investasi-emas

Cara Meraup Untung dari Investasi Emas buat Pemula

Investasi emas adalah salah satu bentuk investasi tertua di dunia. Dulu, emas digunakan sebagai alat pembayaran. Di kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara pun begitu.

Di kalangan rakyat, emas pun dijadikan aset yang disimpan sebagai harta. Misalnya dengan mengganti giginya dengan gigi emas. Selain menjadi tren untuk menunjukkan status sosial, gigi emas adalah sarana investasi yang berprospek cerah.

Adapun investasi emas secara modern di tataran global bermula pada akhir abad ke-19. Seusai Perang Dunia II, investasi emas kian marak terutama di Amerika Serikat dan Eropa Barat, tepatnya di London, Inggris. Hingga sekarang, London masih menjadi kiblat untuk investasi emas dunia.

Di Indonesia sendiri, investasi emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang gurih karena menjanjikan keuntungan yang lebih pasti ketimbang yang lain. Investasi ini pun ramah buat pemula karena gampang dan risikonya pun terbilang sangat kecil, mengikuti potensi keuntungannya. 

Ditambah lagi, siapa pun bisa meraup rupiah dari investasi emas dengan pengalaman investasi sekecil apa pun, bahkan buat pemula yang sama sekali belum pernah terjun ke dunia investasi.

Jenis-jenis emas untuk investasi

Sebelum membicarakan soal cara berinvestasi emas yang benar, ada baiknya kita ulas dulu jenis-jenis emas yang dijual di pasaran. Ada setidaknya enam jenis investasi emas, yakni:

1. Perhiasan emas 

Emas sebagai logam mulia bisa diolah menjadi perhiasan yang bernilai tinggi. Misalnya cincin, anting-anting, gelang, dan kalung. Investasi emas berupa perhiasan lebih sering dilakukan oleh kaum Hawa.

Kelebihan:

- Bisa dikenakan sebagai bagian dari busana
- Bisa dijual ke toko perhiasan ataupun perorangan
- Harga bisa ditawar
- Bisa disesuaikan dengan dompet, tidak harus beli minimal 1 gram dengan 24 karat
- Gampang belinya tanpa syarat macam-macam

Kekurangan:

- Rentan rusak
- Nilainya bisa turun karena rusak atau model perhiasan sudah ketinggalan zaman

2. Perdagangan emas online (trading)

Mengikuti perkembangan zaman, ada investasi emas yang bisa dijalankan secara online. Investasi emas ini serupa dengan perdagangan saham di bursa efek. 

Kelebihan:

- Keuntungan bisa cepat didapatkan
- Bisa berinvestasi 24 jam sehari
- Potensi meraih keuntungan lebih besar karena pasar sangat aktif

Kekurangan:

- Perlu pengetahuan lebih mendalam soal trading dan teknologi
- Risiko rugi besar, sesuai dengan potensi keuntungan
- Harus rutin memantau pergerakan harga emas online agar keuntungan lebih besar

3. Emas batangan

Ini jenis investasi emas yang paling banyak dipraktikkan. Di Indonesia, emas batangan yang dijadikan sarana investasi dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang (Antam).

Kelebihan:

- Lebih aman sebagai investasi jangka panjang
- Mudah diperjualbelikan atau digadaikan untuk mendapat dana tunai segar
- Gampang dijadikan jaminan pinjaman ke bank

Kekurangan:

- Prosedur sedikit rumit bila beli langsung di Antam
- Modal lebih besar untuk beli minimal 1 gram emas
- Ada pajak penghasilan untuk setiap pembelian di Antam
- Harus aman menyimpannya agar tidak dicuri

(Baca: Pasti Untung, Ini 5 Deposito dengan Suku Bunga di Atas 6%)

4. Koin emas 

Koin emas atau dinar sebagai sarana investasi berasal dari dakwah syariat Islam. Meski begitu, investor nonmuslim juga bisa menjalankan investasi emas dinar.

Kelebihan:

- Ada beberapa pilihan penerbit dinar
- Memiliki nilai religius
- Bisa dijual ke komunitas dinar dengan harga tinggi
- Nilainya bisa dipecah, misalnya dari 5 dinar hendak dijual 1 dinar. Maka masih ada sisa 4 dinar yang jadi hak milik.

Kekurangan:

- Likuid, tapi tetap lebih susah diperjualbelikan ketimbang emas batangan dan perhiasan
- Ada pajak pertambahan nilai
- Memerlukan tempat penyimpanan khusus di rumah agar aman

5. Sertifikat emas 

Secara umum, investasi emas berupa sertifikat sama dengan investasi emas batangan. Bedanya, yang dipegang investor cuma sertifikatnya. Sedangkan emas dalam bentuk fisik disimpan penerbit. Karena itu, kekurangan dan kelebihannya mirip dengan investasi emas batangan. Hanya, ada satu kelebihan yang tak dimiliki emas batangan, yakni tak perlu menyiapkan keamanan sendiri untuk emas yang dibeli. Sertifikat bisa ditaruh di safe deposit box di bank agar aman.

6. Emas kuno

Emas kuno adalah emas yang berasal dari peninggalan masa lampau. Istilah bekennya adalah harta karun. Tapi bisa juga emas ini berupa perhiasan dari leluhur sehingga tak memiliki dokumen seperti sertifikat. 

Kelebihan dan kekurangannya mirip dengan investasi emas batangan dengan beberapa tambahan. Di antaranya nilainya bisa melambung tinggi sesuai dengan riwayat emas. Namun menjual emas kuno lebih sulit karena harus menemukan pembeli yang tertarik pada peninggalan kuno.

