kartu-kredit-virtual

Kartu Kredit Virtual: Solusi Buat yang Susah Apply Kartu Kredit

Kartu kredit virtual alias virtual credit card (VCC) bukanlah barang baru. Tapi kepopulerannya kalah dibanding kartu kredit reguler.

Kartu kredit virtual adalah alat transaksi serupa kartu kredit atau debit yang dilengkapi dengan nomor kartu, tiga angka card verification value (CVV), dan tanggal kedaluwarsa atau expired. Tiga poin itu adalah nyawa dari suatu kartu kredit.

Kartu kredit ini tidak diterbitkan oleh provider kartu kredit biasa. Kartu kredit virtual biasanya gratis dan hanya bisa digunakan sekali. Artinya, kartu ini memiliki masa batas pakai atau kedaluwarsa lebih singkat ketimbang kartu kredit reguler. 

Namun banyak orang memilih apply kartu kredit berkali-kali meski terus ditolak. Alasannya, agar lebih mudah transaksi saat belanja online. Nah, kartu kredit virtual sebenarnya bisa menjalankan fungsi tersebut.

Ada banyak alasan apply kartu kredit selalu ditolak. Di antaranya riwayat kredit yang buruk alias punya pinjaman ke bank atau lembaga keuangan yang belum terbayar atau pembayarannya seret.

(Baca: Ampuh! Ini 7 Cara Membuat Kartu Kredit Pertama Disetujui Bank)

Melihat data tersebut, bank pasti tak mau mengabulkan permohonan kartu kredit orang yang bersangkutan. Sebab, bisa jadi muncul masalah baru berupa utang dari tagihan kartu kredit lantaran kondisi keuangan saat ini belum cukup baik.

Makanya tak boleh sembarangan ambil kredit. Harus dipikirkan dan disiapkan cara melunasinya. Bukan sekadar mementingkan cepatnya proses pencairan.

Manfaat Kartu Kredit Virtual

Kartu kredit virtual atau virtual credit card memang punya sederet kelemahan bila dihadapkan pada kartu kredit berbentuk fisik. Tapi sejumlah fungsi kartu kredit fisik bisa digantikan oleh virtual credit card ini.

Berikut ini contohnya:

1. Transaksi online

Salah satu metode pembayaran transaksi online adalah via kartu kredit. Bila tak punya kartu kredit, bisa pakai kartu kredit virtual.

Cara pakai virtual credit card ini buat belanja online sama dengan kartu kredit biasa. Ketika sudah sampai di halaman pembayaran, pilih metode kartu kredit.

Setelah itu, akan muncul kolom yang harus diisi dengan identitas kartu kredit, yakni nomor kartu, tiga digit CVV, dan tanggal kedaluwarsa. Kartu kredit virtual memiliki tiga hal tersebut sehingga bisa dimasukkan ke sana untuk pembayaran.

Fungsi kartu kredit virtual ini kemungkinan besar paling dibutuhkan oleh mereka yang gemar belanja online di situs luar negeri, seperti Amazon dan eBay, atau punya bisnis mendatangkan barang dari mancanegara. Meski tak punya kartu kredit, aktivitas itu tetap bisa lancar jaya berkat virtual credit card.

2. Sarana buka akun sistem pembayaran global

Buat yang punya pekerjaan lepas alias freelance, kartu kredit virtual bisa dipakai untuk membuka akun sistem pembayaran global. Contohnya PayPal.

PayPal bertindak layaknya bank virtual yang bisa digunakan untuk menerima dan mentransfer dana secara internasional. Lintas negara, lintas benua.

Lewat PayPal, sistem pembayaran dari situs forum pencari pekerja lepas dan freelancer jadi lebih mudah. Cukup daftar ke PayPal dan masukkan identitas kartu kredit virtual seperti pada poin pertama di atas.

Nantinya honor freelance dalam mata uang asing akan masuk ke PayPal. Dan dari PayPal bisa dicairkan ke rupiah.

Banyak situs favorit freelancer di seluruh dunia yang menggunakan skema pembayaran seperti ini. Itu artinya pekerja lepas bisa menebar jaring lebih luas untuk mencari nafkah. Bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di mancanegara.

Cara Membuat Kartu Kredit Virtual

Sangat mudah membuat kartu kredit virtual. Yang pasti tidak serumit apply kartu kredit biasa, yang membutuhkan banyak dokumen dan prosesnya berhari-hari.

