Kartu kredit dengan jaminan

Secured Credit Card, Kartu Kredit dengan Jaminan yang Lebih Aman

Sebagai seorang freelance, Ria selalu kesulitan saat mengajukan permohonan kartu kredit. Maklum, selain tak punya slip gaji, penghasilan bulanan yang Ria dapatkan pun tak tetap jumlahnya. 

Sekalipun jika ditotal penghasilannya bisa selalu di atas lima juta, tetap saja ia susah menembus persyaratan pengajuan kartu kredit di sejumlah bank.

Padahal, tujuan Ria memiliki kartu kredit tak lain untuk membuat keuangannya semakin terkendali. Ia ingin lebih mudah bertransaksi dan memantau riwayat pengeluarannya. Belum lagi, terdapat sejumlah fitur pada kartu kredit yang jika dimanfaatkan dengan bijak bisa membuat Ria makin hemat.

Pernah mengalami hal serupa? Jika pernah, mungkin kamu perlu kenalan dengan secured credit card (SCC).

Secured credit card alias kartu kredit dengan jaminan memiliki fitur, fungsi, serta kegunaan yang tidak jauh berbeda dengan kartu kredit pada umumnya. Dengan secured credit card, kamu pun bisa belanja secara non tunai ataupun menggunakan layanan PayPal. 

Namun, berbeda dengan kartu kredit biasa, SCC tidak memperhitungkan status pekerjaan dan besar penghasilan. Sebagai gantinya, SCC mewajibkan adanya dana jaminan pada rekening di bank yang sama dengan bank penerbit SCC. Bentuk dana dapat berupa tabungan atau deposito. 

Dengan persyaratan yang minim, proses pembuatan kartu kredit dengan jaminan ini pun terbilang lebih mudah dan cepat dibanding kartu kredit biasa. Selama dana jaminan tersedia, SCC bisa segera disetujui. 

Dana jaminan juga digunakan sebagai penentu besaran limit kartu kredit. Semakin besar dana jaminan, semakin besar pula limit yang bisa didapatkan. Dengan begitu, kamu bisa mengatur limit yang kamu inginkan.

Bagaimana, tertarik? Sebelum melakukan pengajuan, yuk pahami lebih dalam mengenai kartu kredit dengan jaminan ini.

Perbedaan kartu kredit dengan secured credit card

Selain persyaratan yang jauh lebih sedikit, secured credit card memiliki beberapa perbedaan lain dengan kartu kredit biasa. Berikut di antaranya:

1. Cara pembayaran

Pengguna SCC harus membayar penuh pembayaran. Tidak seperti kartu kredit biasa yang menyediakan pilihan pembayaran minimum payment. Meski begitu, bank memberikan masa tenggang waktu pembayaran atau grace period hingga tanggal jatuh tempo. 

2. Limit

Limit kartu kredit telah ditentukan oleh pihak bank dengan mempertimbangkan besaran penghasilan nasabah. Sedangkan limit SCC ditentukan berdasarkan nominal dana yang dijadikan jaminan. Umumnya, limit SCC sebesar 80-90 persen dari dana jaminan.

3. Kredit macet

Jika tagihan kartu kredit tak lekas dibayar, bunga yang dikenakan akan berlipat dari bulan ke bulan. Jika tak ada itikad baik dari nasabah, bank pun bisa menggunakan jasa debt collector alias penagih utang. 

Berbeda dengan kartu kredit biasa, pada SCC tak diperlukan jasa debt collector, sebab jika nasabah punya tunggakan utang, bank dapat mengambil dana jaminan dan menutup kartu SCC.

(Baca: Kartu Kredit CIMB Niaga dan 5 Kartu Kredit Ini Bebas Iuran Tahunan!)

Status uang jaminan

Dana yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan diganggu-gugat oleh bank selama pembayaran  SCC selalu lancar. Dana juga pasti aman karena mendapat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama nilainya tidak lebih dari Rp 2 miliar. 

Nasabah juga akan tetap mendapatkan bunga tabungan atau bunga deposito seperti biasa. Tapi, dana baru bisa dicairkan kembali setelah SCC ditutup dan semua tagihan dilunasi. 

SCC cocok buat mereka yang ingin mengatur pengeluaran dengan memanfaatkan fasilitas kartu kredit, tapi tak bisa memenuhi persyaratan kartu kredit. Misalnya, pelaku usaha kecil, ibu rumah tangga, hingga freelancer. Kartu ini bisa juga dijadikan sarana oleh orangtua untuk melatih anak mengelola keuangan mereka. 

Cara mengajukan secured credit card

Untuk membuat kartu kredit dengan jaminan, tentunya kamu harus telah menyiapkan dana yang bisa ditempatkan sebagai jaminan di bank penerbit kartu, baik berupa tabungan atau deposito. Nilainya tergantung kepada kebijakan tiap bank.

Misalnya, kartu kredit Indigo dari bank Sinarmas yang menawarkan dana jaminan mulai dari Rp 500 ribu dengan limit kartu 90 persen dari dana jaminan atau sebesar Rp 450 ribu.

Selanjutnya, tinggal datang langsung ke kantor cabang bank yang menawarkan secured credit card yang diinginkan. Beberapa bank juga menyediakan fasilitas pengajuan melalui online atau aplikasi. 

Ada pula bank yang sengaja tidak menampilkan informasi mengenai kartu ini di situs resminya. Namun, bukan berarti bank tersebut tidak menawarkan secured credit card. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu datang langsung ke kantor cabang atau menghubungi customer service terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat. 

Jika riwayat pembayaran kredit selalu lancar dan tanpa masalah, kartu ini juga bisa dijadikan sebagai referensi pengajuan kartu kredit biasa bagi pemula. 

(Baca: Kartu Kredit Bisa Bikin Kamu “Kaya” dengan 5 Bonus Ini)

Sebelum mengajukan, jangan lupa perhatikan biaya-biaya yang dikenakan pada pembuatan serta penggunaan kartu, mulai dari iuran tahunan, bunga transaksi, biaya penarikan uang tunai, biaya keterlambatan pembayaran, hingga biaya penutupan kartu. Selamat mencoba!