulkan dari fasilitas leverage, forex juga terkenal dengan volatilitas yang tinggi. Volatilitas merupakan besarnya fluktuasi harga valas. Dengan kata lain, volatilitas yang tinggi berarti harga valas dapat meningkat secara cepat, namun bisa tiba-tiba turun dalam waktu singkat. 

Dengan kata lain, pasar forex sangat tidak stabil sehingga bisa memberikan keuntungan yang tinggi, namun pada saat yang sama juga memberikan risiko kerugian yang besar. 

3. Risiko akibat broker

Tak sedikit nasib buntung para trader disebabkan karena “terjebak” rayuan para broker nakal. Memanfaatkan kurangnya pengetahuan investor, para broker nakal ini dapat dengan mudah menjerat para investor pemula. 

Di sisi lain, saat ini investasi bodong berkedok forex pun kian merajalela. Jika tak waspada, bukan tak mungkin kita turut jadi korbannya.

Investasi trading forex secara aman

Trading Forex

Tergiur imbal hasil tinggi, lalu buru-buru terjun ke dalam investasi trading forex sama saja tindakan bunuh diri. Sebelum menempatkan dana ke dalam instrumen investasi, wajib hukumnya menguasai ilmu terkait instrumen investasi tersebut.

Memang, jika belum percaya diri investasi trading forex, kamu bisa membuka akun demo untuk mengasah keterampilan trading. Namun, perlu disadari, akun demo memang bisa untuk belajar tapi tidak selalu mencerminkan keberhasilan secara nyata. 

Selain itu, dampak psikologisnya pun berbeda. Kamu bisa tetap santai meski merugi di akun demo, tapi bisa jadi kelabakan atau justru gelap mata mencari keuntungan saat di akun real, yang bisa sangat membahayakan.

(Baca: Cara Investasi Saham untuk Raih Untung Maksimal)

Oleh sebab itu, sebelum mulai berinvestasi, tak cukup mengalokasikan dana tapi juga waktu untuk terus belajar dan menambah pengetahuan. 

Jadi, bagaimana menurutmu? Tertarik untuk investasi trading forex?