Ada beberapa penerbit kartu kredit virtual, di antaranya Neteller, Yandex Money, Payoneer, dan Octopay. Octopay merupakan layanan virtual credit card lokal yang berasal dari CIMB Niaga.

Selain itu, Citibank juga menerbitkan kartu kredit virtual di Indonesia. Bank asal Indonesia lainnya yang memiliki layanan serupa adalah BNI, yang memiliki BNI Debit Online.

Adapun khusus Octopay hanya bisa digunakan untuk transaksi dengan akun Facebook dan harus memiliki rekening tabungan CIMB Niaga untuk mendapatkannya. 

Untuk mendapatkan kartu kredit virtual dari agen-agen penerbit itu, kunjungi situs mereka. Secara umum caranya sama, yakni mendaftarkan diri dan kemudian menyetorkan deposit yang berfungsi sebagai limit kartu kredit.

Cara membuat kartu kredit virtual di Payoneer, misalnya, sangat mudah. Begini tahapnya:

1. Akses www.payoneer.com
2. Signup dan isi formulir sesuai dengan instruksi
3. Koneksikan akun dengan rekening bank lokal untuk penarikan dana. Pastikan data rekening benar agar tak ada masalah.
4. VCC didapatkan
5. Aktivasi VCC dengan masuk ke Setting, lalu Card Management
6. Klik Activated

(Baca: Ini Panduan Lengkap Pengajuan Kartu Kredit Online)

Tips Jitu Memilih Kartu Kredit Virtual

Ada beberapa tips memilih penerbit kartu kredit virtual terpercaya, yakni:

1. Lihat reputasinya

Cek reputasi suatu situs penerbit kartu kredit virtual dengan menelusurinya di forum-forum Internet. Selain itu, periksa sudah berapa lama situs itu beroperasi. Salah satu caranya dengan mengeceknya di Whois.com, yang menyediakan layanan detail suatu situs.

2. Cari fitur terbaik

Setiap penerbit kartu kredit punya fitur yang bisa dibandingkan. Misalnya jumlah limit dan kemudahan bertransaksi. Cari mana yang paling banyak dan paling baik fiturnya.

3. Pastikan mudah dihubungi

Sebaiknya pilih penerbit kartu kredit yang memiliki alamat dan nomor kontak jelas. Kalau bisa, cari penerbit bonafide asal Indonesia agar mudah dihubungi ketika terjadi masalah.

Karakteristik Kartu Kredit Virtual

Melihat layanan yang diberikan, kartu kredit virtual memiliki banyak karakteristik yang beberapa menjadi kelebihan yang menguntungkan penggunanya. Berikut ini di antaranya:

- Ada limit transaksi per hari yang berasal dari dana yang disetorkan ke akun kartu kredit tersebut
- Biasanya kartu kredit virtual hanya bisa digunakan sekali transaksi sehingga lebih aman
- Hanya diterbitkan untuk pengguna utama, tidak ada kartu kredit virtual tambahan
- Lebih aman karena tidak bisa dikloning lantaran tak ada bentuk fisiknya
- Beberapa kartu kredit virtual Indonesia juga bisa digunakan untuk membayar tagihan rutin bulanan
- Tidak ada iuran tahunan

Di sisi lain, ada juga karakteristik virtual credit card yang menjadi kelemahan dibanding kartu kredit fisik, yakni

- Hanya bisa digunakan untuk transaksi online, beberapa bahkan cuma di situs tertentu
- Kartu kredit virtual valid untuk periode tertentu, harus diperpanjang jika ingin terus menggunakannya
- Khusus kartu kredit virtual yang hanya bisa digunakan untuk sekali transaksi, berarti harus bikin lagi ketika membutuhkannya kembali untuk hal lain
- Beberapa penerbit mengenakan biaya untuk transaksi berikutnya

Dari penjelasan tersebut, kartu kredit virtual bisa saja menjadi solusi buat yang tak memiliki kartu kredit biasa. Namun ada beberapa batasan yang membuat virtual credit card ini tak bisa leluasa digunakan.

Satu hal yang pasti adalah kartu kredit virtual memudahkan pembayaran transaksi online, baik untuk belanja maupun menerima honor pekerjaan freelance dari forum luar negeri.

Selain itu, kartu kredit virtual lebih aman karena hanya berupa nomor tanpa fisik. Sembari menunggu aplikasi kartu kredit fisik disetujui, tak ada salahnya menggunakan virtual credit card ini demi memudahkan transaksi.

(Baca: Tunda Dulu Niat Apply Kartu Kredit Kalau Masih Punya 5 Ciri Ini)