Investasi Emas Buat Pemula

Dari keenam jenis investasi emas di atas, yang cocok buat pemula adalah perhiasan, emas batangan, koin, dan sertifikat. Di sini kita akan membahas khusus investasi emas batangan, tapi secara umum trik untuk meraup rupiah dari sederet sarana investasi emas itu sama saja.

Hal pertama yang mesti diketahui adalah cara membeli emas Antam. Ada beberapa pilihan tempat beli emas Antam, yakni:

1. Kantor pusat Antam di Simatupang
2. Unit bisnis Antam di Pulagadung
3. Butik Antam di beberapa ibu kota provinsi, antara lain Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, Medan, Balikpapan, Makassar, Banjarmasin, dan Palembang.
4. Butik mobile Antam, biasanya mangkal di mal-mal
5. Bank syariah
6. PT Pos Indonesia
7. Pegadaian

Syarat beli emas Antam di beberapa tempat tersebut umumnya sama, yakni membawa dokumen identitas dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). NPWP diperlukan agar pajak yang dikenakan lebih rendah.

Ada satu cara lagi yang lebih ramah buat generasi milenial, yaitu beli emas online. Beli emas online bisa dilakukan lewat marketplace, situs jual-beli emas, atau aplikasi. Misalnya di Bukalapak, IndoGold, Orori, dan Tamasia. Beli emas di Pegadaian pun bisa secara online.

Setelah mengetahui tempat beli emas Antam, kini saatnya mengulik cara meraup rupiah dari investasi emas. Kamu bisa menerapkan sejumlah pilihan cara di bawah ini:

1. Tradisional

Investasi emas secara tradisional artinya beli saat harganya turun dan jual saat harganya naik melebihi harga pembelian. Misalnya Budi beli emas 1 gram saat harganya Rp 600.000. Bulan depan harga emas per gram naik jadi Rp 620.000. 

Bila emas itu dijual, keuntungannya Rp 20.000. Demi rupiah yang lebih banyak, cara investasi emas tradisional harus dilakukan dalam jangka panjang, yakni sekitar 3-5 tahun. Kalau cuma hitungan bulan, keuntungannya tak seberapa.

Dengan cara ini, kamu harus rajin-rajin memantau pergerakan harga emas agar mendapat momentum yang pas untuk menjual emas sehingga keuntungan bisa maksimal. Kamu pun bisa menentukan sendiri kapan mau beli emas tergantung isi dompet.

2. Menabung emas

Investasi emas juga bisa dilakukan dengan cara menabung. Adapun tempat menabung emas, antara lain di bank dan Pegadaian. Bila menabung emas, kamu harus menyetor uang rutin tiap bulan untuk pembelian emas ke tempat menabung itu. Misalnya Susi menabung emas 1 gram di BCA tiap bulan. Berarti Susi harus menyetor uang senilai harga emas 1 gram pada waktu itu untuk mendapat untung.

Menabung emas juga semestinya dilakukan dalam jangka panjang agar keuntungan lebih besar. Bagusnya, tabungan emas tak digerus inflasi layaknya tabungan uang. Nilainya bahkan terus naik seiring dengan kenaikan harga acuan emas Antam. Plus tak ada biaya pencetakan karena fisik emas tidak kita simpan.

(Baca: Mengenal Tabungan Emas Pegadaian Beserta Untung-Ruginya)

3. Cicilan emas

Cara investasi emas ini mirip dengan menabung emas. Biasanya lembaga yang dipilih adalah Pegadaian karena lebih aman dan mudah. Ada satu perbedaan utama, yakni setoran tiap bulan mesti rutin diberikan. Jika absen, ada denda yang harus dibayar karena investasi ini sama saja dengan pembelian emas secara kredit.

Tiga cara investasi emas di atas termasuk ramah untuk pemula. Seiring dengan waktu, pemula bisa menjadi master jika tekun menjalankan metode investasi emas yang digeluti.

Bukan tidak mungkin melompat ke instrumen investasi lain yang menjanjikan keuntungan lebih besar, misalnya reksa dana atau bahkan saham. Investasi emas memang menguntungkan dan sangat cocok untuk pemula, tapi potensi keuntungannya tak sebesar reksa dana dan saham.

Pilihan terbaik adalah menjalankan investasi emas sembari bergelut dengan investasi lain. Toh, emas didiamkan saja pun nilainya cenderung naik. Karena itulah, selain sebagai investasi, emas bisa menjadi sumber dana darurat jika sewaktu-waktu butuh duit segera untuk hal yang mendesak.

Satu hal yang harus diingat adalah ada biaya-biaya yang menyertai investasi emas. Dari pajak sampai ongkos transportasi buat beli emas. Perhitungkan biaya ini sebagai komponen investasi.

Jadi harga emas yang nantinya dijual sudah mencakup ongkos tersebut. Dengan demikian, kamu tidak justru rugi lantaran keluar ongkos lebih banyak dari selisih harga pembelian dan penjualan emas milikmu.

Misalnya dulu beli emas Rp 600 ribu, terus menjualnya saat harganya Rp 620 ribu. Memang, ada margin Rp 20 ribu yang menjadi keuntungan. Tapi hitung dulu berapa biaya-biayanya. Jika ternyata ongkos itu mencapai Rp 50 ribu, misalnya, kamu malah rugi Rp 30 ribu dari transaksi emas tersebut.